Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Bodyguard


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Hai Joe, akhirnya. Kita jumpai di sini." sapa Mira.


"Kau dengan siapa?" tanya Kamal heran, karena Mira berada diparkiran sendirian.


"Dengan teman-temannya, tapi mereka sudah pada pergi?" Kalian ingin ke mana ?" tanya Mira.


"Kami ingin masuk, apa kau ingin ikut?" tanya Amar dengan basa-basi.


"Maaf, aku harus segera pulang," tolak Mira.


"Serius? Biasanya kau selalu ingin menjadi bayangan Jonathan." Ledek Kamal.


"Sekarang, aku tidak ingin menjadi bayangan dia. Setelah aku tahu dia telah menikah, apalagi dia sudah mempunyai anak. Aku tidak suka dengan laki-laki yang sudah mempunyai buntut, mungkin aku akan menjadikan kau targetku selanjutnya Mal..!" Mira mendekati Kamal, dan melingkarkan tangannya kelengan Kamal.


"Ihh...hus..hus .sana..! aku sudah ada yang punya, dekati saja Antonio. Masih sendiri," ujar Kamal seraya berusaha melepaskan belitan tangan Mira dilengannya.


"No!" Antonio menyikangkan kedua tangannya didepan dadanya, tanda. Dia menolak ucapan Kamal.


"Ihh... kenapa kalian menolakku? kalian akan rugi, jika menolakku..!" Mira mencebikkan bibirnya.


"Kami mau masuk," ujar Jonathan, dan meninggalkan Mira.


"Sudah! pulang sana, jangan menjadi hantu di sini ," ledek Amar.


Sedangkan Kamal dan Antonio, langsung meninggalkan Mira. Tanpa mengatakan apa-apa.


"Laki-laki sombong, gadis cantik seperti aku di anggurin. Apa mereka punya masalah?"


Mira masuk kedalam mobilnya, sebelum menjalankan mobilnya. Mira mengirim pesan pada seseorang.


Sebelum masuk kedalam, Amar mengingatkan Jonathan untuk hati-hati. Jangan sampai ketahuan oleh Sandy.


"Joe, kau harus tidak terlalu mencolok. Jika Sandy melihatmu, dia pasti akan curiga, kau memata-matai dia," kata Amar.


"Betul Joe, begini saja Joe. Kau tunggu di luar, biar kami kedalam. Dia tidak terlalu mengenali kami," kata Kamal.


"Baiklah," sahut Jonathan.


"Kamal denganku saja," kata Amar.


"Hati-hati," kata Jonathan pada kedua temannya yang masuk kedalam Cafe sky blue.


"Joe, kita tunggu mereka di sana saja.' Antonio menunjuk kursi yang ada di depan cafe sky blue.


Didalam Cafe sky blue.


Amar berjalan didepan, sedangkan Kamal mengikutinya dari belakang Amar.


Mata keduanya mengitari cafe yang sangat ramai, apalagi. Ada live music.


"Mana orang itu?" tanya Kamal.


"Kita cari terus, mungkin saja dia sedang ke toilet," kata Amar.


"Kita duduk saja, kita celingukan begini. Di kira orang kita mau mencuri," ujar Kamal.


"Tampang keren begini, apa ada tampilan sebagai pencopet?" tanya Amar.

__ADS_1


"Kau ada, aku tidak," sahut Kamal.


"Ih.." gumam Amar.


Keduanya melangkah menuju kursi yang berada di pojok, dan tak lama kemudian. Seorang pria datang dan berbisik kepada Amar, baru kemudian orang itu pergi.


"Siapa orang itu?" tanya Kamal.


"Penjaga keamanan Cafe, dia mengatakan. Sandy sedang pergi ke toilet. Dan wanita yang berpakaian baju warna biru itu, temannya yang bersamanya ," kata Amar, seperti yang dibisikkan pria itu. Kepada Amar.


"Mana? baju biru ada dua orang?" tanya Kamal.


"Wanita Bro, bukan yang pria," ujar Amar.


"Oohh! aku tidak mengenal wanita itu, apa kau mengenalnya?" tanya Kamal.


"Kau saja yang punya koleksi gadis jika dijajarkan bisa sepanjang jalan menuju club malam, tidak mengenalnya. Apalagi aku, laki-laki baik," ujar Amar mengejek Kamal, dan memuji diri sendiri.


"Cih..!" dengus Kamal.


"Itu dia," ujar Amar.


Sandy kembali dari toilet, dan melangkah menuju tempat dia duduk. Yaitu tempat gadis yang berbaju biru.


Tidak lama kemudian, Sandy dan wanita tersebut berdiri dan beranjak keluar dari dalam Cafe.


"Mereka pergi, ayo," ujar Amar.


Sandy dan wanita tersebut keluar dari dalam Cafe, Jonathan dan Antonio yang duduk tidak jauh dari pintu keluar Cafe melihat keberadaan Sandy.


"Nunduk." titah Jonathan pada Antonio.


"Orang yang kita cari keluar dari dalam Cafe," ucap Jonathan.


"Mana?" Antonio ingin mengangkat kepalanya, tetapi Jonathan dengan sigap menekan kepala Antonio agar tidak tegak.


"Aduh..! Joe, kau terlalu kuat menekan kepalaku," ujar Antonio.


Amar dan Kamal celingukan mencari keberadaan Jonathan dan Antonio.


"Itu mereka," ujar Kamal.


Keduanya bergegas menuju tempat Jonathan dan Antonio duduk.


"Joe, kau lihat mereka. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Amar.


"Ikuti." titah Jonathan.


Keempat pemuda dewasa bergegas menuju tempat mobil mereka terparkir, Jonathan dan Kamal satu mobil. Sedangkan Amar satu mobil dengan Antonio.


Dua mobil mengikuti mobil Sandy yang melaju dengan kecepatan sedang.


"Joe, apa kau mengenal wanita tersebut?" tanya Kamal.


"Tidak," sahut Jonathan.


"Apa mungkin, wanita itu kekasihnya? kalau wanita itu kekasihnya, kita sepertinya menjadi bodyguard Sandy untuk mengantarkan kekasihnya pulang kerumahnya," ujar Kamal dengan tertawa.


Mobil Sandy berhenti didepan rumah dan wanita itu keluar, lalu kemudian. Mobil Sandy kembali melanjutkan perjalanan. Dan mobil tersebut masuk kedalam rumah, dan tidak keluar lagi dari dalam rumah tersebut.


Jonathan menghentikan mobilnya, begitu juga dengan Amar. Dia menghentikan mobilnya dibelakang mobil Jonathan.

__ADS_1


"Kita mengawal Sandy menghantarkan kekasihnya, seperti yang kau katakan" ujar Jonathan.


"Apa aku katakan, mungkin saja Sandy itu tidak memiliki niat jahat Joe," ujar Kamal.


Tok..tok...


Amar mengetuk jendela kaca mobil Jonathan, lalu Jonathan menurunkan kaca mobilnya.


"Apa itu rumahnya?" tanya Amar.


"Iya," sahut Jonathan.


"Wanita tadi, kekasihnya?" tanya Antonio.


"Mungkin," sahut Jonathan.


"Kita menghantarkan Sandy dan wanitanya pulang kencan, kita menjadi pengawalnya..!" seru Antonio.


"Hahaha..! aku baru katakan..!" seru Kamal.


"Sekarang, bagaimana?" tanya Amar.


"Pulang," sahut Jonathan.


"Besok, apa kita masih mengawasi orang itu?" tanya Antonio.


"Cukup! aku rasa, dia tidak akan melakukan kejahatan," kata Jonathan.


"Akhirnya, kita besok tidak akan numpang istirahat didalam mobil." gumam Antonio.


Akhirnya, dua mobil meninggalkan area rumah Sandy. Setelah mobil jauh, pintu gerbang rumah Sandy terbuka. Dan Sandy keluar.


"Pak Joe mengawasi ku, sial..! untung, aku selamat. Tunggu Pak Joe, pembalasanku...! Kau sudah menghancurkan karier ku," ujar Sandy dengan geram, aura kemarahan terlihat dari raut wajahnya.


Sandy masuk kedalam rumah, sembari berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


*


*


*


Jonathan sampai dirumah dini hari, setelah mengikuti Sandy sampai dirumahnya. Dan tidak menemukan hasil yang memuaskan.


Jonathan membersihkan diri dan kemudian menuju kamar Elvan, karena. Bianca, lagi-lagi tidur bersama dengan sang putra Elvan.


Jonathan membuka pintu penghubung, dan melihat dua tubuh yang sudah mendiami seluruh hati dan pikirannya.


Jonathan merebahkan tubuhnya di samping Bianca, dan menarik tubuh Bianca kedalam pelukannya. Sedangkan Elvan, tidur dengan memeluk guling yang karakter boneka bebek.


Sebelum memejamkan matanya, Jonathan menatap wajah Bianca dengan lekat.


"Aku mencintaimu, tapi kenapa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan ," ujar Jonathan, seraya menyibakkan rambut Bianca yang menutupi wajahnya.


*


*


*


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2