
Happy reading guys 🥰
👇👇👇
Sensasi yang baru pertama kali di rasakan Bianca, membuat titik-titik sensitif tubuhnya berdenyut-denyut dan terasa nyeri.
Ketika belaian tangan Jonathan semakin intim, gelombang hasrat Bianca untuk dipenuhi semakin menjadi. Gerakan tubuhnya semakin liar.
"Please..!" terdengar suara Bianca yang lirih.
Dengan tatapan mata yang membara, Jonathan mendekap tubuh Bianca dengan erat. Bianca menegang, saat merasakan Jonathan menyatukan tubuh mereka. Jonathan menyatukan tubuhnya dengan gairah yang menggebu-gebu. Dia lupa, ini yang kedua baginya dan Bianca.
Saat Bianca menjerit, dengan mulut tertutup. Jonathan menghentikan hentakannya.
Jonathan mengangkat kepalanya, dan menatap wajah Bianca yang terpejam.
"Apa aku menyakitimu ?" tanya Jonathan.
"Tidak! sakit," jawab Bianca dengan cepat.
"Tidak! sakit? yang mana yang benar?" tanya Jonathan sembari menatap wajah Bianca lekat.
Wajah Bianca merona merah, karena lupa dengan rasa sakit. Karena gairahnya yang menggebu-gebu.
"Sedikit sakit, saat itu mu bergerak liar didalam," ujar Bianca seraya mengerucutkan bibirnya.
"Kau sangat kecil? aku tidak bisa membayangkan, bagaimana bentuk tubuhmu saat mengandung Elvan," ujar Jonathan.
"Seperti wanita pada umumnya, perut besar," jawab Bianca.
"Pasti lucu, badan kecil dengan perut seperti membawa bola. Apa kau ada gambar saat mengandung Elvan?" tanya Jonathan.
"Ada, di rumah," jawab Bianca.
"Apa sudah selesai?" tanya Bianca, karena Jonathan diam tidak bergerak. Dia mengajak Bianca bicara. Sedangkan batang penyeberangan Jonathan masih penuh didalam tubuh Bianca.
"Belum, kita istirahat sejenak. Baby boy ini masih ingin berpetualang." selesai berkata, Jonathan kembali melanjutkan petualangan baby boy nya.
Setelah selesai memuaskan hasratnya, Jonathan dan Bianca tepar di sofa. Dengan berpelukan tanpa sehelai benang menutupi tubuh polos keduanya, keduanya tidur dengan damai.
***
Cahaya mobil memasuki pekarangan rumah yang terlihat gelap, begitu mobil berhenti dan lampu mobil di matikan. Suasana rumah terlihat sangat lengang.
Chelsea keluar dari dalam mobil, dia berdiri menatap rumahnya yang terlihat seperti tak berpenghuni.
"Kemana mereka, tidak biasanya Bik Santi dan Della pergi. Apa mungkin mereka pergi makan diluar?" pertanyaan yang ada dalam pikirannya.
Chelsea mengambil kunci rumah yang selalu dibawanya, karena dia sering larut malam pulang dari restoran miliknya. Sehingga dia selalu membawa kunci, agar tidak perlu membangunkan orang rumah.
__ADS_1
Setelah pintu terbuka, Chelsea menghidupkan ponselnya sebagai penerang dia untuk masuk.
Ceklek..
Chelsea menghidupkan lampu, dan rumah sudah dalam keadaan terang.
Chelsea segera masuk kedalam kamarnya, karena hari ini dia sangat merasakan letih yang berlebihan. Karena restoran yang dimilikinya mengalami permasalahan yang membutuhkannya untuk mencari solusinya untuk menyelesaikan masalah restorannya.
Tanpa melihat kekamar Della, Chelsea langsung masuk kedalam kamarnya. Karena Chelsea mengira Riko membawa Chelsea dan Bik Santi makan atau belanja keperluan rumah tangga, lagipula. Chelsea tidak pernah mengecek kekamar putrinya, selama ini. Della selalu bersama Bik Santi, hanya Bik Santi yang menemani Della sejak masih bayi. Chelsea, hanya melahirkan saja.
***
Semua sudah tidur, ada tiga orang yang sedang berada di club milik Kamal. Mereka teman-temannya Jonathan, pulang dari resepsi pernikahan Jonathan dan Bianca. Mereka berkumpul ditempat biasa mereka, yaitu club' milik Kamal.
"Kita sudah mendapatkan bukti yang real, dulu kita hanya menebak tanpa memiliki bukti. Sekarang, bukti nyata sudah didepan mata. Chelsea tidak akan bisa menyembunyikan identitasnya sebagai seorang istri," kata Kamal membicarakan Chelsea pada kedua temannya.
"Syukur Yunita mengetahuinya." timpal Amar.
"Yunita..! ehemm... naksir dengan Bu guru Nita?" ledek Antonio.
"Ledek terus..! bagaimana denganmu? satu hari ini, kau ngintilin Ayu. Dan kau, ngintilin Arumi..!" seru Amar kepada kedua temannya.
"Kita seperti jaman SMA ya, ngintilin jika ada murid baru di sekolah. Aku ingin kembali seperti jaman sekolah, tidak pernah ada masalah dalam hidup. Tidak seperti sekarang ini," kata Kamal.
"Tidak ada masalah? bukannya kau itu selalu bermasalah setiap ada ujian umum di sekolah? contekan yang kau lakukan, selalu membuatmu menjadi penghuni tetap ruang BP." ledek Antonio.
"Ahh..itu masalah kecil, bukan hanya aku yang membuat contekan sepanjang rel kereta api. Kalian ingat dengan cewek yang mendapat gelar ratu contekan, seluruh pahanya penuh dengan tulisan," kata Kamal.
"Tapi dia tidak pernah menjadi penghuni tetap ruang BP." timpal Amar.
"Siapa yang berani meriksa paha tuh cewek, nanti di tuduh pelecehan," ujar Antonio.
"Cukup membahas masa lalu, sekarang. Kita harus membuka mata lebar-lebar, jangan sampai Chelsea mengacaukan keluarga Jonathan," kata Antonio.
"Apa kalian kira, Jonathan akan bisa tergoda dengan Chelsea? aku rasa tidak! Jonathan sangat senang dengan keberadaan putranya, Elvan. Dia tidak akan membuang anaknya, hanya demi wanita yang sudah bersuami..!" tegaskan Kamal.
"Walaupun begitu, kita harus memantau. Besok aku ada janji bertemu dengan Yunita, aku akan menyuruh dia untuk menceritakan tentang Chelsea pada Bianca," kata Amar.
"Apa perlu?" tanya Antonio.
"Perlu..! apa kau tidak mendengar apa yang diceritakan oleh Yunita, selama ini Bianca merasa bersalah telah membuat hubungan Jonathan dan Chelsea putus," kata Amar.
"Sekarang, ada alasan kau untuk mendekati Yunita. Dulu kau suka mengejeknya dengan panggilan gadis gembul, rakus," ucap Kamal.
"Kau PDKT, atau membantu teman ?" goda Antonio.
"Keduanya, aku tidak ingin gebetanku hilang kembali," ucap Amar.
"Tapi kau jangan ikut-ikutan Jonathan dengan menanam saham terlebih dahulu," kata Kamal.
__ADS_1
"Mungkin saja akan aku lakukan," ujar Amar dengan tertawa.
"Dasar PAGO..!" seru Kamal.
"Apa PAGO..?" tanya Amar dan Antonio bersamaan.
"Perusak anak gadis orang..!" jawab Kamal.
Keduanya ngekeh, setelah mendengar perkataan Kamal.
"Mulai besok, misi penyelamatan rumah tangga teman kita itu. Mulai kita jalankan..!" seru Kamal.
Ketiganya melakukan toss..
***
"Mama...!" suara Elvan membuat dua orang yang tidur dengan berpelukan di sofa sontak terbangun.
"Elvan bangun..!" Bianca langsung melepaskan pelukan Jonathan, dengan cepat meraih bajunya yang berserakan dilantai. Dengan sembarangan, tangannya mengambil baju dan memakainya. Begitu juga dengan Jonathan, secepatnya dia memakai bajunya.
"Kenapa aku seperti sedang selingkuh dan terciduk masyarakat." gumam Jonathan saat memakai baju tidurnya.
Selesai berpakaian, tanpa sempat membersihkan diri. Bianca naik ke atas ranjang, dan menepuk bokong Elvan agar tidur kembali.
"Mama," ucap Elvan, matanya terbuka sedikit.
"Bobok El, masih jam 4 pagi ini," ujar Bianca seraya menepuk bokong Elvan.
Jonathan ikut bergabung di atas ranjang.
"Sudah tidur?" tanya Jonathan.
Bianca menganggukkan kepalanya, wajahnya memerah. Saat mengingat apa yang baru saja mereka lakukan di atas sofa.
"Aku merasa seperti baru kena gerebek satpam, karena melakukan perbuatan mesum didepan umum. pakai baju dengan terburu-buru." gumam Jonathan.
"Mas Joe tidak membersihkan diri?" tanya Bianca, karena Jonathan memejamkan matanya.
"Besok saja, tanggung. Mungkin kita bisa lanjutkan ronde kedua," ujar Jonathan.
Bianca mencebikkan bibirnya.
"Dasar mesum..!" gumam Bianca.
"Rasa cintaku yang terlalu besar padanya, membuat aku melupakan apa yang dikatakannya dulu." batin Bianca.
Jemarinya dengan cepat mengusap ujung bola matanya, saat merasa ada air yang ingin luruh dari sana.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Jangan lupa untuk menekan tombol like like, terima kasih 🙏