Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Kado


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


"Sore Pak Joe." balas ibu-ibu yang sudah sangat mengenal keluarga Dwipangga.


"Apa saya boleh minta mangga nya Bu ," ujar Jonathan.


"Pak Joe mau mangga? Apa istrinya lagi isi Pak Joe?" tanya seorang ibu pada Jonathan.


"Isi? apa maksudnya Bu?" tanya Jonathan yang tidak ngeh dengan apa yang dikatakan oleh kaum ibu-ibu tersebut.


"Hamil Pak Joe, apa istrinya hamil Pak," ujar seorang ibu.


"Hamil?" Jonathan melihat Bianca yang berdiri dibelakangnya bersama dengan Elvan.


"Tidak Bu, saya tidak hamil," sahut Bianca cepat.


"Istri saya tidak hamil Bu," ujar Jonathan.


"Tidak hamil ya Pak, kami kita istri bapak hamil. Dan Pak Joe ketiban ngidam." timpal seorang ibu.


"Tidak Bu, istri saya belum hamil," ujar Jonathan.


"Ohh..! Ini Pak, jika tidak hamil. Tidak apa-apa, makan mangga bukan khusus untuk ibu hamil saja," ujar seorang ibu, sembari memberikan sebungkus plastik mangga pada Jonathan.


"Terima kasih Bu," ujar Jonathan.


"Terima kasih Bu." timpal Bianca.


Ketiganya kembali, dengan Jonathan menenteng sebungkus plastik mangga yang masih hijau.


"Mas, mangga itu pasti asam. Lihatlah, warnanya saja masih hijau begitu," ujar Bianca.


"Bian, apa mas belakangan hari ini aneh?" tanya Jonathan.


"Bukan aneh lagi mas, tapi sangat-sangat aneh..!" Sahut Bianca.


"Apa aku ada penyakit ya?" gumam Jonathan.


"Apa Mas?" Bianca tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Jonathan.


"Tidak ada apa-apa, Bian. Tolong suruh Salma membuat salad mangga ini," ujar Jonathan seraya memberikan bungkusan mangga yang dibawanya pada Bianca.


"Semua mas?" tanya Bianca.


"Sebagian buat rujak Aceh, Mama sangat ahli membuat rujak Aceh," ujar Jonathan yang menelan liurnya, membayangkan rujak yang diinginkannya masuk kedalam tenggorokannya.


Jonathan menuju ke kamar Elvan, Bianca membawa mangga ke dapur.


"Mbak, tolong buatkan salad mangga dan rujak Aceh ya," ujar Bianca pada Salma.


"Salad mangga?" Salma mengeluarkan mangga yang diberikan oleh Bianca padanya.

__ADS_1


"Hah! mangga nya masih muda sekali? apa tidak asam ini Non?" Salma heran melihat mangga yang dibawa Bianca.


"Non! apa Non Bianca..?" Salma menunjuk perut Bianca.


"Bukan Bian yang mau makan mangga ini Mbak, ini semua. Mas Joe yang menginginkannya," kata Bianca.


"Ahh! Den joe? sejak kapan Den Joe doyan mangga asam begini?"


"Buatkan saja Mbak ," ujar Bianca.


*


*


Bianca masuk kedalam kamar mandi, begitu membuka pintu kamar mandi. Mata Bianca terbelalak, kamar mandi dipenuhi mawar.


"Ternyata, ini yang menyebabkan mas Joe wangi mawar. Ahhhrghhh...!" teriak Bianca kesal.


"Mas Joe sudah sangat berlebihan, sampai kapan kegilaannya ini terjadi. Baby, cukup menyiksa Mama ya," ujar Bianca sembari mengelus perut datarnya.


"Aku merinding berada didalam kamar mandi, harum bunga ini seperti aku sedang berada di satu tempat pemakaman." gumam Bianca, dan langsung kabur. Keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menuju kamar Elvan.


"Mas! apa yang mas lakukan? kenapa dalam kamar mandi banyak bunga mawar? Bian merinding mas! Bian tidak mau mandi dan tidur di sana..!" seru Bianca kesal.


"Suasana kamar kita begitu menyeramkan..!" seru Bianca.


"Tidak menyeramkan, kamar dan kamar mandi kita semakin penuh warna. Harum, dan ingin berlama-lama berendam di bathtub," kata Jonathan.


"Bagaimana bisa berendam mas? dalam bathtub penuh dengan bunga..! apa mas bisa berendam bersama bunga mawar yang berduri, mas ini aneh-aneh saja. Bian tidak mau mandi dan tidur di sana, titik," ujar Bianca.


"Iya! Bian mau tidur di sini, kamar kita auranya sangat penuh dengan aura mistis," ujar Bianca.


"Terus mas tidur sendiri?"


"Tidur ditemani dengan bunga-bunga itu saja," sahut Bianca.


"Bian, tidur dikamar kita ya. Biar El kembali terbiasa tidur sendiri," kata Jonathan.


"Tidak mau! Bian akan kembali tidur dikamar, jika bunga-bunga itu sudah tidak memenuhi kamar dan kamar mandi." Bianca tetap Keukeh, tidak ingin tidur dikamar mereka.


Akhirnya, Jonathan tidur sendiri didalam kamar sendirian. Karena Bianca tidak ingin tidur didalam kamar yang dipenuhi harum bunga yang membuat bulu kuduknya berdiri.


Tepat jam 12 malam lewat satu detik, Bianca bangun. Dengan mengendap-endap, dia membuka pintu penghubung dan dengan berjinjit. Bianca melangkah menuju tempat tidur, dan melihat Jonathan tidur dengan pulas.


Bianca mengitari sekeliling kamar, dan melihat ada beberapa bunga mawar kini menghiasi vas bunganya yang tadinya hanya diisi dengan bunga anggrek.


"Sejak kapan mas Joe ahli merangkai bunga." gumam Bianca, yang mengagumi hasil rangkaian tangan Jonathan pada bunga anggrek dan mawar yang menjadi hiasan didalam kamar.


Bianca merangkak naik keatas ranjang, dan kemudian menatap wajah Jonathan.


Bianca mendekat bibirnya ketelinga Jonathan, dan berbisik tepat ditelinga Jonathan.


"Happy birthday, my husband." bisik Bianca.

__ADS_1


Jonathan hanya menggeliat, tanpa membuka matanya.


"Ihh..! dasar kebo." gumam Bianca.


"Mas, happy birthday..!" ucap Bianca seraya meniup mata Jonathan dengan lembut.


Merasa sedikit terganggu, Jonathan membuka matanya. Dan melihat Bianca bertopang dagu menatap Jonathan dengan lekat.


"Bianca, ada apa? bukannya kau tidak ingin tidur dikamar ini?" tanya Jonathan dengan suara yang parau.


"Apa mas lupa, ini hari apa?" tanya Bianca.


"Hari Senin, kenapa? apa hari jadwal aku bertamu?" Jonathan membuka matanya lebar-lebar, otaknya sudah traveling.


"Ihh! bagian yang mesum, otak mas itu langsung lancar. Apa mas lupa, hari ini mas itu sudah bertambah tua. 30 tahun..!" seru Bianca.


"30 tahun, itu belum tua," ujar Jonathan.


"Sudah tua! apalagi, buntutnya akan bertambah satu lagi," ujar Bianca, dengan ucapan yang penuh dengan teka-teki.


"Buntut? mas sudah katakan, jangan bahas lagi untuk menambah istri," ujar Jonathan, karena mendengar perkataan Bianca mengenai menambah buntut.


"Siapa yang mau menyuruh mas menambah istri, ini. Bianca beri kado pada mas." Bianca mengambil kota kecil dari saku piyamanya, dan memberikannya pada Jonathan.


Jonathan duduk, dan menerima kado yang diberikan oleh Bianca.


"Kado, kenapa kecil sekali?" Jonathan menggoyang-goyangkan kado tersebut.


"Hih..mas ini! kenapa sekarang menjadi cowok matre," ujar Bianca dengan mendelikkan matanya menatap Jonathan yang intens menatap kado yang diberikan oleh Bianca.


"Apa isinya?" tanya Jonathan.


"Buka! jangan lihat kecilnya, tapi lihat isinya," ujar Bianca.


"Mas buka ya," ujar Jonathan.


"Buka." titah Bianca.


Jonathan membuka bungkusan kado yang diberikan oleh Bianca, dan mengeluarkan isinya.


"Apa ini? apa kau sakit lagi?" tanya Jonathan seraya menatap wajah Bianca.


"Bian tidak sakit..!" seru Bianca.


"Terus, termometer ini punya siapa?" tanya Jonathan yang mengira, kado yang diberikan oleh Bianca adalah termometer. Alat untuk mengukur suhu tubuh.


"Ternyata, mas Joe ini tidak tahu apa-apa..!" Bianca mencebikkan bibirnya kesal, menatap Jonathan.


*


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


Jangan lupa untuk menekan tombol like, komentar ya kakak-kakak reader. Terima kasih atas dukungannya.


__ADS_2