Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"

Cintai Aku Sehari Saja, Mas !"
Kehidupan baru


__ADS_3

Happy reading guys 🥰


👇👇👇


Hari ini, hari pernikahan Antonio dan Ayu. Bianca, sangat antusias. Sehingga, pagi sekali Bianca sudah bangun dari peraduannya.


"Mas, bagus," ujar Bianca dengan memperagakan baju yang dikenakannya didepan Jonathan, seperti seorang peragawati yang memperagakan baju hamil.


Jonathan yang sedang mengancingkan bajunya, melirik kearah Bianca sekilas. Dan hanya menganggukkan kepalanya.


Kurang puas dengan tanggapan yang diterimanya dari Jonathan, Bianca beranjak kedepan Jonathan. Dan berkacak pinggang.


"Lihat dengan jelas..!" seru Bianca dengan bibir manyun menatap wajah Jonathan.


"Cantik sekali istriku ini," ujar Jonathan dan menangkup pipi Bianca, sehingga bibir Bianca menjadi monyong.


Cup..


Jonathan melabuhkan kecupan dibibir Bianca yang ngerucut mirip bibir bebek di mata Jonathan.


"Mas..! Lipstik Bian luntur...!" seru Bianca.


"Kenapa memakai lipstik merah begitu? Seperti baru menghisap darah saja..!" seru Jonathan tidak suka, karena lipstik dibibir Bianca yang merah menyala. Membuat bibir Bianca terlihat seksi.


"Hih..! ini warna lagi trend mas," ujar Bianca, dan kembali memoleskan bibirnya dengan lipstik merahnya kembali.


"Ganti!" titah Jonathan.


"Tidak...!" tolak Bianca dan berlalu meninggalkan Jonathan didalam kamar.


"Bian..!" seru Jonathan.


"Tidak..!" sahut Bianca.


"Apa karena mengandung anak cewek, sehingga dia suka berdandan." gumam Jonathan.


*


*


"Mas, acaranya ramai ya. Mbak Ayu sungguh beruntung," ujar Bianca.


"Anton yang beruntung," ujar Jonathan.


"Kenapa?" tanya Bianca.


"Anton itu ada penyakit jantung, walaupun sudah sembuh, tetapi sewaktu-waktu. Jika terlalu letih, bisa kambuh kembali. Sekarang ini, sudah ada Ayu ikut mengurus restorannya. Dia sudah bisa tenang, karena ada istri yang mau berjuang bersama dengannya," kata Jonathan.


"Bagaimana dengan pekerjaan Mbak Ayu di sekolah? apa mbak Ayu akan resign?"


"Anton sudah meminta Ayu untuk fokus dengan rumah tangga dan usaha mereka, sepertinya. Ayu menuruti apa yang diinginkan oleh Anton," jawab Jonathan.


"Mbak Ayu tidak cerita pada Bian," ujar Bianca.


"Bian, apa perutmu masih muat ?" tanya Jonathan, karena melihat mulut Bianca tidak berhenti mengunyah.


"Lapar mas, dalam sini. Putri mas ini ingin mencicipi semua makanan yang ada," kata Bianca dan memasukkan sepotong buah kedalam mulutnya.


"Jangan sampai kekenyangan," ujar Jonathan.


"Mas, Mama kemana ya? tadi pamitnya hanya pergi sebentar dengan Elvan?" tanya Bianca seraya mengitari pandangannya setiap sudut ruangan pesta, mencari keberadaan Maya dan Elvan.


"Tadi mas lihat bicara dengan Tante Wulan," sahut Jonathan.


Tiba-tiba...


"Mas..!"

__ADS_1


Jonathan tidak mendengar panggilan Bianca, karena sibuk dengan ponselnya.


"Mas..!" panggil Bianca kembali.


"Ya," sahut Jonathan dan melihat kearah Bianca.


"Sakit," ujar Bianca dengan meringis, menahan nyeri di perutnya.


"Sakit? mana yang sakit?" tanya Jonathan dengan gugup.


"Perut Bian, sepertinya Bian akan melahirkan," ujar Bianca.


"Lahir! bukannya masih seminggu lagi?" tanya Jonathan.


"Itu perkiraan dokter mas, sepertinya putrimu ini ingin cepat keluar. Biar bisa ikut menikmati pesta. Sehingga ingin keluar sekarang," ujar Bianca dengan bergurau.


"Ayo, kita ke rumah sakit," ujar Jonathan.


"Bagaimana dengan El mas, di mana dia?"


"Dia tidak akan kenapa-kenapa, El dengan Mama," ujar Jonathan.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Jonathan mengangkat Bianca. Dan membawanya keluar melalui jalan belakang, agar tidak menjadi pandangan orang yang sedang menikmati pesta.


"Mas..! Bian masih bisa jalan," ujar Bianca.


"Biar cepat, bagaimana jika lahir di jalan," ujar Jonathan.


"Kenapa Bianca?" tanya Amar.


"Bian, kenapa?" tanya Yunita.


"Mar, cepat ambil mobilmu. Bianca ingin melahirkan." titah Jonathan pada Amar.


"Melahirkan!?"


"Ya, cepat..! kami tunggu didepan lobby..!" seru Jonathan pada Amar.


Setengah dalam perjalanan, mobil sampai di rumah sakit.


"Dokter, apa istri saya ingin melahirkan? padahal prediksi dokter seminggu lagi?" tanya Jonathan pada dokter yang menangani Bianca.


"Dokter manusia biasa Pak, bisa juga meleset prediksinya," sahut dokter Mita.


"Mas, biasa begitu. bisa lewat atau maju dari prediksi, waktu hamil Elvan. Elvan lahir lewat dari prediksi dokter," ujar Bianca pada Jonathan.


"Aduh...!" pekik Bianca.


"Sakit Yank..?"


"Putrimu menendang keras mas, sepertinya. Putri kita ini akan menjadi pemain bola," ujar Bianca sambil meringis dan mengusap perutnya.


"Tidak boleh, putri kita harus menjadi balerina," ujar Jonathan dengan tegas.


"Aaw...!"


"Maaf Bu Bianca, biar saya lihat," ujar dokter Mita, dan melihat kearah jalan lahir sang bayi.


"Bukaannya sudah lengkap Bu, ayo Bu kita mulai" dokter Mita melakukan instruksi yang harus Bianca ikuti.


"Aku mencintaimu Bianca, aku sangat mencintaimu?" Jonathan terus membisikkan kata-kata cinta ditelinga Bianca, saat Bianca bertarung nyawa untuk melahirkan putri yang sudah ditunggu-tunggu Jonathan dan dirinya.


"Mas, maafkan Bianca," ucap Bianca dengan suara yang pelan.


"Kau tidak pernah ada salah, mas yang salah. Karena pernah membuat kau pergi membawa Elvan. Hingga mas tidak bisa mendampingi saat kau hamil El" bisik Jonathan sambil mengusap-usap rambut Bianca.


"Sedikit lagi Bu, ayo dorong Bu ." titah dokter Mita.

__ADS_1


"Dokter! untuk apa gunting?" tanya Jonathan, saat dokter Mita meminta gunting pada suster.


"Kita gunting sedikit jalan lahirnya Pak, bayinya sedikit besar," jawab dokter Mita.


"Hah...! gunting..!" mata Jonathan terbelalak, mendengar perkataan dokter Mita.


"A..apa harus..?" tanya Jonathan.


"Mas, jangan ganggu dokter..! cepat lakukan Dok, saya sudah tidak kuat..!" seru Bianca.


"Argh...!" teriak Bianca.


"Dorong Bu..!" titah dokter.


Dan...


Bayi merah keluar dibarengi dengan suara tangisannya.


"Heek...heek.. hoek..hoek!"


"Alhamdulillah..!" seru Jonathan, saat melihat bayi mungil berada dalam tangan dokter Mita.


"Ini suster," ujar dokter Mita dengan memberikan baby Bianca kepada suster untuk dibersihkan.


"Kita jahit dulu ya Bu," ujar dokter Mita.


"Apalagi yang di jahit?" tanya Jonathan seperti orang bingung.


"Yang di gunting jalan lahirnya tadi Pak, biar kembali sempit," ujar dokter Mita.


"Jangan di jahit semua Dok," ujar Jonathan.


"Ya Pak, saya tinggalkan untuk bapak sedikit," sahut dokter Mita dengan tersenyum.


Sedangkan, Bianca hanya sebagai pendengar saja. Seluruh tubuhnya terasa lemas, saat tenaga terkuras untuk mengeluarkan baby-nya. Sehingga tidak menanggapi ucapan Jonathan yang nyeleneh.


"Ini Bu, Pak baby-nya." suster menyerahkan baby kepada Jonathan, dengan perasaan yang takut-takut. Jonathan mengendong dan mengumandangkan azan ditelinga putri kecilnya, yang mulutnya mengemut seperti sedang menghisap. Membuat Jonathan gemas melihatnya.


Setelahnya, Jonathan meletakkan baby-nya didada Bianca.


"Sayank, ini putri kita," ujar Jonathan.


Bianca membuka matanya, dan merasakan tubuh mungil baby-nya yang diletakkan di atas dadanya.


Air mata Bianca mengalir, dia teringat. Saat melahirkan Elvan, Bianca hanya ditemani oleh Ayu dan ibunya.


"Kenapa menangis?" tanya Jonathan.


"Bian menangis senang mas," ujar Bianca.


Diluar ruangan...


Budi Dwipangga, Maya dan Elvan tiba. Setelah diberitahu oleh Amar.


"Bagaimana? apa sudah lahir?" tanya Mama Jonathan pada Yunita.


"Mas Joe belum keluar Tante," jawab Yunita.


"Apa adek kecil ada didalam Oma?" tanya Elvan.


"Iya, kita tunggu di sini ya," ujar Maya, dan membawa Elvan untuk duduk di kursi yang ada didepan ruang bersalin.


*


*


*

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


Satu bab menuju ending 🤩


__ADS_2