Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Cahayaku


__ADS_3

Hari itu, aku bertemu dengannya. Saat aku duduk, dia mengurunkan tangannya padaku. Dia begitu manis dengan pipi chibi merah merona seperti apel, walau saat itu pertama kali bertemu, Entah kenapa yang di lakukan wanita itu seperti sangat akrab padaku seraya berkata


“ayoo…” katanya smbil menarik tanganku.


padahal ujian masuk universitasnya dah mau mulai. Angin menghembus kencang membuat rambut perempuan itu terurai. Dan saat itu aku menyadari, perempuan ini mempunyai arwah cahaya yang begitu hangat.


Namaku ilyas, aku berada di jurusan  filsafat Nusantara fakultas Filsafat semester 2. Perempuan yang ku ceritakan itu, kini menjadi sahabatku yang berada satu jurusan dan satu kelas denganku. Namanya Icha tapi sering aku panggil Ichi. Walau begitu, dia adalah perempuan Primadona di jurusan kami. Sedangkan aku, yaa laki-laki yang paling suram di jurusan kami. Kami bersahabat secara tidak sengaja karena kami mengangumi hal yang sama. Yaitu, Anime. Tapi dia lebih cenderung ke anime Romantis. Sedangkan aku, yaa fanatik. Atau di kalangan masyarakat dj sebut sebagai "Wibu".


Waktu itu aku tidak sengaja menonton anime Shigatsu wa kimi no uso dan ternyata, dia sudah lama mencari anime tersebut tapi tidak tahu judul animenya apa. Dia mau nanya ke seseorang tapi dia malu. Setelah memberi tahu judulnya aku tidak menyadari ternyata aku menginjak ranjau kematianku sendiri. Setiap hari dia dekat denganku dan membahas anime favoritnya padaku karena katanya, dia tidak bisa bercerita ke orang lain tentang hal itu selain ke diriku. Aku tidak membenci hal itu tapi, itu sedikit membuat kehidupanku yang tenang semakin tidak tenang lagi. Di tatap tajam sama seluruh laki-laki di fakultas dengan tatapan cemburu itu tidak nyaman men, apalagi mungkin karena ichi terlalu polos dan bebas sehingga tampa sadar kadang dia mengandeng tanganku. Dengan alasan


"tidak apa-apa kan ?. Kita kan sahabat" alasannya padaku.


Yaa itu baginya. Tapi bukan bagi mereka yang menatap tajam padaku. Aku sangat terbebani walau begitu, aku tidak membencinya. Karena dari tingkahnya, aku mulai tahu kelebihan dan kekurangannya. Dan aku harap, cuma aku pria yang boleh tahu hal itu. Pipinya merah bagaikan apel dan senyumnya yang manis melengkung bagaikan bulan sabit, itu sangat membuatku menyukainya. Dan aku mengaguminya secara diam-diam. Walau sebenarnya aku ingin ikatan yang lebih, tapi itu berarti aku harus menghadapi seluruh pria yang ada di fakultasku setelah itu. Dan mengingat masa laluku, aku masih tidak tahu apakah aku berhak berada di sampingnya ?. aku takut, berada di sampingnya merupakan Karma yang akan aku hadapi kelak nanti.


Beberapa hari kemudian, ada satu momen di mana dia begitu sedih. Karena kejadian tertentu, dia sangat down karena kejadian ini. Kepopulerannya membuatnya di benci oleh salah satu geng wanita senior sampai dia di jatuhkan dengan tuduhan menyelingkuhi pacar senior tersebut. Walau waktu itu aku tahu, itu tidak sengaja karena buku yang ia butuhkan untuk referensi dari perpustakan ternyata hanya 1 dan itu dimiliki oleh pacar senior yang menjatuhkannya. Dan aku tahu itu sengaja, karena 3 buku lainnya sudah di rencanakan dan di pinjam oleh teman-temannya di perpus. Ini benar-benar jebakan dan menyebalkan. Aku ingin membantunya tapi, apa iya orang sepertiku bisa membantunya ?. Bicara pada mereka yang punya status tinggipun kadang aku mikir lima kali hingga imajinasiku mengitari dunia entah berapa kali. Tapi sebagai sahabat, aku tidak bisa membiarkannya. Maka dari itu, aku  jalan ke pusat perbelanjaan. Kalian tahu, ichi sangat menyukai bunga. Karena itu, aku memberinya satu batang bunga mawar (yah harganya cukup untuk beli 5 mie instan). Setelah itu aku tulis dengan tangan kiriku agar dia tidak tahu siapa yang menulis tulisan ini. Dan aku menggantung di pintu kosannya saat sebelum dia tiba.


Saat malam itu tiba, Ichi mengirimkan chat padaku. Dengan memperlihatkan foto bunga mawar yang ku berikan serta kata semangat yang sudah ku tulis di sepucuk surat. Dia berkata.


"Kok kamu tahu sih aku suka bunga ?" kata ichi.


Awalnya aku ingin memberitahukannya tapi hatiku seakan belum siap untuk mengatakannya. Hingga aku membalasnya dengan kata biasanya sebagai sahabat


"hah ?. Aku kasi kamu bunga ?. Mending aku beli mie instan kali daripada beli bunga. Lumayan bikin kenyang" balasku di chat.


"jadi, bukan kamu yang kirim bunga padaku ?" tanyanya lewat chat.


"yang kau curigai ini aku lho sahabatmu. Kau yakin ?" tanyaku balik pada ichi.


"iya juga sih. Kamu kan orangnya cuek kecuali kalau ada maunya doang" jawab ichi mengejek.


Rasanya sedikit lega dia tidak menyadarinya tapi rasa kecewa tidak bisa berbohong walau sedikit.


"Walau itu menyakitkan tapi, itulah aku. Your best friend forever" balasku sedikit menghibur.

__ADS_1


Dan dia mengirim emot ketawa terbahak bahak sebagai balasannya.


Saat di kelas, aku menghindarinya karena takut bicara dengannya. Namun pada akhirnya, dia menemukanku dan berbicara langsung denganku.


"Hei Ilyas, aku sudah tanya ke seluruh cowok angkatan kita tapi nggak ada yang jujur. Jadi siapa yaa yang kasi aku setangkai bunga malam itu ?" tanya Ichi padaku.


"Kau masih membahas itu sampai sekarang ?" tanyaku balik terkejut.


"Tapi.... Itukan membuatku penasaran" jawabnya dengan mata yang berbinar di depanku.


Aku tahu, dia melakukannya karena butuh bantuan olehku. Tapi di lihat dari sisi manapun ini curang. Sungguh, dia terlalu imut dengan wajah seperti itu sampai aku ingin sekali mencubit pipi merahnya. Aku menghela nafas dan berkata padanya


"boleh aku merokok ?" izinku padanya.


"Nggak boleh..." jawabnya datar.


"Terima kasih...." balasku sambil mengambil sebatang rokok dan mengudutnya.


Kami berjalan sampai ke taman kampus universitas dan duduk di kursi kosong yang ada di sana. Ichi menghela nafas berat


"Justru orang yang ku anggap sahabat malah tidak peduli padaku dan harus aku yang mulai chat dulu lalu di perhatiin semalam. Aku butuh hiburanmu lho semalam" katanya sambil ngambek di dekatku.


"yang minta di downloadkan anime romance siapa hayooo.... Bukannya itu cukup menghiburmu juga ?" kataku sedikit jengkel membalas Icha.


"Iya juga sih. Emang semalam kamu download anime romancenya ?" tanyanya penasaran dengan penuh semangat.


Aku mengeluarkan flashdisck punyanya di kantong dada kemejaku dan memperlihatkan padanya


"bahkan inuyasha full episode pun aku download semalam. Dan semuanya aman, tidak ada yang error" jawabku dengan sombong.


Melihat flashdisck itu dia sangat terhibur sambil merampasnya dari tanganku dengan sigap


"sudah ku duga kau adalah sahabatku" katanya bahagia kegirangan.

__ADS_1


"Sama-sama" jawabku sambil mematikan sebatang rokokku yang sudah habis.


Karena dia sudah sedikit terhibur aku memberitahukan padanya walau perkataan dari mulutku tidak sesuai dengan apa yang aku rencanakan.


"Yang memberimu bunga malam itu, mungkin pengagum rahasiamu. Kau tau, kau kan primadona di kelas kita sampai para seniorpun menyukaimu" kataku menjelaskan padanya.


Padahal waktu itu, aku ingin sekali jujur padanya bahwa akulah yang memberikan bunga itu. Nyatanya, perkataanku membuatnya kembali sedih.


"Sepertinya aku tidak menyukai diriku sendiri. Karena kata primadona itu membuatku sampai di benci oleh seluruh fakultas sebagai anggapan aku tukang selingkuh pacar orang. Padahal, aku tidak berniat seperti itu" kata Ichi sambil meneteskan air matanya.


Aku memegang kepalanya lalu mengelusnya. awalnya dia terkejut namun lama ku elus wajahnya malah senyum seperti kucing yang di gelitik bawa dagunya.


"kau tetaplah jadi dirimu ichi, karena sosokmu itulah yang menjadi matahari di kehidupanku yang suram. Jangan benci dirimu, karena tampa cahaya dunia akan tetap gelap" kataku menghiburnya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan agar aku bisa hidup tenang kembali di kelas ?" tanyanya sambil sedikit cemberut.


Aku mendekatkan jidatnya ke jidatku


"saat sang cahaya di celah maka di sanalah kegelapan akan murka. Tenang saja, aku ada di sisimu sebagai sahabatmu" balasku meyakinkannya.


Tidak terasa aku sangat dekat dengannya, wajahnya memerah menatapku begitupun aku saat sadar dengan kondisi ini, aku melepasnya wajahnya memerah karena malu. Dan waktu itu aku meninggalkannya seraya berkata


"besok kau akan kembali hidup dengan tenang, aku menjanjikan itu padamu" balasku sambil membuang punting rokokku.


Saat meninggalkannya, aku berpikir dia adalah cahaya di kehidupanku yang selama ini gelap karena masalalu yang hitam. Maka sebagai orang mengaguminya aku akan berani langkahkan kaki dan menjadi kegelapan di jurusan kami. Besok aku akan menjadi kegelapan bagi semua orang di fakultasku, hanya demi cahaya itu tidak pudar dalam dirinya. Di malam hari aku mencari kontak whatsappnya melewati teman-teman kenalanku di kampus. Setelah menemukan nomornya, kami berbincang sejenak lalu aku janjian dengannya ketemuan di ruangan tengah fakultas. Keesokan harinya aku menemui senior yang pernah menuduhnya di tengah ruangan fakultas yang begitu ramai.


"Sebelumnya aku tidak pernah mengenalmu, kau siapa yaa ?" tanyanya padaku.


"Kau memang tidak mengenalku. Yaa mau bagaimana lagi, aku tidak tertarik dengan hidup sosial sampai harus berkelompok seperti senior sekarang. Tapi, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Ilyas, aku akan mengatakan sesuatu pada senior di tempat ini. Dan teman-teman jurusan akan menjadi saksi bisunya" balasku pada senior tersebut.


Dia begitu terkejut aku tahu dia mungkin berpikir bahwa aku mengetahui rencananya dan mengungkapkannya di sini beserta bukti-bukti nyatanya. Tapi, satu hal ku yakinkan pada kalian. Ini bukanlah anime dengan genre gua banget. Karena aku hanyalah pria paling suram di kelas maka kali ini aku akan mengupgrade julukan itu menjadi pria paling suram di fakultas. Hari itu aku mendekatinya dan berkata padanya


"aku menyukaimu senior. Maksudku, kak Kiki. Pacaranlah denganku" kataku sambil menyebut namanya.

__ADS_1


Dia terkejut aku mengatakannya. Sampai semua orang terkejut karena orang yang menembaknya itu adalah aku, orang yang di juluki sebagai pria suram di kelas.


__ADS_2