
. ..*Layla*...
Setelah melihat Kakakku yang menangis seperti itu, aku baru sadar. kakakku memanglah orang terkuat dan mungkin mampu di beri gelar Dewa para Berandalan. Tapi, aku terlambat menyadari bahwa Kakakku hanyalah manusia yang juga mempunyai perasaan. Waktu dia menyuruhku ke kamar, aku duduk di tangga dan mendengar perkataan mereka hingga selesai. Kini Kakakku terbaring tidur di pangkuanku di depan pintu. Saat Ibu dan Ayah pulang dari Kantor, mereka terkejut
"kenapa kalian di sini ?" tanya Ibu padaku.
Aku menyuruh mereka diam dan ayah menyadari Kakak sudah menangis.
"Ada apa dengan Kakakmu ?" tanya Ayah padaku.
"perasaannya tersakiti ayah. Aku bisa minta tolongkan Ibu ?. Aku mau di beri bantal. Mungkin aku akan tidur di sini sementara dengan Kakak" kataku pada ibu.
"Tapi, disini dingin nak" kata Ibu khawatir.
"Tenang saja (aku mengelus kepala Kakak). Kakak sayang padaku, dia pasti menggendongku kalau dia sudah bangun" balasku pada Ibu.
Akhirnya dia memberi kami bantal dan aku tidur di samping Kakak setelah mengangkat kepalanya dan memberinya bantal. Sepertinya dia lelah sampai dia tidak sadar aku mengangkat kepalanya. Entah berapa jam aku tidur, ku lihat jam tangan ternyata masih tengah malam. Dan aku baru sadar, Kakak sedang menggendongku naik menuju Kamar. Setelah sampai di kamar, dia membaringkanku dan menutupi tubuhku dengan selimut
"terima kasih Kakak" ucapku sebelum dia pergi.
"Kalau kau sadar, seharusnya kau turun daritadi" kata Kakakku agak jengkel.
Aku menatap ke arah kakakku dan berkata padanya
"aku sengaja, sudah lama aku tidak di manjakan oleh Kakak" kataku manja padanya.
Dia mendekatiku lalu mengecup keningku
"kalau begitu, terima kasih. Akhir-akhir ini aku bisa mengandalkanmu, kau memanjakanku layaknya seorang Kakak, dan begitu sayang padaku. Terima kasih" kata kakak sambil tersenyum.
Itu sangat membuatku malu dan membalikkan badan tak berani menatapnya. Dan malam itu dia meninggalkan aku.
...*****...
Besoknya ternyata aku sangat terlambat padahal aku mau menghadiri festifal di kampus Kakak.
“Ahhhh ibuuuu !!!!. kenapa tak membangunkanku !!!!?” teriakku jengkel.
...*After Bab 25*...
Hari ke dua Festifal Filsafat, Ilyas seperti biasa arwah Suramnya menyebar saat ke Fakultas. Bahkan lebih suram daripada sebelumnya. Matanya berkantong karena kejadian kemarin. Tiba-tiba, seseorang menarik Ilyas.
"Hey, aku dengar kau Wibu kan ?" kata Salah satu senior.
"Lalu kenapa ?" tanya Ilyas pada senior itu.
"Kalau begitu, bergabunglah beberapa menit bersama kami. Pakailah Cosplay Kingkong the Luffy. Sepertinya postur tubuhmu cocok" kata Senior pada Ilyas.
Karena tidak terlalu peduli, dia memakai Cosplay M*giwara Luffy tersebut tampa ada seorang pun menyadarinya. Bahkan ia bicara dengan Kak Kiki
"hey Kak. Aku kira kau pergi KKN ?" tanya Ilyas pada kak Kiki.
"ahh aku menghadiri acara ini karena Festifal kali ini berbeda daripada sebelumnya. Konsepnya hampir sama dengan Festifal musim panas di sekolah jepang" kata Kak Kiki.
__ADS_1
Lalu kak Rahman menghampirinya dan menarik Ilyas.
"dan lebih baik kau tidak mendekatinya karena kau tau kan ?. Aku pacarnya Kiki. Ingat itu !!!" kata kak Rahman lalu melepas Ilyas.
Kak Rahman dan Kak Kiki meninggalkan Ilyas.
"apa kau mengenal Cosplayer itu ?" kata Kak Kiki.
"Tidak, memangnya dia siapa sok akrab denganmu ?" tanya Kak Rahman balik.
Ilyas sedikit terhibur karena tidak ada yang mengenali saat dia bercosplay. Sampai dia menjadi chunibyo (Orang yang berimajinasi mempunyai kekuatan istimewa atau apapun itu) dan berperan menjadi M*giwara Luffy sambil mengelilingi fakultas.
"King Orega NAROOOUUUU !!!!!" teriak Ilyas berpose seperti Luffy.
Sampai akhirnya hal tidak terduga terjadi saat Dina ternyata Hilang begitu saja. Ilyas sebenarnya tidak mau mendekatinya tapi Nuge menyadari kehadirannya sambil tersenyum.
Perasaan Ilyas jadi tidak enak dan benar saja, Nuge berkata pada teman-temannya seolah memberi kode.
"saat seperti ini, seharusnya Ilyas mulai beraksi. Tapi di mana dia ?. Daritadi aku tidak menemukannya ?" kata Nuge yang memberikan kode pada Ilyas.
Seketika saat Ilyas melihat ke arah Ichi, dia terlihat murung. Lagi-lagi ilyas tidak tega dan mendekatinya dari belakang sambil memakaikan Topi M*giwara Luffy pada Icha
"daijobu daa...(tenang saja). Aku datang untuk membantumu yang terakhir kalinya. Mungkin” kata Ilyas dengan gaya Chunbyonya.
Icha menatap Ilyas dengan tatapan terkejut
"aku akan menemukannya dengan cepat. Lagipula, mungkin cuma aku yang bisa menemukannya. Kalian semua cobalah mengulur waktu dengan melakukan apapun di Panggung bersamaan. Yusuf, kau bisa ikut denganku kan ?" tanya ilyas pada yusuf.
Kali ini dia menundukkan kepala dan diam. Dia menyesali kejadian semalam karena dia mengerti semua ini tidak akan terjadi karenanya. Namun, Ilyas meyakinkannya
Lalu dia menatap Icha dengan tersenyum.
“kali ini, aku tidak akan berharap lebih kepadanya lagi” Gumam Ilyas dalam hatinya.
"Yang semalam, jangan di anggap serius. Kita sahabat bukan ?. Tetaplah bersinar seperti Cahaya. Maka aku akan menjadi sisi gelapmu yang semakin pekat" kata ilyas meyakinkan Icha.
Hari itu, Icha berharap pada Ilyas sekali lagi dan berkata padanya.
"tolong aku.... Ilyas...." kata Icha sambil menangis.
"Tentu saja" balas Ilyas sambil memakaikan Jubah bajak laut padanya.
Ilyas berjalan menjauhi mereka dan mulai mencari Dina dengan Nuge. Saat itu, mereka akhirnya menyusun alat music dan Ita mencoba menjadi penyanyinya. Saat mereka konser, mereka menyebut dirinya ssbagai perwakilan dari HMJ sebagai penghibur sebelum penutupan. Penonton terkejut karena penyanyi band ini adalah dari jurusan lain. Tapi mereka ini tidak menghiraukannya dan mulai menyanyikan lagu dari Lynn (Fuuka) - Hoshi no kuru machi.
Sementara itu Ilyas dan Yusuf mencari. Saat mereka berdua berpencar, Ilyas menggunakan hpnya dan melacak hp Dina. Yang akhirnya ketemu di atas Ruff Top Gedung dosen. Ilyas mulai menaiki gedung dosen dan menelpon kedua teman Dina bersama dengan Yusuf. Sebelum mereka bertiga sampai, akhirnya Ilyas sampai duluan menemui Dina yang terlihat lesu dan murung.
"Kau terlihat buruk sekarang yaa Dina Darmawati ?" kata Ilyas bicara pada Dina.
"Heh, semuanya berakhir. Entah kenapa aku jengkel karena apa yang kau katakan semuanya benar dan itu membuatku sadar, aku bukan siapa-siapa" kata Dina merendahkan diri
"Kau masih bisa berubah, ayo kembalilah dan jadilah ketua HMJ yang sesungguhnya. Kau hanya cukup menutupi dirimu sebenarnya" kata Ilyas membujuk Dina.
"Memangnya apa yang kau harapkan dariku Hah !!!?. Aku sudah cukup malu sekarang untuk tampil di hadapan mereka walau naskah penutupan ada padaku !!!" kata dina membentak Ilyas.
__ADS_1
Lalu datanglah kedua teman Dina beserta Yusuf. Mereka mulai membujuk Dina tapi sepertinya Dina masih tetap keras kepala.
“Dina, sudahan yuuk ?. kita masih bersamamu kok”
“iya, ayo kita kembali. Semua orang sudah menunggumu” kata kedua temannya membujuk.
“Diam !!!. aku tidak mau ke sana” balas Dina menolak.
“ayolah Dina, acara tidak akan berlangsung tampamu. Mereka membutuhkanmu” lanjut Yusuf membujuk.
“DIAAAMMM !!!. kalau kalian masih bersih keras, aku akan melompat” bentak Dina yang masih keras kepala.
Melihat hal itu, Ilyas terlihat jengkel dan menghela nafas begitu panjang.
“ternyata begitu yaa rencanamu, lompat aja kalau kau berani ?” kata Ilyas menantang Dina.
"Aku tahu sekarang kenapa kau merengek seperti bayi" kata Ilyas mulai mengejeknya.
"Kau merasa iri pada Icha kan ?. Melihat dia terlihat di kelilingi oleh anggota HMJ atas kerja kerasnya sedangkan kau tidak ada perkembangan malah menemukan fakta di balik dirimu yang sebenarnya. Bukannya kau hanya cari perhatian ?" kata Ilyas menekan Dina.
"Apa maksudmu ?" tanya Dina binggung.
"Apa kau bodoh atau pura-pura bodoh ?. Kau naik di atas gedung ini dan tidak muncul agar orang menghawatirkanmu dan kembali bersujud padamu agar kau jadi primadona. Really ?. Itu sangat klise bahkan di anime Oregairu sudah melakukannya diluan daripada dirimu" kata Ilyas semakin menekan Dina.
"aku mohon, kali ini jangan mengkeruhkan keadaan Ilyas" kata Yusuf mencoba menghentikan Ilyas.
"Lagian, tampa itupun Icha bisa membuat kata penutup yang baru lalu memberikannya ke wakilmu. Jadi, kalau tidak mau hadir. Yaudah tinggalkan saja dia, mau lompat bunuh diri juga nggak apa-apa kok. Ini kesalahanmu sendiri karena hanya mencari panggung. Dari dulu aku sudah memperingati Icha bahwa kau tidak layak menjadi ketua karena akan membebani orang saja. Orang sepertimu, lebih baik enyahlah. Kau hanya menyusahkan banyak orang" lanjut Ilyas semakin menekan Dina.
Dina begitu tertekan begitupun dengan teman Dina ketakutan mendengar perkataan Ilyas. Yusuf tidak tahan dan memegang kerah baju Ilyas
“Hentikan Ilyas !!!" teriak Yusuf.
Ilyas memegang tangan Yusuf dan menggenggam tangannya dengan keras
"lepaskan tanganmu, sebenarnya kau sama saja menyusahkan orang. Aku yang berusaha, malah kau yang menikmatinya Bajing*n" kata Ilyas yang menatap Yusuf.
Dan baru kali itu dia melihat Ilyas dengan geram padanya. Yusuf begitu takut dan melepaskan genggamannya di kerah baju Ilyas. Dina begitu ketakutan, sampai akhirnya Dina tidak mampu berdiri. Teman-temannya mulai mendekati dan menenangkan Dina
"perkataanmu kejam sekali dasar orang suram".
"beraninya sama cewe, nggak malu kamu ?" kata teman-teman Dina lalu membawanya pergi dari sana.
Yusuf diam sejenak lalu berjalan bersampingan dengan Ilyas masuk ke dalam Gedos kembali
"apa kau harus melakukan hal ini ?. Semua orang akan menganggapmu orang yang buruk Ilyas" kata Yusuf meyakinkan Ilyas.
"Kalau kau bicara tentang Dina, itu memang sudah ku rencanakan dari awal. Tapi kalau kau bicara tentang Icha, aku tidak akan mengganggunya lagi. Ini yang terakhir. Aku masih mempunyai mimpi yang harus aku raih" balas ilyas lalu meninggalkan Yusuf.
Ketika melihat panggung, Dina begitu tercengang. Panggung begitu ramai karena terdapat Icha dan teman-temannya tampil. Begitupun dengan penonton yang bersorak mendengarkan lagu itu. Setelah lagunya selesai, para penonton berteriak
“HMJ !!!! HMJ !!!! HMJ !!!!” sorak penonton berkali-kali.
Setelah melihatnya lagi, akhirnya Dina menundukkan kepalanya dan bergumam sendirian.
__ADS_1
“pantas saja Ilyas jatuh hati padanya. Ichi memang mampu bersinar saat menyebarkan senyum kebaikannya di hadapan orang” Gumam Dina dalam hatinya.