
Setelah pergi begitu jauh, aku menyebarkan rumor di Grub Otaku. Yaa kebetulan adminnya itu saya dan di sana aku menganggap diriku sebagai Raja Iblis (Alay benner dah) jadi mereka mematuhiku. Setelah menyebarkan rumor, akhirnya berita itu tersebar bahwa Ita bukanlah sebuah pelacur. Bukan cuma satu kampus, tapi di seluruh wilayah daerah tempat tinggalku.
"Tuan, kenapa kau melakukan ini untukku ?" tanya Ita padaku.
“sudah ku bilang, panggil namaku” kataku sedikit jengkel pada Ita.
Namun, dia tidak merespon apapun saat ku katakana hal seperti itu.
"jangan memanggilku tuan terus, namaku Ilyas. Kita sekarang adalah teman bukan ?" kataku padanya.
Dia bersujud di depanku sambil menangis. Aku terkejut saat dia merendahkan dirinya seperti itu di hadapanku.
“Ooii apa yang..” kataku yang belum selesai di potong oleh Ita.
"terima kasih..... Terima kasih..... Kau sudah menolongku.... Orang rendah sepertiku seharusnya tidak menerima kebaikanmu, apa yang harus kulakukan biar bisa membalas budimu...." katanya sambil menangis dan sujud.
Aku memegang kedua pundaknya dan mengangkatnya sampai kami berdua saling bertatapan.
"Teruslah menjadi seperti dirimu. Jangan melakukan hal rendah seperti itu lagi. Hiduplah dengan bahagia, dengan begitu aku juga akan cukup senang. Karena aku bisa membawamu ke jalan yang benar" jawabku sambil meyakinkan dirinya.
Dia masih tetap menangis dan menyandarkan wajahnya ke dadaku. Kesedihannya tidak bisa ku bendung. Tapi, aku hanya bisa memeluknya saat itu sampai ia berhenti menangis dan kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Ini tidak seberapa, malam itu dia benar-benar menenangkan diriku. Si gadis ceroboh Ita-Chan. Walau ceroboh, dia memiliki hati sebaik Dewi khayangan.
Saat sampai di tempat kerjaku sebagai pegawai warung Makan serba ada, bossku di sana mulai menceramahiku
"kau terlambat lagi Ilyaasss !!!!!" teriaknya di hadapanku.
"Kali ini sebaiknya kau ambil alasan yang sangat bagus agar aku bisa menerimanya" lanjutnya memberiku kesempatan.
"Sebenarnya boss, aku membawa pegawai baru. Dia mau bekerja di sini, dia kenalanku dari kampus" kataku memperkenalkan Ita.
Ita menundukkan kepalanya dan memperkenalkan dirinya di hadapan bos tempatku bekerja.
"namaku Nurhasita. Salam kenal boss" kata Ita memperkenalkan dirinya.
Boss cukup terkejut dan mendekat berbisik kepadaku
"bukannya perempuan ini yang ada di makassar.info di instagram ?. Perempuan ini Viral lho" kata bossku.
"Uwwah sudah menyebar secepat itu... ?" balasku terkejut.
Ita menundukkan kepala dan berkata dengan lesu
"ternyata benar nggak bisa yaa ?" kata Ita lemas.
Bossku cukup prihatin dengannya. Dia memukul kepalaku dengan keras tampa sebab apapun.
“Auckhhh…. Sakit Boss !!!. itu pukulan untuk apaan !!!?” tanyaku kesakitan.
__ADS_1
"pasti berat rasanya yaa. Sampai kau malah berpikir Negatif seperti itu setiap saat. Aku tidak menolak tawaranmu kok. Malahan, kami menerima tawaranmu karena tempat ini cukup ramai. Bisa saja setelah kehadiranmu toko ini bisa Viral" kata boss menenangkan Ita.
“JANGAN MENGABAIKANKU !!!” bentakku kesal.
"Jadi itu artinya aku..." kata Ita yang tidak di percaya.
Boss memukul punggungku hingga maju ke hadapan Ita dan mulai memerintahkanku.
"Ilyas, ajarkan dia tentang cara menjadi pelayan di tempat ini. Dia akan jadi pelayan kita di Warung Serba ada ini" kata boss memerintahkanku.
"Ehh Boss... Aku kan bagian dapur memasak. Masa ia saya ajari dia tentang pelayanan ?" kataku mengeluh pada boss.
Tapi saat dia menatap tajam padaku, aku tidak akan pernah membantah Boss lagi, Wajahnya seram. Akhirnya hari itu, dia bekerja sebagai pelayan mulai dari sekarang. Dan jadwalnya di sesuaikan dengan roster pelajaran Kuliahnya. Dan juga, aku lupa mengatakan pada kalian.
Sebenarnya berita yang ada di sosmed itu adalah berita baik. Tentang Gadis Kuliahan yang di Bulli oleh teman-temannya yang tidak di ketahui hingga di duga iya open BO sebagai Ayam Kampus. Sepertinya masalahmu kali ini selesai Ita-Chan, semoga kau bahagia dan tidak tersiksa lagi kedepannya.
. ..*****...
Beberapa hari berlalu kehidupan Ita sudah semakin normal. Walau kadang ceroboh memberi pesanan dan kadang terpeleset tapi itu menjadi ciri khasnya dan para tamu menikmatinya (apalagi kalau Wibu yang datang, langsung jiwa Wibunya merontah. Hadeh… ). Oh iya, setelah berita tentangnya dia jadi Viral apalagi setelah dia di beritakan bekerja di Warung Serba Ada ini, warung tersebut malah mempunyai pendatang yang begitu banyak. Dan aku sebagai koki cukup kewelahan untuk memasak sampai harus mengubah jadwalku sebagai pegawai warung. Bahkan boss sebagai manejer pun ikut bergerak walau cuma jadi pelayan saking ramainya. Dan Ita sebagai pelacur sudah hilang menjadi Ita si pelayan manis di Warung Serba Ada.
Ada masa di mana Ichi dan Yusuf serta Kak Kiki dan Kak Rahman singgah ke warung kami karena beritanya sudah sampai pada mereka. Saat Ita melayani mereka, Ichi malah sedikit kesal padanya sedangkan Kak Kiki tidak berhenti memeluk dan mengeluskan pipinya di pipi Ita
“Ahhhh….. ternyata kau beneran manis apalagi lesung pipimu saat tersenyum itu sangat manis, kamu jadi adikku aja yaa Itaaa” kata Kak Kiki menggoda Ita.
“memangnya kalian ini siapa ?. maaf, aku baru melihat kalian” balas Ita heran.
“sepertinya…. Ilyas belum memperkenalkan kita padamu yaa ?” Tanya Yusuf.
Kak Kiki dan Kak Rahman pergi ke dapur sedangkan Ita, Yusuf dan Ichi kebingungan melihat mereka masuk ke dapur dengan jalan yang sedikit kesal. Saat aku sadar mereka masuk, entah kenapa seluruh badanku merinding melihat mereka.
“aa… aku harap kalian tenangg, ja.. jangan mendekat !!!!! tidaaakkkk !!!!!” Kataku menenangkan mereka dan teriak.
Tapi saat itu mereka memukulku pake Panci dan Spatula yang ada di dapur tersebut. masuk jam istirahat, aku bergabung sejenak dengan mereka.
“padahal kita ini lebih dulu jadi temanmu, kenapa kau malah tidak bilang-bilang tentangnya ?” Tanya Kak Kiki kesal.
“iya nih, aku aja memperkenalkan Pemuja Rahasiaku sama kamu duluan lho sebagai sahabat dekatmu. Kau malah menyembunyikan tentangnya” lanjut Ichi juga kesal.
“No Comment” lanjut Yusuf singkat.
“dasar anak Suram” balas Kak Rahman malah mengejek.
“Kak Rahman bukannya malah mengejek ?, nggak ada perkataan lain apa ?” kata Ichi yang sedikit kesal Ilyas di ejek.
“dasar Nolep” balas Kak Rahman masih mengejek.
“ihh Kak Rahman di bilang jangan mengejek” kata Ichi makin kesal.
__ADS_1
Ita yang melihat kondisiku di ujung tanduk memegang tangannya dan menganggukkan kepala padanya.
“apa kau yakin Ita ?” tanyaku padanya.
“tidak apa-apa. Kalau mereka teman-temanmu, berarti dia bisa di percayai. Aku belajar darimu malam itu pass di atas kasur. Jika kita berbagi rasa bersama, rasanya sedikit menenangkan” kata Ita yang sedikit ambigu.
Perkataannya benar-benar membuat teman-temanku terkejut tidak menyangka. apalagi aku sendiri yang mendengarnya langsung serasa keringat dingin di telapak tanganku.
“Ita-Chan, kenapa malah terbelit ambigu begitu perkataannya ?” kataku sambil merinding.
“apa aku salah ?” Tanya Ita padaku.
“SUDAH KU DUGAA !!!” teriak Kak Kiki dan Ichi yang siap memukulku dengan Piring.
“KALIAN SALAH PAHAAAMMM !!!” balasku teriak menghentikan mereka.
Setelah kesalahpahaman itu selesai, aku menjelaskan pada mereka yang terjadi sebenarnya. Mendengar kondisi Ita, semua orang prihatin mendengarnya. Sampai saat akhirnya di penghujung cerita, Kak Kiki dan Ichi memeluk Ita karena tidak tega dengan keadaannya.
“maafkan aku…. Aku sempat menuduhmu yang tidak-tidak maaf hikss…” kata Ichi yang menangis memeluk Ita.
“rasanya pasti sangat berat bagimu untuk hidup sendirian di kota yang besar ini sendirian. Semuanya tidak apa-apa sekarang, Sita” kata Kak Kiki.
Perkataan itu membuat Ita semakin tenang. Dia memeluk Ichi dan Kak Kiki bersamaan. Mereka mencurahkan perasaannya bersama-sama. Tapi tiba-tiba….
“walau begitu, kau memesan Ayam Kampus karena sedih, kau punya masalah apa sih sehingga seberat itu Ilyas ?” Tanya Yusuf padaku.
Mendengar pertanyaan Yusuf, Ichi melihat ke arahku seolah tidak menyangka aku berani melakukannya. Melihat tatapannya itu jujur saja membuatku lebih jengkel karena mengingat kembali Yusuf dan Ichi yang sudah bercumbu.
“semua orang punya masalahnya masing-masing, memangnya apa urusanmu ?” balasku pada Yusuf.
“kita bersahabatkan Ilyas ?, setidaknya kenapa kau tidak curhat padaku ?. kau melindungi Ita seharusnya tidak melakukan hal serendah itu karena kau bermasalah” kata Ichi menegurku.
“bertanya padamu ?. bahkan kamulah sumber masalahku” kataku dengan pelan-pelan.
Ita, Kak Kiki, Ichi, dan Yusuf terkejut mendengarkan perkataanku itu. Aku diam sejenak, dan berkata pada mereka.
“jangan di tanggapi serius. Aku tidak mengatakannya karena aku mengerti, kau pacaran dengan Yusuf. Aku takut di katain sebagai perusak hubungan” lanjutku menjelaskan.
“tapi kita Sahabatkan Ilyas ?” Tanya Ichi meyakinkanku.
“aku tahu, tapi orang tidak memandangnya seperti itu kalau melihatnya. Buktinya, hari ini Ita adalah korban” kataku padanya membuat semua orang diam.
“haaahhhh…. Suasananya jadi burukkan ?. lagian masalahnya selesai kok. Ita sudah menolongku malam itu dan membuat perasaanku semakin tenang. Aku harus kembali ke dapur dulu” kataku pada mereka dan kembali ke dapur.
Kondisi hubungan kami jadi runyam karena perkataanku tadi.
dasar Yusuf sialan, dia pasti sengaja karena kesal ku permalukan di hadapan teman-temannya kemarin.
__ADS_1
Tapi tidak apa-apa, aku rasa ini akan membaik setelah di makan waktu. Yaa kehidupanku yang aman seperti sebelumnya sudah ada di depan mata. Aku kira kehidupanku sudah aman setelah itu. Tapi ternyata, ini adalah awal dari musibah. Para berandalan sebelumnya ternyata mempunyai pemimpin yang lebih tinggi sebagai Gangster. Mereka mulai mengincarku dan hal itu membuat kehidupan Ita dan Ichi jadi bahaya.