
Sore itu, aku mengunjungi tempat Rika di rawat. Dia duduk di kursi taman rumah sakit dan aku mendekatinya. Dia terlihat diam dan matanya menatap kosong.
“hy Rika, lama nggak ketemu” kataku padanya.
Dia masih tetap diam saat aku berkata seperti itu. Aku mencoba duduk di sampingnya dan memberikannya buket bunga. Namun dia menjauhiku.
“aku tahu, ini semua kesalahanku. Karena kebodohanku, kau harus seperti ini. Aku minta maaf” kataku padanya.
”aku begitu mudah yaa minta maaf ?. padahal kau menanggung semua kejadian itu, aku… memang bukan teman yang baik…” aku mencoba menahan air mataku melihat kondisinya.
Dia berdiri dan melempar buket bunga itu padaku. Dia memukulku hingga aku terjatuh sambil menangis dia tidak berhenti menghajarku. Perawat rumah sakit datang menahan Rika.
“PERGII….!!!!!. PERGI KAU !!!!. PERGII…. !!!” teriaknya saat di tahan oleh perawat.
“anda jenguknya di sudahi aja dulu. Kami akan merawat Rika mulai dari sini” kata perawat sembari membawa Rika masuk ke dalam rumah sakit.
Aku masih duduk di tanah, dan menangis meratapi masa laluku. Dan hari ini aku melakukan kesalahan juga. Yaa tuhan, terima kasih atas Karma yang sudah kau berikan padaku.
...*****...
Setelah pulang dari tempat kerja, aku kembali ke rumahku. Saat pulang adikku menyambutku ala moe-moe anime
sialnya karena dia akhirnya mengetahui aku ini wibu. haaa....
"Okaeri Oni-Sama. Gohan ni Suru ?, Ofuro Ni suru ?, Sore tomo.... Wa... Ta... Shi.... ? (Selamat datang Kakaknda. Mau makan dulu ?. mandi dulu ?. Atau kau mau aku ?)" kata adikku dengan gaya moenya.
Aku hanya menatapnya datar karena sekalipun adikku imut, aku hanya jijik melihatnya sekalipun aku ini Wibu. Adikku yang melihatku diam terus akhirnya malu dan menutup wajahnya
"Kakak, jangan tatap begitu dong. Aku malu....." kata Adikku tersipu.
"Jadi kali ini aku menangkan ?. Skor barunya berapa ?" tanyaku padanya.
"Cih padahal sebelum Kuliah, skorku banyak. Malah di reset karena kakak balik lagi, kok aku malah kalah sih ?. Skor kakak 83 dan skorku 27 skor imbang 11. Puas ?" kata adikku jengkel sambil malu.
"Kalau begitu, aku langsung ke kamar saja. Nanti panggil kalau Ibu dan Ayah pulang dari kantor, aku akan makan bersama mereka" kataku pada adikku.
"Sekalian aku juga deh. Biar bisa makan bareng" kata adikku membujuk.
__ADS_1
"nggak boleh. Besok kau sekolah kan hari sabtu. Besok mah aku libur jadi, nggak apa-apa begadang. Adik makan aja diluan lalu belajar sebelum tidur" kataku menegur adikku.
"Yee kakak nggak asik sih. Tapi janji yaa Minggu nanti ajari aku kerja tugas kakak" kata adikku manja.
"Iya iya. Aku ke kamar dulu, mau mandi dan istirahat" balasku sambil mengelus kepalanya.
Aku menuju ke kamar buka baju dan pergi mandi di bak air hangat berbusa. Saat itu aku berpikir, sudah lama yaa aku tidak mandi seperti ini.
Di bak mandi aku merendam diriku setelah bekerja keras, aku mengingat yang terjadi sebelumnya di kampus. Kenyataan bahwa Yusuf bahkan sudah bercumbu bahkan bersetubuh dengannya,
Apakah aku benar-benar sudah tidak punya kesempatan ?.
Apakah aku harus benar-benar mengakhiri ini ?.
Apakah aku harus mempertimbangkan tawaran Ita ?.
Dan juga, memikirkan tentang kondisi Rika tadi, Memikirkan itu membuatku kesal dan perasaanku tidak karuan. Mungkin kalau aku perempuan, aku sudah menangis duluan. Setelah mandi, aku mengeringkan tubuhku lalu berbaring sejenak. Di kasur masih tertaruh tasku dan aku menatap gantungan tas yang di berikan Ichi padaku sebelumnya. Aku berpikir, mungkin Ichi ketakutan padaku setelah mengetahui aku ini pembunuh.
Aku membuka hp ku untuk main game PBR. Baru saja mau Claim hadiah, seseorang tiba-tiba mengundangku. Dengan user name "Kitty-Chan". Aku menerima undangannya dan dia menawarkanku untuk Voice Chat.
"ini siapa sih ?" tanyaku pada karakter yang terlihat pemula itu.
Aku cukup terkejut ternyata ini beneran Ichi. Dari suaranya, ini beneran dia.
"Kau sudah pintar mainnya ?" tanyaku padanya.
"Sedikit, tapi sebelum mengundang teman lain aku ingin bicara padamu lewat sini" kata Ichi padaku.
“Kenapa bukan lewat Whatsapp dan telepon aja sih ?” tanyaku padanya.
“kau kira, aku bisa kalau kau memblokir Nomorku ?” tanyanya padaku.
Sialnya, dia menyadarinya. Aku hanya diam dan penasaran apa yang ingin dia katakan.
"Siapapun dirimu, aku akan selalu ada untukmu" katanya padaku.
"kenapa tiba-tiba Ichi-Chan ?" tanyaku padanya.
__ADS_1
"di banding mengatakan padamu kau bukanlah seorang pembunuh itu malah terlihat kejam karena aku tidak tahu apa-apa tentangmu. Tapi kau tau segalanya tentangku. Jadi karena itulah, mau kau pembunuh.... Mau kau siapapun itu.... Kau adalah Ilyas.... Kau adalah Sahabatku yang ku sayangi...." kata Ichi mulai menenangkanku.
"Aku tau, aku cuma sok tau dan sok mendukungmu tapi.... Aku mengakui ini Ilyas.... Perkataanku ini tulus. Sebelumnya kau mengetahui perkataanku yang tulus, inilah perkataanku yang menurutku lebih tulus daripada semuanya" lanjut Ichi yang terus mendukungku.
“dan aku malah menghancurkan kepercayaan itu, kau menjagaku dengan baik tapi aku malah liar bersama dengan Yusuf. Jadi…. Maafkan aku” katanya berakhir dan diam sejenak.
"lebay.... Alay.... Itu benar-benar kau yaa Ichi, kau kira aku terharu ?. Setetes mataku pun tidak ada yang keluar" kataku padanya.
"Tapi.... Terima kasih" lanjut ucapanku.
Bodohnya aku mengatakan hal sebaliknya yang ku alami karena saat itu, aku harus menghapus air mataku dengan selimut yang di kasur.
Ahh... sudah ku duga, aku memang mencintai gadis ini.
Sekalipun dia pacaran dengan orang lain,
Aku ingin dia cuma ada untukku.... Tapi....
"Kalau begitu, kita akan menghiburmu. Aku undang Yusuf yaa sekarang" kata Ichi yang sedikit membuatku tersentak dengan kenyataan.
Yaahhh... Inilah kenyataannya
Ichi sudah menjadi milik Yusuf. Apalagi, Mengingat dia pernah melakukan itu dengannya maka satu hal yang ku pastikan. Yusuf harus bertanggung jawab atas Ichi.
"Yaa.... Aku akan mengundang Ita juga" balasku padanya.
Setelah kami berempat berkumpul, akhirnya kami bermain dan membantu Ichi untuk Push Rank. Di pertengahan permainan, Yusuf dan Ichi terkejut melihat caraku dan Ita bermain.
“Heee !!!!. Kimaakkk !!!. main yang benner dong. kau kan Tank, kok malah mundur !!!?” teriak roasting Ita.
“Aku lagi pake Bandage Hewan berkaki Duaa !!!. maju sekarang, aku mati nanti, Tol*l dah !!!” balasku bentak.
“gimana caramu mau nggak mati, itu armormu masih lv 1, dahlaahh !!!!” teriak Ita kesal.
“makanya jangan buru-buru Gobl*k !!!. padahal tadi masih Search, kau main ninggalin aja, Mampus kan !!!?” balasku membentak.
“mereka berdua biasanya main kek gini yaa ?” Tanya Ichi yang tidak bisa berbaur.
__ADS_1
“entahlah, aku aja baru main dengan mereka” balas Yusuf yang nggak mengerti apa-apa.