
. ..*Ita*...
Saat acara festifal selesai, sesuatu mengejutkanku bahwa Kakak laki-lakiku keluar dari Penjara. Dia adalah salah satu Geng Motor Asoka yang di masukkan kepenjara karena telah membunuh seseorang lalu tertangkap. Dia selalu balik kerumah mengamuk layaknya berandalan. Aku dan ibuku begitu ketakutan. Tak lama selang hari, dia mengumpulkan anggota kembali dan mendirikan geng motor Asoka yang baru. Aku tak bisa membiarkan ini lagi, maka aku memberitahukan hal ini ke Nuge. Saat Nuge mendengarnya dia begitu terkejut
"tidak mungkin, Asoka sudah kami lenyapkan 5 tahun yang lalu. Bagaimana mungkin geng ini bangkit kembali ?" tanya Nuge padaku.
"Kakakku bernama Sanca, dia adalah pembunuh sadis dari Asoka. Dia keluar dari penjara dan membangkitkan Nama Asoka kembali" balasku padanya.
"kalau memang Asoka bangkit kembali, jangan katakan hal ini pada Ilyas. Akhir-akhir ini, dia tidak terlihat bagus. Aku takut, dia tidak akan siap" kata Nuge padaku.
Seketika Geng Motor terdengar memainkan gass dan klakson motornya. Dia menyekapku dan Nuge berusaha menolongku. Salah satu geng motor memukul kepalanya hingga tak sadarkan diri. Entah apa yang terjadi setelahnya aku tiba-tiba di sekap di bangunan tua dan Kakakku juga ada di sana.
"kenapa kau tidak mengatakannya padaku adikku ?. Ternyata kau punya hubungan Spesial dengan salah satu One Eagle. Tenang saja, aku hanya menjadikanmu sandera. Nuge akan datang dan kami akan menggebuknya sebagai balasan karena telah melenyapkan nama Geng Motor kami sebelumnya" kata Sanca mengancam.
“Kakak hentikan perbuatan rendahmu itu. Kau masih tetap saja tidak berubah !!!” bentakku padanya.
Setelah mengatakan itu, dia malah memukulku karena tidak diam.
“Diam kau Adik tidak tahu di untung. Ternyata setelah di penjara, kau berubah jadi besar kepala dan bisa membantah yaa ?” Tanya Kakakku yang kesal padaku.
Tidak lama setelah itu, seorang pria datang dengan mengenakan seragam hitam One Eagle mengendarai mobil buatan. Setelah membuka helmnya, ternyata dia adalah Nuge.
"Woee !!!. Lepaskan Ita sekarang !!!" teriak Nuge begitu lantang.
Kak Sanca menodongkan pistol padaku dan membuat Nuge berhenti melangkah. Waktu itu aku tidak tahu, ternyata kakak sudah segila ini sampai rela menodongkan pistol padaku.
"Kenapa ?. Kau takut ?" tanya Sanca pada Nuge.
"Kau tak mungkin melakukan itu kan ?. Dia itu Adikmu Sanca !!!!" teriak Nuge mencoba menghentikan Sanca.
Tapi hal tak terduga terjadi, dia benar-benar menembaki pahaku hingga aku teriak menjerit kesakitan.
"Itaaa..... !!!!. Sialan Kau Sanca !!!!" Nuge teriak dan berlari.
Semua Geng Motor Asoka menyerangnya tapi tak ada yang mampu menghentikannya.
Sekali lagi kau mengamuk, Pelurunya akan mengenai kepalanya. Jadi lebih baik kau tak melawan" Ancam Sanca ke Nuge.
Dia terlihat diam dan tak melakukan apa-apa. Aku benci ini, dia terlihat lemah karenaku. Aku menahan tangisan dan rasa sakitku lalu berkata padanya
"aku.... Tidak apa-apa... Nuge... Lakukan saja, ini tidak.... Saa.. Kit sama sekali..." kataku sambil menahan sakitnya peluru tembakan di pahaku.
Tapi, Nuge hanya pasrah berjalan menghampiriku. Dia di pukul oleh bawahan Kak Sanca dan dia tetap berjalan. Entah berapa kali pundaknya di pukuli tapi kali ini dia tidak pingsan sedikit pun. Bajunya sudah berlumuran darah dan aku mencoba melepaskaan diri untuk menolongnya. Sampai akhirnya Nuge terjatuh dan bajunya di pegangi oleh semua orang.
Hari itu Kakak benar-benar puas dan tertawa. Dia menikmati Nuge yang babak belur. Tapi saat Kak Sanca mendekatinya, Nuge melepaskan jaketnya lalu menendang Sanca dengan kedua Kakinya. Nuge berlari mengambil pisau yang terletak di tanah dan memotong semua tali yang mengikatku.
"Cepat lari dari sini Ita !!!" bentak Nuge lalu dia di tendang oleh geng Asoka.
__ADS_1
Nuge berusaha menghadapi mereka dan aku mencoba untuk lepas. Tapi tiba-tiba, Kak Sanca memegang pisau. Perasaanku tidak karuan saat melihat senyumannya yang jahat. Aku berlari menuju Nuge begitupun Kak Sanca yang bersiap menodongkan Pisaunya. Seketika sebelum Pisau itu mengenai Nuge, akhirnya aku mampu melindunginya. Kak Sanca, Menusuk pisau ke punggungku. Rasanya seperti, mengenai tulang belakangku. Nuge yang melihatku menendang Sanca dan menangkapku. Kesadaranku hampir hilang dan aku tidak mendengarkan Nuge sedikit pun.
Kenapa kau menangis ?
Tidak usah Khawatir, aku tidak apa-apa kok.
Waktu itu aku hanya sekilas melihat Nuge yang di sirami bensin lalu punggungnya terbakar. Saat itu, aku tak ingat apa yang terjadi.
...*After That*...
Ketika Nuge akhirnya di bawa ke rumah sakit, Nuge terlihat panik saat Ita di bawah dengan kasur dorong yang berbeda dengan Nuge.
"Wooii !!!. Di mana kau akan membawa dia !!!!. Lepaskan dia !!!. Jangan pisahkan kami !!!" bentak Nuge dan melawan di atas kasur dorong.
Terpaksa Dokter menyuntikkan Bius pada Nuge dan akhirnya dia pun terbius. melihat hal ini, Dokter mengambil kesimpulan untuk menaruh kedua pasien di tempat yang sama dan bersampingan.
Beberapa jam telah berlalu, akhirnya Ilyas datang setelah di hubungi oleh Suster yang merawat Nuge dan Ita. Dan terlihat, Ibunya Nuge yang melihat anaknya cukup prihatin dan bertanya ke Ilyas yang baru datang
"siapa yang melakukan ini ?" tanya Ilyas geram.
“aku… aku tidak tahu” balas Ilyas yang kesal.
Lalu, saksi mata yang melihat Nuge datang menghampiri Ilyas dan Ibunya Nuge.
"Geng motor Asoka yang kini muncul kembali akhir-akhir ini" balas saksi mata itu yang ternyata Boss tempat kerja Nuge.
Ilyas cukup terkejut saat mendengarnya. Karena anggapannya, Geng itu sudah ia lenyapkan bersama dengan Nuge.
"Akhir-akhir ini, Geng itu muncul kembali dan merusak saat tengah malam tiba. Polisi sampai kewelahan melindungi warga. Mereka lebih bar-bar daripada sebelumnya. Dan setelah menjatuhkan Nuge, mungkin dia akan mengincarmu juga" kata Boss memperingatkan Ilyas.
Dia melihat Ita dan Nuge yang terbaring lemas. Karena tidak tega, Ilyas memasuki ruangan Nuge dan Ita. Lalu mempertemukan dan memegangkan tangan mereka satu sama lain. Di sekitar Nuge ada pakaian One Eagle Nuge yang sudah di nodai dengan Darah. Ilyas memakai jaket tersebut dan berkata pada boss Nuge
"kebetulan, moodku sekarang tidak baik. Akan ku lampiaskan pada mereka" kata Ilyas sambil mengenakan Jaket Nuge.
Karena Khawatir, Ibunya Nuge memegang tangan Ilyas dan menahannya untuk pergi.
“Jangan pergi nak, sudah cukup anak pertamaku yang masuk penjara, anak keduaku luka karena para berandalan. aku juga tidak mau kalau orang yang sudah ku anggap anak mengalami hal yang sama” kata Ibunya Nuge
khawatir.
Ilyas memegang tangan Ibunya Nuge dan menciumnya sambil menyalim taangannya.
“aku tidak akan apa-apa ibu, restui aku” balasnya lalu melepaskan tangan ibunya Nuge.
Sebelum pergi, akhirnya Nuge siuman dan melihat punggung ilyas yang kini mengenakan jaketnya.
"Apa kau... akan pergi... Aibo... ?" tanya Nuge dengan nada lemah.
__ADS_1
Ilyas berhenti melangkahkan kakinya dan melihat ke arah Nuge
"tentu saja bukan ?. Lagipula kita sudah berjanji pada Kak Nurhan agar kita berdua melenyapkan Nama Asoka yang merusak kedamaian kota" balas Ilyas.
"Maaf Ilyas...., aku malah terlihat lemah.... saat seperti ini...." kata Nuge merendah.
"Kau istirahatlah. Lagi pula, memang sudah lama seharusnya kita tidak bersama. One Eagle, sudah bubar 4 tahun lalu" jawab Ilyas lalu meninggalkan ruangan Nuge.
Ilyas melacak Geng Asoka dengan program Database-Sama. Ketika menemukannya, Ilyas berencana menghadapi secara langsung di tengah jalan.
...*****...
Di siang hari Geng Asoka melewati jalan besar dan terlihat polisi tidak melakukan pergerakan. Hingga salah satu orang yang melempar petasan dari atas Fly Over dan menghentikan pergerakan Geng Motor Asoka.
“Siapa yang berani melemparkan petasan pada kami Haahh !!!?” bentak Sanca kesal.
“Hanya Elang yang kebetulan terbang lewat sini, ingat itu !!!!” balas pria yang menggunakan pengeras suara di atas Fly Over sambil membentak.
Ketika Sanca melihat ke atas Fly Over, terlihat Ilyas menaiki motornya yang menuruni Fly Over melewati pembatas jalanan di atas. semua warga merekam dan Ilyas jatuh bersama dengan motornya.
“Sial, aku kira akan mendarat dengan keren seperti di film-film Action” kata Ilyas menggosok kepalanya.
Semua orang terkejut karena Ilyas tidak mendapatkan luka berat setelah melompat dari Fly Over. Mereka akhirnya bertemu dan pandangan mereka saling bertemu. Kali ini, Ilyas sengaja tidak menyensor wajahnya sedikit pun di kamera yang merekamnya. Ammi yang melihat Instagram melihat salah satu live dan terkejut melihat wajah Ilyas yang menghadapi geng motor.
"Teman-teman, coba buka Instagram xxxx dia sedang live. Dan merekam perkelahian Geng motor dengan satu orang" kata Ammi.
"Hah ?. Lalu apa urusannya dengan kami ?" tanya salah satu temannya.
"Orang yang menghadapi Geng Motor ini, wajahnya mirip Ilyas" kata Ammi.
Mendengar hal itu beberapa teman-temannya membuka instagram. Begitupun Icha yang penasaran dan ketika melihatnya dia spontan teriak
"Ini Ilyas !!!" teriak Icha. Lalu semua orang terkejut dan menonton live dari instagram milik influenser xxxx tersebut.
Karena Khawatir, Icha meninggalkan Kelas dan di luar, tidak sengaja bertemu dengan Yusuf.
"Kau mau ke kota kan ?. Lupakan hubungan kita dulu, aku juga mau ke sana menghentikan Ilyas" kata Yusuf.
Icha tampa pikir panjang menaiki motor Yusuf lalu pergi ke kota.
Kembali ke pertarungan mereka, Ketika Sanca melihatnya dia malah tersenyum
"akhirnya aku bertemu denganmu, ILYAASS !!!!" teriak Sanca begitu puas.
"Kau bahkan mengenakan baju yang berlumuran darah itu. Oh sekedar info, aku lho yang membakar Nuge. Gimana ?. Estetik kan ?" lanjut Sanca membanggakan diri.
"Berisik Kau. Sanca, kau benar-benar tidak berubah. Nuge bisa saja mengalahkanmu kalau tidak menjadikan Ita sebagai Sandera. Ingat, Nuge itu jauh lebih kuat dariku lho. Lebih baik hati-hati menghadapiku sekarang" kata Ilyas melangkahkan kaki dan menatap tajam ke arah Sanca.
__ADS_1
"Moodku sedang tidak baik-baik saja. Bersyukurlah kalau aku tidak membunuhmu nanti" kata Ilyas berdiri di hadapan beberapa geng motor.
Keadaan semakin tegang melihat satu orang yang menghadapi Geng Motor besar di depan Umum.