Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 49 (Season 2) : Akhirnya Mereka Bertemu


__ADS_3

Para Polisi sudah berdatangan begitupun di depan Hotel itu di kerumuni oleh warga karena penasaran. Polisi itu mencari akses untuk menghubungi mereka dan mengancam mereka dengan menggunakan pengeras suara


“KALIAN SUDAH TERKEPUNG !!!. LEBIH BAIK KALIAN MENYERAH !!!” teriak Pak Suparman dengan pengeras suaranya.


Pemimpin Ter*ris itu mencoba memberinya kode lewat jendela dengan menunjukkan hp sambil menunjuknya.


“apa maksudnya itu ?” tanya Mayor Adi


Lalu telepon Pak Suparman berbunyi. Pak Suparman mencoba mengangkat telepon dengan nama No Name itu


“Halo ?” tanya Pak Suparman lewat telepon.


“ini aku pak, Pemimpin Ter*ris yang sudah menyandera Puang Onding dan semua orang penting yang ada di dalam sini” kata Wahyu dengan nada mengejek.


“HENTIKAN PERBUATANMU ITU ATAU KAMI AKAN MASUK !!!” teriak Pak Suparman mengancam.


“cobalah kau masuk, maka ini yang akan terjadi” kata Pemimpin ter*ris dan memperlihatkan kejahatan mereka dengan membebaskan 3 orang bangsawan di depan pintu dan satu pelayan yang di pasangkan Bom di badannya  keluar lalu ter*ris itu menembaki mereka sampai mati.


Polisi mencoba menembaki mereka tapi gagal karena terhalang oleh 3 bangsawan yang akhirnya meninggal dan meledakkan Pelayan itu.


“itu baru permulaan pak. Selanjutnya kalau bapak mengancam, Puang Onding yang akan menjadi korban selanjutnya” kata Pemimpin ******* itu.


Pak Suparman menjadi tidak bisa bergerak dan memilih mengawasi pergerakan mereka dulu dari luar.


"Ilyas, Jangan menahan diri dan buktikan pada Ayahmu bahwa kekuatan yang kau punya adalah Anugrah, bukan Kutukan" gumam Mayor Adi dalam hatinya.


...****...


Keadaan semakin buruk setelah melihat kedua pasangan sejoli itu meninggal. Seluruh teman-teman Ilyas syok. Khaled dan Rika mencoba mengeluarkan peluruh di badan Nuge dan Ilyas dengan pelan-pelan. Melly terlihat tertekan dan di tenangkan oleh Indah yang sudah sadarkan diri. Sedangkan Natasya menggigit jari ketakutan. Tiba-tiba, suara Walkitalky itu berbunyi lagi dan mengancam Ilyas.


“Hoi bocah, sepertinya kau sudah merasa hebat karena mampu membunuh sebagian dari kami, bagaimana ?. apa kalian masih bisa bertahan ?” tanya Wahyu mengancam.


“aku bahkan sudah semakin dekat denganmu, bersiaplah untuk menghitung mundur akhir hayatmu” balas Ilyas mengancam.


Pemimpin Ter*ris tertawa dan berkata pada Ilyas


“itupun kalau kau mau melihat Adik kecilmu mati di tanganku” kata Wahyu mengancam balik.


Ternyata Wahyu sudah menyekap adiknya dan memperdengarkan suaranya


“KAKAK !!!. hiks… KAKAK TOLOONGG !!!” teriak Layla ketakutan.


Mendengar hal itu, Ilyas semakin panik dan mengambil walkitalkynya


“KALAU AKU MELIHAT LECET SEDIKIT DI BADANNYA, AKU BERSUMPAH DEMI TUHAN AKU AKAN MEMBUNUHMU !!!!” bentak Ilyas kesal.


“HUWAHAHAAA !!!. Sudah kuduga dia adalah adikmu. Pantas saja saat mendengar suaramu dia merespon dengan melihatku. Sangat mudah ketebak, Ternyata kau Putra Andi Purnama ILYAASSSS !!!!” kata Wahyu semakin mengejek-ngejek Ilyas.


Mendengar suara Layla, semua orang makin panik


“bagaimana kalau begini, kau datang kepadaku maka aku akan melepaskannya. Dan akan ku biarkan kau pergi beserta adikmu. Tapi sisanya, akan tetap tinggal bersamaku. Kita lakukan kesepakatan, bukan tawaran yang buruk kan ?” tanya Wahyu memberi tawaran.

__ADS_1


“ingat kata-kataku orang yang sok ngaku sebagai Ter*ris, jangankan adikku. Akanku selamatkan semua sanderamu itu lalu akan kubunuh kau di depan mereka, itu adalah sumpahku” kata Ilyas dan menginjak Walkitalkynya.


Kondisi di tempat sanderaan, Pemimpin Ter*ris itu menarik rambut Layla dan berbicara


“huuu.... sepertinya Kakakmu cukup berani juga, kalau begitu mari kita lakukan persiapan” kata Wahyu dan mendorong Layla ketakutan.


Ibu Ilyas memgang kaki pemimpin Ter*ris itu dan memohon padanya


“aku mohon, lepaskan putriku. Dia tidak salah apa-apa” kata Ibu Ilyas dan dia ditendang oleh Wahyu.


Pak Andi telrihat tenang dengan membantu istrinya duduk kembali. Melihat ekspresi Pak Andi membuat Wahyu muak dan kesal


“Cih, inilah kenapa aku membenci orang kaya dan bangsawan. Mereka tidak peduli kepada orang lain bahkan ke anaknya sendiri, dan malah peduli kepada dirinya sendiri” kata Wahyu kesal.


Pak Andi melihat pemimpin Ter*ris itu dan berkata


“Hah ?. memangnya kenapa aku harus peduli pada anak itu ?. dia sudah berjanji tidak membuat keributan, dan malah membuat keributan” Balas Pak Andi merasa tidak terancam.


“kau setega itu pada Putramu ?. ternyata kau orang yang Bangsat juga” kata Wahyu tersenyum pada pak Andi.


“aku bukanya tidak peduli. Tapi, anak itu tidak perlu ku Khawatirkan. Melihat tingkahmu saja, aku sudah memprediksi dia akan benar-benar membunuhmu. Karena Putraku, seorang pembunuh yang pernah bersatu dengan Alam” balas Pak Andi yang mengancam kembali.


"Hooo.... apakah aku harus ketakutan ?" tanya Wahyu di dekat Pak Andi.


"kau hitung mundur saja sisa hidupmu mulai sekarang" balas Pak Andi dengan tenang.


...****...


“ini semua harus segera selesai. Apa kalian tidak punya rencana ?” tanya Natasya dan semuanya makin gelisah karena semuanya sudah penuh dengan luka.


Kecuali Ilyas, dia mengenakan jaketnya kembali dan berkata.


“aku punya Ide, tapi sebelum itu siapa yang bisa bertarung kecuali Nuge ?” kata Ilyas.


Perkataan itu membuat Nuge sedikit kesal dan berdiri melangkah ke arah Ilyas.


“apa-apaan perkataan sialanmu itu Aibo ?, kau tidak mau mengikutkanku dalam rencanamu hanya karena aku terluka hah ?. ingat, Cuma aku yang mampu setara denganmu” kata Nuge menunjuk dada Ilyas.


“tapi kau terluka sekarang Nuge. Dan Layla juga sudah di sekap oleh Ter*ris sialan itu. Aku khawatir, lebih baik hentikan saja dulu perbuatanmu” kata Ilyas menenangkan Nuge.


“Omong kosong, Bullshit. Apa-apaan ini ?” Tanya Nuge kesal pada Ilyas.


Ilyas menghela napas berat dan memegang pundak sahabatnya itu


“baiklah, tapi berjanjilah jangan memaksakan diri” kata Ilyas.


Setelah menjelaskan Rencananya, Ilyas dan ketiga kawannya memakai seragam One Eaglenya karena mempunyai warna yang sama dengan seragam Ter*ris itu.


Ilyas mendekat di sekitar Aula begitupun dengan Nuge, Rika, dan Khaled di tempat yang berbeda. Dia melemparkan beberapa Granat Asap hingga menebal lalu melemparkan granat kejut yang sempat Khaled kumpulkan bersama Rika.


Ilyas dan ketiga kawannya menyerang dan mengutamakan melepas senjata para Ter*ris ini. Sedangkan Indah, Natasya, dan Melly yang sudah mulai tenang melempar Senjata itu semuanya jauh-jauh. Walau senjatanya berat namun mereka melemparnya dengan kuat karena Panik yang mereka rasakan.

__ADS_1


Saat seluruh asapnya menghilang, ternyata sebagian dari mereka ada yang tidak ada di Aula dan menodongkan senjata kepada mereka berempat dari belakang. Tiba-tiba, Wahyu muncul sambil menarik rambut Layla.


“wah wah wah, lihatlah para Elang yang bermain mengepakkan Sayapnya. HAAAA...... HAHAHAHAHAHAAA..... !!!!" kata Wahyu mengejek sambil tertawa.


"Aku akui kalian memang hebat bisa meruntuhkan sebagian dari kami, kalian seperti professional” Lanjut Wahyu.


“Pak Ayu.... Aku datang sesuai Janjiku...” kata Ilyas lalu pundaknya pun di tembak.


“Ciihhh.... Wajahmu tetap saja menjengkelkan Bocah Sialan” kata Wahyu yang kesal dan menembak Ilyas.


“ANAKKU !!!!.” teriak Ibu Ilyas yang jadi Sandera.


“KAKAAAAKKK !!!” teriak Layla yang juga ketakutan.


“haaahhh kenapa yaa orang suka nembak Pundakku ?” kata Ilyas yang langsung mencabut pelurunya dengan tangan.


“kau kira kami tidak punya persiapan menghadapimu ?” kata Ilyas lalu memperlihatkan Rompi anti peluru yang di pakai dalam Jiketnya.


“sebagian dari kalian sudah kami bantai lho” kata Rika yang tegas.


“jangan remehkan kami Kussoyarou…” lanjut Nuge yang setengah luka.


“kami tidak pernah takut dengan kalian, karena justru kalian yang harus takut karena ini adalah Teritori kami bersama dengan Asoka, bisa saja mereka akan datang. Dan Polisi tidak akan tinggal diam” kata Khaled mengancam.


mendengar perkataan Khaled, Ilyas dan Nuge langsung terkejut.


“heh ???" kata Ilyas dan Nuge


"Kesini denganku sebentar (Ilyas menarik Khaled menjauh sedikit) darimana kau tau One Eagle ada hubungannya dengan Asoka ?” Tanya Ilyas mengalihkan pembicaraan.


“Aku ini Hacker, yaa jelaslah aku harus tahu siapa tuanku sebenarnya” balas Khaled dengan nada sombong.


Ilyas melihat ke arah Nuge dan Nuge menggelengkan kepala seperti yang tidak tahu apa-apa.


“aku tidak pernah ngomong lho Ilyas, aku aja baru tahu kalau Khaled tau masalah ini” lanjut Nuge menggelengkan kepala.


“heee…. jadi kita ada di naungan Geng Motor besar itu yaa ?” kata Rika yang juga mengalihkan pembicaraan yang sok senang.


Dan benar saja, saat Nurhan melihat di Tv sebuah Café tempatnya nongkrong bersama temannya, muncul di tv sebuah berita di I News Makassar secara live menyatakan Hotel ratu Indah di Sandera oleh ******* dan seorang pemuda sempat mengibarkan jiket yang berlambang Elang di jendela layaknya Bendera. Para Polisi mencoba menahan dan mengepung Hotel itu.


Melihat Berita itu, Nurhan terkejut melempar gelasnya dan berdiri memerintahkan ke pasukannya.


“kita ke Hotel Ratu indah sekarang. One Eagle butuh bantuan kita, SEMUANYA BERGERAAAAAKKKK !!!!” teriak Nurhan memerintahkan pasukannya dan mereka akhirnya menuju ke motor mereka masing-masing dan pergi meninggalkan Café.


Dengan Pasukan yang banyak mengendarai Motor layaknya orang yang akan pergi berdemo, Geng Motor Asoka menguasai jalanan menuju ke Hotel Ratu Indah.


...****...


Facebook : HackBae


Instagram : hackbae2022

__ADS_1


__ADS_2