
Tiga hari telah berlalu, Akhirnya Ilyas sadarkan diri dari komanya. Saat dia membuka mata, dia terkejut karena tidak ada di rumah. Ia melihat lengan dan tangannya terikat oleh perban. Semua badannya belum mampu ia gerakkan. Dan perutnya keroncongan
“aku lapar.... sudah berapa hari ini lewat sampai aku selapar ini ?” tanya Ilyas bicara sendiri.
“kau tidak sadarkan diri selama 3 hari bodoh. Sumpah, aku kira kamu sudah meninggal” balas Nuge yang ternyata berbaring di kasur sebelahnya.
“anjir bikin kaget aja kau” balas Ilyas kaget.
Setelah mengatakan itu, mereka terlihat canggung beberapa saat sampai akhirnya Ilyas sadar, dia langsung melepas infus dan menarik kerah baju Nuge.
“SIALAANN !!!, KAU MENGHARAPKAN AKU MENINGGAL YAA !!!?. TEMAN MACAM APA KAUU !!?” bentak Ilyas kesal.
“KAMU SALAH PAHAM BEGOO !!!. NGGAK PERNAH AKU BERPIKIR SEPERTI ITUU !!!” balas Nuge membentak.
“kalau begitu, bagaimana kalau aku berkata Oh kau masih hidup yaa ?. aku kira sudah mati....” kata Ilyas beranggapan.
Perkataan Ilyas tadi juga membuat mereka diam sejenak dan membuat Nuge kesal dan menarik kedua pipi Ilyas.
“SIALAN KAU BAMBAANNGG !!!. KAU MENGHARAPKANKU MENINGGAL YAA !!!?” bentak Nuge kesal.
“ifu hama heja yang kau katakana tadi wego (itu sama saja yang kau katakan tadi bego)” balas Ilyas yang pipinya di tarik Nuge.
Tiba-tiba seluruh teman-temannya datang bersama dengan Natasya menghampirinya. Melihat Ilyas sadar, Natasya langsung lari memeluknya
“maafkan aku.. maafkan aku.. hiks… ini semua salahku. Maafkan aku…” kata Natasya yang merasa bersalah.
“ini bukan salahmu kok, lagian aku masih hidup” balas Ilyas mengusap kepala Natasya.
Melihat kelakuan Natasya membuat Rika cemburu. Berbeda dengan Indah yang merasa sedih dan bergumam dalam dirinya.
“waktu itu... aku tidak bisa apa-apa dan menjadi beban untuk mereka. Aku tidak membantu sedikit pun dan hanya bisa mengeluh. Apakah aku bisa tetap tinggal bersama mereka ?. Apalagi dalam keadaan berbohong sambil membawa beban ini” gumam Indah dalam hati sambil mengusap lengannya.
Setelah kejadian itu, teman-temannya menceritakan apa yang terjadi selama Ilyas Koma. Wahyu meninggal sebelum sampai rumah sakit karena luka yang di alaminya terlihat aneh.
Seluruh organ tubuhnya rusak dan seluruh tulangnya retak. Selain itu, terlihat sebuah luka berwarna Ungu berbentuk tapak tangan di
perutnya. Saat di identifikasi itu tangan Ilyas, Ayah Ilyas lagi-lagi menutup kasus putranya dari kwpolisian dan hukum.
Pak Dika di tahan atas Pembunuhan berencana dan Ter*risme. Keluarganya menanggung malu karena di datangi media secara terus menerus, perusahaannya ditutup, dan hal yang paling mengejutkan di antara mereka adalah Nurhan di tahan Polisi karena telah melakukan kericuhan.
“tidak mungkin. Ini kan bukan salah Kak Nurhan ?. kenapa dia harus di tahan ?” tanya Ilyas yang kesal.
“begitulah dunia orang dewasa, makanya kami selalu mempunyai batasan. Ia mengorbankan dirinya agar kalian semua tidak di tangkap seharusnya kau sudah mengerti kelakuan kekanak-kanakan macam apa yang kau lakukan waktu itu Ilyas ?” kata Ayah Ilyas yang baru-baru datang menceramahi anaknya.
__ADS_1
“tapi apa paman tidak berpikir seandainya bukan karena kami, smua orang di Hotel itu akan tertangkap ?” tanya Nuge tegas.
“jangan ikut campur di pembicaraan keluarga kami bocah” kata Ayah Ilyas kesal.
“Aku mencampuri urusan ini karena PAMAN TIDAK TAHU APA-APA !!!. Paman selalu saja menyalahkan Ilyas, ILYASS !!!, DAN ILYAS DALAM SEGALA HAL !!!” bentak Nuge kesal.
“apapun yang kau katakan aku tidak peduli yang pasti, kau mau mematuhi sesuai perjanjian kita kan ?” tanya Ayah Ilyas mendekati putranya.
“baiklah Ayah, akan ku patuhi seluruh permintaanmu” kataI lyas pasrah.
“kalau begitu untuk pertama, keluarlah dari team One Eagle itu” kata Ayahnya yang langsung memerintahkan Ilyas.
Semua orang terkejut, bahkan Nuge tidak bisa menahan amarahnya lagi
“APA MAKSUD PAMAN SEBENARNYA !!!?” bentak Nuge kesal.
“aku tidak berbicara denganmu, aku berbicara dengan Ilyas” kata Ayah Ilyas tegas.
Ilyas diam sejenak dia tidak mampu berbicara apa-apa. Sampai akhirnya Natasya memegang tangannya dan tersenyum pada Ilyas.
“Paman. Apakah paman mau merebut kebebasan putramu sendiri ?” tanya Natasya pada Ayah Ilyas.
“sekalipun kau anaknya Puang, memangnya kau tahu apa ?” tanya Ayah Ilyas tegas.
Dia memegang pahanya lalu melanjutkan perkataannya.
“kau tahu paman, aku sangat iri pada Ilyas. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, mereka bukan sekedar berandalan. Mereka adalah sahabat yang saling melindungi satu sama lain. Saat temannya terluka, Ilyas akan bergerak. Saat Ilyas terluka, teman-temannya akan bergerak. Aku sampai berpikir, Kapan yaa aku punya teman-teman seperti Ilyas dan kawan-kawan ?. bisa nggak yaa aku bergabung dengan mereka ?. ada nggak yaa yang mau berteman dengan orang sepertiku ?” kata Natasya sambil menundukan kepala.
Mendengar hal itu, Ilyas memegang tangan Natasya dan berkata pada Ayahnya.
“ayah, aku akan mewarnai rambutku Normal kembali, aku akan jadi pewarismu, akan ku lakukan segalanya. Tapi tidak dengan meninggalkan One Eagle, tidak dengan meninggalkan teman-temanku. Mereka sangat berharga bagiku, saat aku gelisah di istana yang besar itu, di ruangan Club Perpustakaan membuatku sangat tenang Ayah. Jadi aku mohon, apapun selain itu” kata Ilyas sambil bersujud di hadapan Ayahnya.
Begitupun dengan Natasya yang ikut bersujud di ikuti oleh seluruh teman-teman Ilyas dan Nuge yang juga turun dari kasurnya dan Sujud serentak mereka berkata
“Aku mohon Paman, kabulkan permintaan Ilyas” kata teman-teman Ilyas serentak.
Ayah Ilyas menghela nafas berat dan berkata pada mereka
“baiklah, akan aku patuhi tapi selain daripada itu kau harus mematuhiku Ilyas” kata Ayahnya.
“terima kasih Ayah” balas Ilyas lalu ayahnya meninggalkan ruangannya.
Keluar dari ruangan tersebut, ia memberikan seikat uang pada perawat yang membiarkannya masuk tampa gangguan apapun
__ADS_1
“terima kasih atas waktunya Suster” kata Ayah Ilyas.
“tidak masalah tuan” balas Suster itu.
Ayah Ilyas berjalan sambil membakar cerutunya dan bergumam dalam hatinya
“yang kutakuti akhirnya mulai terlihat. Dariawal aku tidak mau mengadopsi anak dari panti asuhan tapi Istriku ngotot jadinya aku mematuhinya. Saat waktunya tiba, mungkin tidak akan sengaja akan keluar dari mulutku pengakuan bahwa Ilyas bukan anak kandungku” gumam Ayah Ilyas dalam hatinya.
...****...
Beberapa hari telah berlalu, Ilyas dan Nuge melakukan pemulihan di rumah sakit. Saat semua orang berusaha untuk pemulihan dengan jalan kaki, menggunakan kursi roda, menggunakan tongkat, Ilyas dan Nuge melakukan pemulihan dengan olahraga Push Up menggunakan 2 jari
“33…. 34… 35…” kata Ilyas dan Nuge menghitung Push Up bersamaan.
Melihat hal itu, Susternya mulai melapor kepada Dokter
“Dokter lihat mereka dong, aku dah capek tegur lho biar mereka tidak berlebihan” kata Suster yang mengeluh.
“haa haa haa haa, kehidupan anak remaja yaa ?” kata Pak Dokter yang malah tertawa.
“kok malah tertawa Dok ?, mereka itu pasien kita lho” balas Suster kesal.
...****...
Saat mereka di keluarkan dari rumah sakit karena sudah pulih, mereka langsung ke Penjara tempat Nurhan berada. Mereka di pertemukan ke ruangan kunjungan dan saat melihatnya, Ilyas langsung tidak tega melihatnya.
“Kak Nurhan, aku akan mengatakan pada Ayah. Dia pasti bisa menjaminmu agar bisa keluar dengan cepat. Aku akan menghubunginya” kata Ilyas yang langsung mengambil hp nya.
“tidak usah Ilyas, tempat inilah yang sebenarnya aku butuhkan” balas Nurhan merendah.
“Apa maksudmu kakak ?. Asoka membutuhkanmu. Geng itu masih butuh pemimpin sepertimu !!!” bentak Ilyas.
“Kakak, kenapa harus kamu yang berkorban ?. bukannya banyak member Asoka yang lain menggantikanmu ?. Ibu... masih membutuhkanmu Kakak” tanya Nuge pada kakaknya.
Nurhan tersenyum menatap mereka berdua lalu berkata
“Era Asoka sudah berakhir. Dari awal aku memang tidak mampu mengendalikan mereka sebanyak itu. Sekarang, tugas kalian adalah mengintai Asoka. Kalau mereka memburuk....” kata Nurhan pada mereka berdua.
"...Hancurkan saja Asoka demi aku" lanjut Nurhan membuat Ilyas dan Nuge terkejut.
...****...
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022
__ADS_1