Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 67 (Season 2) : Solo Lord


__ADS_3

Langit sudah mulai gelap, dan matahari sudah tidak terlihat lagi. Akhirnya, Khaled sampai di depan rumah Melly setelah jauh berjalan kaki berdua sambil bergandengan tangan.


“apa tidak mau masuk dulu Khaled ?. Sudah mulai malam lho” kata Melly mengajaknya masuk.


“aaahh.. tidak usah repot-repot, Orangtuaku pasti sudah menungguku di rumah. Jadi, aku juga harus segera pulang” balas Khaled malu-malu.


Dan tiba-tiba, Melly mencium bibir Khaled yang membuatnya diam membeku karena terkejut. Setelah menciumnya, Melly menundukkan kepala dan masuk ke pekerangan rumahnya membelakangi Khaled.


“untuk kencan yang tadi, terima kasih. Aku sangat senang dan kau sangat bisa diandalkan” kata melly malu-malu.


“Sa.. sama-sama. Lain kali, kita bisa kencan kelompok bersama yang lain” balas Khaled malu-malu.


“kalau begitu, kasian Nuge tidak punya pasangan” kata Melly yang membuat mereka berdua tertawa.


“Bye-bye… Database-Sama” kata Melly mengundurkan diri.


“iya, sampai ketemu besok” balas Khaled singkat.


Melly akhirnya masuk ke dalam rumah lalu berlari menuju ke kamarnya.


“Melly tidak makan malam dulu ?” tanya Ibu Melly yang berada di dapur.


“tidak ibu, aku lelah dan kenyang sudah makan diluar tadi” balas Melly lalu menutup pintu kamarnya.


Melly baring ke kasur sambil berguling-guling bahagia. Ia menyentuh bibirnya dan masih membayangkan dirinya saat mencium Khaled.


"Ciuman pertamaku... Sepertinya aku terlalu bersemangat" Gumam Melly sendirian di kamarnya.


...****...


Di tengah jalan yang gelap, Khaled berjalan sendirian di malam hari. Sambil mengeluarkan Baton Stick di balik Sweater dan memanjangkannya, Khaled menghentikan langkahnya dan melihat sekitar.


“aku tahu kau tadi menunggu di dekat rumah Melly sampai mengikutiku. Keluarlah, jangan jadi pengecut sembunyi-sembunyi” kata Khaled mengancam stalkernya.


Dan benar saja, Khaled di ikuti oleh 6 orang dari STM 66.


“hebat juga kau mengetahui posisi kami” kata salah satu dari mereka.


“jangan meremehkanku, aku ini kepala Elang dari Geng One Eagle lho” balas Khaled menyombongkan diri.


Tiba-tiba di balik kegelapan muncul seseorang yang bertepuk tangan yang ternyata adalah Maddo’.


“Heee… kukira cupu ternyata suhu. Apakah kau sekuat dengan mulutmu ?” tanya Maddo’ pada Khaled.


“aku tidak yakin menang sih sebenarnya melawan pengecut 7 orang seperti kalian mengeroyok satu orang saja” balas Khaled menghina mereka.


“JAGA UCAPANMU !!!!” bentak salah satu murid STM 66.


Namun dia di halangi oleh Maddo’ untuk tidak menyerang dulu. Maddo’ tertawa lalu Khaled menjatuhkan Baton Sticknya dan dia mengambilnya kembali.


“kau bahkan tidak bisa memegang stickmu dengan baik. HAJAR DIAAA !!!” teriak Maddo’ memerintah kawanannya.


Khaled menghindari dan menangkis serangan mereka satu-persatu walau tetap kena. Maddo’ mengayungkan pukulannya dan dengan sigap, tangan yang dari tadi Khaled kepalkan langsung dia ayungkan ke arah Maddo dan


melemparkan pasir ke wajahnya.


“AAAHHKKK !!!!!. MATAKU !!!!!” teriak Maddo’.


“SIALAN !!!. CURANG SEKALI KAU !!!!” bentak salah satu anak STM 66 dan mereka berhenti sementara menghajarnya.


“Pengecut ?. Siapa ?. Saya atau kalian ?. Gelud kok keroyokan ?” tanya Khaled mengejek.


“BOCAH SIALAANN !!!!” teriak Maddo’ dengan kesal.


“salah satu orang terkaya di makassar pernah berkata, Semuanya adil dalam Cinta dan perang” kata khaled lalu berlari memukul wajah Maddo’.


Dan malam itu menjadi pertarungan sengit Khaled melawan 7 orang sendirian dengan menggunakan Baton Stick.

__ADS_1


...****...


Keesokan harinya, semua orang di kelas 2E-1 sangat terkejut melihat kondisi Khaled yang tangannya sudah di perban dan wajah sedikit luka memar dan goresan. Nuge yang melihat itu juga ikut terkejut dan mendekatinya.


“Ooii Database-Sama, kau tidak apa-apa ?” tanya Nuge penasaran.


Khaled hanya menggelengkan kepala lalu berkata pada Nuge


“nanti aku jelaskan semuanya di ruangan Club”.


Melihat hal itu, Nuge sedikit risih pada Khaled


“Database-Sama, sebelumnya kau sangat dingin padaku waktu belum satu kelas. Dan sekarang kita satu kelas begini kau masih dingin padaku ?” tanya Nuge risih.


“bukannya begitu, liat kondisi sekitarmu. Karena ini masalah tentang STM 66” balas Khaled yang mengejutkan Nuge.


“Lanjutkan…” kata Nuge dengan tatapan serius.


“Sudah kubilang nanti di Club kan ?. Inilah alasan kenapa aku jarang bicara padamu, kau kadang tidak mencerna perkataanku” kata Khaled sedikit kesal.


“Haahh ?. apa kau menganggapku sebodoh itu ?” tanya Nuge ikutan kesal.


“kau yang bilang bukan aku” balas Khaled mengalihkan wajahnya dari Nuge.


Perkataan Khaled sedikit mengenai Nuge yang akhirnya berhenti berbicara.


...****...


Di ruangan Club, wajah Khaled di kompres oleh Melly setelah dia menjelaskan kejadian semalam.


“jadi, kau mengalahkan ketujuh orang itu beserta Maddo’ sekaligus ?” tanya Nuge penasaran.


“iya. Walaupun dengan cara curang sih apalagi aku pake Baton Stick memukul mereka” balas Khaled menjelaskan.


Tiba-tiba, Ilyas datang setelah Jam mata pelajaran usai.


Namun sebelum duduk, Wajahnya sudah di pukul buku Boss oleh Melly.


"Auucckkk..... !!!!. SEKARANG UNTUK APA LAGI ITU !!!?" bentak Ilyas sambil menggosok hidungnya.


"kau ini udah bolos pake nanya lagi, tadi aku capek cari alasan buat kamu tau" balas Melly yang juga jengkel.


"jadi ?. Alasan apa yang kau beritahu pada guru ?" tanya Ilyas sambil duduk.


"tadi aku hampir memberi alasan kamu ketebrak Truk-Kun lalu ke Isekai mencari Harem di perjalanan menuju ke Dungeon untuk mengalahkan raja Iblis" kata Natasya yang terlihat bermalas-malasan.


"kamu semalam nonton apa sih kok pikiranmu ke sana ?" tanya Ilyas kesal.


"makanya itu menyusahkanku. Di kelas, aku langsung menutup mulut Natasya agar tidak sembarangan ngomong sambil mengambil alasan Sebenarnya dia terjebak di jalan karena ban motornya meletus dan sementara di bengkel gitu. Aku jadi pusat perhatian gara-gara kamu tahu" balas Melly yang ngomong panjang dalam ekali nafas.


Iluas yang melihat itu langsung terkejut sambil tersenyum dan mengangkat tangan.


"kamu.... mirip banget lho dengan pria yang kutemui tadi waktu santai di pinggir sungai" kata Ilyas yang merasa tidak asing.


"haahh Pria apaan ?" tanya Nuge penasaran.


"Namanya Jaka, dia dari sekolah sebelah tapi bukan STM 66 sih... dia tadi dalam masalah makanya aku bantuin" balas Ilyas.


"gimana jalan ceritanya ?. Aku jadi penasaran ?" tanya Bu Nur yang tiba-tiba ada di sana sambil makan Biskuit.


Mereka tiba-tiba diam dan menatap kearah Ibu Nur tanpa mengatakan apapun sampai akhirnya....


"bu, hawa keberadaannya tolong di perlihatkan dikit bu. Aku hampir jantungan lho" balas Natasya yang langsung memperbaiki duduknya.


"hahahaaaa..... maaf-maaf. Yang tadi bisa di ceritakan Ilyas ?" tanya Ibu Nur.


Dan Akhirnya Ilyas menceritakan kejadiannya.

__ADS_1


(Bagi kalian yang ingin tahu, Silahkan kunjungi di Novel Bae yang berjudul Gadis Sedingin Salju/Chapter 7/Elang yang kebetulan lewat. Ilyas jadi Cameo di sana)


"hmmm.... jadi begitu kejadiannya. Kerja bagus kau menolong yang lemah kalau begitu aku serahkan sisanya padamu ketua" kata Bu Nur mengedipkan mata sebelah ke arah Rika dan meninggalkan Ruangan Club.


"Bu Nur, giliran kuenya habis dia pulang lho" kata Nuge yang agak jengkel.


"seharusnya aku yang kesal karena kita sudah jauh dari pembahasan woe" lanjut Khaled yang daritadi menahan emosinya.


"sabar yaa beb, sabarr... kamu yang sabar yaaa" balas Melly yang mengusap dada Khaled.


Namun kelakuan Melly itu malah membuat semuanya terkejut.


"SEJAK KAPAN MEREKA PACARAN !!!?" gumam Rika, Ilyas, Nuge, dan Natasya dalam hati melihat Melly dan Khaled.


Setelah menenangkan Khaled, Dia mulai menceritakan kejadian yang ia timpa semalam setelah mengantar Melly pulang. Seketika Ilyas merinding setelah mendengar penjelasan Khaled membuat Rika kebingungan.


“ada apa Ilyas ?” tanya Rika.


Ilyas menggosok lengannya karena mengingat kejadian pelatihan bersama dengan pamannya.


“tidak, aku hanya membayangkan pasti sakit tuh kena pukulan Baton Stick. Aku pernah merasakannya, di tangkis pun rasanya tetap menyakitkan” balas Ilyas yang terlihat ketakutan mengingat rasa pukulan pamannya.


“aku bahkan bingung menanggapi ini. Apakah kita harus menyerang mereka kembali atau tidak ?. Itu terserah pendapat Maneger kita sih. Bagaimana pendapatmu Natasya ?” tanya Rika pada Natasya yang tadi berpikir dengan serius.


Dia menghela nafas dengan berat lalu melihat kearah mereka.


“STM 66 itu yang mana yaa ?. apakah sebelumnya kita pernah bertemu ?” tanya Natasya yang membuat seluruh teman Clubnya jatuh dari kursinya.


Nuge menarik kerah Jas Natasya sambil mendorong dan menariknya berkali-kali karena kesal.


“KAU INI YANG BENNAR DONG JADI MANEGER !!!!” bentak Nuge kesal.


“HEH !!!. KAMU YANG SOPAN DONG TARIK JASKU, MAHAL TAU !!!” balas Natasya membentak.


“BODOAMAT AKU KESAL DENGAN RESPONMU TADI TAUU !!!” kata Nuge yang masih membentak.


Ilyas dan Rika akhirnya memisahkan mereka berdua agar tidak bertengkar lagi.


“sudah-sudah… kita di sini mencari solusi bukan menambah masalah” kata Ilyas menenangkan mereka berdua.


“wajarkan saja kalau Natasya lupa. Dia ini penerus puang Onding dan membantu pekerjaannya juga kan ?” lanjut Rika juga mencairkan suasana.


Akhirnya mereka duduk di tempat mereka kembali masing-masing dan Rika menjelaskan STM 66 yang pernah mereka temui sebelumnya.


“Hoo… sekolah berandalan itu yaa ?. Aku sudah ingat” kata Natasya setelah mengingatnya.


“menurutku sih lebih baik kita tidak usah menyerang balik. Dengan keberanian Khaled kemarin, aku yakin kita tidak perlu waspada lagi. Aku yakin mereka pasti berpikir dua kali untuk menyerang kita” kata Ilyas memberi solusi.


“kau terlalu Naif Ilyas. Jangan samakan pemikiran Berandalan dengan dirimu sendiri” kata Natasya memperingatinya.


“apa maksudmu ?” tanya Khaled.


“Berandalan seperti mereka tidak punya sisi sebaik kita seperti itu. Mereka sudah menyerang dan di kalahkan oleh satu orang yang meremehkannya. Aku yakin, mereka akan menyerang kembali entah kapan lebih tepatnya” kata Natasya menjelaskan.


Perkataan Natasya membuat seluruh anggota diam memikirkan solusi yang tepat. Dan tiba-tiba perut Nuge berbunyi karena kelaparan.


“giliran siapa nih beli makanan di kantin ?” tanya Nuge sambil mengangkat tangan.


“bukannya ini giliranmu IQ Jongkok” kata Rika mengejek Nuge.


“NANDATTO !!!?. KONO BAKA ONNAA !!!! (APA KATAMU !!!. DASAR PEREMPUAN BODOH !!!)” balas Nuge kesal yang membuat mereka semua tertawa.


Kecuali Ilyas yang masih khawatir dengan perkataan Natasya tadi yang ada benarnya juga. Ilyas merenungkan hal itu sambil melihat kearah luar jendela


...****...


Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022

__ADS_1


__ADS_2