Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 17 (Season 2) : Kami adalah....


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja, guru BK itu semakin bertingkah. Kesalah sedikit ia besar-besarkan. Ilyas dan Nuge tetap menahan diri dan tidak melakukan pelanggaran dan perlawanan apapun.


“haaaahhh terus kita bagaimana dong Ilyas ?” tanya Nuge yang duduk di sampingnya dalam kelas.


“yaa mau gimana lagi, kita diami saja dulu” balas Ilyas sambil memperhatikan guru.


Ketika jam Istirahat, dia bertingkah lagi dengan membawa laptop seseorang di luar gedung. Salah satu murid memohon pada guru BK itu


“pak mohon pak, saya tidak memakainya dengan hal buruk kok. Aku hanya memakainya belajar apalagi saat waktu kosong, aku hanya belajar program lewat Youtube” kata murid itu.


Dan tingkahnya di saksikan oleh Ilyas dan Nuge.


“pokoknya tidak boleh, paling kau hanya mengambil alasan agar saat kau tidak terawasi kau akan buka segala macam di google” balas guru BK itu marah.


Lalu guru BK tersebut mematahkan Laptop itu di hadapan seluruh murid.


"Ingat, kalau ada yang membawa barang eletronik, akan saya sita dan eksekusi mengerti kalian !!!” teriak guru BK itu.


Sedangkan si murid itu tadi menangis membuat Nuge geram namun akhirnya Ilyas tidak tahan saat si murid mengatakan


“hasil banting tulangku, hasil tabunganku, hiks… hasil kerja kerasku !!!!”kata murid itu teriak sambil menangis.


“Ayo kita maju Nuge” kata Ilyas berjalan ke arah guru BK itu.


“Finally !!!, Ikuzoo Aiboo !!! (Akhirnya !!!. Ayo Kawan !!!)” kata Nuge teriak.


Dan mereka melompat lagi dari lantai 3. Hal itu membuat pak Ayu kesal


“woe woe woe apa yang kalian lakukan melompat sok hebat seperti itu !!!?” kata pak Ayu pada mereka.


“yang sok hebat siapa ?. aku sudah memperhatikan bapak dari kemarin dan ini sudah keterlaluan. Bahkan mereka yang dari kelas Umum bawa barang eletronik kenapa tidak di tahan pak ?” Tanya Nuge kesal.


Pak Ayu tersenyum pada Nuge dan Ilyas


“kalian itu para sampah dari Kelas E, kalian tidak membutuhkan barang eletronik" balas pak Ayu menghina mereka.


"apa jaminannya kami tidak membutuhkannya ?” Tanya Ilyas pada pak Ayu.


“saat kami tidak bisa mencari referensi dari buku, kami menggunakan google. Saat kami belajar materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kami menggunakan laptop masing-masing karena kelas E tidak mempunyai komputer yang memadai. Saat belajar Sosial, kami belajar cara menelpon kepada seseorang dengan baik. Dimana letak kami tidak membutuhkannya pak ?” lanjut Ilyas bertanya membuat pak Ayu kesal.


“apa yang kau katakan Baj*ngan ?. Kau hanya orang yang tidak lebih dari sampah,berani sekali kau ngomong sok pintar seperti itu” kata Pak Ayu tepat di hadapan Ilyas.


“tidak sepantasnya seorang guru menyebut muridnya sebagai sampah pak Ayu” kata bu Haspita yang datang mendekati pertengkaran mereka.


“apa maksudmu bu Ayu ?. aku hanya mendidik para sampah masyarakat ini agar mereka tidak berulah dan menjadi sampah masyarakat saat keluar dari sekolah ini” balas Pak Ayu menunjuk mereka berdua secara tidak sopan.


“kalau begitu anda adalah guru sampah yang berani sama yang lebih mudah saja, dan tidak berani dengan seumuran. Mentang-mentang guru BK” kata bu Haspita marah pada pak Ayu.


“barusan kau menghinakukan guru lajang ?” Tanya Pak Ayu yang mulai kasar.


“aku tidak salah kok. Kan kita sama saja, kau dan murid itu mempunyai dua tangan, dua kaki, dan satu kepala. Bukankah itu artinya kau juga sampah ?” Tanya bu Haspita membuat Pak Ayu kesal.


“tugas kita sebagai guru adalah mendidik dan meluruskan minat siswa, mengajarkannya sesuatu hal yang baik dan mengurangi hal buruknya. Karena hal buruk tidak bisa menghilang begitu saja oleh manusia” lanjut bu Haspita menentang guru BK.

__ADS_1


“kau tidak sepantasnya mengatakan hal itu padaku !!!” bentak pak Ayu.


“aku pantas, karena aku akan selalu berada di sisi murid muridku saat membutuhkanku !!!. Kalau mereka salah akan ku buat dia menyesali perbuatanya dengan caraku !!!, kalau mereka tidak salah aku akan mendukung mereka sepenuhnya !!!!” kata bu Haspita menentang pak Ayu.


“akupun seperti itu, karena itulah aku mendampingi bu Haspita. Karena dia layak di anggap sebagai guru daripada dirimu” balas ibu Nur mendukung bu Haspita.


Karena tak mampu menahan amarah, pak Ayu mengambil kayu dan bersiap menghajar mereka. Saat kayu itu di ayunkan, bu Haspita melindungi bu Nur sedangkan Ilyas dan Nuge menahan kayunya dengan kaki secara bersamaan


“Woe, berani kau sentuh guruku..” kata Nuge dengan kesal.


“Akan ku habisi kau..” balas Ilyas dan bersamaan mereka menatap Pak Ayu dengan penuh kebencian.


“kau berani melawanku ?. kau tau aku mantan anggota dari Cakar Naga Merah ?” kata Pak Ayu menyombongkan diri.


“terima kasih sudah melepaskan status gurumu itu untuk sementara” kata Nuge sambil tersenyum.


Nuge memutar kakinya yang satunya lagi dengan tendangan Salto dan di tangkis oleh Pak Ayu. Sedangkan Ilyas memasang kuda-kudanya


“Jeet Kune Do, Pukulan Satu Inci 30% !!!” kata Ilyas dan memukul Pak Ayu di bagian perutnya lalu terlempar.


Pak Ayu berdiri dan menatap mereka berdua dengan penuh kebencian


“Sialaaaannnn !!!!” teriak Pak Ayu dan berlari mau menyerang Nuge.


Dengan cepat, Ilyas berada di depan Nuge dan menangkis seluruh serangan Pak Ayu lalu menangkap tangannya,


“Skakmat !!!” teriak Ilyas dan membanting Pak Ayu dengan keras.


Nuge yang terkejut dengan serangan itu terkagum melihat Ilyas


Lalu Ilyas melemparkan buku Tao Of Jeet Kune Do.


“tuh pelajari sendiri. Sebagai gantinya, ajarkan aku perkelahian bebas di waktu kosong” balas Ilyas saat menatap pada Nuge.


Lalu Nuge berlari dan melompat menendang Pak Ayu yang hampir menyerang Ilyas.


“gampang itu mah, akan ku ajarkan seluruh yang ku tahu Aibo..” kata Nuge melindungi Ilyas.


Pak Ayu terlempar dan hidungnya berdarah setelah di tendang oleh Nuge


“Sial..., bocah-bocah ini terlalu kuat. Tidak sepadan dengan gerombolan geng yang dulu aku lawan” gumam Pak Ayu kesal.


“hentikan perbuatanmu itu pak Ayu. Sebenarnya tampa berkelahipun, aku sudah merekam seluruh perbuatan busukmu itu di hp ini. Tangkap bu !!!” kata Ilyas dan melemparkan hp nya pada ibu Nur.


“heh, sopan dikit dong sama gurumu Ilyas” kata bu Nur.


Ilyas membalik badan dan menundukkan kepala posisi rukuk.


“maaafkan aku ibu korang sopan” kata Ilyas yang membuat ibu Nur tersenyum.


Saat bu Haspita memutar bukti dan video yang selama ini dia rekam, bahkan Nuge pun terkejut.


“kalau aku mengirimkan itu ke kepala sekolah bagaimana yaa ?” Tanya Ilyas.

__ADS_1


“heh, dia tidak akan menanggapinya. Lagi pula, dialah yang memanggilku untuk memberikan kalian hukuman. Aku tidak akan bisa di hukum atas perbuatanku” kata pak Ayu.


“terima kasih atas kerja samanya” kata Nuge yang ternyata merekam perkataan itu tadi.


“kalau begitu, bagaimana kalau semua bukti ini di kirim ke polisi, bisa di penjara yaa ?. kena pasal Undang undang…” kata Nuge yang seketika lupa.


“Pasal 54 UU 35/2014 yang berisi 1. Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak Kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. 2. Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di lakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau masyarakat” kata Ilyas memperjelas.


Perkataan itu membuat Pak Ayu terkejut karena Ilyas ternyata cukup cerdas.


“nah selain itu, Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Perlindungan Anak juga telah secara tegas mengatur setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta. Memang bapak bisa bayar tuh denda kalau masa tahanan selesai ?” balas Nuge memperjelas dengan undang-undang lain.


“dan kalau polisi tidak bisa membantu kami, mungkin menteri pendidikan bisa memahami hal ini kalau kami kirimkan di social media. Karena itulah, jangan ganggu pelajaran kami dengan tingkah sokmu itu Guru BK gadungan” kata Ilyas menghina guru BK itu.


Kemarahan Nuge dan Ilyas memancing seluruh kelas E akhirnya teriak mengejek guru BK dan membuat kelas umum melihat dari Jendela.


“si.. siapa kau ini sebenarnya ?” Tanya Pak Ayu kepada mereka.


“Bro, lemparin jiket yang ada di kursi kami dong” kata Nuge pada teman sekelasnya lalu saat jiket itu di tangannya, dia memberikan jiketnya pada Ilyas.


“nih aibo” kata Nuge memberikan jaket punya Ilyas.


Mereka berdua bersamaan memakainya dan menunjukkan punggungya


“Kami berdua…” kata Ilyas dan di sambung secara bersamaan


“ONE EAGLE, Berandalan dari kelas E !!!!” serentak Nuge dan Ilyas memperkenalkan kolaborasinya.


“saat Guru, Orang tua, dan Polisi tak bisa membantu kami, Maka kami akan melakukan penghukuman dengan cara kami sendiri” lanjut Ilyas memperkenalkan kolaborasinya sambil jongkok di hadapan Pak Ayu yang masih tengkurap.


Tiba-tiba kepala sekolah mendekati mereka semua yang melakukan kegaduhan


“ada apa ini ?. kalian bertingkah lagi ?” kata kepala sekolah menyalahkan Nuge dan ilyas.


Namun tiba-tiba bu Haspita memperlihatkan rekaman yang di rekam hp Ilyas dan video yang di kirimkan Nuge lewat Line.


“mereka tidak bersalah pak, yang sebenarnya terjadi sebenarnya ini” kata Bu Haspita.


Setelah melihat video itu akhirnya kepala sekolah memutuskan


“Pak Ayu, hari ini aku memutuskan. Kau dipecat” kata kepala sekolah memutuskan.


Lalu semua murid kelas E teriak kesenangan.


“awas saja kau One Eagle, akan kubunuh kalian berdua nanti” kata Pak Ayu lalu meninggalkan sekolah itu.


Rika yang khawatir mendekati mereka berdua sambil berlari ngos-ngosan


“kalian berdua hah… hah.. ada yang terluka ?” Tanya Rika khawatir.


Mereka berdua balik melihat Rika sambil tersenyum dan menunjukkan jari jempolnya bersamaan.


“kalian ini yaa membuatku khawatir saja” balas Rika yang legah.

__ADS_1


“tapi itu tidak mengubah hukuman kalian, kalian berdua bersihkan WC setelah jam Club Ekstrakulikuler berbunyi” kata bu Haspita kepada mereka berdua.


“HEEEEHHHHH !!!!” teriak Nuge dan Ilyas terkejut.


__ADS_2