Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 57 (Season 2) : Akhir dari Indah dan Ilyas


__ADS_3

Keesokan harinya, Indah berpamintan kepada kepala sekolah, semua guru di ruangan guru, dan teman-temannya di kelas 2A-1. Seluruh teman-temannya memeluknya sambil menangis karena selama ini Indah orangnya baik. Semua temannya menyesal karena sebelumnya mereka cuma diam saat Indah terbulli.


"Indah, maafkan kami karena cuma mengabaikanmu"


"jujur kami sangat menyesal hikss..."


"kami akan sangat merindukanmu Indah...."


"jangan lupakan kami yaa ?" kata teman-teman di kelasnya.


Lalu Melly berlari memeluk Indah dan menangis di pelukannya.


"aku akan sangat merindukanmu Sahabatku..." kata Melly sambil menangis.


"Melly Hiks...." balas Indah memeluk tangis Melly.


“teman-teman, terima kasih atas segalanya selama ini” lanjut Indah sambil mengusap matanya dan menundukkan kepala.


Semua orang bertepuk tangan kecuali Ilyas yang Cuma melihat Indah. Dan Indah cuma melihat Ilyas sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan kelasnya.


Pada akhirnya, Indah tidak menemui Ilyas sebelum pergi dan langsung pergi begitu saja. Saat Indah hampir menuju ke Pintu keluar, Ilyas sangat Geram dengan tingkah Indah. Ilyas membuka jendela dan melompat dari lantai tiga.


“INDAH TUNGGUU !!!” teriak Ilyas dan mengejar Indah.


"WOEE INI LANTAI TIGA LHO !!!!" teriak gurunya membentak.

__ADS_1


Ilyas berlari dan menangkap tangan Indah membuatnya berhenti.


“tunggu dulu.... jangan pergi....” kata Ilyas sambil ngos-ngosan.


“aku… aku minta maaf selama ini cuek padamu. Aku sengaja melakukannya agar aku semakin kuat untuk berada di sisimu. Jujur saja, Aku… AKU MASIH MENCINTAIMU INDAAHH !!!!” bentak Ilyas tegas Hingga di dengar oleh orang lain termasuk Rika yang sementara bersembunyi di balik tembok.


Ilyas memegang kedua tangan Indah dan meyakinkannya.


“aku mohon jangan tinggalkan aku Indah, aku masih membutuhkanmu… aku masih belum rela ditinggalkanmu… keluargaku serasa asing sekarang kecuali adikku. Kalau kau pergi, siapa lagi yang kuanggap keluarga ?. aku mohon Indah hiks…” kata Ilyas yang akhirnya menangis juga.


“akhirnya, kau mengakuinya Ilyas. Tapi… maaf aku harus pergi... Kita..., tak bisa seperti dulu lagi” kata Indah meyakinkan Ilyas.


Namun Ilyas hanya menggelengkan kepala dan menghapus air matanya.


“kau hebat yaa ?. perkembanganmu selama ini sangat hebat. Satu pun temanmu tidak ada yang kau abaikan, semua orang mengakuimu karena kebaikanmu sekalipun sikapmu Nakal. Di masa depan nanti.... Kau sangat cocok menjadi seorang Guru, aku yakin semua muridmu akan mengikutimu kelak seperti teman-teman kita sekarang” kata Indah yang mendukung Ilyas.


Indah tersenyum melihat Ilyas, dan mengelus pipinya.


“jujur saja, aku juga masih mencintaimu Ilyas tapi...., kita tidak bisa bersama lagi jadi setidaknya… ini yang terakhir….” Kata Indah dan mendekatkan wajahnya ke ilyas.


Begitupun Ilyas yang menutup mata dan akhirnya mereka berciuman untuk yang terakhir kalinya.


Begitu romantis dan tragis, namun di balik semua itu ada hati yang tersakiti. Melihat mereka yang masih saling mencintai, Rika masih bersembunyi dan menangis melihat orang yang di Cintainya masih mempunyai perasaan kepada orang lain.


“Ahh… ternyata seperti ini yaa rasanya Cinta bertepuk sebelah tangan ?. mengesalkan… menyakitkan… yaa tuhan, bisakah kau cabut hatiku untuk sementara ?. karena bagiku, ini sangat menyakitkan. Rasanya seperti tersayat walau tidak berdarah” gumam Rika dalam hatinya sambil menangis.

__ADS_1


Khaled menghampirinya dan memberinya tisu.


“lebih baik menangis sekarang. Daripada saat kau bertemu dengannya kau malah memendamnya, itu lebih menyakitkan” kata Khaled menenangkan Rika.


Dia mengambil tisu lalu memeluk Khaled dan meluapkan perasaannya pada Khaled menangis di pelukannya.


Setelah Ilyas dan Indah berciuman, mereka berdua akhirnya tenang kembali dan tersenyum satu sama lain.


“Selamat tinggal..., Pria bodoh” kata Indah pada Ilyas.


“Selamat tinggal..., Cewe Kampungan” balas Ilyas pada Indah.


Begitu lucunya mereka memanggil nama panggilan mereka satu sama lain saat pertama kali bertemu. Jemputan Indah akhirnya datang. Sebelum pergi, Indah memberikan sapu tangan padanya dan mengikatkan ke tangannya.


“itu kenang-kenangan. Kalau kau rindu, lihat saja ini. Tapi jangan di pake Onani yaa ?” kata Indah menggoda Ilyas.


“enak aja, mana mungkin. Sembarangan aja kamu” balas ilyas kesal.


Lalu mereka tertawa bersama-sama Dan pada akhirnya, mereka pun terpisah. Saat Indah pergi, Ilyas menggenggam sapu tangan itu dan memulai tujuannya.


“Aku bersumpah Indah...., suatu saat aku akan memenuhi Janjiku itu. Aku akan menjadi Guru yang di akui seperti Ibu Haspita sebagai The Absolute Teacher. Tunggu saja Indah..... Hari itu akan datang” kata Ilyas lalu berjalan kembali ke arah Gedung Umum.


Semua orang terharu melihat Ilyas dan indah melihat perpisahan mereka di balik jendela layaknya menonton sebuah Drama kecuali wali kelasnya.


“APA YANG KAU LAKUKAN, MASUK CEPAATTTT !!!!!” bentak wali kelas 2A-1.

__ADS_1


...****...


Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022


__ADS_2