Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 51 (Season 2) : Alasan terbentuknya One Eagle


__ADS_3

Tengah malam pun tiba. Di rumah sakit umum, seluruh orang mengalami ketegangan. Di mana Nuge yang tidak kunjung sadar, beberapa badan Ilyas di obati dan di jahit dalam keadaan tanpa di bius, luka yang di alami Rika dan Khaled di basuhi oleh perawat, dan beberapa Pasien dari Hotel tersebut di larikan ke rumah sakit di sana dan tempat lainnya karena ruangan rumah sakit sangat terbatas.


Ilyas yang bosan akhirnya keluar dari ruangannya tanpa di lihat oleh perawat sambil memakai Jiketnya. Ilyas berjalan melihat pasien-pasien dari hotel berdatangan. Bahkan ada yang menangisi kematian keluarganya.


Ilyas yang melihat hal itu tidak tega bahkan saat menuju ke ruangan Nuge. Ia melihat Kak Nurhan dan Ibunya yang tengah menangis menunggu Nuge sadar. Ia berjalan lagi dan mendapati Natasya yang tengah menangis dan ternyata, ayahnya di rawat karena mendapati luka. Tiba-tiba, Khaled datang dan menghampiri Ilyas


“aku sudah mendapatkan pelakunya, Ilyas” kata Khaled yang mengejutkan Ilyas.


Di suatu tempat rumah sakit, Khaled membuka laptopnya dan menunjukkan data yang berisi di hp tuan yang di tempati Wahyu menelpon. Hal itu di saksikan oleh Ilyas dan teman-temannya yang lain. Betapa terkejutnya, penyebabnya adalah dari perusahaan Dika Sanjaya. Salah satu mantan rekan/mitra dari Perusahaan Puang Onding.


“namanya Dika Sanjaya, sesuai dengan nama perusahaannya. Puang Onding sempat memutuskan kerja sama dengannya dan berakhir karena perusahaan itu menggelapkan Uang sebanyak bermilliaran. Tidak tahan melihat hal itu, Puang Onding mengundurkan diri dan tidak membantu perusahaan itu lagi. Dan mungkin karena alasan itu dia menyerang malam ini dengan menggunakan tentara bayaran” kata Khaled.


"terlebih lagi, dia menyewa mantan guru BK kita Pak Ayu" lanjut Khaled menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari Khaled, Ilyas semakin marah dan memukul tembok rumah sakit hingga tangan yang sudah di perban oleh perawat, mengeluarkan darah lagi. tidak lama setelah tu, Nurhan datang menghampiri mereka.


“kita tidak bisa asal menudu lho dik, memangnya bagaimana kau tahu dia pelakunya ?” Tanya Nurhan penasaran.


“dengan rekaman telepon sebelumnya lalu menggunakan frekuensi suaranya serta nomor telepon yang di gunakannya, semuanya cocok dan berpusat kepadanya” balas Khaled lalu memperdengarkan rekaman teleponnya.


“Cepat habisi dia dan bawa anaknya kemari. Lumayan kita bisa menyandera Anaknya dan menjadikannya sebuah jaminan agar perusahaanku bekerja sama lagi dengan Puang Onding” kata di rekaman itu.


“bukan Cuma itu saja, aku sudah menyimpan seluruh rekaman pembicaraan mereka yang telah membuat penyanderaan rencana malam ini" lanjut Khaled memperlihatkan bukti-buktinya.


Melihat hal itu, Nurhan takjub dan melihat kearah Ilyas


“dia adalah Anggotaku di One Eagle, kakak tidak bisa mengambil dan memasukkannya ke Asoka” kata Ilyas tersenyum.


“Heeee… kau punya orang yang menarik yaa Ilyas ?. tidak salah aku membentuk team ini di bawah lindunganku” balas Nurhan.


“sebutanmu tadi Database-Sama kan ?. dan juga Rika, aku sudah mendengar kau perempuan tapi punya beladiri dan keyakinan yang kuat. Selamat datang di One Eagle, kalian berada di bawah lindunganku” kata Nurhan menyambut Rika dan Khaled.


“baiklah Selanjutnya.....” kata Nurhan yang merenggangkan badannya tapi Ilyas sudah bergerak duluan mengambil kunci mobil oleh Sebastian.


“terima kasih sudah memberikan kuncinya. Ayah mungkin akan kesal tapi akan ku usahakan kau tidak di pecat” kata Ilyas yang mengambil kuncinya.


“Ooii, ini urusan orang Dewasa. biarkan kami yang mengurusnya para Asoka. Lagi pula, geng kami sudah semakin besar” kata Nurhan menarik Ilyas.


Namun Ilyas menampar tangan Nurhan


“ini bukan masalah secara umum, aku pergi karena masalah pribadi. Mereka yang mengusik orang yang kusayangi,…” kata Ilyas lalu mengepalkan tangannya.


“…akan aku bunuh mereka” lanjut Ilyas dan menatap kesal.


“anak ini semakin bahaya saja, karena sudah terbiasa membunuh dia sudah menganggapnya hal yang Lumrah” gumam Nurhan dalam hatinya.


"One Eagle kubuat bukan untuk membunuh Ilyas. Kau masih muda, seharusnya kau tidak melakukan hal sebesar ini" kata Nurhan membujuk Ilyas.


"TERUS APA TUJUAN KAU MENCIPTAKAN ONE EAGLE YANG SEBENARNYA !!!!?" bentak Ilyas kesal.


Bentakannya itu membuat Ilyas menjadi pusat perhatian.


"aku mempertahankan Kelompok ini karena kami tak bisa mengandalkan Polisi, Guru, dan Orangtua makanya kami melawan hal-hal yang mengusik kami. Dan mereka membuat temanku terluka, mereka membuat Nuge tidak sadarkan diri, mereka membunuh secara keji, tidak akan kubiarkan" balas Ilyas geram.


"kalau begitu, aku akan mengambil sudut pandang dari keluarga para Ter*ris yang kau bunuh. Ilyas, kau adalah pembunuh.... masih terlalu muda, tapi sayang ternyata pembunuh... orang yang kau bunuh juga mempunyai anak, istri, dan keluarga yang menunggunya di rumah" kata Nurhan yang membuat Ilyas tersudut tak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


"Kau tidak memikirkan itu kan ?. Ilyas, kalau kau tidak bisa memikirkan itu, maka kau tidak layak menjadi pemimpin dari Kelompok ini" lanjut Nurhan yang membuat Ilyas semakin tertekan.


"terus kenapa kau menciptakan One Eagle kak Nurhan ?" tanya Rika yang penasaran.


Nurhan melihat ke arah mereka seraya berkata


"One Eagle kuciptakan untuk menjadi malaikat maut bagi Asoka" balas Nurhan yang membuat semua orang terkejut.


"Apa maksudnya ?" tanya Khaled dan Melly.


"Asoka smakin besar, tidak lama lagi aku tidak akan bisa memimpin mereka dan turun tahta dari kepemimpinan dari Geng motor tersebut dan saat itu terjadi Ilyas, bersama dengan Nuge atau kamu sendiri, tolong bubarkan Asoka dengan cara apapun" kata Nurhan meyakinkan Ilyas.


"walaupun begitu, itu tidak menjadi alasan aku untuk mundur menyerang mereka Kakak" balas Ilyas dan berpaling.


“kalau begitu, aku akan ikut denganmu beserta pasukanku. Kau masih tetap berada di pengawasanku selama aku masih pemimpin Asoka Ilyas” kata Nurhan membujuk Ilyas.


“kakak, aku sudah bilang padamu..” balas Ilyas membantah namun berhenti saat pundaknya di remuk Nurhan.


“kau tidak patuh, maka keluar saja dari One Eagle. Aku tidak butuh orang yang tidak patuh di bawah perlindunganku” kata Nurhan mengancam Ilyas dan membuat Ilyas ketakutan.


“Orang ini masih saja, awrah kekuatannya masih tetap menakutkan” gumam Ilyas kesal dalam hatinya.


“lakukan saja sesukamu, aku bergerak duluan” kata Ilyas dan pergi.


“sisanya adik-adik di sini saja” kata Nurhan lalu Khaled memberikan headset Nuge yang di pakainya di Hotel tadi.


“kau membutuhkannya kak, aku akan memandumu dengan Ilyas” kata Khaled.


“terima kasih Database-Sama, ini sangat membantu” balas Nurhan dan pergi.


“aku tahu kau pasti akan bergerak Putraku” kata Ayah Ilyas.


“ibumu dan adikmu sudah pulang, seharusnya kau mematuhiku sekarang kan ?” lanjut Ayahnya mengancam.


Ilyas menundukkan kepala dan berjalan melewatinya.


“katakan itu setelah semuanya selesai, malam ini aku tidak bisa tidur sebelum membawa pelakunya” balas Ilyas melewati Ayahnya.


“ANAK MUDAAA !!!!” teriak Puang Onding yang membuat langkah Ilyas berhenti.


“tetaplah jadi manusia, jangan menjadi monster seperti di Hotel itu” kata Puang Onding memperingatinya.


“aku akan membuat pelakunya sujud di hadapanmu. Tapi sebelum itu, aku akan membuat si pelaku sujud mencium memohon maaf di kaki temanku” kata Ilyas lalu meninggalkan mereka semua.


“putramu memang hebat yaa ?. Aku tidak menyangka kau sehoki itu mendapatkannya” kata Puang Onding meyakinkan Pak Andi.


...****...


Di perjalanan, Ilyas mengendarai mobil yang sering di bawah oleh Sebastian dan menancap gassnya dengan kencang.


“pandu aku Database-Sama” kata Ilyas.


“baiklah, aku akan memandu kalian” balas Khaled.


Begitupun dengan Nurhan yang mengikuti Ilyas dari belakang beserta pasukannya. Di tengah malam, mereka membuat keributan dengan kenalpot yang keras. Sampai saat gedung tempat perusahaan itu kelihatan, Khaled memberikannya intruksi.

__ADS_1


“gedung yang mempunyai layar Iklan di tengahnya, itu adalah gedungnya” kata Khaled lewat Headsetnya.


“baiklah, aku akan menerobos” balas Ilyas.


“Jaa.. jangan bilang… Ilyas ?” kata Nurhan yang ragu.


Ilyas semakin mengencangkan Gass Mobilnya lalu naik menebrak Pintu masuk perusahaan tersebut.


Semomua orang yang ada di dalam langsung panik dan para keamanan mendekati mobil yang menerobos tersebut.


“SIAPA KAU !!!?” teriak para keamanan yang melihat Mobil itu.


Ilyas keluar dari Mobil dan berkata


“Malaikat maut yang mau mencabut nyawa pak Dika, salam kenal” balas Ilyas sambil mengeluarkan Pistol.


Semua anggota Keamanan tidak ada yang mendekat karena tidak memIliki Pistol di tangannya.


“heh inilah Indonesia. Mereka menyiapkan keamanan, tapi bahkan anggota keamanannya tidak penuh persiapan. Malah molor dan tidur se’enak jidat” kata Ilyas lalu menodongkan Pistol ke arah Operator yang daritadi mengangkat tangan.


“katakan padaku, Pak Dika masih adakan ?. tergantung jawabanmu, akan kutembakkan Pistol ini” kata Ilyas.


Lalu Nurhan datang dari belakang beserta anggotanya.


“Ilyas, jangan berlebihan” kata Nurhan menenangkan Ilyas.


“di.. dia masih ada di atas kok, dia belum pulang karena katanya dia harus lembur malam ini, di lantai 5 ruangan Pak Dika tertera di pintunya” kata Operator itu dan mengencingi dirinya sendiri.


“terima kasih... Pistolnya kosong kok” kata Ilyas lalu melempar pistolnya ke arah keamanan.


“BOCAH SIALAAANNN !!!!” teriak para Keamanan dan menyerbunya.


“LINDUNGI ILYAASS !!!” teriak Nurhan memerintahkan anggotanya.


Seluruh anggota Asoka melindungi Ilyas sampai dia tidak punya kesempatan untuk bergerak. Nurhan menepuk punggung Ilyas dan mendorongnya.


“ayo jalan Ilyas, kalau bisa simpan tenagamu untuk di ruangan Bossnya. Aku yakin mereka pasti punya persiapan juga” kata Nurhan memperingati Ilyas.


“baik kak” balas Ilyas.


Lalu mereka berdua berlari menuju kearah Tangga karena Akses Lift di matikan. Seluruh anggota keamanan menyerbu mereka di tangga dan mereka melawan memaksa naik. Mereka menghadapi satu persatu keamanan yang mencoba menahannya di tangga Sampai di lantai 5, kaki Ilyas mulai gemetar tidak kuat.


“bagaimana kalau kau istiahat saja, aku yang akan mengurus sisanya” kata Nurhan lalu di tahan oleh Ilyas.


“aku… masih kuat hah…” kata Ilyas memaksa.


Dan malam itu Pak Dika masih menunggu di ruangannya sambil melihat ke arah jendela dengan meminum secangkir Wine.


"Hmmm..... Malam yang sangat indah hari ini" kata Pak Dika yang duduk dengan santainya.


...****...


Facebook : HackBae


Instagram : hackbae2022

__ADS_1


__ADS_2