
Beberapa hari telah berlalu, kondisi Ilyas semakin sehat dan akhirnya di bawa ke Persidangan di dampingi oleh Yuuki yang mendorong kursi rodanya.
"Kak Yuuki, aku bisa sendiri lho kak. Tidak usah membantu mendorong segala" kata Ilyas pada Yuuki.
"tidak akan. Kali ini aku akan melayanimu tuanku, tidak akan kulepaskan lagi bahkan saat kau memaksa untuk melarangku" balas Yuuki tegas.
"Haahhhh.... sepertinya aku tidak bisa menang berdebat lagi olehmu Kak Yuuki"
"ini juga demi kebaikanmu, tuanku".
Di persidangan itu pak Nata begitu terkejut karena tak ada wartawan sedikit pun. Bahkan hp di sita sebelum masuk. Setelah Awwing di dakwah sebagai tersangka dan bersalah, akhirnya dia di bawa ke penjara. Begitupun
dengan Ilyas yang di masukkan dalam penjara. Mereka berdua di masukkan dalam sel yang berbeda sampai di mana Pak Nata dan Pak Andi melihat putra mereka di penjarakan.
“maaf Tuan Boss, sepertinya kita bisa selesaikan masalah ini dengan damai. Kini putraku masuk ke dalam penjara begitupun dengan tuan muda. Jadi kita bisa berdamai kan ?” Tanya Pak Nata.
Pak Andi mengudut cerutunya lalu meniupkan asapnya ke Pak Nata
“Berdamai ?. kamu mau minta damai ?. yang memulai masalah ini adalah kau dan putramu. Ternyata kebusukan kalian sama saja. Aku datang di sini bukan ingin berdamai denganmu” kata Pak Andi.
Pak Nata terkejut dengan tanggapan Pak Andi saat itu yang dengan santainya.
“Pak Syarif, bukankah sudah waktunya ?” kata Pak Andi.
Lalu Pak Syarif membuka sel penjara Ilyas dan membebaskannya.
“A.. apa maksudnya ini Tuan Boss ?” Tanya Pak Nata terkejut.
Begitupun dengan Awwing yang sama terkejutnya dengan ayahnya
“apa maksudnya ini ?. kau membebaskan seorang pembunuh !!!” bentak Awwing.
Pak Syarif memukul Sel tahanan Awwing lalu berkata padanya
“lebih baik kau diam atau nanti malam kami akan menghajarmu” ancam Pak Syarif kesal.
“beginikan cara putramu ?. dia menangkap Putriku seperti pengecut dan membuat Ilyas tidak bisa melawan sampai kalang kabut membunuh seseorang. Aku hanya melakukan kecurangan yang sama Pak Nata” kata Pak Andi.
“semuanya bisa kubeli dengan Uang bahkan hakim sekalipun” lanjut Pak Andi yang membuat Pak Nata semakin terkejut.
“jadi selama ini berjalan sesuai dengan rencanamu ?” Tanya Pak Nata Syok.
“saking syoknya, kata sopanmu padaku langsung hilang. Yaa... aku menutup kasusnya secara sepihak. Kalau kau mau menebus putramu, tebusi saja. Itupun kalau kau mampu membayar lebih tinggi dariku” kata Pak Andi.
“Memannya berapa uang yang di berikan pada kalian !!!?” bentak Awwing.
Lalu Pak Syarif mengangkat kesepuluh jarinya
“heh ternyata Cuma sepuluh juta. Beberapa bulan kemudian kami bisa kok” kata Awwing.
“bukan 10 Juta, 10 Milliar di tambah dengan gaji para polisi naik 2x lipat dalam setahun” kata Pak Syarif yang membuat Awwing syok.
__ADS_1
Pak Nata tak bisa berdiri lagi mendengar tebusan Pak Andi yang tak bisa di jangkau oleh Pak Nata.
“kau… benar-benar curang, Andi sialan” kata Pak Nata kesal meneteskan air matanya.
Pak Andi memegang dagu Pak Nata dengan keras dan meniupkan asap cerutunya padanya
“Semuanya Adil dlam Cinta dan Perang. Kau yang mulai perang ini, aku yang mengakhirinya” kata Pak Andi lalu mendorong Pak Nata.
Saat Ayah Ilyas berdiri, Pak Syarif mendekatinya dan berkata padanya
“Tuan, kata-katamu keren sekali seperti di Film. Dapat darimana pak ?” Tanya Pak Syarif.
Lalu Pak Andi menatap Pak Syarif hingga dia mengalihkan pandangannya
“Maaf tuan aku lancang” lanjut Pak Syarif.
“aku mendapatkan kata-kata ini dari kartun pagi kesukaan Putraku. Si kotak Kuning yang berada di dasar lau itu siapa namanya ?” Tanya Pak Andi.
Ilyas menahan tawanya walau sekilas terlihat dia tertawa karena perkataan ayahnya.
“kau tertawakan ?” Tanya Ayah Ilyas pada Putranya.
“ti.. tidak kok” balas Ilyas menahan tawa.
“kau jelas tertawa kan ?”
“aku bilang tidak.. kkhh…”
...****...
“kenapa Ayah membebaskanku ?. bukankah ayah membenciku ?” Tanya Ilyas pada Ayahnya.
“aku memang membenci sikapmu yang kekanakan itu sampai membunuh orang segala, kau bisa mencoret nama baikku karena itulah aku melakukan rencana ini” kata Ayahnya Blak-balakan.
“iya iya… karena inilah aku tidak pernah peduli padamu dasar orangtua” balas Ilyas kesal.
Setelah diam sejenak, Ayahnya melanjutkan perkataannya
“dan juga, aku melakukan ini karena kau adalah Putraku. Tak bisa ku bayangkan, bagaimana tersiksanya dirimu di jeruji besi. Padahal setiap malam, aku melihatmu tidak bisa tidur karena membayangkan dirimu yang pernah
membunuh seseorang” lanjut Ayahnya mengasihani putranya.
Ilyas melihat kearah Ayahnya namun ayahnya melihat kearah jendela mobil.
“kau sudah menjadi Kakak yang baik bagi Layla. Sampai mengorbankan dirimu sendiri, kau memang Putraku” lanjut Ayah Ilyas.
Mendengar perkataan itu, Ilyas menundukkan kepala dan menangis. Ilyas mencoba menghapus air matanya yang tidak berhenti keluar
“aku selalu berpikir… ayah membenciku… hikss…” kata Ilyas menangis.
“aku tak pernah membencimu, aku hanya membenci sikapmu”
__ADS_1
“Maaf Ayah… aku.. aku minta maaf…” kata Ilyas yang akhirnya menangis mengeluarkan perasaannya.
Sambil melihat ke arah Jendela, Pak Andi mengelus kepala putranya yang menangis. Begitupun dengan Yuuki yang memberikan tisu ke Sopir menghapus air matanya karena terharu melihat tuannya dan tuan muda yang akhirnya mulai membaik sedikit-demi sedikit.
Sampai dirumah, Ayah Ilyas berjalan menuju ke rumahnya. Di ikuti oleh Ilyas yang berjalan di belakangnya. Tiba-tiba, Layla membuka pintu rumahnya.
“Hoo.. putriku ternyata menyambut kami pulang yaa ?” kata Ayahnya.
Layla berlari dan Ayahnya bersiap untuk memeluknya tapi, Layla melewati Ayahnya dan menebrak Ilyas sampai terjatuh
“adududududuhhh sakit Layla, Kakak kan baru pulang” kata Ilyas yang terjatuh.
“Selamat datang ke rumah, Kakak Bodoh” kata Layla menyambut Kakaknya.
Ilyas tersenyum dan mengelus kepala adiknya.
“Aku pulang, Adik Rewel” balas Ilyas.
Di sisi lain, Ayah mereka masih Syok dengan posisi yang mau berpelukan. Istri pak Andi pun datang dan memeluk suaminya
“sini aku yang peluk, selamat datang Sayang” kata Istrinya.
“Kumaafkan karena istriku Imut” balas Ayah Ilyas.
...****...
Ilyas berjalan ke kamarnya yang kini pintunya sudah di perbaiki dan rapi setelah dia meninggalkan kamarnya dalam beberapa hari.
"Woowww.... Siapa yang membersihkan kamar ini ?" tanya Ilyas.
"Siapa lagi kalau bukan Kak Yuuki ?. Amit-amit aku yang bersihkan kamar kakak yang berantakan dan bau" balas Layla yang mengalihkan wajahnya.
Ilyas melihat kearah Yuuki yang sedang bersembunyi namun Yuuki menggelengkan kepala lalu menunjuk ke arah Layla. Ilyas tersenyum lalu mengelus kepala adiknya.
"terima kasih sudah merawat kamar Kakak"
Layla yang menerima elusan itu matanya mulai berkaca-kaca dan memeluk Kakaknya lagi.
"Maaf... selama ini aku menjadi adik yang buruk. Aku kesepian selama Kakak tidak ada di sini" kata Layla memeluk Kakaknya.
"kesepian karena nggak ada yang bisa kau ganggu ?" tanya Ilyas.
"Iya, termasuk yang itu"
"termasuk yaaa..."
Ilyas membalas pelukan adiknya dan mengelus keala Layla.
"Maaf yaa ?. Kakak membuatmu Khawatir" balas Ilyas.
... ****...
__ADS_1
Facebook : HackBae
Instagram : hackbae2022