
Saat masuk ke ruangan Perpustakaan, ternyata ruangannya begitu luas dan seorang gadis mengenakan kecemata berpenampilan biasa saja duduk di kursi sambil membaca buku di meja yang sangat luas. Perempuan itu terlihat sederhana dengan rambut yang di ikat Kepang. Saat sadar, dia menoleh melihat Ilyas sambil tersenyum dan berkata
“aku sudah menunggumu datang, Ilyas”.
Karena terkejut, Ilyas menoleh ke kaann dan kekiri bahkan kebelekang namun tidak ada orang-orang.
“Heh ?. maksudnya aku ?” tanya Ilyas menunjuk dirinya.
perempuan itu tersenyum dan menggeser dirinya di kursi yang panjang.
“duduklah di sampingku” kata perempuan itu menawarkan pada Ilyas.
Namun Ilyas duduk di kursi yang depannya saja karena malu.
“aku tak pernah melihatmu, kau mengenalku ?” Tanya Ilyas penasaran.
“siapa yang tidak mengenal Ilyas si pembuat masalah Partner Nuge ?” balas perempuan itu dan membuat ilyas tersinggung.
Ilyas berdiri dan menuju ke lemari buku sambil memilih sebuah buku lalu duduk kembali lalu mengeluarkan Yakisobanya.
“ambillah, aku tak mungkin menghabisinya sendirian” kata Ilyas pada gadis itu.
“ara… terima kasih. Kalau begitu, aku akan membuatmu minuman hangat” balasnya
Perempuan itu membuat minuman lalu menyeduhkan minuman hangat di cangkir yang begitu indah pada Ilyas.
“terima kasih. Ahh ngomong-ngomong Yakisobanya Asam dan Cuka, jadi pelan-pelan aja makannya” kata Ilyas memperingatkan.
“aku tahu kok, biasanya aku juga beli soalnya” balas gadis itu.
Lalu mereka membaca buku bersama sambil memakan Yakisoba dan menyedup minuman hangat dengan tenang. mereka tidak berbicara satu sama lain tapi karena penasaran, beberapa menit kemudian akhirnya Ilyas bertanya
“ngomong-ngomong, namamu siapa ?. rasanya aneh tidak bisa memanggil namamu” kata Ilyas pada gadis itu.
Dan Gadis itu berhenti membaca bukunya dan tersenyum
“namaku Rika, aku dari kelas 1-E/2 salam kenal” kata Gadis itu memperkenalkan diri.
“aahh.. sama-sama” balas Ilyas lalu melihat sekitarnya.
“perpustakaan ini luas sekali yaa ?. sayang sekali tidak ada yang masuk membaca, ruangannya tenang cocok untuk di pakai membaca” kata Ilyas memuji perpustakaan itu.
“awalnya Perpus ini sudah tidak terpakai, karena semua orang bakal belajar di Perpustakaan di kelas Umum. Di sini hanya ada buku lama, dongeng, sastra, sejarah, dll” kata Rika.
“heeeehhh….” Balas Ilyas yang terkagum.
__ADS_1
“karena itulah saat aku kena hukuman membersihkan perpustakaan ini. Setelah membersihkan aku melihat buku-bukunya sangat menarik, aku minta izin pada bu Haspita untuk menjadi anggota perpustakaan ini dan merawatnya dengan baik. Awalnya guru lain di kelas E tidak setuju tapi, bu haspita membantuku dan melapor sama kepala sekolah. Dan akhirnya aku di berikan amanah untuk menyimpan kuncinya. Setiap jam istirahat dan jam ekstrakulikuler aku ke sini dan memasang lembaran perekrutan di madding. Tapi nggak ada yang mendaftar selain aku” kata perempuan itu pada Ilyas.
Mendengar hal itu Ilyas sedikit tersentuh dan meyakinkannya
“kebetulan aku suka membaca dengan tenang, aku juga butuh tempat makanan yang tenang. Bisakah aku gabung di sini ?. sekalian aku akan membawa temanku Nuge” kata Ilyas pada Rika.
“terima kasih. Tapi, perpustakaan ini membosankan lho” kata Rika.
“membosankan karena kau membacanya sendiri. Tapi lihat saat aku duduk di sini, rasanya tidak membosankan membaca buku sendirian kan ?” Tanya Ilyas sambil tersenyum.
Rika tersipu malu karena perkataan Ilyas yang mendukungnya.
“kalau begitu, datanglah besok ke sini lagi. Aku akan siapkan formulir buat kalian berdua” kata Rika.
“baiklah. Tapi sebelum itu, aku akan menemanimu dulu sambil lihat-lihat buku di sini” balas Ilyas.
"baiklah silahkan" baals Rika menawarkan.
"tapi, Bu Haspita benar-benar baik yaa ?. memang layak di sebut sebagai *The Absolute Teacher" *Kata Ilyas memuji.
"Ara.. ku kira tadi kau ingin membaca buku dengan tenang" balas Rika sedikit mempermainkan Ilyas.
"yaa benar sih. tapi, rasanya kepercayaanku pada guru akhirnya meningkat karenanya. awalnya aku tak mempercayai guru manapun tapi karenanya, akhirnya aku memberi kesempatan pada diriku sendiri untuk percaya pada orang lain lagi" kata Ilyas Curhat pada Rika.
"apa kau kepikiran untuk menjadi guru seperti dirinya ?. seperti, The Absolute Teacher Mr. Ilyas Indra Purnama" kata Rika menggoda Ilyas.
"bagaimana kau tahu nama asliku ?" tanya Ilyas penasaran.
"karena selama ini aku memperhatikanmu, padahal sebelumnya kita bertemu tapi kau tidak mengingatku kan ?" tanya Rika kembali.
Ilyas akhirnya diam karena memang benar, ia lupa bahwa pernah bertemu dengan gadis ini. Rika tersenyum puas melihat ekspresi Ilyas dan membuat Ilyas semakin kesal.
"Perempuan ini bahaya, apakah dia stalker ?. bahkan dia bisa menggodaku seperti itu. sebenarnya, siapa perempuan ini ?" gumam Ilyas dalam hatinya.
Lalu mereka berdua akhirnya membaca buku dengan tenang hingga Sore hari, bel waktu jam sekolah tutup berbunyi. mereka berdua akhirnya keluar bersama dari gedung itu.
"Besok aku akan menunggumu Ilyas. dan juga, akhirnya aku menggunakan cangkir lebih" kata Rika pada Ilyas.
"iya, tenang saja. beberapa hari lagi, aku berjanji. Perpustakaan itu akan ramai di kunjungi, sampai kamu harus melayani meja yang penuh dengan cangkir air hangat" Balas Ilyas berjanji pada Rika.
Rika tersenyum padanya lalu melambaikan tangan.
"jadi tidak sabar, Bye-bye Ilyas" kata Rika pada Ilyas.
Begitupun dengan Ilyas melambaikan tangan pada Rika lalu mereka akhirnya berpisah. Indah melihat mereka dari jauh, tidak berani mendekati mereka. karena Indah sedang menunggu Melly yang tinggal karena kegiatan di Club Ekstrakulikuler olahraganya.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya Nuge begitu terkejut di bawa oleh Ilyas di perpustakaan.
“kenapa kau membawaku ke tempat yang paling ku benci Ilyas, kau berjanji membawaku di tempat yang seru” kata Nuge yang kecewa.
“lah ini seru kok. Ruangan yang sepi, banyak buku, di sedupin minuman hangat, kurang apa coba ?” kata Ilyas menggoda Nuge.
“tapi Ilyas aku kan…”
belum sampai perkataan Nuge, Ilyas membiikkan di telinga Nuge
“rak untuk Komik dan buku bergambar di sana” bisik ilyas sambil menunjukkan raknya.
“Ok Gass” balas Nuge langsung pergi ke arah yang di tunjukkan.
“tidak apa-apa nih ?” Tanya Rika yang sedikit ragu.
“nggak apa-apa kok. Emang Nuge orangnya gitu” balas Ilyas menenangkan Rika.
Setelah lama membaca buku, Nuge menyedut minuman hangat yang di buatkan oleh Rika
“jadi, kau mengharapkanku untuk menjadi anggota ketiga di Club ini agar ruangan ini tidak di tutup lagi begitu ?” Tanya Nuge sama Rika.
“iya, tapi kami tidak memaksa kok” balas Rika sambil menundukkan kepalanya.
Setelah lama berpikir panjang, Akhirnya Nuge menuju ke keputusan akhir
“baiklah aku akan masuk. Lagi pula, apapun urusan Ilyas kini menjadi urusanku selama nggak berlebihan” kata Nuge memutuskan.
“thanks Aibo” balas Ilyas.
Lalu Rika memberikan formulir pendaftaran Club pada mereka berdua
“kalau begitu, silahkan di isi. Kalian tidak keberatakan kan kalau aku jadi ketuanya ?” Tanya Rika pada mereka berdua.
“tidak masalah” kata mereka berdua sambil menulis formulirnya.
Setelah itu, Rika permisi keluar menuju kantor kelas E untuk menyerahkan formulirnya. Dan saat Rika kembali, betapa terkejutnya Nuge saat dia bersama Bu Haspita datang.
“i.. ibu Haspita..” kata Nuge gugup sambil berdiri.
“ahh aku sudah melihat formulir kalian. Dengan begitu, aku memutuskan menjadi pembiming kalian di Club ini. Tidak masalah kan ?” Tanya bu Haspita pada mereka berdua.
“Nuge malah senang kok bu” balas Ilyas dan membuat raut wajah mereka berdua memerah.
__ADS_1
lalu terbentuklah Club Ekstrakulikuler Perpustakaan gedung E yang akan menjadi markas kecil One Eagle dan teman-temannya