Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 10 (Season 2) : Faksi Ular sudah berakhir


__ADS_3

Sebagian murid akhirnya pulang di jam Siang. Ilyas yang berjalan sebelum pulang, ia di tahan oleh ibu Haspita di tengah jalan dengan cara menarik tangan Ilyas.


“aku tidak mengerti, kenapa kau sejahat itu pada Nuge ?. padahal selama ini, Nuge berjuang untukmu” kata Ibu Haspita.


“justru karena itu bu, aku mulai bergerak seperti ini. Aku sudah muak melihat tingkah mereka” kata Ilyas dengan perasaan marah.


Ibu Haspita semakin kebingungan melihat Ekspresi Ilyas yang tiba-tiba berubah layaknya Ilyas mempunyai banyak wajah yang bisa dengan cepat ia ekspresikan.


“apa maksudmu ?” Tanya ibu haspita kebingungan.


“baru kemarin-kemarin ini aku di skors bu guru. Karena itulah aku diam di kelas. Tapi, itu bukan berarti aku membiarkan mereka seenaknya di luar kelas” kata Ilyas melepaskan tangan bu Haspita secara paksa.


Mengetahui hal itu akhirnya ia memahami apa maksud perkataan Ilyas. Bu Haspita mencoba menghentikan apa yang akan di lakukan Ilyas.


“Ilyas, perkelahian tidak akan menyelesaikan masal…” kata bu Haspita yang perkataannya belum sampai di potong oleh Ilyas.


“AKU TIDAK SELEMBUT NUGE LHO BUU !!!. Dia mungkin akan mendengarkanmu tapi aku tidak. Kalau ibu sampai ikut campur, aku tidak akan tanggung jawab kalau ibu sampai kenapa-kenapa” kata Ilyas mengancam Bu Haspita dengan tatapan yang sangat marah.


Ilyas mulai berjalan sendirian meninggalkan Bu Haspita menuju ke bawah jembatan dan menelpon Abang.


“hallo ada apa Ilyas sialan ?” kata Abang menjawab telepon Ilyas.


“Halo pemimpin faksi Cacing Pita” kata Ilyas menghina Abang.


Seluruh kawanan Abang terkejut mendengar telepon dari Ilyas yang terdengar menghina faksi mereka.


“apa maksudnya itu Ilyas sialan ?” kata Abang yang sangat geram.


“kau tidak dengar yaa ?. aku sedang menghinamu. Bagaimana ektingku di kelas, sangat bagus kan ?. kayaknya aku harus dapat Piala Awards sebagai Ekting terbaik tahun ini” kata Ilyas menghina Abang.


“Bajing*n kau Ilyas sialan, aku akan membunuhmu kalau aku menemukanmu. Di mana kau sekarang !!!” bentak Abang sambil telepon.


“aku sudah mempersiapkan tempat yang luas di bawah jembatan samping sekolah. Sekalian bawa faksimu ke sini, akan ku hancurkan Faksi Ular sampai ke akar-akarnya. Hari ini aku akan jadi pemangsa kalian sebagai Elang” kata Ilyas lalu menutup teleponnya.


Abang yang kesal saat itu membuat matanya sampai memerah karena kesal


“sekarang bagaimana boss ?” kata salah satu kawanan Abang.


“mau apa lagi, PANGGIL SELURUH FAKSI ULAR DAN MENUJU KE BAJINGAN ITU SEKARANG JUGA !!!” bentak Abang sambil menendang rongsokan yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Faksi Ular akhirnya sampai di bawa jembatan dengan membawa senjata secara bergerombolan. Dan betapa terkejutnya saat mereka melihat Ilyas yang Cuma sendiri.


“apa-apaan ini ?, apa kau melawak sendirian ?. sendiri pun aku bisa menjatuhkanmu” kata Abang merendahkan Ilyas.


“kalau begitu sini maju sendirian” kata Ilyas menantang Abang.


Dengan perasan kesal dia berlari menuju Ilyas untuk menghajarnya. Ilyas dengan mudah menghindarinya lalu mengambil posisi kuda-kuda


“Jurus terlarang paman Jeet kune do, Pukulan satu Inci 10% !!!!” kata Ilyas lalu menghajar Abang sampai terlempar.


“itu bahkan belum pemanasan, aku sendiri sepertinya cukup untuk melawan kalian semua” kata Ilyas mengejek faksi Ular.


Setelah ejekan Ilyas, semua anggota Faksi Ular menyerang. Ilyas mengepalkan tangannya lalu berlari dan melompat memasang kuda-kuda


“jurus terlarang paman. Jeet kune do, eolution dragon kick meteor !!!!” kata Ilyas menyebut jurusnya.


Tendangan Ilyas yang seperti meteor membuat faksi Ular terlempar berhamburan mencari celah. Perbuatan faksi Ular memberikan Ilyas kesempatan untuk berdiri berbicara


“sepertinya yang tadi terlalu panjang. Lain kali aku singkat atau mungkin tidak usah ku sebut saja. Sekarang ayo kita lanjutkan” kata Ilyas lalu seluruh faksi Ular menyerang.


Ilyas menyerang mereka dengan tendangan lalu menangkis serangan mereka satu per satu. Walau begitu kadang ia kena serangan karena di serang secara membabi buta. Ilyas tampa menyerah dia tetap menyerang


Hari mulai gelap. Betapa terkejutnya Abang waktu melihat Ilyas berdiri sendirian di tumpukan faksi Ular yang sudah tumbang.


“apa hanya segini kekuatan faksi kalian ?. Sudah keroyokan, kalah lagi” kata Ilyas sambil ngos-ngosan.


Ilyas berjalan dan menunjuk ke arah Abang


“sekarang giliranmu, sialan. Kau sudah berani menghajar sahabatku sampai terluka. Akan ku kirim kau keneraka” kata Ilyas menunjuk Abang.


“si.. sialaaaann !!!!!” teriak Abang berlari menuju ke Ilyas.


Abang mulai menyerang dan Ilyas menghindari lalu menangkis serangan Abang. Ilyas sengaja tidak menyerang untuk menjatuhkan mental Abang yang serangannya tidak pernah kena.


“kenapa ?. kenapa seranganku tidak ada yang kena ?” kata Abang yang mulai bergetar ketakutan.


“karena kau sangat lemah. Jujur saja, kalau kau dan nuge satu lawan satu aku yakin dia mampu menjatuhkanmu. Kau hanya berani keroyokan selama ini yang kutahu. Bukankah begitu Abang sialan ?” kata Ilyas memancing amarah Abang.


Sekilas Abang mengingat perjuangannya selama ini untuk berada di puncak dan memimpin faksi Ular dan dengan mudahnya di katakan lemah bahkan lebih lemah daripada Nuge.

__ADS_1


“sialaannn !!!!. Nuge tidak akan bisa mengalahkanku apalagi dirimu !!!!” teriaknya sambil memungut senjata terali yang jatuh.


Ilyas menahannya dengan tangannya dan itu membuat Abang terkejut.


                                                                                        *****


Di sisi lain Ayah Ilyas yang duduk di kantor kerjanya mengelus tangan kirinya yang kini terlilit oleh perban.


“apa anda membutuhkan obat nyeri untuk tangan anda tuan boss ?” kata asisten pribadinya di kantor.


“ahh tidak usah, kau kembalilah ke pekerjaanmu semula” perintah ayah Ilyas.


“baik tuan Boss” balas asistennya lalu meninggalkan ruangan kerja Ayah Ilyas.


“anak itu, tidak kusangka dia benar-benar kuat. Dengan kekuatannya yang sekarang, dia benar-benar mempunyai kekuatan layaknya monster” kata Ayah Ilyas sambil mengelus lengan kirinya yang terluka.


                                                                                            *****


Kembali ke pertarungan Ilyas, Abang terkejut karena dengan mudah Ilyas menahan terali itu dengan tangan walau akibatnya membuat tangannya terluka dan berdarah


“kau ingatlah satu hal, Nuge itu sungguh lebih kuat dariku lho” kata Ilyas lalu mengambil kuda-kuda.


“Jeet Kune Do, Pukulan satu inci 30% !!!!” lanjut Ilyas lalu menghajar Abang.


Pukulannya itu membuat Abang terlempar jauh dan tak mampu berdiri.  Abang susah untuk bernafas dan hanya mampu mengambil sedikit udara. Ilyas tidak berhenti batuk dan mengeluarkan darah


“to… tolong aku…ohok…” kata Abang yang tak mampu berdiri lagi.


Ilyas berjalan ke dekatnya dan menginjakkan kaki di samping kepalanya


“setelah kau sembuh, usahakan kau minta maaf  pada Nuge” kata Ilyas dengan tatapan yang mengancam.


“Sial, aku meremehkan anak ini. Dia benar-benar seperti Monster. Tidak, monster hanya untuknya pemimpin Faksi Singa. Bocah ini bahkan tatapannya aku hanya bisa menggambarkan Iblis pada dirinya” gumam Abang dalam hatinya hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri.


“Dan bagi kalian faksi Ular, Faksi kalian sudah hilang di Kelas E. kalau aku dengar nama Faksi Ular lagi, akan ku mangsa lagi kalian seperti Elang yang memangsa Ular” ancam Ilyas kepada seluruh faksi Ular yang takut untuk berdiri karena kekuatan Ilyas.


"Kalian mendengarkanku kan ?" tanya Ilyas yang emakin menatap tajam ke mereka.


Semua Faksi Ular langsung berlari ketakutan melihat Ilyas yang terlihat mengancam. setelah pertarungan itu, Ilyas kembali mengambil tasnya dan melihat ke arah atas jembatan

__ADS_1


"Aku kira ada orang, cuma perasaanku saja yaa ?" gumam Ilyas sendirian lalu meninggalkan tempat itu.


__ADS_2