
Jason yang semakin kesal berteriak tidak jelas. Semua Mafia yang melihat kami begitu ketakutan
"inikah kekuatan dari duo Iblis One Eagle ?" kata salah satu Anggota Mafia.
"Mereka berdua jauh di atas kami, sebaiknya kita kabur" kata para mafia itu lalu lari meninggalkan ruangan tersebut.
"Menyedihkan sekali, mereka semua kabur. Mereka tidak tahu, bantuanku yang lain akan segera datang. Di daerah ini, aku mempunyai anggota Mafia dan mereka pasti menolongku" kata Jason yang masih mengelak.
"Hoo kalau itu tenang saja. Aku juga sudah membuat aliansi pada Geng berandalan yang sudah kami kalahlan sebelumnya dan menyandra para Mafia kalian. Dan lagi-lagi, kami menggunakan Database-sama agar mendapatkan lokasinya. Kau sudah Skakmat Jason" kata Nuge yang mematahkan argumen jason.
Jason tidak bisa apa-apa selain mencakar wajahnya saking kesalnya
"kalian terlalu curang, kalian terlalu curang. Bagaimana bisa bocah seperti kalian bisa melakukan hal sebesar ini, siapa kalian sebenarnya !!!!?" teriak Jason yang kesal.
Aku dan Nuge berdiri tegak lalu memperlihatkan punggung kami
"One Eagle !!!, Dua Elang yang terbang Bebas !!!" teriak kami serentak.
Jason mengambil kesempatan itu menghajar Nuge dengan satu pukulan dan Nuge terpental jauh. Dia juga menghajarku tapi aku berhasil membalas pukulannya dengan tangan kiriku yang masih terpasang kenakel dan kenakelnya pecah.
Aku terkejut waktu itu, ternyata julukannya sebagai boss Mafia nggak main-main. Kekuatan pukulannya sangat keras.
“Oi Nuge, inilah alasan kenapa aku nggak suka Roll Call seperti Power Ranger dan Super Sentai, terlalu membuang-buang waktu” kataku memperingati Nuge.
“Bac*t !!!. pada akhirnya dulu kau melakukannya dan tadi juga” kata Nuge yang berusaha berdiri.
“seharusnya kau tidak mengabaikanku Burung Sesaat !!!” teriak Jason menuju arahku.
Sambil memukul lagi dan aku menahannya dengan kedua tanganku. Itupun aku tetap terlempar.
"Pukulannya sangat kuat, kau harus berhati-hati dengan pukulannya Ilyas. Dengan satu pukulan, dia akan membuatmu tumbang hanya dengan satu tangan" kata Kak Rahman yang memperingatiku.
"Kenapa ?.apa akhirnya kau takut ?" kata Jason yang sepertinya mulai stress.
Aku mengangkat jari-jariku satu per satu memperlihatkan padanya.
"pertama, kau menculik seluruh temanku. Kedua, kau menghajar Rival baruku, ke tiga kau memukul partnerku sampai terpental, ke empat kau melucuti Senior kesayanganku. Dan kelima yang tak bisa aku ampuni, Kau Mengikat Kedua Wanitaku sampai mereka menangis !!!" teriakku pada Jason.
"Aku tidak peduli !!!!" teriak Jason berlari memberikanku pukulan.
Saat dia memukulku, aku menahan pukulannya dengan satu tangan. Rasanya tanganku mau remuk. Aku menggenggam tangan itu dan tidak melepasnya. Lalu aku menggunakan tangan kiriku untuk menghajar wajahnya berkali-kali tampa berhenti. Entah sampai pukulan keberapa, pukulan terakhir aku menghajarnya dengan sekuat tenaga sampai jari tangan kiriku tidak bisa ku kepalkan lagi.
Jason terlempar jauh dan membuat semua orang terkejut karena aku mampu menghajarnya.
"Itu adalah kemarahan yang ku lampiaskan padamu Jason, Aku tidak pernah takut padamu Camkan itu !!!" kataku semakin menggeram padanya.
Jason mengambil pistolnya yang sebelumnya terjatuh lalu menodongkannya padaku.
__ADS_1
"Takutlah padaku bocah !!!!. Kau tidak tahu, aku ini boss Mafia !!!" teriak Jason padaku.
Aku tak mampu menggepalkan kedua tanganku lagi. Jadi, aku berjalan melangkah ke arahnya. Dia masih menodongkan pistol dan aku berjalan tampa rasa takut sama sekali. Saat pistol itu sampai ke kepalaku aku memegang pistolnya dan mendekatkannya tepat di jidatku.
"jangan lakukan itu ilyaaass !!!!!" teriak Ichi.
"dia bisa menembakmu dengan mudah nanti !!!" lanjut Ita memperingatiku.
"kalau kau berani, coba saja tembak aku" kataku pada Jason.
Dia terlihat ragu dan ketakutan saat aku memegang pistol itu dan mendekatkannya ke jidatku.
"kau bahkan Ragu untuk menembak" lanjutku mengejeknya.
Dia berteriak dan mau menarik pelatuknya tapi dengan cepat Nuge datang dari belakang dan menendang kepalanya dengan tendangan putaran hingga Jason terpental.
"Kalau kau mau membunuh Ilyas, setidaknya kau harus melangkai mayatku dulu !!!!. Ular Sawah Putiiihhhh !!!!" kata Nuge yang tiba-tiba datang.
Jason terlempar jauh dan aku menatap Nuge dengan tatapan Ibah.
“apaan dah sebutan itu Ular Sawah Putih ?” tanyaku padanya.
“Diam, tadi aku sedang mengejeknya” Balas Nuge kesal.
Aku mulai tidak bisa menahan tenagaku dan akhirnya mulai tumbang. Nuge menahanku tapi diapun juga ikut tumbang yang akhirnya, Yusuf yang menahan kami berdua agar tidak terjatuh.
"Kau diam aja dasar penakut, apa kau sudah melepaskan ikatan mereka ?" tanya Nuge pada Yusuf.
"Yah, Kak Rahman menghampiri Kak Kiki sambil menangis. Dan juga, Ita dan Icha sepertinya masih syok" jawab Yusuf legah.
Mendengar hal itu masih belum membuatku tenang, aku berusaha berdiri lalu mendekati Jason sambil berkata padanya
"sekarang kerajaanmu tumbang Jason. Semua orang sudah menontonmu secara live di youtube. Lebih baik kau berhati-hati, Netizen itu lebih menakutkan daripada pemerintah dan kepolisian yang selama ini kau tundukkan. Ketikan mereka bagaikan pedang bermata dua yang siap menusukmu di segala arah. Dan sepertinya siksaan seumur hidup seperti itu lebih cocok bagimu daripada kematian" kataku padanya sambil menginjak dadanya.
"jujur saja, dari awal aku selalu bosan karena tidak ada yang mampu menghadapiku. Semua bisa di kalahkan dariku sampai kadang aku hampir menganggap diriku sendiri sebagai dewa. Ternyata salah, kau adalah lawan yang cukup kuat untukku. Selama ini belum ada yang mampu menahan pukulanku, kini kau satu-satunya daftar nama yang mampu menahan pukulanku. Kau adalah orang terkuat" kata Jason dan diam sejenak.
“tidak, sepertinya kali ini pun kau masih menahan diri. Apa alasanmu ?. padahal bisa saja kau membunuhku di sini ?” tanyanya padaku.
“teman-temanku ada di sini, sudah cukup dia melihat kekerasanmu. Mereka akan sedih saat melihatku membunuh di hadapannya” jawabku padanya.
“Dasar, kau terlalu Naif bocah sialan” kata Jason tersenyum sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri.
"Woi, a-apa di.. di... dia mati ?" kata Nuge ketakutan.
"Mana mungkin, aku sudah menahan diri agar tidak mengeluarkan seluruh kemampuanku. Dia hanya tertekan karena kita menggoyahkan kepribadiannya sambil menghajarnya. Sudah ku katakan bukan ?. Kita harus menyerang dua hal itu pada Jason ketika di rumah ?" balasku mengingatkan Nuge.
"Kau memang tak mampu di tebak, Ilyas" lanjut nuge memujiku dan aku hanya tersenyum padanya.
__ADS_1
Saat semuanya lepas, Yusuf menghampiri Ichi dan memeluknya erat. Mereka berdua menangis dan saling bernciuman. Aku yang menatap itu tidak bisa apa-apa. Tapi setelah menoleh ke arah lain, hal yang mengejutkan terjadi. Ita terlihat mendekati Nuge lalu menangisinya sambil memegang tangannya.
Woi woi woi, tunggu sebentar ?.
Aku ketinggalan apa tentang mereka berdua ?.
kok mereka terlihat akrab begitu ?.
Tidak lama setelah itu, para polisi dan tentara memasuki bangunan para Mafia. Mereka masuk dengan mudah karena kami sudah menebrak pintunya dengan Mobil. Saat dia masuk, dia cukup terkejut karena cuma ada kami. Para Polisi mencoba untuk menahan kami berdua lalu Brigjen Pol (brigadir jendral polisi) datang menahan polisi tersebut. Brigjen ini bernama Suparman.
"Heh, sudah lama aku tidak mendengar kabar kalian. Tapi mendengar kabar dari salah satu bawahanku kau berulah, kini aku melihatnya kalian berulah lagi" kata Brigjen itu pada kami.
"Kalau begitu, tangkap saja mereka pak. Tidak perlu menahan lagi" kata salah satu bawahannya.
"berani sekali kau memerintahku" kata Suparman pada bawahannya dengan tatapan tajam.
"Aku mengenal mereka berdua sebelum aku berada di posisi Brigjen Pol sekarang. Dia memang anak berandalan. tapi, dia melakukannya bukan tampa alasan. Jadi kali ini apa alasanmu One Eagle ?" tanya Siparman padaku.
"anda tidak pernah berubah yaa pak" kataku padanya lalu memberikannya sebuah hp.
"Apa ini ?" tanya brigjen padaku.
Aku memegang pundaknya lalu berjalan melewatinya
"itu adalah hp ku waktu masih SMA. di sana ada data tentang Mafia gadungan ini. Tenang saja, dia tidak akan bisa menyuap lagi. Karena seluruh Uangnya sudah ku hanguskan di bumi ini. Sistem di hp itu lengkap jadi anda bisa mempekerjakan kolektor anda untuk meretasnya" jawabku padanya.
Suparman memegang tanganku menghentikanku dan bertanya
"kau menghanguskan atau mengambilnya ?" tanya Suparman padaku.
Aku membakar rokokku dan dia membakarkannya. Aku mengudut rokokku lalu berkata padanya
"untuk apa aku memakan uang haram dari hasil Narkoba pak ?" jawabku pada pak Suparman.
Dia tersenyum dan memukul pundakku
"kau tidak berubah yaa anak muda" balas pak Brigjen padaku sampai membuatku batuk.
Padahal aku masih terluka parah, malah punggungku di pukul. Nuge mengikuti di belakangku dan berkata pada pak Suparman
"teman-temanku ku serahkan pada bapak. Seperti biasa, Rahasiakan wajah kami pada Media atau kami akan mengamuk" kata Nuge mengancam.
"Dan seperti biasa kata-katamu kasar pada orangtua. Maka seperti biasa, aku menarik keinginanku mentraktir kalian makanan" balas pak Brigjen pada kami.
Nuge hanya membalasnya dengan melambaikan tangan lalu kami masuk ke dalam mobil kembali. Teman-teman kami begitu terkejut saat melihat kami berbicara dengan Brigjen Pol layaknya teman nongkrong.
"mereka bisa seakrab itu pada Polisi yang berpangkat tinggi ?" kata Yusuf yang terkejut.
__ADS_1
"entahlah. mereka berdua memang sudah jauh melampaui kita semua" balas Rahman sambil tersenyum.