
Saat aku menginjak semester 3, nggak ada yang seru semuanya berjalan sesuai dengan alur cerita mahasiswa pada umumnya yaitu memperhatikan dosen, kena marah dosen, di beri tugas numpuk dosen. Namun yang sangat berkesan adalah saat ujian Final Semester 3. Nilaiku anjlok untung aja pointku nggak berkurang. Itu karena saat itu, di mana Ichi menjadi incaran para berandalan yang menginginkannya. Waktu itu tidak sengaja kami turun aksi Omnibus law. Waktu itu seluruh mahasiswa turun ke jalan untuk aksi. Dan entah kenapa, Ichi malah ikut dan menarikku juga untuk ikut
"kau tau ini sangat merepotkan ichi-chan. Dan juga, sangat panas" kataku pada ichi.
"Heehh.....Sekali-sekali kamu turun aksi Ilyas. Apalagi inikan untuk masyarakat. Kalau bukan kita yang dukung masyarakat, siapa lagi" kata Ichi dengan semangat yang berapi-api.
“walau sebenarnya ini juga melanggar hak asasi manusia sepertiku. Kenapa aku harus di tarik ikut sih ?. Tampaku kan aksi ini tetap berlanjut" gumam ku dalam hati.
Yaa aku hanya bisa bergumam dalam hati. Karena kalau aku masih mengelak, pasti ngambeknya luar biasa. Ini saja selama tugas dosen, dia selalu ngambek karena dia dapat revisi dan aku lolos tampa revisi. Dia ngambeknya pasti luar biasa sampai mau menangis. Karena nggak tega, yaa aku bantuin kerja revisinya.
Membayangkan hal itu di tengah jalan raya membuatku tidak sadar pak polisi mulai kasar dengan Mahasiswa sampai main fisik. Meereka mulai mengejar mahasiswa yang lari, dan aku berlari menarik Ichi entah kemana dan sampai di suatu tempat, kami berdua istirahat karena sudah berpisah jauh dengan gerombolan.
“kamu tunggu aku sebentar, akan ku belikan minuman dingin” kataku padanya.
“baiklah, terima kasih Ilyas” balasnya sambil ngos-ngosan kelelahan.
Aku membelikan minuman dingin untuk Ichi agar kami tetap segar. Tampa aku sadari, segerombolan berandalan kompleks menggoda Ichi. Yaa dia menggodanya karena dia melihatku cupu kali yaa ?. Ketika Ichi mulai ilfil dengan tingkah mereka, Ichi mulai jengkel.
“apaan sih om ?. aku sedang capek tau” kata Ichi sambil melepas tangan berandalan kampong yang menyentuhnya.
“apa katamu ?. ini cewe manis harus di beri pelajaran” kata berandalan itu yang siap menampar Ichi.
Melihat itu, aku tidak bisa tinggal diam dan berkata pada mereka sebelum menamparnya.
"dia mulai jijik dengan kalian. Bisakah kalian menghentikan tingkahmu itu ?" kataku menggertak.
Para berandalan itu semakin jengkel mendengar perkataanku. Mereka mulai mengepungku dan mengancamku
"ngelawan loe Anj*ng ?"
"jangan sok jadi pahlawan loe"
"Lebih baik cupu diem aja" kata mereka yang mulai memojokkanku.
Ichi langsung berdiri di hadapanku dan menghalangi mereka. Aku cukup terkejut Ichi mengambil tindakan itu dengan berani tampa berpikir.
“apa yang kau lakukan Ichi ?” tanyaku padanya.
“aku melindungimu Ilyas. Kamu itu lemah dan tidak bisa berkelahi. Daripada mengorbankan diri sendiri, lebih baik kita kena berdua” kata Ichi dengan berani padaku.
Perkataannya itu mengingatkanku pada salah satu temanku yang selama ini berada di sampingku. Tapi, kelakuan Ichi membuat para berandalan itu tertawa padaku.
__ADS_1
“harga dirimu mana cowo culun ?. dilindungi kok sama cewe sih ?” Tanya berandalan itu padaku.
Saat itu aku menarik Ichi dan mulai menyusun rencana. Aku berbisik padanya agar para berandalan tidak menyadarinya.
"kalau aku mulai bergerak, kau tau harus apa kan ?" tanyaku padanya.
Ichi awalnya bingung. Tapi setelah lama berpikir, dia mengajukan jempol padaku dan mengangguk seolah paham. Jujur saja, waktu itu aku nggak yakin pada dirinya. Tapi, akan ku coba. Saat itu aku mulai mengepalkan tangan dan menunjuk ke arah belakang
"Anjirr..!!!! Polisi tadi masih ngejar !!!!" teriakku dengan nada kaget.
Semua brandalan itu membalikkan penglihatan dan Ichi menendang area utama salah satu berandalan. Perbuatan icha membuat semua orang terkejut bahkan diriku sekalipun. Sudah ku duga, Ichi tidak memahami rencanaku
"Apa yang kau lakukan Ichi seharusnya kau lari !!!!" teriakku sambil menarik Ichi berlari.
Para berandalan itu teriak ingin mengejarku. Tapi salah satu dari mereka menghentikan kawanannya.
“Tunggu, kalian tidak usah mengejarnya” kata salah satu dari mereka.
Dan tidak sengaja, Jepitan Logo kampus Ichi terjatuh dan Berandalan itu memungutnya. Dan akhirnya, dia tahu kita asalnya darimana.
“teman-teman, Besok kita ke kampus ini untuk mengincar perempuan itu. Akan ku lecehkan perempuan itu dan kita akan menikmatinya secara bergilir. Biar mereka tahu siapa yang mereka hadapi” katanya pada kawanannya.
"rasanya burger bagaimana yaa ?. Aku belum pernah rasain tuh" katanya padaku sambil melihat gerobak burger pinggir jalan.
Dengan senang hati, aku order lewat jasa Ojol Burger Queen yang paket hemat. Walaupun hemat tapi ini berat untuk anak kosan sepertiku. Untung aja aku masih punya uang hasil kerja waktu itu.
Beberapa menit kemudian si Bang Ojol dah sampai. Aku menyuruhnya untuk membawakan ke asrama Ichi lalu aku berkata padanya
"kalau bertanya dari siapa ?. Bilang aja bang, dari pengagum rahasiamu" kataku pada bang Ojol.
"anak muda jaman sekarang yee pada berbunga-bunga. Hati-hati aja yaa dek di masa perkuliahan itu kisah cinta bisa jadi ekstreme lho. Jadi sebagai pria, cobalah untuk menjadi pohon yang kokoh dan tak bisa tumbang. Sekalipun kau jatuh, tetaplah berdiri. Karena mereka yang berdiri sampai akhir, dialah pemenangnya” kata si Bang gojek sambil tersenyum.
Aku justru bingung dengan perkataan Ojol tersebut, emang para Abang Gojek bisa puitis gitu yaa ?.
"Pak. Itu saran percintaan atau berkelahi sih ?" tanyaku pada bang Ojol.
"Kamu denger aja bocah perkataan orang tua. Biar pengalamanmu makin banyak" balasnya kesal.
Setelah itu dia membawanya dan aku mulai mengayuh sepedaku. Di tengah perjalanan dia menelpon untung aja aku punya headset dan dia menelpon sambil menceritakan pengalamannya makan burger pertama kali dari pengagum rahasianya. Sambil mengayuh sepedaku, aku begitu senang karena dia mulai mengagumi pengagum rahasianya itu. Mungkin dalam jangka waktu dekat, aku akan mengatakan yang sebenarnya padanya.
Keesokan harinya setelah kuliah seseorang berkumpul di pintu keluar. Aku kira ada apa saat ku perhatikan itu berandalan yang kemarin menghalangi kami. aku sadar si Ichi dalam bahaya.
__ADS_1
Bagaimana ini, apa iya aku harus bertarung kembali ?.
Tapi, aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya lagi.
Karena itulah aku menampakkan diri dengan sepedaku. Sepertinya aku menginjak ranjau lagi demi Ichi.
”hey bang, cari siapa yaa ?” tanyaku teriak pada para berandalan itu.
Mereka melihat ke arahku. Aku menjulurkan lidahku sambil mengejeknya dan itu membuat mereka semakin kesal padaku.
"itu dia !!!!. KEJAARRR !!!!" katanya sambil teriak.
Mereka mulai menaiki motornya dan mengejarku. Aku mengayuh sepedaku dengan cepat. Dan tentu saja, ini bukanlah dunia anime. Dengan mudah mereka menggapaiku dan menendang sepedaku. Saat aku terjatuh, aku tidak bisa apa-apa lagi. Mereka mengepung dan menggebukiku secara bersamaan.
"inilah akibat ketika loe berani menantang kami Bangs*t. Loe itu cuma bocah culun doang sok keren di depan cewek cakep itu" kata salah satu dari mereka.
"Selanjutnya perempuan itu. Setelah di tangkap, kita perkosa aja secara bergilir. biar kapok tuh cewe berurusan dengan kita" lanjut perkataan mereka.
"Tenang saja, sebagian di antara kita telah menuju ke sana menunggu cewe sialan itu" balas salah satu dari mereka.
Saat itu, aku mengingat perkataan bang Ojol tentang pohon yang kokoh dan aku berusaha untuk tetap berdiri dan menghadapi mereka.
"Woe, urusan kita belum selesai. Temani aku sedikit lebih lama lagi lalu kalian pergi" kataku mengejek mereka.
Sepertinya, tidak ada pilihan lain selain kembali ke masa yang kelam itu.
Database-Sama, maaf. Sepertinya tidak ada pilihan lain.
“Wah si culun masih sadar yaa bund, ayok kita gebukin lagi" kata salah satu dari mereka.
Dan saat itu, mereka menyerangku secara bersamaan aku mulai melawan dengan caraku sendiri. Entah berapa kali aku terjatuh dan bangkit lagi untuk menghentikan mereka untuk mendekati Ichi.
"apa-apaan bocah ini ?. Nyerah aja loe Njeng !!!!. Kenapa loe belom kapok hah !!!?" teriak salah satu dari mereka.
Aku tertawa terbahak-bahak dan mencoba untuk tidak tumbang di hadapan mereka. Gantungan kunci keberuntungan itu terlepas dari tasku dan aku memasangnya kembali
“apa ini yang kalian sebut dengan pukulan ?, di masa lalu aku selalu mendapatkan lebih dari yang kalian lakukan” kataku meremehkan mereka.
“jangan bercandaa !!!. kau hanya membual bukan !!!?” teriak mereka padaku.
“Selama aku masih belum tumbang sepenuhnya, itu nggak ada gunanya. Sekalipun kau mematahkan tulangku, aku tidak akan tumbang !!!!!" teriakku menantang mereka.
__ADS_1