Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Harapanku (Season 1 End)


__ADS_3

Ketika pulang ke rumah, aku begitu terkejut karena ternyata kedua orang tuaku sudah menunggu di rumah.


"Jadi Mafia yaa ?. Kami capek merawatmu dari kecil untuk jadi Mafia ?. Kurang apa ini anak !!!" kata ibuku yang kesal.


Aku hanya duduk baik di depan ibu sambil bersujud


"maafkan aku, ibu" kataku menyesal.


Saat itu ayahku datang dan ibuku menarik ayahku


"kau yang mengurusnya Suamiku. Seharusnya kau lebih keras padanya sekalipun dia penuh luka" kata ibuku pada ayahku.


Ibu meninggalkan Ayah lalu tatapan ayah begitu tajam menandangku. Jujur saja, aku merasakan intimidasinya seperti dulu waktu SMA


"ikut aku ke ruangan ayah sekarang" kata ayahku.


Dahlah aku tahu alur ini, dia pasti mengambil sabuk dan mencambukku seperti dulu.


Sampai di ruangan ayah, dia menutup pintu dan menguncinya.


"Sebelum itu aku ingin mendengarkan alasan. Kenapa kau ingin menjadi Mafia setelah mengambil perusahaan warisan Ayah ?" tanyanya padaku.


Aku yang tadinya canggung tiba-tiba mengambil kesempatan ini untuk meyakinkannya.


"sama seperti niatku menjadi Guru, aku mau memberikan tempat pada mereka yang tidak mempunyai arah. Karena tidak semua orang Asoka yang tadi punya tempat untuk kembali. Walau mereka jadi Mafia, akan ku berikan dia pekerjaan dengan begitu dia punya gelar grub One Eagle sambil bekerja. Aku juga berpikir ingin memimpin mereka seperti yang ku katakan sebelumnya. Dengan begitu, wilayah ayah akan aman dari berandalan" jelasku padanya.


"Lalu, kau juga akan menjadi guru agar bisa turun di masyarakat ?" tanyanya padaku.


"Iya, aku akan menutup identitasku dengan begitu, mereka akan mengenaliku dengan nama tengahku. Yaitu Indra, dari nama Ilyas Indra tauladan. Nama yang ayah berikan padaku cukup panjang sih" kataku padanya.


“jadi, setelah lulus Kuliah kau mau langsung jadi Guru ?” Tanya Ayahku.


“Tidak, aku akan ke Korea dulu dan mendaftar sebagai Badan Hak Pendidik” jawabku padanya.


“Korea ?. Badan Hak Pendidik ?. kau kan tidak bisa bahasa Korea ?” kata Ayah meragukanku.


“aku akan belajar sebelum ke Korea. Ayahkan tahu seberapa cerdasnya putramu ini” balasku menyombongkan diri.


“tapi kenapa harus ke Korea ?” Tanya ayah semakin penasaran.

__ADS_1


Dan aku menjelaskan rencanaku bersama dengan Pak Brigjen Pol di Kantor Polisi tadi. Setelah mendengar, ekspresinya berubah. Dia tertawa dan berkata padaku


"suruh Adik atau Mpo mengobatimu. Dan ingat perkataanku, tidak mesti kuat untuk jadi pemimpin. Yang penting bertanggung jawab. Saat kau berhadapan dengan pohon, tetaplah berdiri kokoh seperti pohon kenari dan jangan tumbang. Dengan begitu, kau akan menjadi orang terkuat dan pemenang" kata ayah padaku yang membuatku merinding dan termotifasi.


“ayah, baru kali ini aku menyukai kata-katamu itu” kataku padanya.


“benarkah ?” tanyanya padaku.


“iya mirip Ojek Online yang pernah bicara padaku” balasku mengejeknya.


Dia menindis kepalaku dengan kedua tangannya karena kesal padaku.


“Dasar kau anak durhaka…. !!!!” bentaknya padaku.


“Ampun Ayah, aku hanya Bercanda !!!” teriakku kesakitan.


Ayahku melepaskanku dan berkata padaku.


“tapi, rencanamu sudah bagus sampai berbaikan dengan Brigjen seperti itu, kau benar-benar sudah dewasa Nak, aku akan mengurus guru prifat Kursus Korea untukmu. Lagipula kau masih mempuyai Reguler semester depan bukan ?” Tanya Ayahku.


“terima kasih Ayah” balasku tersenyum sambil meninggalkan kamarnya.


Malam itu akhirnya aku memutuskan jalanku di masa depan. Aku akan lebih berusaha lagi agar bisa mencapai harapanku dan harapan mereka padaku.


Walau aku jijik dengan beginian sebenarnya….


Tapi Yahh….. mau gimana lagi


Setelah datang ke Kampus, Mahasiswa yang melihatku menganggapku Mahasiswa baru. padahal ini kan masih pertengahan Semester. Tidak ada yang menyadariku hingga Yusuf dan Icha melewatiku. Langkah Icha terhenti dan menyadariku hingga memanggilku


"ilyas ?. Apa itu kau ?" tanya Ichi padaku.


Semua orang terkejut saat dia memanggilku ilyas. Aku melihat ke arahnya dan berkata padanya


"yah, long time no see, Icha" balasku padanya.


Icha cukup terkejut saat panggilan akrabnya yang dulu tidak ku sebutkan padanya lagi. Tapi, dia membalasnya dengan menganggukkan kepala dan tersenyum padaku. Tapi, Yusuf terlihat murung saat bertemu denganku maka aku berkata padanya


"Yusuf, kuserahkan Icha padamu, Aibo... (Bro…)" lalu aku melangkahkan kaki meninggalkannya.

__ADS_1


Aku ingin tahu bagaimana ekspresi wajahnya tapi, bukankah tadi dialog Anime banget kan ?.


Ahhkkk... Aku selalu ingin mempunyai dialog seperti ini….


Begitupun saat kelas, semua orang mengira aku ini Mahasiswa Reguler namun mereka terkejut saat namaku di sebut absen


“Ilyas Indra Tauladan ?” kata dosen menyebut Absen, dan aku mengangkat tangan.


Saat jam istirahat, beberapa perempuan mencoba berbicara denganku tapi tiba-tiba, Ita datang karena mengetahui aku sudah kembali ke kampus.


“Ilyaass apa itu kau !!?” teriaknya padaku.


Aku melihat ke arahnya dan itu membuat mataku berkaca-kaca saat melihatnya memakai


Kursi Roda. Tidak ku sangka, apa yang di katakan Nuge bahwa Ita lumpuh itu benar. Matanya juga berkaca-kaca dan tersenyum padaku. Aku ingin menguatkannya.


Aku menghapus air mataku sambil memperlihatkan hp ku.


"Mau Mabar PBR sebelum kelas selanjutnya Masuk ?" kataku sambil tersenyum.


Dia tersenyum sambil menghapus air matanya


"mau bagaimana lagi, Push rank yuk ?" balas Ita padaku.


Dia mendorong roda kursi rodanya mendekatiku dan itu cukup terkejut membuatku terkejut melihat keadaannya.


“Selamat datang, Ilyas-Kun” katanya menyambutku.


“Maaf…. Maksudku, Aku kembali Ita-Chan” Balasku sambil tersenyum.


Dan hari-hari kami berlanjut sebagai mahasiswa dengan tenang......


maksudku….


Mungkin……


                                                                                                ->×{THE END}×<-


Sedikit Hadiah dari Asisten Art Penulis, Mas Tupai

__ADS_1



* Gambar Ilyas saat Icha mengetahui kebenarannya di Wc


__ADS_2