
Jam sudah menunjukkan jam tengah malam, Kondisi di Hotel justru semakin absurd karena Ilyas dan Kawan-kawannya berbicara di depan para Ter*ris seolah nggak ada hal buruk yang terjadi.
Namun, kondisi kembali diam dan mencekam saat Wahyu menembakkan senjatanya ke langit karena di abaikan oleh Ilyas dan kawanannya.
“DIAM KALIAN SEMUAA !!!!. kenapa kalian mengabaikanku !!! kau tidak ketakutan adikmu ku pecahkan kepalanya !!!?” teriak Wahyu menodongkan senjata pada Layla.
“LAYLAA !!!!!” teriak ibu Ilyas ketakutan.
Tiba-tiba ada telepon dan Wahyu mengangkatnya
“Halo tuan ?” kata Wahyu lewat telepon.
Mendengar hal itu, Ilyas memberikan kode pada Khaled untuk menandai hp itu.
“maaf tuan, ada sedikit gangguan. Tapi hal ini akan segera selesai dengan kematian Puang Onding di tanganku sendiri” kata Wahyu lalu mengalihkan todongan senjatanya ke arah Puang Onding.
“JANGAAANNNN !!!!” teriak Natasya yang tiba-tiba berdiri.
“Di sana kau rupanya Putri Bangsawan, anda bisa mendengar anaknya yang tengah ketakutan” kata Wahyu dengan percaya dirinya dan menutup teleponnya.
Mendengar hal itu, Ilyas tertawa terbahak-bahak membuat Wahyu dan semua anggotanya kebingungan.
“kenapa kau tertawa bocah ingusan !!!?” Tanya Wahyu kesal.
“bukankah sudah jelas ?. karena kau sangat lucu” kata Khaled memancing amarah Wahyu.
"saking bodohnya kalian hanya memperhatikan kami berbicara tadi seperti orang yang bodoh" lanjut Nuge menggelengkan kepala.
“karena kau bodoh tidak memperhatikan bahwa diantara kami, ada Olahragawan yang mampu melempar Bola Baseball dengan kuat dan akurat” kata Rika dan menunjukkan jari tengahnya.
Lalu Melly berdiri tidak jauh dari mereka dan melempar Granatnya. Ilyas mengambil Pistol di pinggang belakangnya lalu menembak bomb itu hingga meledak di sekitar Wahyu dan pasukannya. Kesempatan itulah yang membuat Ilyas berteriak pada teman-temannya.
“APAPUN YANG TERJADI, TEMAN-TEMAN SELAMATKAN ADIKKUUUU !!!!!” teriak Ilyas hingga mereka semua berlari menyerang begitupun dengan Nuge tapi tiba-tiba dia melemah dan terjatuh.
“Are… apa yang terjadi padaku... apa aku mencapai batasanku ?. Aku mohon badanku… jangan melemah dulu… mereka membutuhkan bantuanku… !!!” gumam Nuge dalam hatinya.
Ilyas dan kedua teman lainnya menyerang Ter*ris yang menyerang mereka. Sampai akhirnya menyisahkan Wahyu. Ilyas dan Rika berlari menghadapinya.
“JANGAN MENDEKAT ATAU ADIKMU AKAN KU… !!!!” teriak Wahyu yang belum sampai langsung di kunci oleh Rika hingga terbanting
“BACOOTTT !!!” teriak Rika kesal.
Khaled berlari dan menarik Layla
“kau pergilah bergabung dengan ayah dan ibumu cepat” kata Khaled memerintahkan adik Ilyas.
“tapi kakaku…” balas Layla menghawatirkan kakaknya.
“tenang saja, Kakakmu orang yang hebat. Apa yang di katakan kakakmu di Walkitalky akan terwujud. Karena kau.... Adik kesayangannya” kata Khaled meyakinkan Layla.
Mendengar hal itu dari Khaled, Layla melihat Kakaknya yang dengan gagah berani menyerang mereka tanpa rasa takut bersama kawanannya. Ilyas menarik Wahyu dan langsung menghajarnya berkali-kali
“ini untuk teman-temanku, PAK AYUUUU !!!!!” Teriak Ilyas dan menghajar Wahyu berkali-kali.
Namun respon Wahyu berbeda. Dia hanya tertawa saat di pukul Ilyas. Melihat hal itu, Ilyas mencoba memukulnya lebih keras namun di tahan oleh Wahyu lalu Ilyas di banting dengan keras.
"Ilyas.. Ilyas.. Ilyasss.... kau hanyalah Orang Lemah yang berusaha melampaui dirimu agar menjadi lebih kuat. Dasarnya Lemah, kau tidak akan bisa menjadi lebih kuat karena kau terlalu Naif" kata Wahyu mengejek Ilyas.
Ilyas kembali berdiri dan mencoba menyerang Wahyu tapi Wahyu menghindari seluruh serangannya.
"ORANG NAIF SEPERTIMU HANYA MEMPUNYAI 1 KELEMAHAN BESAR !!!" bentak Wahyu lalu mendorong Ilyas hingga ketembok dan menghajar wajah Ilyas berkali-kali.
"Dan itu adalah orang di sekitarmu. Semuanya akan menjauhimu karena Kenaifanmu. dan karena kebodohanmu itulah, satu persatu orang yang kau sayangi akan sirna seperti Indah waktu itu..." lanjut Wahyu yang membuat Ilyas semakin geram.
Tiba-tiba, Rika berada di belakangnya dan menarik membanting Wahyu dengan keras dari belakang. Saat Rika mencoba menghajarnya, Rika di cekik sambil berdiri Wahyu menertawainya.
"LEPASKAN TEMAN-TEMANKU !!!!" teriak Ilyas mencoba berdiri.
"LIHATLAH HASIL LEMAHNYA DIRIMU ILYAASSSS !!!!!" teriak Wahyu yang menodongkan Pistol ke wajah Rika.
Nuge berlari dan melompat sambil memasang kuda-kuda menendang.
"INI SERANGAN TERAKHIRKU !!!. DRAGON KIICCKK !!!!" teriak Nuge dan terjatuh bersama dengan Wahyu.
"Sisanya kuserahkan pada kalian.... RIKAA !!!! DATABASE-SAMAAAA !!!!!" teriak Nuge dan di tendang oleh Wahyu.
Wahyu berdiri dan berlari mengayungkan pisaunya pada Rika dan Khaled yang mendekatinya. Rika menangkis seluruh serangan Wahyu dan menghindari beberapa serangannya sampai Akhirnya, Khaled maju menyerangnya dengan Stickbat memukul Wahyu dan serangan terakhirnya di tangkis olehnya.
“Khaled.... padahal kau hanyalah murid culun, KENAPAA !!!?" teriak Wahyu kesal.
"Karena aku adalah rekan Ilyas. DAN AKU BUKANLAH KELEMAHANNYA !!!!" bentak Khaled dan mendorong Stickbatnya.
Rika datang melompat dan menendang dengan kedua kakinya.
"JUSTRU KAMILAH KEKUATAN ILYAS DAN AKAN MEMBAWANYA TERBANG SETINGGI MUNGKIN !!!" kata Rika setelah menendangnya.
Wahyu terlempar dan Melly mengambil salah satu barang dan melemparnya.
"KARENA KAMI ADALAH...." teriak Melly setelah melempar barang itu.
Khaled bersiap memukul benda tersebut sambil bersamaan teriak bersama dengan Nuge dan Rika " ... ONE EAGLEE !!!!" teriak mereka serentak.
Khaled memukul benda itu hingga kedekat Wahyu yang ternyata Flashbang.
"DASAR BOCAH SIALAAANN !!!!" teriak Wahyu yang menutup matanya.
Wahyu mundur dan tidak sengaja, Ilyas berada di belakangnya yang sudah memasang kuda-kuda.
__ADS_1
"Jet Kune Do : FUSION !!!!, TAPAK SATU INCI : 100% !!!!” teriak Ilyas menyebut jurus pukulannya dan membuat lantai yang di injaknya retak dan Wahyu terlempar bahkan tembok sampai rusak karena terkena badan Wahyu yang terlempar.
" ...Tapak Dewa..." lanjut Ilyas dan jatuh tepar.
Tulang-tulang di dalam tubuh Wahyu semuanya retak membuatnya sekarat dan tidak bisa bergerak.
"Tidak mung... kin.... aku.... aku ka...laahh.... dri bocah... Si... sialan itu...." kata Wahyu yang sudah susah berbicara.
Sambil terkapar, Ilyas sempat terkejut karena tidak sengaja mengeluarkan batas larangan pamannya.
“Ingat Ilyas, jangan keluarkan sampai 100% kekuatanmu. Kalau tidak, kau akan menghancurkan seluruh organ tubuh manusia. Karena seranganmu itu membuatku tertarik mengajarkanmu. Kalau kau melewatinya, maka kau melewati batas kemanusiaanmu.... dan menjadi Monster” kata Mayor Adi saat mengajari Ilyas di tengah hutan.
Ilyas menenangkan dirinya dengan memegang dadanya, dan dia bernafas dengan berat.
“tidak apa-apa…. Haahhh… Ini terpaksa… Haahh… Haaahh… ini terpaksahhh… ini terpaksa…” kata ilyas menenangkan dirinya.
Ilyas berdiri lalu berjalan perlahan mendekati Wahyu yang kini sudah semakin sekarat dan mengeluarkan banyak darah di setiap lubang dalam tubuhnya
“to… tolong maafkan aku….” Kata Wahyu yang kini tidak bisa bergerak.
Ilyas menodongkan Pistol kepada Wahyu dan teman-teman Ilyas mendekatinya.
"Aiboo.... ini sudah cukup kan ?" tanya Nuge.
"kau tidak usah membunuh lagi, Ilyas..." lanjut Rika menenangkannya.
"Lagipula, kita menang Ilyas" lanjut Khaled juga menenangkannya.
"Ilyas...."
"Ilyas...." kata Indah dan Natasya saling bergantian.
Ilyas melempar Pistolnya lalu mengambil telepon Wahyu yang berada di sakunya dan melemparnya ke arah Khaled.
“kalkulasi Database-Sama, dan cari pelakunya. Aku ingin tahu, siapa dalang di antara semua ini” kata Ilyas dan meninggalkan Wahyu begitu saja.
“baiklah akan ku usahakan” balas Khaled dan menyimpan telepon Wahyu.
Melihat keadaan semakin aman, Ilyas dan teman-temannya membantu para Bangsawan untuk lepas dari ikatan tangannya. Bahkan para Anak-anak Bangsawan ketakutan melihat Aksi Ilyas yang mengamuk tadi dan tidak berani di sentuh olehnya.
"itu adalah respon yng normal saat menemuiku jadi, jangan coba-coba mengusikku lagi Ok ?" ancam Ilyas yang membuat para Bangsawan itu mengangguk.
Para Bangsawan mulai berdiri dan mulai mengambil tali lalu mengikat semuanya Ter*ris itu satu-satu atas perintah Puang Onding yang sudah terluka. Natasya berlari ke arah ayahnya dan memeluknya.
"Ayah... Hiks.... Ayaaahh...." peluk tangis Natasya pada ayahnya.
Kelakuannya itu mengingatkannya pada mendiang ibunya sebelum meninggal. Karena ingatan itu membuat Puang Onding memeluk Putrinya juga.
Tiba-tiba, telepon Nuge berbunyi dan Nuge menganggkatnya
“Nuge, apa yang terjadi padamu ?. kakak akan segera sampai di sana” kata Nurhan di telepon.
Ilyas merebut teelponnya dan berkata pada Nurhan.
“kakak tunggu saja di belakang Hotel Ratu Indah, kami akan segera ke sana. Dan siapkan kain yang sangat kuat dan besar, kami akan melompat dari lantai 3” kata Ilyas memerintahkan Kak Nurhan.
“APAA !!!?. kau gila mau melompat dari lantai 3 !!!?” Tanya Nurhan terkejut.
“waktu kita tidak banyak kak, aku ada di lantai 3 dan Nuge sekarat. Polisi akan segera datang, Cepatlah” kata Ilyas panik.
“Baiklah-baiklah, kami akan segera ke sana” balas Nurhan dan menutup teleponnya.
“kau sudah melacaknya Database-Sama ?” Tanya Ilyas.
“iya, dia akan tiba beberapa menit lagi. Seharusnya kita bergerak sekarang agar kita bisa langsung lompat dari belakang nanti” kata Khaled.
“Baiklah kau dan Rika, bawa sesuatu yang berat dan bisa memecahkan kaca saat kita lompat nanti, lalu Indah dan melly, kalian ke belakang lihat di mana lokasi kak Nurhan akan datang dan Natasya…” kata Ilyas dan berhenti saat melihat Natasya.
“kau jagalah orang di sini, maaf aku tidak bisa tinggal lama” kata ilyas pada Natasya.
“tidak apa-apa, pergilah...” kata Natasya sambil tersenyum.
Puang Onding yang melihat Ilyas saat itu, menundukkan badan dan kepalanya di hadapan Ilyas merendahkan dirinya.
"terima kasih sudah menyelamatkan kami.... dan menyelamatkan satu-satunya alasanku untuk hidup" kata Puang Onding.
Perkataan itu membuat Natasya terharu dan ikut juga menunddukkan kepala pada Ilyas begitupun dengan Bangsawan-Bangsawan yang lainnya menundukkan kepala pada Ilyas. melihat para orang dewasa itu, Ilyas terkejut dan tidak tahu harus meresponnya seperti apa sampai akhirnya....
"Ooii Aibo... apa kau akan membiarkanku terbaring sakit seperti ini ?" tanya Nuge.
"Ahhh maafkan aku" balas Ilyas mendekati Nuge.
Baru saja Ilyas mau menggendong Nuge, dia di hampiri oleh ayahnya dengan wajah yang geram.
“padahal aku sudah bilang jangan mempermalukanku Ilyas” kata Ayahnya kesal.
“ayah membahas itu sekarang ?. nanti aja ayah, aku akan menunggu di rumah sakit Wahidin saja, aku akan ke sana soalnya” balas ilyas dan pergi bersamaan Polisi yang sudah datang ke lantai 3.
“OOEE SIAPA YANG LARI ITU !!!?, KEJAR MEREKAAA !!!” teriak Polisi yang melihat Ilyas berlari pergi.
****
Ilyas berlari sambil menggendong Nuge di blakangnya dan Khaled sudah berhasil memecahkan kaca bersama dengan Rika.
“Kak Nurhan sudah menunggu di bawah bagaimana sekarang ?” kata Melly.
“AYO LOMPAT SEKARAAANGG !!!” teriak Nurhan.
__ADS_1
Ilyas memegang Nuge dan berkata padanya.
“maaf kawan, aku akan melemparmu” kata Ilyas pada Nuge.
“tidak apa-apa… haahh… menu..ju…. tak terbatas dan (tiba-tiba Nuge di lempar ilyas) MELAMPAUINYAAAA !!!!” teriak Nuge syok.
“OOII ITU BERLEBIHAN ILYASS !!!” kata teman-teman Ilyas kesal serentak.
“di bawah Cuma ada dua kain, Melly dan Indah lompatlah sekarang, Polisi semakin dekat” kata Ilyas memerintahkan mereka berdua dan akhirnya mereka melompat.
“giliran kalian berdua, cepat” kata Ilyas mendorong Khaled dan Rika.
Khaled sudah melompat namun Rika belum karena meragukan Ilyas.
“bagaimana denganmu Ilyas ?” Tanya Rika yang menarik baju Ilyas khawatir.
“tenang saja, aku akan menyusul” balas Ilyas meyakinkan Rika.
"kau yakin ?" tanya Rika khawatir.
Namun Ilyas tersenyum dan mendorong Rika hingga terjatuh dan di tangkap oleh pengikut Nurhan. Saat mereka dah sampai di lantai satu, Ilyas berteriak
“KALIAN PERGILAAAHHH !!!!. AKAN KUTAHAN POLISINYA SELAMA MUNGKIN !!!” teriak Ilyas.
Mendengar hal itu, Rika terkejut dan mencoba masuk
“Ooii Rika, jangan kesana !!!!” kata Khaled yang menahannya.
“lagi-lagi kau seperti itu Ilyaasss !!!. kau juga lompatlah, jangan korbankan dirimu lagi !!! Ilyaaasss !!!!” teriak Rika khawatir.
Namun Ilyas hanya masuk dan menjauhi jendela
“Ilyaasss !!!! hiks…” lanjut Rika Teriak dan menangis.
“aku akan masuk menjemputnya, kalian semua pergilah ke rumah sakit Wahidin. Dan empat orang tinggal dulu, aku akan lompat bersamaan dengan Ilyas, rentangkan kainnya !!!” teriak Nurhan lalu masuk ke dalam Hotel.
Sedangkan sisanya melakukan tugasnya masing-masing. Nurhan menaiki tangga karena Lift tidak berfungsi.
“anak itu suka sekali menghawatirkan orang. Dia benar-benar mirip Almarhum salama dia masih hidup. Tapi...., justru itu yang membuatnya menarik menjadi One Eagle” gumam Nurhan berlari menaiki tangga.
Ilyas mulai di todong senjata oleh beberapa Polisi dan dia mengangkat tangan melangkahkan kaki sedikit dan menundukkan badan.
“kau ?. heh ternyata si bocah One Eagle berulah lagi. Kau bergabung dengan ******* ini ?” kata salah satu polisi.
“mana ada bodoh ?. Aku malah yang menyuruh anak Puang Onding menghubungi kalian karena kalau aku yang menelpon, kalian akan mengangapnya lolucon seperti kemarin-kemarin” kata Ilyas membela diri.
“apapun itu katakan lebih jelas di kantor polisi nanti” kata polisi itu.
Ilyas tersenyum dan mulai menurunkan tangannya perlahan.
“Saat kami tidak mampu mengandalkan Polisi, Guru, dan Orangtua maka…” gumam Ilyas yang menurunkan tangannya.
Lalu, Nurhan datang mendobrak mereka semua lalu menangkap dan mendorong Ilyas melompati Jendela.
“untuk kalian para Polisi, JANGAN SEENAKNYA DI WILAYAHKUUUU !!!!” teriak Nurhan dan melewati Jendela.
Sebelum melompat, Ilyas melanjutkan perkataanya
“…kami akan menjadi Berandalan dan melakukan apa yang menurut kami benar !!!” teriak Ilyas sambil memperlihatkan jari tengahnya kepada Polisi yang melihatnya.
Sampai di lantai 1, mereka akhirnya selamat karena Kain yang di rentangkan pasukan Nurhan. Sebelum jalan, Nurhan memukul kepala Ilyas.
“kau ini jangan buat orang khawatir bodoh !!!. masih banyak orang yang menyayangimu, BODOH !!!!” kata Nurhan kesal.
“maafkan aku kak tapi yakin kakak masih tinggal di sini ?” Tanya Ilyas lalu menunjuk ke atas.
“Hujan peluru segera turun lho” lanjut Ilyas menunjuk ke atasnya.
“HAAAAAHHHHH !!!!!. benar juga, bawa Ilyas dan ayo pergi !!!!” teriak Nurhan panik dan pergi hampir terkena hujan peluru tembakan Polisi.
Melihat Nurhan kabur dengan ilyas, para Polisi di sana jadi kecewa.
“bagaimana ini ?. Apakah kita harus mengejarnya ?” Tanya salah satu polisi.
“Tidak usah, Ayahnya lagi-lagi memanjakan dan menjamin keamanannya nanti” kata Pak Suparman yang baru-baru datang.
”cih, dia bebas lagi” kata polisi di sana bersamaan kesal.
Setelah itu, Mayor Adi menghampiri mereka.
"tapi tetap saja, seandainya bukan karena Pemuda Geng Motor itu, kalian akan mati bersama dengan Ilyas" kata Mayor Adi yang baru datang.
"Haahh ?. Apa maksud Bapak ?" tanya salah satu Polisi di sana.
Mayor Adi menunjuk ke salah satu lantai tepat di dekat Ilyas menundukkan badan tadi ternyata ada Granak yang masih terkunci.
"Ilyas berencana mengubur kalian bersamanya menggunakan Bomb ini tadi agar kawanannya selamat" kata Mayor Adi yang membuat semua Polisi di sana terkejut.
"Aku sudah bilang kan ?. Aku datang untuk melindungi kalian dari keponakanku itu. Dia itu.... Siswa yamg setara dengan Comando" lanjut Mayor Adi mengingatkan.
"Ilyas... Sebenarnya sekuat apa mentalmu itu ?" Gumam Pak Suparman dalam hatinya.
...****...
Facebook : HackBae
Instagram : hackbae2022
__ADS_1