
Hari mulai gelap akhirnya Ilyas kaluar dari sekolah menuju pintu keluar. Namun seseorang berdiri menunggunya di gerbang itu.
“yoo keponakan kesayanganku, aku minta cuti dari barisan hanya karenamu lho. Bagaimana keadaanmu nak ?” kata pamannya yang merupakan seorang Comando di Platonnya sebagai seorang TNI.
Ilyas berhenti melangkah dan berkata pada pamannya
“kenapa paman ada di sini ?. hari ini aku lelah, begitu banyak hal yang terjadi”
Pamannya memegang pundak Ilyas dan mencoba meyakinkannya
“aku sudah mendengar semuanya. Pasti sangat berat untukmu karena itulah aku ada di sini. Saat ini kau begitu lemah namun pagi ini kau bersikap layaknya Iblis, maka akan kujadikan kau sebagai Iblis berkulit manusia. Mereka merendahkanmu karena sudah tidak ada bantuan lagi untuk kehidupan sederhanamu maka kau harus menjadi buas di atas tumpukan mayat. Bagaiamana ?” kata pamannya menawarkan diri.
Ilyas berpikir selama ini dia benar-benar tersiksa di sekolah dambaannya ternyata orang mementingkan kasta. Guru dan Orang tua tidak bisa ia andalkan, dia tidak punya siapa-siapa begitupun dengan polisi yang tidak mampu melindunginya.
“baiklah paman, selama aku di skorsing aku mohon jadikan aku orang yang kuat. Guru, Orang tua, Polisi tidak bisa ku tempati bergantung lagi dan aku tak punya siapa-siapa maka aku akan menjadi berandalan dan menghukum mereka yang melanggar dengan caraku sendiri. Akan ku sapu rata mereka” kata Ilyas dengan tatapan yang penuh kebencian.
“aku suka tatapanmu itu keponakanku” kata pamannya sambil tersenyum.
Sampai di rumah, Ilyas mulai menuju kamarnya sedangkan paman dan ayah Ilyas mulai berbicara.
“akhirnya kita bertemu lagi kakak, secara langsung dan bukan lewat telepon” kata pamannya pada saudaranya.
“ada urusan apa kau datang adi, apa akhirnya kau ingin menikah sekarang ?” kata ayah Ilyas pada Paman Ilyas.
“jangan membuatku tertawa Kak Andi, anda yang lebih tau daripada diriku sendiri tentang itu” kata Adi pada Kakaknya.
Ayah Ilyas mengudut cerutunya dan berkata
“kau masih tetap dengan pikiran bodohmu yaa ?. Rela tidak menikah Karena kejadian itu dan mengabdi pada Negara sebagai TNI dan sekarang jadi Comando. jadi ?” tanya Ayah Ilyas pada adiknya.
__ADS_1
“maaf kalau aku lancang, aku akan mengadopsi Ilyas sementara dia di skorsing. Dia sudah ku anggap sebagai Anakku sendiri, melihatnya lemah seperti itu hatiku tidak kuat. Aku akan menjadikannya lebih kuat. Aku juga sudah cuti dari barisan kak jadi aku mohon, aku ingin dia menjadi lebih kuat” kata Adi memohon kepada kakaknya.
Ayah Ilyas mulai berpikir panjang malam itu bersama adiknya dan juga saling berbincang satu sama lain setelah sekian lama baru bertemu. Sampai akhirnya mereka berdua mengambil keputusan untuk membelikan pelatihan pada Ilyas kepada Adi (Pamannya) selama ia dalam keadaan Skors
...****...
keesokan harinya, Ilyas selesai mengemas barangnya. Buku-buku dan pakaian untuk menuju tempat pelatihan bersama pamannya. Sebelum naik ke mobil, dia menyalim ibunya dan terlihat ibunya seperti menghawatirkan Ilyas. Dia juga menyalim tangan Ayahnya tapi terlihat ayahnya tidak peduli. Saat Ilyas berhadapan dengan Adiknya, Layla berbicara padanya
“kakak tunduk dulu aku tidak sampai”
Lalu Ilyas tunduk di depan adiknya. Layla memberikan kalung kesayangannya pada kakaknya
“anggap saja ini sebagai jimat keselamatan Kakak, tampamu aku pasti main PS sendirian untuk sementara (Layla mencium pipi kakaknya) aku akan merindukanmu kakak bodoh” Lanjut Layla tersipu malu.
“aku juga akan merindukanmu adikku yang galak” Balas Ilyas mengelus kepala adiknya.
Saat mobilnya berangkat, Layla mengejar mobil itu sampai tak terkejar lagi. Matanya meneteskan air mata melihat kakaknya pergi.
Perjalanan begitu panjang hingga ke Sulawesi tengah. Saat sampai di tempat pelatihan, pamannya mulai menjelaskan
“ini adalah hutan terluas di Sulawesi. Di sini begitu banyak hewan buas bahkan aku merawat beruang yang ganas saat di ganggu”
Ilyas jalan-jalan sambil melihat sekitar.
“Aku akan melatihmu di sini sampai kau menyerah pun tak akan ku penuhi permintaanmu. setiap hari dan saat malam waktumu untuk belajar. Waktu istirahat hanya ada beberapa menit dan kalau bisa, latih dirimu menggunakan buku ini” lanjut pamannya memberikan sebuah buku.
Paman Ilyas memberikan pada Ilyas buku yang berjudul Tao of Jeet kune do.
“siapa dia paman ?” Tanya Ilya pada pamannya saat melihat sampul bukunya.
__ADS_1
“dia adalah orang terkuat pada masanya di daerah cina setelah IPMan. Namanya, Bruce Lee” kata pamannya menjawab pertanyaan Ilyas.
Pamannya jalan lagi bersama dengan Ilyas dan dia memperlihatkan jalur menculam
“di tempat ini banyak jebakan yang harus kau hindari. Setiap hari, di sini akan menjadi tempat pemanasanmu” kata pamannya.
“Dan untukmu aku sudah menyiapkan batu yang besar. Tugasmu, retakkan batu itu dengan menggunakan jurus Jeet kune do : pukulan satu inci. Aku sengaja memesan dua karena aku ingin kau melihatnya secara langsung” kata pamannya.
Saat itu pamannya melangkah ke arah salah satu batu dan memperlihatkan jurus pukulan itu. Pamannya dengan mudah meretakkan batu itu hingga hampir hancur.
“karena kau pemula jadi pelan-pelan saja. Batunya tidak semudah itu bisa hancur karena batunya keras. Tapi, usahakan kau mampu menghancurkannya hingga masa skorsingmu selesai” kata pamannya menjelaskan.
“yah sisanya akan kulatih secara mendadak saja. Apa ada pertannyaan ?” anya pamannya pada ilyas.
Tiba-tiba ilyas mengangkat tangan dan Pamannya mempersilahkan untuk bertanya
“kapan kita mulai paman ?” Tanya Ilyas yang membuat Pamannya tersenyum.
“apa kau mua mulai sekarang ?” Tanya pamannya kembali.
“aku sudah tidak sabar” kata Ilyas tegas.
“kalau begitu taro barangmu, di tenda sana sekarang juga !!!!” tegas pamannya membentak.
“Baik !!!” balas Ilyas lalu berlari menuju tenda.
Di mulai dari hari itu, kehidupan Ilyas seperti di dalam Neraka. Setiap hari dia harus latihan melampaui batasnya. Pagi hari, dia harus melewati jalur menculam itu tampa kena jebakan sedikit pun. walau awalnya dia selalu kena dan penuh luka. Tetapi dia di larang untuk istirahat. Kadang dia di suruh untuk bertarung dengan beruang peliharaan pamannya walaupun syukur seluruh kuku jari beruang itu sudah di potong. Kalau tidak, Ilyas akan terbunuh.
Di sore hari ia dilatih untuk memanjati air terjun yang sangat deras. Di siang hari dia akan di latih bela diri dan langsung menhadapi pamannya. Di malam hari dia belajar dua hal. Buku pelajarannnya di sekolah untuk kelas 1,2,3 SMA. Setelah belajar, Ilyas akan mempelajari jurus Jeet kune Do tengah malam beserta prakteknya secara auto didat sampai tengah malam. Saat subuh tiba, dia akhirnya mempelajari pukulan satu inci itu. Dan hal ini di lakukan berhari-hari. Setiap hari takaran latihan Ilyas di tingkatkan, agar ia semakin kuat. latihan Ilyas di tambah oleh pamannya secara paksa. Kadang Ilyas menangis kesakitan tapi dia tidak menyerah dan menelan rasa sakiti itu.
__ADS_1