
Kembali di masa setelah Nuge dan Ilyas di Skors, Hari ujian masih tetap berlangsung. Murid-murid semakin kesal pada Ilyas dan kawan-kawannya. Karena saat Ujian hari ke dua sampai sekarang, dalam satu ruangan siswanya di gabung kelas A sampai kelas E. bukan itu yang membuat mereka kesal. Tapi, yang membuat mereka semakin kesal adalah saat Ujian, Ilyas selalu saja selesai dan keluar pertama dan di susul oleh Rika. Sebelum lonceng terakhir di bunyikan, Khaled dan Nuge akan selesai sebelum kelas A sampai D selesai sebagian.
Bukan hanya itu, selain guru bahkan pengawas dan para guru yang ada di Gedung kelas umum terkejut dan tidak percaya pada Ilyas karena jawabannya selalu benar bahkan melewati ekspetasi para guru. Curiga Ilyas melakukan kecurangan, ia sering di panggil ke ruang guru untuk Ujian lisan kembali. Dan lagi-lagi, Ilyas menjawabnya dengan sempurna.
Saat Jam Ujian selesai, sebagian Siswa pulang dan sebagiannya lagi belajar. Ilyas dan kawanannya berkeliling di Perpustakaan dan tidak mendapatkan kisi-kisi mata pelajaran Sejarah di Perpustakaan mereka.
“sepertinya tidak ada cara lain, kita harus belajar di perpustakaan umum. Di sana referensi lebih banyak untuk
kisi-kisi kita” kata Ilyas.
“kau yakin, kalau di sana kita bisa terbulli lho” balas Khaled.
“aku kan menanggung malu agar tidak kalah dari nilai Ilyas, lagipula aku tinggal menghajar mereka kalau macam-macam. Selama ini aku belajar Silat agar tak menjadi beban kalian” kata Rika kesal.
“Uwwaaaahhh ada satu orang yang tidak mau kalah sama Ilyas ternyata. Lagian, ngapain cewe belajar Silat ?” gumam dalam hati Nuge menatap Rika dengan tatapan aneh.
“Apa liat-liat ?” Tanya Rika kesal.
“Memangnya kenapa kalau aku liat-liat Haahh !!!?. Sensi amat dah !!!” balas Nuge membentak.
Pada akhirnya mereka sama-sama menuju ke gedung kelas umum dan menuju ke perpustakaan. Di perjalanannya, Indah melihat mereka berjalan bersama
“Ilyas… Semuanya.. kalian datang yaa ?” Tanya Indah yang berjalan ke arahnya.
Melihat hal itu, Ilyas menundukkan kepala dan membalik badannya
“sepertinya aku mau ke Wc” kata Ilyas yang mau melarikan diri.
Tetapi, Ilyas di tahan oleh Khaled dan Nuge
“tidak boleh kabur” kata Khaled melarang.
“katanya cowo, hadapi dong” lanjut Nuge.
Mau tidak mau, akhirnya Ilyas menghadapi takdir pertemuannya dengan Indah.
“eh, Indah. Lama nggak ketemu” kata Rika menyapa.
“kalian mau kemana berempat ke gedung kelas Umum ?” Tanya Indah penasaran.
“kami hanya mau ke perpustakaan bealajar” balas Nuge.
“Referensi di Perpustakaan kami tidak memadai, makanya kami ke sini” lanjut Nuge.
Dan Ilyas hanya menganggukan kepala.
Mendengar hal itu, salah satu dari kelas A mengejek mereka.
“begitulah kalau murid buangan dari Kelas E. Sudah bermasalah, tidak tahu malu, malah pergi ke
perpustakaan kami”.
__ADS_1
“haaahhh memalukan memalukan, bikin tidak mood saja” kata kedua murid dari kelas A itu.
“ehh kalian !!!” bentak Indah lalu ditahan oleh Ilyas.
“bukankah kelasmu untuk Umum ?. perpustakaanmu juga Umum kan ?. bisa saja dong kita ke sana karena kita masih murid dari kelas ini. Kamunya saja mikir dulu kalau ke gedung kelas E kami. Karena gedung kelas kami terkhusus untuk kami kelas E. kelas A kok nggak tahu pengertian dari Umum dan Khusus ?” balas Ilyas menjatuhkan argument mereka.
“SIALAANN !!!. Seharusnya kau menghormati kami kelas A. KUBUNUH KAU !!!!” kata salah satu kelas A itu memegang kerah baju Ilyas. Serentak, Ilyas melepas dan menggenggam tangan dari kelas A itu lalu mendekatkan Fullpennya di dekat lehernya.
Nuge mngayungkan kaki sampai hampir mengenai kepala dari kelas A itu, Khaled menodongkan Klip tembak ke kepalanya, sedangkan Rika hampir mengenai daerah utama anak kelas A itu dengan tendangannya.
“Eiittss… hampir saja kena daerah utamamu” kata Rika menahan kakinya.
“Untung saja aku memakai Rok Panjang selama ini. Kalau tidak, pasti mata mesum kalian melihat ke bawah” Lanjut Rika melihat para Cowo yang melihatnya.
Dan para Cowo yang melihat langsung merinding layaknya melihat Hantu.
Semua murid kelas A terkejut melihat kecepatan Ilyas dan 3 teman lainnya.
“kau berkata ingin membunuhku dengan gampang. Memangnya kau tahu bagaimana rasanya membunuh seseorang ?” Tanya Ilyas yang langsung melihat ke arah mata murid kelas A itu.
Dia sampai ketakutan melihat sorot mata Ilyas yang seperti Iblis.
“teman-teman, lepaskan dia. Tujuan kita mencari bahan pelajaran sesuai dengan kisi-kisi yang sudah di berikan ke kita, bukan untuk bertengkar” kata Rika sambil melepaskan murid Kelas A itu.
Begitupun dengan ketiga teman lainnya. Ilyas dan teman-temannya serta Indah berjalan menjauhi mereka dan menuju ke perpustakaan. Murid kelas A itu tidak mampu berdiri setelahnya sampai kakinya gemetar melihat kecepatan serangan mereka.
“Woe, kau tidak apa-apa ?” Tanya salah satu temannya yang menolongnya.
Temannya malah menatap aneh padanya sambil bertanya
“memangnya kau pernah melihat Iblis ?” Tanya temannya Ilfil.
Lalu dia menarik kerah baju temannya sambil berkata ketakutan
“kau mengatakan itu karena tidak melihatnya langsung. Aku yang melihatnya saja bisa menafsirkannya, Ilyas yang sekarang tidak seperti yang dulu. Tatapannya, benar-benar seperti pembunuh yang sebenarnya” kata Murid kelas A itu ketakutan.
****
Di perpustakaan, banyak orang yang rishi melihat Ilyas dan teman-temannya yang duduk di perpustakaan dan mengambil beberapa buku untuk menuliskan point penting untuk Ujiannya besok. Tetapi, mereka tidak mempedulikannya. Mereka belajar layaknya murid sekolah pada umumnya. Indah sampai takjub melihat
keseriusan mereka belajar
“apakah seperti ini murid kelas E sebenarnya ?. bahkan cara mereka lebih baik daripada murid kelas Umum pada umumnya” gumam Indah dalam hatinya.
Walaupun di sekolah ini melayani mesin minuman otomatis dan cemilan, Ilyas dan teman-temannya bahkan
tidak mengambil apapun di sana. Benar-benar, mereka hanya fokus belajar. Sampai Indah yang berada di kelas A jadi iri dan mulai belajar mengejar keseriusan mereka. Di tengah pelajaran, Rika memanggilnya
“Indah, soal pelajaran kita sama semua kan dalam satu tingkatan ?” Tanya Rika.
“Ahh iya. Karena itulah pihak guru menggabung murid kelas A sampai kelas E dalam satu ruangan agar tidak ada yang membeda-bedakan” kata Rika.
__ADS_1
“yaa walaupun ku tahu, mereka hanya mencoba untuk mendeskriminasi kelas E agar mereka menyerah dengan keseriusan kelas Umum” lanjut Indah.
Nuge menutup bukunya lalu berkata
“heh, apapun mau para guru, kami tidak peduli. Kami sekolah karena mau belajar dan mendapatkan hasilnya saat lulus nanti. Nilai hanyalah angka, bukan batas kemampuan Skill dan kecerdasan” kata Nuge pada
Indah.
"bukannya kau bilang seperti itu karena nilaimu sebelumnya rendah Nuge ?" tanya Ilyas mengejek Nuge.
"BACOT UNGGAS !!!" bentak Nuge.
Dan nuge di tegur oleh murid-murid yang fokus belajar di perpustakaan Umum.
“di sekolah kita memang belajar begitu banyak mata pelajaran. Tapi setelah lulus, pada akhirnya kita akan berjalan di jalur minat masing-masing. Jadi, kita tak perlu buru-buru. Tapi tetap konsisten” lanjut Khaled menjelaskan.
“apa yang di katakan Database-Sama ada benarnya. Tapi, aku tak begitu yakin apa yang di katakan Nuge. Dia berkata belajar tapi sampai di rumah malah Nonton Anime” balas Rika mengejek Nuge.
“DARITADI KENAPA AKU YANG KAU EJEK TERUS SIHH !!!?” bentak Nuge.
Mendengar itu, semua murid yang belajar menyuruh Nuge lagi untuk diam. Hingga membuat semuanya menahan tawa karena kelakuan Nuge.
****
Sore hari akhirnya tiba, lonceng kegiatan sekolah berakhir berbunyi tanda sekolah akan segera ditutup. mereka berempat akhirnya berjalan menuju ke tempat parkiran. Tapi seketika, Rika memegang tangan Indah lalu menghentikannya berjalan.
“teman-teman duluan aja yaa ?. aku punya urusan dengan Indah” kata Rika pada teman-temannya.
“memangnya kamu mau bicara apa dengan Indah ?” Tanya Ilyas mencurigakan Rika.
“urusan perempuan, kalian tidak boleh ikut, husshhh…. Hushhh…. “ balas Rika sambil mengusir mereka.
Khaled yang peka dengan keadaan ini menarik Nuge dan Ilyas
“ayo, kita bicara tentang urusan laki-laki juga. Kali ini aku yang teraktir kalian di Café tani” kata Khaled menarik mereka.
Melihat hal itu, Rika melihat ke arah Khaled dan Khaled mengedipkan mata pada Rika seolah mengatakan
“Serahkan sisanya padaku”. Rika membalas dengan menganggukkan kepala.
“Yess… diteraktir ama Database-Sama, memang top dah” kata Nuge semangat.
“pesannya jangan banyak-banyak yaa Nuge, kasihani dompetku juga dong” balas Khaled yang semakin menjauh.
“bukannya kau punya uang dari Pelanggan arogan kemarin ?” Tanya Nuge yang membuat Khaled kaget.
“haa… lagi-lagi kau meretas Uang orang yaaDatabase-Sama ?” Tanya Ilyas.
“kalau begitu akan kuteraktir kalian sepuasnya” balas Khaled menghela Nafas dengan berat.
“ARIGATOGOZAISIAAASS !!!! (ucapan “terima kasih” ala Yakuza Jepang)” ucap Ilyas dan Nuge serentak.
__ADS_1