
Hari-hari berlalu setelah Asoka dan One Eagle memilih berhenti untuk beraliansi, Khaled yang sedang menghadap ke Bagas akhirnya saling berbicara.
"Kak Bagas, aku ingin berbicara denganmu" kata Khaled yang baru-baru datang.
"Haahh !!!?. Ada apa kelas 2E kemari ?" balas salah satu pengikut Bagas yang terlihat jengkel.
"apa kau mengejekku karena aku kelas E ?" tanya Khaled pada Seniornya itu.
"memangnya kenapa ?. Jangan mentang-mentang kau berada di One Eagle kamu bisa berlagak" balas Senior itu mendorong Khaled.
Namun, Khaled hanya membalasnya dengan senyuman lalu menggelengkan kepala.
"tidak kusangka bahkan pengikut Kak Bagas masih serasis ini. Apa Kak Bagas tidak tersinggung ?. Kakak juga dari kelas E lho" kata Khaled memancing Bagas
Pancingan Khaled membuat pengikut Bagas itu baru menyadari kesalahannya yang langsung melihat ke arah Bagas yang sedang murka menahan amarah.
"A.. ampun Boss. Saya tidak bermaksud..." kata pengikut Bagas tersebut.
"aku tahu kalian para kelas Umum masih membenci kami tapi, Usahakan jangan memperlihatkan di hadapanku atau kuberi kalian pelajaran" balas Bagas yang sedang berdiri dari sofanya.
"Ada apa Khaled ?. Jujur saja hari ini Moodku masih belum bagus setelah di permalukan oleh STM 66 itu, aku cuma menahan diri karena aku tak mau repurtasi sekolah kita dalam Akreditasi menurun karena kericuhan" lanjut Bagas mendekati Khaled.
"aku ke sini karena ingin membicarakan hal itu" balas Khaled.
"apa maksudmu ?" tanya Bagas tidak mengerti.
"dalam jangka dekat, perang antara STM 66 dan Sekolah Unggulan Kebangsaan akan terjadi. Apa kau masih ingin menonton seperti sebelum-sebelumnya tanpa bergerak ?" tanya Khaled yang membuat semua seniornya murka.
"Jujur saja.... aku tidak mengusik kalian, bukan berarti aku kalah dari kalian. Terima kasih karena kesopananmu, aku jadi berpikir kalau semua Faksi pergi maka akan kupikirkan" balas Bagas.
"Hee.... Begitu yaa ?" balas Khaled sambil tersenyum.
Lain lagi kondisi Ilyas yang saat itu dalam keadaan kesal dan geram menahan amarahnya. Di hadapan mesin minuman di gedung kelas Umum sangat jengkel karena Susu Strobery kesukaannya sudah kehabisan Stok.
"Kenapa ?. Kenapa bisa habis ?. Siapa yang habisin ?" kata Ilyas berbicara sendiri dengan Jengkelnya.
"Haaahhhh terpaksa Green Tea aja dah" lanjut Ilyas yang dengan terpaksa membelinya.
Namun tiba-tiba seseorang yang menghampirinya sambil bertanya.
"Jadi kau yang bernama Ilyas Indra Purnama itu ?" tanya orang itu yang ternyata perempuan.
"Haahh ??. Memangnya kau siapa ?" balas Ilyas dengan nada yang menjengkelkan.
Perempuan itu berhenti tepat di dekat Ilyas yang sedang jongkok.
"Namaku Argina, dari kelas 1C/3, Pentolan Faksi Butterfly. Salam kenal, Senior" balas Argina dengan nada yang kurang sopan.
"Hoo... namamu Argina yaa ?. Ada apa ?. Mau beli minuman ?" tanya Ilyas padanya.
"Aku dengar Senior adalah penganut kesetaraan Gender yang sering menyiksa Perempuan. Apakah itu benar ?"
"HEH !!!. MULUT SIAPA ITU !!?" bentak Ilyas yang jengkel.
"apa aku salah ?"
__ADS_1
"yaa.... tidak sih tapi...." balas Ilyas yang terlihat mengalihkan penglihatannya.
Sontak Argina langsung melambungkan tendangan namun Ilyas menghindarinya dengan menunduk dan lompat jongkok salto ke belakang.
"Ooee... apa seperti itu caramu bersikap dengan Senior ?" tanya Ilyas dengan jengkel.
"Bercerminlah dulu sebelum berucap Senior. Apakah pantas caramu bersikap pada setiap Perempuan harus kasar ?"
"itu urusanku, kenapa kau mengusik ?"
"karena itulah aku membenci Pria sperti dirimu SENIORRR !!!!" bentak Argina dan menyerang Ilyas.
Dengan mudahnya Ilyas menghindari setiap serangan Argina walau pukulan Argina begitu cepat namun Ilyas bisa memprediksi serangannya. Sampai di mana, Ilyas terpojok di tembok Argina mencoba menendangnya namun Ilyas menghindar sampai tidak sengaja melihat di balik rok Argina.
"Wooww ternyata kau punya selera yang gelap yaa ?. Hitam..." balas Ilyas yang membuat Argina semakin jengkel.
Wajah Argina merah menahan malu dan melambungkan pukulan pada Ilyas yang di tahan oleh Rika yang baru-baru datang.
"Argina, jangan seperti itu pada Seniormu" kata Rika menahan Argina.
"tapi kak dia..." balas Argina yang masih jengkel.
"Are ?. Kau mengenal dia Rika ?" tanya Ilyas dan langsung Waspada.
"DAN AKU TAHU KAU PASTI MUNCUL AKUMA NO ONNAA !!! (PREMPUAN IBLIISS !!!)" lanjut Ilyas yang menutupi kepalanya.
Namun yang kena serangan adalah Telinga Ilyas yang di gewer oleh Natasya.
"Ededededeeehhh.... biasanya Melly, kenapa malah kau yang menyerang ?" tanya Ilyas yang menahan sakitnya.
"HAAHH !!!?. APAAN SIH !!!?" bentak Ilyas yang melepaskan tangan Natasya.
"Sebenarnya aku juga jengkel dengan hal itu tapi, kesampingkan itu dimana Melly ?. Aku belum melihatnya ?" tanya Rika.
"Hoohhh.... dia tidak hadir tadi, tumben Alfa. Seharusnya kau bertanya pada Natasya kan ?" tanya Ilyas menunjuk Natasya.
"maunya gitu sih tapi kau yakin aku bertanya pada dirinya ?" tanya Rika kembali.
Ilyas langsung melihat Natasya sambil diam sejenak dan tersenyum pada Rika.
"Hmm... keputusan yang tepat" balas Ilyas yang langsung di pukul tas oleh Natasya.
"AKU TAHU AKU LEMOT HIKSS... TAPI BILANG SESUATU KEK JANGAN DIAM DOANG LIATIN AKU HUWAAHAAAA !!!!" teriak Natasya menangis sambil memukul Ilyas berkali-kali dengan tasnya.
"Ma.. Maaf" balas Ilyas yang sudah tepar.
"Uwwaaahhh dia beneran Ilyas yang rumornya ku dengar nggak sih ?. Sekarang dia malah tepar di pukul dua perempuan lho" gumam Argina dalam hatinya.
"baiklah kalau begitu, Ilyas kamu bisa chek rumahnya Nggak ?" tanya Rika meminta.
"Au ah malas" balas Ilyas dengan jengkel.
"kamu ini sejak kapan sih menjengkelkan begini ?" tanya Rika yang juga semakin jengkel.
"kau tau kan Satpan tidak akan membiarkan kita keluar tanpa alasan tertentu" balas Ilyas ngambek
__ADS_1
Tiba-tiba, Ilyas di berikan beberapa kertas oleh Natasya.
"Hmm ?. Apa ini ?" tanya Ilyas memegang kertas itu.
"itu tugas Matematika yang kebetulan harus di kumpul besok baru dibagikan tadi. Kertasmu aman kok udah kutaro dari tasmu" balas Natasya sambil malu-malu.
Ilyas berdiri dan menarik Argina ikut padanya.
"Yosh... Gina, kau ikut denganku" balas Ilyas dan pergi.
"HAAAHH !!!?. KOK AKU IKUTAN SIH !!?. LAGIAN NAMAKU ARGINA, BUKAN GINAA !!!" bentak Argina yang mencoba melepaskan diri dari Ilyas.
"ligiyin nimiki irgini, bikin ginii hilih bicit, ikut aja sama aku" balas Ilyas mengejek.
"SUMPAH BAHASAMU ITU RASA INGIN MENAMPOLMU SENIOR !!!" balas Argina membentak yang akhirnya pasrah.
"kamu yakin membiarkan Ilyas membawa Argina ?. Lagian untuk apa sih ?" tanya Natasya yang melihat mereka berdua Ilfil sambil menunjuk mereka.
"Haaahhh.... entahlah, hari ini entah kenapa Ilyas sangat menjengkelkan. Mirip Nuge yang..." balas Rika yang memperkirakan.
"jangan-jangan dia juga sudah menjadi..." lanjut Natasya yang tidak mau percaya.
"WIBU ???" kata Rika dan Natasya serentak.
Dan mereka berdua akhirnya mengeluh mengetahui fakta Ilyas yang baru tentang hal itu.
"Nuge sudah menjadi pengaruh buruk bagi Ilyas" kata Rika yang sudah jengkel.
"aku sampai tak tahu mau berkata apa lagi" balas Natasya yang sudah pasrah.
...****...
Sampai di dekat gerbang, Argina pada akhirnya pasrah di seret oleh Ilyas. Namun tiba-tiba, Satpam sedang membantu Aco yang sudah berada di kondisi babak belur tak mampu berdiri lagi.
"Aco ?. Kau tidak apa-apa ?" tanya Ilyas pada Aco yang di bantu Satpam.
"Woiyadong Anj*ng lu nggak liat apa aku sudah babak belur ?" tanya Aco kesal.
"lah kok ngamok ?" tanya Ilyas kembali dengan nada menjengkelkan.
"semakin lama Ekspetasiku tentang Senior berkurang" gumam Argina dalam hatinya.
"ngomong-ngomong, dari awal aku ingin bertemu denganmu" kata Aco mendekati Ilyas.
"aduuhh dek jangan paksain diri atuh" balas Satpam itu.
Aco mendekati Ilyas dan hampir terjatuh namun di tahan oleh Ilyas.
"ada apa sih ?" tanya Ilyas penasaran.
"Melly.... berada dalam bahaya Ilyas" balas Aco.
Perkataan itu sentak membuat Ilyas terkejut.
...****...
__ADS_1
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022