
Keesokan harinya, tingkah Abang mulai berlebihan. Saat Nuge memasuki kelas, betapa terkejutnya dia mendapati kursi Ilyas yang penuh dengan lem dan mejanya penuh dengan coretan kebencian dan sampah.
“Ilyas, aku ke wc dulu. Titip tasku” kata Nuge kesal.
“aku tahu kau ingin menemui mereka kan ?” Tanya Ilyas.
Dan itu membuat Nuge menghentikan langkahnya.
“aku sudah bilang padamu, ini urusanku. Baru-baru ini aku kena skors. Aku bisa membersihkannya kok” kata Ilyas yang mulai mau membersihkan mejanya.
“kalau aku diam, itu bukan berarti cari aman Ilyas. Kalau aku diam sekarang melihatmu seperti itu, berarti aku adalah pengecut yang tak mampu melindungi temanku” kata Nuge yang semakin kesal.
“Aku akan pergi mencari mereka” lanjut Nuge pergi meninggalkan Ilyas.
Nuge keliling mencari Abang dan kawanannya dan saat menemukan mereka, Nuge berlari tampa ngomong apapun langsung menghajar Abang. Dia terjatuh lalu Nuge menarik kerah baju Abang dan menghajarnya lagi berkali kali. Nuge di tendang dan di tahan oleh kawanan Abang. dia berdiri dan mengepalkan tangannya untuk memukul Nuge. Tapi Nuge mengangkat Kaki dan menendang Abang orang lain yang menahan kakinya setelah menendang. Nuge menendang dengan kaki lainnya lalu buang diri. Nuge berdiri dan menghajar mereka satu persatu. Tapi, baru kali ini Nuge melawan orang banyak hingga ia kewelahan. Saat Nuge lengah, ia di keroyok sama faksi ular yang tiba-tiba datang.
“ini bocah bikin kaget saja, ayok kita pergi” kata Abang meninggalkan Nuge yang tidak sadarkan diri.
Saat jam pelajaran masuk di mulai, terlihat kursi Ilyas sudah bersih. Ilyas dengan tenang duduk di sana tampa peduli apapun.
melihat hal itu, Abang terlihat semakin kesal dan Ilyas malah menyapanya dengan cara melambaikan tangan. Bu Haspita masuk saat lonceng berbunyi, akhirnya pelajaran mau di mulai
“selamat siang anak-anak. Sekarang persiapkan buku paketnya” kata bu haspita. N
amun belum mulai pelajaran, Nuge sudah datang membawa kayu.
“ooii Abang, kita belum selesai” kata Nuge sambil menghajar Abang dengan kayu yang di bawahnya.
Saat kayu itu patah, Nuge melanjutkan dengan menghajarnya berkali-kali lagi.
“seharusnya kau tidak mengganggunya !!!. Sudah ku peringatkan jangan pernah menggaggunya Kusoyaroo !!! (Sialan !!!!)” kata Nuge menghajar Abang.
Lalu kawanan Abang menghentikan perbuatan Nuge dan menghajarnya yang mengamuk secara bergantian
“anak-anak hentikan perbuatan kalian” kata ibu haspita yang mencoba mendekat.
Namun secara tidak sengaja ibu haspita hampir kena bangku terbang. Nuge berlari dan menendang bangku itu
“woe, hati-hati sialan. Kau tidak lihat ada guru di sini ?” kata Nuge melindungi bu Haspita.
“Anjir dah, kakiku sakit menendang bangkunya” gumam Nuge dalam hatinya.
Terlihat satu kawanan Abang telah memanggil faksi Ular lainnya.
“sialan, aku akan menghajar kalian sebelum di keroyok lagi” lalu Nuge maju menghajar mereka.
Tidak sempat menghabisinya, Nuge terjatuh karena kakinya semakin terluka. Dan saat faksi Ular muncul, Nuge di keroyok.
“sudah-sudah !!!, aku merekam kalian. Kalau aku perlihatkan ini kepada kepala sekolah, kalian akan di keluarkan !!!. Jadi cepat berhenti atau saya laporkan sekarang !!!” kata bu haspita mengancam.
Ancaman itu membuat faksi Ular keluar dan kembali ke kelas. Sedangkan Abang dan teman-temannya kembali duduk di bangkunya.
__ADS_1
"Cihh... inilah kenapa aku membenci guru yang terlalu baik" gumam Abang sendirian.
“Ilyas, bawa Nuge ke UKS berobat sekarang” perintah ibu haspita.
“coba jelaskan Abang, apa maksudnya ini ?” Tanya ibu haspita marah.
“aku kenapa bu guru ?, anda lihat kan dia menghajarku duluan” jawab Abang.
Ibu Haspita tidak mungkin langsung menudu tapi dia yakin, Nuge tidak bersalah dalam hal ini.
*****
Beberapa jam kemudian Nuge sadar, jam istirahat akhirnya berbunyi. Ilyas yang duduk di sana, memberikan roti isi pada Nuge.
“nih, kau pasti lapar udah gelud” kata Ilyas menawarkan.
“Sangkyu aibo.. (terima kasih Sobat). Ternyata yakisoba ya ?. lain kali aku pilihkan Yakisoba yang bagus di kantin” balas Nuge.
“hooo namanya Yakisoba yaa ?. padahal kalau namanya roti isi, pasti murah” kata Ilyas yang membuat Nuge tersedak.
“kau ini sudah ku katakan nggak usah di ladeni. Yang seperti itu bakal berhenti dengan sendirinya kalau tidak di ladeni” kata Ilyas menenangkan Nuge.
“aku hampir lupa, aku harus memberi pelajaran pada mereka” kata Nuge yang mencoba untuk berdiri.
Ilyas menegurnya tapi dia tidak peduli sampai akhirnya dia sadar, kakinya sedikit terluka.
“haaaa… bakal lama sembuhnya ini” kata Nuge kecewa melihat kakinya yang bengkak.
Tiba-tiba bu Haspita mendatangi Nuge dengan perasaan marah padanya.
“kalau kau memaksa pergi, aku laporin lho ke kepala sekolah biar kau kena Skors. Mengamuk tidak akan menyelesaikan masalah dengan mudah Nuge” kata bu Haspita menenangkan Nuge.
“tapi bu guru, kalau seperti ini Ilyas akan selalu di ganggu” balas Nuge khawatir.
“aku tahu kau senang karena akhirnya kau punya teman bicara di sampingmu. Selama ini ibu memperhatikanmu kau selalu diam dan tidak peduli. Aku kira kau adalah murid teladan yang fokus belajar tapi setelah melihat nilaimu di UTS (Ujian Tengah Semester) ternyata ibu salah paham” kata Ibu Haspita yang menggoda Nuge.
perkataan Bu Haspita membuat Ilyas menahan tawa terbahak-bahak. Karena perkataan bu Haspita wajah Nuge memerah menahan malu.
“walaupun kau lakukan ini demi Ilyas tapi, jangan menyiksa dirimu sendiri. Apapun yang terjadi, Ilyas akan tetap bicara padamu” kata bu Haspita meyakinkan Nuge.
“apa yang di katakana Bu Haspita ada benarnya Nuge. Aku akan tetap jadi temanmu, lagian kita ini bersebelahan bukan ?. mau tidak mau aku akan bicara padamu. Tetapi, kau tidak usah peduli dengan urusanku dengan Abang. Ingat itu Aibo...” lanjut Ilyas menenangkan Nuge.
Nuge hanya diam tidak mengatakan apa-apa sedikit pun.
*****
Keesokan harinya Ilyas terkejut karena jam masuk sekolah akan segera berbunyi tetapi Nuge belum datang. Akhirnya dia berpositif tingking mungkin saja terlambat karena kemarin aja dia harus berjalan menggunakan tongkat untuk berjalan. Namun jam pertama akhirnya di mulai, yang bikin mengejutkan Abang dan kawanannya terlambat datang. Saat ibu Haspita absen dan menyebut nama Nuge, Abang berkata
“di UKS bu, tadi jatuh terpeleset makanya kami bawa ke UKS untuk istirahat” kata Abang yang membuat ibu Haspita dan Ilyas curiga.
Setelah jam kedua pelajaran, Ilyas berlari ke arah UKS. dan benar saja, lagi-lagi Ilyas tidak sadarkan diri. ini membuat Ilyas semakin muak dan pergi mencari Abang dan kawanannya. saat mengetahui dia masih ada di kelas, Ilyas menenangkan pikirannya dan menyusun rencana untuk Abang. Ilyas mendekatinya dan berkata padanya
__ADS_1
“kau apakan Nuge ?” Tanya Ilyas pada Abang.
Seketika Abang dan kawanannya melihat kearah Ilyas
“ahhh kami menghajarnya karena pagi ini kami berencana untuk membullimu lagi tapi dia mendengar percakapan kami dan menyerang kami, yaa kami menghajarnya dong sampai masuk UKS. Kenapa ?. kau marah ?” kata Abang mengancam.
Ilyas mengangkat kedua tangannya dan berkata seperti orang yang legah
“akhirnyaa… dengan begitu dia akan tidak sadarkan diri kan dalam jangka waktu yang lama ?. aku sedikit terganggu karena dia terlalu berisik di sampingku. Terima kasih yaa, dengan begitu beberapa jam aku bisa belajar dengan tenang” kata Ilyas sambil tersenyum jahat.
Semua orang terkejut dalam kelas saat mendengar perkataan Ilyas ternyata selama ini membenci Nuge.
“kau tidak marah kami menghajar Nuge ?” kata salah satu kawanan Abang.
“nggak, ngapain ?. aku malah membenci dia kok” kata Ilyas singkat.
Perkataannya itu membuat Abang tertawa dan berkata padanya
“aku mulai tertarik padamu. Walau cupu, ternyata kau ini mempunyai sikap layaknya Iblis. Bagaimana kalau kau gabung di faksi kami ?” kata Abang menawarkan pada Ilyas.
“Skakmat !!!” gumam Ilyas dalam hatinya.
“dengan senang hati, tuan Abang” kata Ilyas sambil tunduk layaknya seorang pelayan.
Semua orang mulai menatap Ilyas dengan penuh kebencian karena dengan mudah menghianati Nuge. Dan sebaliknya, mereka mulai khawatir dengan keadaan Nuge.
“boss, apa kau yakin memasukkan anak cupu ini di faksi kita ?” kata salah satu kawanan Abang.
“yaiyalah. Dia itu orang yang cerdas lho. Dia bisa membuat kita tidak remedial dan mungkin pintar menyusun strategi. Iyakan Ilyas sialan ?” kata Abang padanya.
“hoh, kalau itumah serahkan saja padaku. Tapi sebelum itu, aku minta nomornya yaa tuan Abang. Takutnya Nuge akan menggangguku lagi aku cukup menghubungimu dan mengatakan padanya bahwa aku bergabung di faksimu” kata ilyas meyakinkan Abang.
“aku semakin menyukai bocah ini, iya katakan itu pada Nuge nanti. Kita akan menghancurkan perasaannya. Ini nomorku, scan kode aja” kata Abang memberikan hpnya.
Tapi tiba-tiba, Nuge datang dengan kesal di dekat pintu berkata pada mereka
“tampa mengatakannya padaku, aku sudah mendengar semuanya. Tidak ku sangka kau adalah sampah, Ilyas sialan” kata nuge yang geram dengan mata yang berkaca-kaca.
Saat itu, Ilyas memperlihatkan senyum jahatnya dan berjalan Nuge
“maaf yaa Nuge, dunia terlalu kejam padamu” balas Ilyas dan membuat Abang dan kawanannya tertawa terbahak bahak.
Nuge yang tidak tahan merasa terhina, kembali ke tempat duduknya dan menutup wajahnya merasa malu. Semua murid mulai mendekati Nuge dengan rasa kasihan
“kau tidak apa-apa Nuge ?. aku.. kasihan padamu”.
“jauhi saja Ilyas itu, akhirnya aku mengerti kenapa dia masuk dalam kelas E ini”.
“iya Nuge, kami ada kok bersamamu. Katakana saja kalau kau butuh bantuan” kata-kata teman sekelasnya yang mendukung Nuge.
Bu Haspita yang melihat itu dari jauh secara sembunyi tidak tega. Saat bunyi jam pelajaran selesai, jam ekstrakulikuler untuk yang mempunyai Club sekolah berbunyi. Yang tidak mempunyai klub akhirnya kembali kerumah termasuk Ilyas.
__ADS_1