
Di pagi hari semuanya mulai sarapan lagi, berbeda dengan Ilyas selagi pagi langsung menghajar Samsatnya berkali-kali dengan tangan kosong. Sampai akhirnya saat Ilyas menendangnya, Samsatnya terlempar lagi untuk kesekian kalinya. Melihat tubuh Ilyas yang berotot dan penuh dengan keringat membuat para pelayannya melihatnya sebagai tontonan pagi
“ahh… asupan pagi yang luar biasa”.
“lihat otot itu sungguh keren”.
“tuan muda memang tampan” kata para pelayannya.
Tiba-tiba, Layla mendekatinya dan berkata pada Kakaknya
“aku berangkat dulu, Kakak” kata Layla.
Ilyas mengelap keringatnya dengan handuk sambil berkata
“hati-hati yaa, katakan sama Kakak kalau punya msalah”
Layla mengalihkan pandangannya lalu pergi meninggalkannya
“Sebastian ada kok menjagaku, memangnya apa urusan Kakak, kamu kan tidak membutuhkanku kan ?” kata Layla lalu pergi.
Ilyas hanya diam setelah perkataan itu tampa membantah sedikit pun.
Sampai di depan Sekolah, Layla menyebrangi jalanan. Sampai di seberang, Layla melihat ke arah Sebastian dan melambaikan tangannya
“Aku masuk dulu Sebastian” katanya sambil tersenyum.
“nikmati harimu, nyonya” balas Sebastian.
Namun seketika, mobil berwarna hitam melewati Layla lalu 4 orang memaksa Layla masuk di mobil.
“SEBASTIAN TOLOOONNGGG !!!” teriak Layla.
Sebastian berlari menyebrang jalanan mengejarnya
“NYONYA MUDAAAA !!!” teriak Sebastian.
Namun Sebastian terlambat karena mobilnya pergi membawa Layla.
Semua murid terlihat ketakutan. Sebastian kembali ke mobilnya dan mengejar mobil tersebut. Namun saat hampir mendekati mobil itu, sebuah mobil dari arah lain sengaja menebrak mobil yang dikendarai Sebastian hingga mobilnya terbalik. Dengan pandangan yang samar, Sebastian melihat plat mobil itu “DP 1468 AT… aku harus.. menghubungi… orang rumah” kata Sebastian.
Sebastian menghubungi nomor telepon rumah Pak Andi namun yang menangkat telepon tersebut adalah Ilyas.
“Haloo dengan siapa ?” Tanya Ilyas.
Sebastian terkejut karena Tuan Muda Ilyas yang menerimanya. Tapi, tidak ada waktu lagi
“Tuan Muda, Nyonya muda di culik”.
Mendengar hal itu, Ilyas tampa membuang waktu Ilyas menuju ke bagasi dan mengendarai motornya dalam keadaan memakai celana olahraga tampa menggunakan pakaian menuju ke sekolah Layla.
Di sana terlihat polisi yang mengamankan 2 mobil yang hancur, para guru yang di introgasi oleh polisi, warga yang merekam kejadian menggunakan hp, dan Sebastian yang di rawat oleh medis.
“SEBASTIAAANN !!!” teriak Ilyas lalu mendekati Sebastian.
“Sebas, kau tidak apa-apa ?” Tanya Ilyas Khawatir.
Sebastian menggenggam tangan Ilyas
“Tuan Muda, DP 1468 AT, kejar plat mobil itu. Mereka yang menculik Nyonya Muda. Maaf, aku gagal menjadi pelindungnya” kata Sebastian sambil malu memperlihatkan wajahnya.
Tapi para medis ketakutan melihat wajah Ilyas saat itu seperti orang yang punya dendam yang harus di tuntaskan segera.
__ADS_1
Sambil mengendarai motor, Ilyas berkeliling sambil menghubungi Khaled. Saat Khaled mengangkat teleponnya yang sementara ada di perpustakaan, tampa buang waktu Ilyas berkata
“Lacak Hp ku dan Mobil dengan Plat DP 1468 AT, SEKARANG !!!” teriak Ilyas yang membuat Khaled bergerak cepat.
“sudah terlacak, lokasinya sudah ku kirim lewat Line pribadimu. Memangnya ada apa Ilyas ?” Tanya Khaled.
“setelah jam pulang, kamu susul aku sendirian ke sana, akan ku jelaskan saat sampai di sana” balas Ilyas lalu menutup teleponnya.
Ilyas melacak lokasi itu dan mengubah arah motornya menuju ke lokasi yang di arahkan oleh Khaled.
Setelah Khaled menerima telepon itu, dia melacak sekali lagi tempat itu. Dan di sebelah rumah terbengkalai itu mempunyai CCTV yang bisa menangkap gambar mereka dari jarak jauh. Gambarnya tidak terlalu jelas. Khaled membersihkan pixelnya agar terlihat jelas dan akhirnya, rekamannya terlihat bersih.
“Oi oi oi oi, bukankah ini adiknya Ilyas ?” gumam Khaled dalam hatinya terkejut.
“ada apa Database-Sama ?” Tanya Rika penasaran.
“ahh tidak apa-apa, aku melupakan Flashdisc yang isinya Film semi di bawah kolong mejaku” kata Khaled lalu kena pukulan oleh Rika.
“Dasar Bodoh, AMBIL CEPAT SEBELUM KETAHUAN GURUU !!!” bentak Rika.
“YES MA’AM !!!”
Setelah keluar dari Perpustakaan, dia melompati pagar dan mencari Taxi untuk menyusul Ilyas.
Di Rumah terbengkalai itu, Layla tidak bisa bergerak di atas meja. Tangan dan kakinya di ikat di setiap sudut. Tidak lama kemudian, Awwing datang mendekatinya
“maaf membuatmu terganggu adik kecil. Aku melakukan ini agar Kakak sialanmu itu datang padaku, karenanya aku harus menanggung malu seumur hidup” kata Awwing sambil menggaruk wajahnya.
“kesalahan menangkapku, Kakakku tak akan melepaskanmu” balas Layla geram.
Awwing menampar Layla berkali-kali karena kesal.
“Kakak, tolong aku…” gumam Layla dalam hatinya ketakutan.
Ilyas yang sudah sampai di lokasi, tetap menaikkan Gass motornya lalu melompat dari motornya yang berjalan sendiri menebrak para penjaga yang menjaga Awwing. Mendengar hal itu, Awwing akhirnya sadar
“hoo sepertinya tamu kita sudah datang. Dari mana yaa dia tahu lokasi kita ?” Tanya Awwing sambil tersenyum.
“terserah, kalian semua turun serang Ilyas !!!. Gunakan senjata kalian untuk menyerangnya !!!!” kata Awwing berteriak.
Pengikut Awwing mengambil parang dan mendatangi Ilyas yang ternyata sudah meratakan seluruh pasukan Awwing yang berjaga di lantai bawah.
“hoohh giliran pasukan bersenjata yaa ?. maju semua kalian, salah gerak kalian akan terbunuh” kata Ilyas menunjuk mereka dengan tubuh yang berlumuran darah bawahan Awwing.
Awwing yang tidak sabar menunggu mendekati layla dan berkata padanya
“sepertinya buang waktu saja, aku akan langsung menikmatimu saja. Aku sudah pernah melakukannya dengan pacar kakak sialanmu itu. Aku ingin melihat ekspresi wajah kakakmu itu saat melihat adiknya tidak berdaya juga, HAHAHAHAA !!!!” tawa Awwing sambil menjilati adik Ilyas.
“KAKAK TOLOOONNGG !!!!” teriak adiknya ketakutan.
Tidak lama setelah teriakan itu, Ilyas mendobrak pintu sambil menarik rambut dua orang bawahannya dan melemparnya di hadapannya. Layla melihat Kakaknya yang tangan dan Dadanya sudah sobek karena Parang.
“Ka… kak…” kata Adiknya yang terlihat Syok.
“apa Cuma ini ?. kau membutuhkan pasukan lebih bila ingin membunuhku Awwing sialan” kata Ilyas yang kesal.
“HAHAHAHAAA !!!!. kau tetap saja sok kuat, akan ku hancurkan keangkuhanmu” kata Awwing.
Dan akhirnya Wild Lion berdiri mendekati Ilyas. Badan Wild Lion begitu besar bahkan lebih tinggi daripada Ilyas.
“Baiklah, aku akan menghancurkan apapun halangannya. Setelah ini sesuai janjiku Awwing, aku akan membunuhmu di sini” kata Ilyas mengancam.
__ADS_1
“katakana itu setelah melewatiku sialan” kata Wild Lion memukul Ilyas hingga terlempar keluar pintu.
“KAKAAAKK !!!!” teriak Layla khawatir.
“Hahaaaa sangat mudaaahh !!!!” teriak Awwing begitu senang.
Ilyas berdiri berlari menyerang Wild Lion namun pukulannya di tangkis oleh Wild Lion. Bahkan dengan mudah menghajar Ilyas. Dia di hajar berkali-kali hingga satu pukulannya di tahan oleh tangan Ilyas.
“Hohooo….” Kata Wild Lion lalu mengayungkan sebelah pukulannya.
Tapi Ilyas menahannya dengan kepalanya lalu Ilyas melompat dan menendang Wild Lion dengan kedua kakinya hingga Wild Lion terlempar mengenai Awwing. Ilyas mengambil parang yang terletak di sekitar lalu memotong talinya cepat yang mengikat tangan Layla.
“pergilah dari sini, aku akan melindungi…” belum sampai perkataannya, dia di hajar oleh Wild Lion sampai terlempar.
Ilyas berdiri berlari lalu melompati Wild Lion. tetapi dia tertangkap dan pinggangnya di remuk oleh Wild Lion. Ilyas teriak kesakitan, saking sadisnya Layla bahkan tak mampu melihat kakaknya di sakiti. Ilyas memukul kepala Wild Lion dengan Sikuknya sampai Wild Lion melemparnya sampai mengenai lampu panjang di atas langit-langit rumah.
Wild Lion berteriak dan maju menyerang Ilyas, dengan berani Ilyas mengambil pecahan lampu itu lalu berlari dan membungkuk mendorong perut Wild Lion hingga terjatuh. Ilyas menusuk kedua kaki Wild Lion berkali-kali hingga Wild Lion kesakitan dan tangan Ilyas berdarah karena pecahan lampu yang ia pegang. Wild Lion mendorong Ilyas hingga terlempar jauh.
“Kakak… !!!” teriak Layla membantu Kakaknya berdiri.
Wild Lion mencoba untuk berdiri tapi tak mampu lagi karena luka Kakinya yang telah tertusuk pecahan lampu panjang. Ilyas melompati Wild Lion dan menendang kepalanya dengan kedua Kakinya. Ilyas menaiki badan Wild Lion dan memukul wajahnya berkali-kali tampa berhenti. Melihat hal itu, Awwing mencoba mengeluarkan pistol yang di beli dari pasar gelap.
Tapi, dari jauh Khaled menembak tangan Awwing dengan busur besinya.
“Siapa itu !!!?” teriak Awwing.
Setelah melihatnya, Awwing tidak mengenalnya karena Khaled memakai Topeng yang ada di Hodienya.
Karena Ilyas lengah, Wild Lion mendorong Ilyas hingga jatuh. Gilirannya menaiki Ilyas dan mencekik lehernya. Ilyas tercekik dan mencoba mengambil sisa pecahan lampu panjang itu dan menusukkan tepat di leher Wild Lion. Tetap saja, dia mencekik. Dengan berani Layla memukul wajah Wild Lion dengan Kayu hingga membuat cekikan tangannya melemah. Awwing menendang Layla dan mengejeknya
“JANGAN MENGGANGGU PEREMPUAN LAJANG !!!” bentak Awwing.
Tetapi dia terkejut saat mendengar Wild Lion teriak. Ternyata Ilyas sudah menusuk kedua matanya dengan kedua ibu jari Ilyas. Cekikannya lepas dan ilyas menendang Wil Lion hingga terbaring kesakitan. Melihat kesempatan itu, Ilyas memegang lampu yang tertempel di lehernya lalu menggoyangkannya sampai merobek leher Wild Lion.
Serangan Ilyas membuat Wild Lion kejang-kejang dan akhirnya mati karena kehabisan darah. Nadi di lehernya terputus setelah di robek menggunakan pecahan lampu dari Ilyas.
Melihat Ilyas saat itu, Awwing terlihat syok. Ilyas berdiri menginjak wajah mayat Wild Lion lalu membersihkan darah yang menutupi pandangannya. Awwing sampai tak mampu berdiri melihat Ilyas yang masih mampu berdiri
“satu telah tumbang.... sekarang giliranmu sialan....” kata Ilyas sambil mengambil pistol Awwing yang terletak di sekitarnya.
Awwing mencoba berlari tapi kakinya di tembak dengan mudah oleh Ilyas.
“AAHHKKK SAKIIITTTT IBUUU… !!!” teriak Awwing kesakitan.
Bahkan Layla ketakutan melihat wajah kakaknya yang terlihat tenang setelah membunuh seseorang.
“sudah kubilang padamu kan ?. Jangan mendekati orang yang ku sayangi. Kalau kau melakukannya, aku akan membunuhmu. Ini salahmu sendiri” kata Ilyas lalu menembak kaki Awwing berkali-kali lagi.
“Ilyas, maafkan aku. Aku mengakui aku salah… hiks… tolong kasihanilah aku…” kata Awwing memohon ampun.
Ilyas menendang wajah Awwing lalu menginjak wajahnya.
“Pertama, kau membulli orang tampa rasa kasihan, dan kau memperkosa Indah tampa rasa bersalah, dan menculik adikku padahal dia sudah teriak minta tolong. Apa pantas aku mengampunimu ?” kata Ilyas lalu menondongkan Pistol masuk ke dalam mulutnya.
“bahkan kematian sangat mudah untukmu tapi.... tunggu aku di neraka sana bajingan” kata Ilyas yang memasukkan pistol dengan paksa di mulutnya dan hampir menarik pelatuknya.
****
Instagram : hackbae2022
Facebook : HackBae
__ADS_1