Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 13 (Season 2) : Curahan hati yang tersakiti


__ADS_3

Saat malam hari tiba, Ilyas belajar sebelum akhirnya tidur. Dia melihat seragam yang di berikan oleh Nurhan.


"Besok..." gumam Ilyas melihat seragamnya.


Begitupun dengan Nuge yang memainkan game di hpnya ketika killdown iya memperhatikan jiketnya juga yang tergantung di dekat seragam sekolahnya.


"Besok..." Gumam Nuge juga melihat seragamnya.


Dan sepertinya, mereka berdua menyukai seragam itu. Mereka berdua tersenyum lalu secara tidak sengaja di jarak yang sangat jauh mereka berkata


"Besok akan menjadi hari yang menggemparkan !!!" kata mereka berdua bersamaan.


                                                                                            *****


Di pagi hari, semua orang terkejut melihat seragam Ilyas dan Nuge tidak memakain Jas. sampai mereka berdua berpas-pasan di depan gerbang sekolah, akhirnya orang memahami mereka berdua berkolaborasi sebagai team.


“kau benar-benar memakainya yaa ?” tanya Ilyas.


“kau juga” balas Nuge.


Saat itu mereka diam sejenak lalu tertawa terbahak-bahak. Akhirnya mereka baikan dan masuk ke sekolah sambil berbincang-bincang.


“keren sih seandainya kalau kita bersamaan ke sekolah menggunakan motor” kata Ilyas berandai.


“aku punya kok di rumah, yaa walaupun motor yang sudah di Update sih” balas Nuge.


“seriusan ?. kalau begitu kita naik motor masing-masing cuy kesekolah” kata Ilyas mengajak.


“ide yang bagus Ilyas, jadi tidak sabar besok” balas Nuge.


Namun percakapan mereka berhenti saat di taman sekolah mereka berpas-pasan dengan Indah.


“I.. Ilyas” kata Indah saat berpas-pasan dengan Ilyas.


Dan dia diam membatu saat melihat dia masih ada di sekolah ini. Nuge yang bingung dengan mereka berdua akhirnya bertanya


“dia kenalanmu Ilyas ?. cantik uuyyy” kata Nuge sedikit menggoda.


Namun Ilyas mengingat kejadian keji itu dan meninggalkan Indah dan Nuge


“aku ke kelas duluan” kata Ilyas meninggalkan mereka.


"Ehhh... tunggu... Aibo ?" kata Nuge kebingungan memanggila sahabatnya itu.


“A... anu….” Kata Nuge yang mencoba menenangkan suasana di hadapan Indah.


“tidak apa-apa kok, aku pergi dulu yaa” kata Indah juga meninggalkan Nuge.


Dia yang masih tersenyum di tempat bergumam dalam hatinya


“Sebenarnya…. (tiba-tiba teriak) APA YANG TERJADI DI ANTARA MEREKA BERDUAAAAA !!!!!??” teriak Nuge tiba-tiba.


Namun di lantai dua kelas E di perpustkaan, terlihat perempuan berkacamata mengawasi mereka di balik jendela.


                                                                                            *****


Beberapa hari telah berlalu. kini Ilyas dan Nuge hidup dengan damai di kelasnya sekalipun berada di gedung berbeda dengan kelas Umum. pagi hari yang menjelang siang yang cerah, hal yang sangat lumrah terjadi kepada dua pemuda di mulai saat bel jam Istirahat berbunyi. Dua pemuda yang memakai seragam One Eagle berlari di dalam gedung kelas E.


“Ooii Kalian… JANGAN BERLARI DI DALAM GEDUUUNGGG !!!!!” Teriak ibu Nur pada kedua pemuda itu.


Karena mereka di halangi, mereka berdua akhirnya melompat dari lantai 3


“YAKISOBA ASAM CUKA, IM COMIIINGGG !!!!” teriak Nuge dan Ilyas melompat keluar jendela.


Ilyas dan Nuge berlari menuju ke gedung kelas utama lantai satu. Dan mereka berdua muncul di hadapan ibu kantin yang mempunyai penyakit Latah


“BU, YAKISOBA ASAM CUKA DUA !!!!” bentak mereka berdua bersamaan.


“EH !!!! Aduh copot copot dua cuka, Eh kok cuka ?” kata bu kantin yang latah.


“kalian berdua bikin kaget aja setiap hari, ngapain sih buru-buru ?. nanti ibu kasih kok” lanjut ibu kantin.

__ADS_1


“tapi bu, nanti kehabisan gimana ?” kata Nuge.


“stok asam cuka kami nanti nggak terpenuhi bu” lanjut Ilyas.


“emangnya siapa yang mau beli !!!?. yang makan Yakisoba aneh ini Cuma kalian tau !!!!, nggak bakal ku jual kalau kalian nggak beli !!!!” bentak bu kantin kesal.


“KALAU BEGITU SEPERTI BIASA !!!” teriak Nuge.


“DUA KANTONG BU !!!” lanjut Ilyas juga teriak sambil memberikan Uang.


“EH KANTONG KANTONG !!!” teriak bu kantin juga Latah.


Namun karena perbuatan mereka terlihat oleh kepala sekolah dan akhirnya mereka berakhir di kantor kepala sekolah bersama wali kelasnya bu Haspita.


“maaf pak, mereka tidak akan mengulanginya lagi” kata bu Haspita sambil menundukkan kepala


.


“ini sudah kesekian kalinya bu, mereka melakukan hal seperti ini dan tidak pernah berubah” kata kepala sekolah di hadapan bu Haspita.


“kalau begitu, cobalah berlaku adil pak” kata Ilyas berpendapat di hadapan kepala sekolah.


“berlaku adil katamu ?” Tanya kepala sekolah.


“iya pak. Selama ini kami melakukan hal itu karena jarak antara kantin dan gedung kami berjauhan. Di kelas umum beda karena kantin berada di bawah mereka di lantai 1. Bagaimana dengan kami ?. mana lantai duanya di pakai untuk Club ekstrakulikuler secara umum, tapi kami tidak mendapatkan kantin secara khusus” kata Ilyas menjelaskan pendapatnya.


“bagaimana caranya kami melakukan hal itu, kalian bahkan kami pisahkan di kelas E karena di sana merupakan murid bermasalah dan tidak cerdas. Seandainya sedari awal kalian tidak bermasalah, kami akan memberimu kelas di gedung Umum” balas kepala sekolah.


“bu haspita pernah mengajarkan kami, tingkat kelas hanyalah sebuah Huruf dan Angka, bukan penentuan skill. Di kelas kami belum tentu tidak cerdas seperti apa yang anda katakan” balas Nuge kepada kepala sekolah.


“anak-anak, cobalah untuk sopan terhadap kepala sekolah kalian” kata Bu Haspita memerintahkan murid-muridnya.


Karena Ilyas dan Nuge menghormati bu Haspita, mereka melakukan permintaanya


“maafkan kami pak” serentak mereka berdua menundukkan kepala.


Kepala sekolah berpikir dan berkata pada mereka.


“karena kejadian hari ini aku akan menyiapkan guru BK buat kelas E. seperti di gedung kelas Umum yang juga memiliki guru BK agar kalian tidak kelewatan batas. Dan untuk kalian, cobalah lepas seragam itu saat masuk ke dalam sekolah” kata kepala sekolah.


"Bimbingan Khusus, lebih tepatnya guru keamanan" balas kepala sekolah.


mendengar hal itu, Ilyas sedikit tersinggung dan bertanya pada kepala sekolah.


"Apa anda menganggap kami ancaman pak ?" tanya Ilyas.


"Ilyas, jangan berlebihan" balas Bu Haspita.


Kepala sekolah menatap ke arah Ilyas begitupun dengan Ilyas yang tak gentar.


"kau mirip dengan ayahmu. tapi, tentu saja kita tidak menjadikan kalian ancaman. kami hanya ingin agar kalian terkontrol dengan adanya guru BK ini" balas Kepala sekolah tegas.


Bu Haspita legah mendengar peryataan kepala sekolah sekalipun sebenarnya bu Haspita belum mengenal Ayah kandung Ilyas sebenarnya siapa.


“baik pak. terima kasih atas jawabannya”  kata Ilyas sambil menundukkan kepala.


Saat mereka keluar dari ruangan kepala sekolah, Indah sudah menunggu mereka di depan kantor kepala sekolah.


“kalian tidak apa-apa ?. kepala sekolah bilang apa pada kalian ?” Tanya Indah khawatir.


Namun Ilyas cuma meninggalkan Indah tampa bilang apa-apa. Hingga bu Haspita menghawatirkan hubungan mereka karena sudah menjadi konsumsi di ruangan gosip tentang kejadian yang mereka alami dan Bu Haspita belum menyebarkannya ke ruangan guru kelas E maka  murid-murid di kelas E pun masih jarang mengetahui tragedi yang mereka berdua pernah alami. Akhir-akhir ini Indah memang menghampiri mereka berdua. Sampai akhirnya Nuge penasaran dengan hubungan mreka.


"memangnya hubungan kalian seperti apa sih ?" tanya Nuge saat itu tidak sengaja bertemu dengannya.


Namun Indah malah terlihat kaget dan ketakutan seperti trauma.


"Oooiii Kamu siapa ?. kamu melakukan apa pada temanku ?" kata perempuan yang mendekati mereka ternyata Melly.


"Ahh tidak-tidak, aku tidak bermaksud membuatnya ketakutan, namaku Nuge, aku berteman dengan Ilyas" balas Nuge menenangkan mereka berdua.


Mendengar hal itu, Indah sedikit legah dan menenangkan dirinya.

__ADS_1


"aku Indah, aku mantannya Ilyas. dan dia Melly, sahabatku" balas Indah dengan nada yang datar.


"maaf kalau pertanyaanku terlalu sensitif tapi, ada apa dengan kalian berdua ?" tanya Nuge penasaran.


"Maaf Nuge, bisa kamu tidak mempertanyakan hal itu dulu ?. bahkan temanku yang satu ini mencoba untuk menenangkan dirinya dulu" balas Melly melarang Nuge.


tapi Indah, memegang tangan Melly dan menggelengkan kepala padanya.


"apa tidak apa-apa Indah ?. bagaimana dengan keadaanmu ?" tanya melly khawatir.


"aku tidak apa-apa, dia adalah teman Ilyas yang sepertinya baik karena menghawatirkan Ilyas. bukankah begitu Nuge ?" tanya Indah pada Nuge.


"iya, aku sangat menghawatirkannya. saat melihatmu, dia terlihat menjauh dan murung. aku jadi penasaran, semoga aku bisa membantu kalian berdua" balas Nuge tegas.


Indah menjelaskan kejadiannya saat itu, Indah menceritakan cerita tragis mereka sampai akhirnya Ilyas kena skors. setelah mengetahuinya, Nuge tidak menyangka hal itu terjadi. Dan bahkan ia tidak berani mencampuri urusan Ilyas karena ia baru tahu ternyata masalahnya separah itu.


“aku rasa ini kesempatanmu mengejarnya Indah-Chan. Mumpung dia di kelas Umum” kata Nuge menyarankan pada Indah.


Lalu Indah tersenyum pada Nuge dan akhirnya Indah berlari mengejar Ilyas.


“kamu sangat baik yaa pada mereka” kata bu Haspita memuji Nuge.


“hehee terima kasih pujiannya bu sayang (kata Nuge salah tingkah dan membuat wajah bu Haspita memerah di panggil sayang). Tapi menurutku mereka berdua harus berbicara apalagi karena masalah ini, pasti rasanya sakit mereka berdua Cuma diam dan tak mampu bersuara satu sama lain” kata Nuge.


Dan kata-kata itu membuat bu Haspita sedikit mengagumi Nuge.


Indah tetap mengejar ke a rah Ilyas pergi. Sampai saat di tangga, Indah memegang tangan Ilyas


“tunggu Ilyas, aku ingin bicara. Ku mohon sebentar saja” kata Indah memohon.


“apalagi yang mau di jelaskan ?” Tanya Ilyas.


“bukankah terlalu kejam, kau seperti ini padaku ?. Kau mendiamiku padahal aku mengejarmu seperti anjing Akhir-akhir ini. Apakah kita tidak bisa kembali ?” Tanya Indah pada Ilyas.


“kau bilang aku kejam ?. hehe (ilyas ketawa kecil). Beginilah wanita, dia akan ingat masalah Pria walaupun sedikit. Tapi dia akan lupa pada pengorbanan pria meskipun begitu besarnya. Bahkan wanita akan lupa pada masalahnya sekalipun itu besar, semua wanita hanya tahu bahwa dirinya yang tersakiti, dirinya yang paling terluka, dan pria yang harus menanggung kesalahan itu padahal bukan kami yang salah !!!” kata Ilyas dengan pasrah.


“apa maksudmu Ilyas ?” Tanya Indah terkejut dengan perkataan Ilyas.


“coba pikirkan siapa yang di antara kita yang kejam. Aku sengaja di bulli agar kau selamat, dan aku sudah berkata padamu berkali-kali jangan ikut campur dan kau malah ikut campur pada masalah ini !!!!” bentak Ilyas sampai semua orang melihatnya.


Indah mulai meneteskan air matanya namun Ilyas tetap melanjutkan perkataannya.


“kau malah mengorbankan dirimu yang selama ini aku jaga padahal aku tidak butuh, dan kau pergi dengan dia padahal kau tau dia kejam, tidak punya aturan, kaya raya dan punya kekuasaan, KAU RELA BERSETUBUH DENGAN DIA !!!” lanjut Ilyas membentak yang juga matanya berkaca-kaca.


“dan setelah aku kehilangan arah, kepercayaan pada orang tuaku hilang, polisi tidak mampu mendukungku, kepala sekolah lebih mendukung dia, begitupun kau ikutan meninggalkanku dan memutuskanku. Coba bayangkan siapa yang kejam ?” Tanya Ilyas mengeluarkan perasaannya.


“hampir aku mati menanggung cintamu Indah..., aku lelah...” lanjut Ilyas lalu pertengkaran mereka di lihat oleh bu Haspita dengan Nuge.


“Indah, mari ibu bawa ke UKS dulu sampai tenang. Nuge, bawa kembali Ilyas menuju kelas” kata bu Haspita sambil mendekati Indah dan membawanya pergi.


Saat Ilyas dan Nuge meninggalkan kelas Umum dan di luar gedung, mereka akhirnya bercerita sambil berjalan


“kau ini bukannya kelewatan pada gadis secantik dia ?” Tanya Nuge yang mencoba menghibur Ilyas.


“Sial… sial.. hikss… (kata Ilyas yang akhirnya menangis juga) seharusnya aku tak mengatakan hal itu padanya, dia pasti sangat tersiksa juga. Kenapa aku sebodoh ini ?” Tanya Ilyas sambil menangis.


Nuge mengelus punggung temannya itu dan berkata


“sudahlah, keluarkan saja nggak usah di tahan. Memang ada yang bilang lelaki itu cengen kalau nangis. Heh, rasanya ingin nampol” kata Nuge dengan lagak.


“tapi, bukankah pria itu juga manusia ?. justru mereka bukan manusia di saat sedih seperti ini dia malah tidak menangis” lanjut Nuge menenangkan Ilyas.


                                                                                                    *****


Jam masuk akhirnya berbunyi dan mereka tidak sempat memakan Yakisobanya dan akhirnya mereka memasukkannya dalam tas. Semuanya fokus dalam pelajaran kecuali Nuge dan Ilyas. Karena kepikiran, Ilyas melihat ke arah jendela dan memikirkan Indah. Sedangkan Nuge menutupi dirinya dengan buku lalu tertidur. Setelah jam ke 3, mereka akhirnya sholat Jum,at di masjid dekat sekolahnya. Karena terus kepikiran, Ilyas lupa membawa tas dan motornya. Setelah sholat jum’at, mereka berbincang


“mau ku temani dulu kah Aibo ?” kata Nuge mengajak Ilyas.


“nggak usah, kau pulang duluan aja. Aku masih ada urusan saam bu Haspita” jawab Ilyas pada Nuge.


“Jangan tikung yaa Aibo” kata Nuge cemberut.

__ADS_1


“nggaklah bego” balas Ilyas kesal.


Ilyas berjalan menuju gedung Kelasnya dan memasuki kelas untuk mengambil tasnya, karena nyadar masih ada Yakisoba di tasnya lalu perutnya keroncongan, akhirnya dia memutuskan singgah makan saat bertepatan dengan ruangan perpustakaan. betapa terkejutnya, Ilyas melhat sosok wanita yang membaca buku sendirian di perpustakaan itu.


__ADS_2