Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 4 (Season 2) : Serangan Balik


__ADS_3

Saat sampai di rumah, ayahnya yang begitu malu melemparnya dengan asbak hingga mengenai kepala Ilyas dan berdarah. Ilyas tidak menghindarinya sedikit pun. Ibu Ilyas mencoba menenangkan suaminya agar tidak mengamuk


“hentikan pak !!!, dia itu putramu !!!!. Kau menyakitinya kalau seperti itu !!!!” kata Ibu Ilyas membentak.


"Ayah, kau bisa membunuh Kakak kalau berlaku kasar seperti itu" Lanjut Layla menahan Ayahnya.


“aku membunuhnya ?. lalu bagaimana dengan dirinya yang mempermalukanku ?. Padahal aku sudah bilang padanya agar tidak sekolah di sana, tapi lihatlah dia melakukan kesalahan sampai dia di panggil ke kantor polisi !!!” bentak ayahnya.


“hentikan Ayah !!!” teriak Layla.


Ilyas tertawa kecil mengelus kepalanya yang berdarah lalu menatap Ayahnya


“ternyata ayah juga mendukungnya yaa ?. sudah ku duga. Panggil orang tua palsuku menuju ke kantor polisi, aku akan ke sana” kata Ilyas dengan begitu berantakan meninggalkan rumah itu.


“puas sekarang ayah !!!?. padahal dia Kakakku dan Putramu sendiri tapi kau tidak mendukungnya sama


sekali, ayah sudah bahagia sekarang kan ?. karena telah membuat perasaannya hancur !!!” kata Layla membela Kakaknya.


“Jangan ikut campur !!!, aku adalah ayahnya karena itu aku tegas padanya !!!” bentak ayahnya.


“Aku wajib ikut campur karena dia adalah Kakakku !!!. aku sayang padanya, begitupun dia sayang padaku. Hanya bapak yang kejam padanya, dan ibu hanya diam saja melihat Ilyas terluka !!!. lain kali kalian harus melakukan itu padaku juga kalau begitu !!!” teriak Layla sambil menangis.


“LAYLA !!!!. MASUK KE KAMARMU !!!” bentak ayahnya yang membuat Layla menangis berlari menuju kamarnya.


Setelah Layla pergi, Ibu dan Ayah mereka bertengkar hebat karena masalah yang Ilyas alami hari ini.


                                                                                    ...*****...


Di Kantor Polisi bahkan Orangtua Palsu Ilyas kena teguran dan Ilyas kena marah oleh Polisi karena perilakunya yang bolos dan menghawatirkan orangtua. Ilyas diam mendengarkan ocehan Pak Polisi yang setelah itu tersenyum dengan sombong seolah berhasil melaksanakan pekerjaannya. Setelah keluar dari kantor Polisi, orangtua palsunya bertanya pada Ilyas.


"kau tidak apa-apa nak ?" tanya Ibu Palsu dari Ilyas.


"tidak apa-apa, urus saja pekerjaanmu dan pergi dari sini" balas ilyas lalu meninggalkan mereka.


                                                                                      ...*****...

__ADS_1


Tengah malam tiba, akhirnya Ilyas sampai di rumah juga. Penampilannya masih begitu berantakan karena sudah satu setengah hari ia belum mandi. terlihat tidak ada satupun orang yang peduli padanya ketika Ilyas menuju ke kamarnya. Bahkan kamar Layla sekalipun tertutup rapat dan lampunya sudah tidak menyaal lagi. Saat sampai ke kamarnya, Ilyas membaringkan tubuhnya di kasur karena begitu lelah. Begitu banyak yang terjadi hingga perasaannya begitu campur aduk dan hancur. Sebelum Ilyas tidur, dia mulai bergumam aneh-aneh dengan sendirinya.


Ilyas bergumam sambil mengingat kejadian selama ini di sekolah dan momen yang di alaminya bersama dengan Indah.


akan ku hancurkan keangkuhannya…..


akan ku hancurkan tahtanya….


Akan ku hancurkan istananya….


Akan ku hancurkan singgasananya….


Akan ku hancurkan kepercayaan dirinya….


Akan ku hancurkan segalanya


tiba-tiba Ilyas tersenyum jahat dengan sendirinya dan meremuk genggamannya


"akan ku bunuh dia…..” gumamnya tersenyum layaknya Orang yang stress.


Di pagi hari, semua orang mulai sarapan. Ayahnya membaca Koran pagi, ibuya duduk siap untuk sarapan, begitupun Layla dengan mata yang sedikit bengkak karena menangis semalaman. mereka semua tidak berbicara satu sama lain, dan tidak ada yang berani memanggil ilyas bahkan ayahnya pun tidak memerintahkan pembantunya untuk membangunkan Ilyas. Namun tiba-tiba, Ilyas yang masih dalam keadaan berantakan melewati keluarganya dan berkata


“mau kemana kakak bodoh ?” tanya Layla dengan nada datar.


“bukan urusanmu, sarapan cepat dan berangkatlah ke sekolah” balasnya lalu keluar dari rumah.


Karena tidak ada yang peduli, akhirnya pembantunya angkat bicara.


“maaf kalau lancang tuan, apa tidak apa-apa tuan muda berangkat dengan keadaan berantakan sambil membawa tongkat besi ?” Tanya Mpo yang bicara pada keluarga itu.


Dan semuanya terkejut begitupun dengan Layla


“Kakak membawa Stick Bat !!!!?” katanya terkejut.


“bocah itu” lanjut Ayahnya memukul meja.

__ADS_1


Ilyas mengendarai motornya yang selama ini jarang ia pakai. Saat Ilyas sampai, sekolahnya membunyikan bell tanda masuk belajar ke kelas masing-masing. Ilyas memasuki sekolah namun langkah kaki Ilyas tidak ada yang menyadarinya. Sampai seketika Ilyas berada di depan kelas. Ilyas menendang pintu. Guru yang kemarin dia salim sangat terkejut karena sementara mengajar. Semua orang terkejut melihat keadaan Ilyas yang berantakan sambil membawa Stick Bat.


"Il...yas..." kata Indah yang terkejut melihat Pacarnya.


"Mau apa si bodoh ini kemari. Mau pindah sekolah juga ?" gumam Awwing yang duduk di bangkunya.


Lagi-lagi Ilyas menyalim gurunya dan berkata padanya


“maaf pak, ada urusan yang mauku selesaikan”.


“urusan apa itu nak ?” tanya Gurunya pada Ilyas.


tampa basa-basi setelah menyalim gurunya, Ilyas berlari menghajar Awwing dengan Stick Bat miliknya hingga berkali kali. Setiap Awwing menangkis dengan tangan, Ilyas menghajarnya dengan keras. Guru yang ketakutan melihat kejadian itu, menyuruh seluruh murid untuk tidak mendekatinya dan berlari keluar menuju ke ruang guru.


Teman Awwing menendang Ilyas hingga terlempar dan dia di gebukin. Begitupun dengan Awwing yang menghajar Ilyas berkali-kali hingga tak mampu bergerak.


“sialan dia, bikin kaget saja” kata Awwing berdiri meninggalkan Ilyas.


Akan tetapi, Ilyas berdiri dan mengambil bangku di sampingnya. Teman-teman Awing mencoba menghentikannya tapi, Ilyas tidak berhenti dan memukul Ilyas mengunakan kursi. Ilyas mengambil sticknya lagi tapi dia kena serangan pukulan. Karena kesal, Ilyas memegang rambut teman Ilyas dan membantingnya berkali-kali di meja lalu membantingnya di jendela hingga pecah. Semua orang ketakutan dan keluar dari kelas. Teman Awwing mulai menyerang Ilyas dan Ilyas terkena pukulan berkali-kali. Ilyas tetap menyerang dan memukul mereka semua sampai kewelahan. Awwing mulai ketakutan dan mengeluarkan sebilah pisau kecil.


“dasar monster, padahal kau hanya seorang budak, berani sekali kau menatapku seperti itu !!!. Seharusnya kau sudah tumbaaanngg !!!!” teriak Awwing sambil menusuk Ilyas


tapi Ilyas menangkap pisau itu dengan berani sembari tangannya mengeluarkan darah yang banyak.


“aku sedikit berterima kasih karena bullianmu itu tidak sia-sia. Dengan begitu, rasa sakit seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah bagiku” kata Ilyas lalu memberikan pukulan oppercut pada Awwing hingga terjatuh.


Ilyas membuat Awwing berdiri dan menghajar Awwing berkali-kali sampai akhirnya Ilyas menendang Awwing dan terlempar keluar jendela. Ilyas menangkap tangannya dan Awwing sudah di ambang jatuh dari lantai 3.


“Oi oi oi, broo…. Maafkan aku, aku yang salah. Jangan bunuh aku, a.. aku minta maaf” kata Awwing meminta pengampunan.


“mungkin tuhan memaafkanmu, tapi aku tidak !!!” bentak Ilyas yang hamper melepas tangannya.


Namun tiba-tiba polisi datang beserta para Guru yang masuk ke dalam kelasnya.


“Ilyaasss !!!!” teriaknya sambil menembakkan pistolnya ke atas.

__ADS_1


Ilyas akhirnya tidak jadi membunuhnya dan membuat masalah semakin rumit.


"Akhirnya kau datang juga, Budak para orang kaya" kata Ilyas menarik Awwing sambil melemparnya kehadapan Polisi.


__ADS_2