
Akhirnya Festifal Filsafatnya di mulai. Hal yang membuatku begitu aneh adalah wajah ketua (Dina) begitu pucat dan murung. Entah apa yang terjadi. Pembukaannya begitu ramai dan sambutannya di bawakan oleh Ketua HMJ Dina beserta ketua Jurusan. Saat acaranya di mulai, Fakultas kami begitu ramai di hari libur. Aku bekerja di balik panggung untuk melihat kekurangan dan jalannya acara. Seketika semua masalah kemarin tidak aku pikirkan lagi. Anehnya waktu itu, Dina selalu melihatku. Saat mata kami ketemu, dia menghindariku. Dan hal yang tidak terduga, Ilyas mengikuti acara sebagai peserta nyanyi. Dia membawa gitarnya yang penuh dengan Sticer Anime. Semua orang menertawainya karena dia dianggap sebagai seorang Wibu Suram.
Karena tak tahan, aku ingin melihatnya dari sisi panggung. Dia menutup matanya lalu mendekatkan mulutnya ke arah mic
"Lagu ini untukmu, Cahaya terangku" kata Ilyas di atas panggung.
Banyak orang yang meledeknya namun tidak sedikit yang bertepuk tangan. Dia tidak memulai lagunya saat penonton melakukan keributan. Tapi saat semuanya diam, dia memetik gitar dan menyanyikan lagu Kangen Band - Yakin cintamu kudapat. Entah kenapa mendengarnya terlihat sangat tulus, dan membuatku meneteskan Air Mata. Sampai aku tak sadar, ternyata Yusuf juga ada di sampingku menonton Ilyas bernyanyi. Begitupun para penonton, tidak adapun satu di antara mereka yang berisik sedikit pun.
Sampai akhirnya getikan gitar terakhirnya, semua orang bertepuk tangan. Tak ada satu pun orang yang mengejeknya. Namun kebiasaan buruknya ia perlihatkan sebelum pergi, dia membakar rokoknya di atas panggung lalu meninggalkan panggung itu. Mata kami saling bertemu. Dia diam sejenak melihatku tapi seketika dia memegang rokoknya dan melewatiku. aku tidak mau canggung seperti ini lagi aku ingin berbicara dengannya. Tapi saat aku berbalik ke arah Ilyas, aku melihatnya dia mengusap air matanya.
Apakah aku salah selama ini tidak menyadari perasaanya ?.
Padahal, selama ini tidak ada yang dekat dengannya selain aku.
Apakah aku, memang tidak sepeka itu ?.
...*****...
Malam harinya, lagu Ilyas terngiang-ngiang di kepalaku. Hingga aku sudah tak menahannya lagi, aku pergi menemuinya. Aku menelpon Yusuf dan menyuruhnya membawaku di rumah Ilyas. Saat kami berdua sampai, untungnya yang membuka pintu adalah Ilyas. Saat itu, aku menamparnya di depan pintu.
"Aku membencimu...." kataku padanya.
Perasaanku benar-benar tak terbendung lagi hingga aku menamparnya.
"aku sudah tahu semuanya. Kau menyukaiku, tapi kau tidak pernah mengatakannya. Kau malah membiarkanku mencintai Yusuf. Kau kira aku tidak akan menerimamu saat itu ?. Kau malah menyampaikannya lewat lagu hikss...." lanjutku sambil menangis.
Setelah menamparnya, Ilyas malah diam dan tidak mengatakan apapun.
Menjengkelkan....
"Kakak, siapa di depan pintu ?. Nggak di ajak masuk ?" kata layla yang ada di belakangnya.
"Layla, masuklah di dalam kamar" balas Ilyas dengan perasaan lemah.
Layla terlihat mematuhi kakaknya walau dia terlihat khawatir. Ilyas mengelus pipinya lalu berkata padaku.
"lagu itu bukan untukmu. Datang-datang main tampar aja" katanya padaku dan mengalihkan perhatiannya.
"Lalu selama ini kau mengatakan aku ini Cahayamu yang terang dan kau adalah Kegelapan yang kelam apa maksudnya itu ?. Kau tak pernah mengatakan itu pada siapapun kecuali aku Ilyas. Aku mohon kali ini jujurlah, semua ini karenamu aku sampai kurang fokus !!!!" bentakku pada ilyas.
"Kau kejam ilyas, bahkan saat sakit kemarin kau tidak datang hanya karena cemburu. Setidaknya datanglah padaku sebagai sahabat seperti dulu. Aku tak mau kita canggung seperti ini, aku ingin kita seperti dulu lagi" lanjut aku mengingatkan Ilyas.
__ADS_1
Dia hanya diam dan tak mengatakan apa-apa.
Benar-benar menjengkelkan....
"Ilyas, akan aku ulangi. Aku menyayangi Yusuf apapun itu. Karena dialah selama ini menjadi Pengagum Rahasiaku dan berkorban untukku. Kau juga tahu itu kan ?. dan tak semudah itu aku memutuskannya sekalipun demi sahabatku" kataku padanya.
Dia menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. Baru pertama kali ini, aku melihat wajah Ilyas yang seperti ini.
"kalau begitu pergilah, terima kasih sudah datang. Dengan begini, aku bisa tenang dan mampu mengatakan padamu" kata Ilyas yang terlihat geram.
"Aakuu... Membencimu Icha. Jangan muncul di hadapanku lagi" lanjutnya seperti memaksakan perkataan tersebut.
Dia masuk ke rumahnya dan menutup banting pintunya. Aku yang tak bisa membendung perasaanku hanya bisa melemaskan kaki ku dan duduk di hadapan rumahnya sambil menangis.
Yusuf mendekatiku dan memelukku. Dia mencoba menenangkanku tapi ini tidak mudah. Kehilangan satu-satunnya Sahabatku selama Kuliah yang selama ini membantu dan menghiburku sangat menyakitkan. Dan karena keegoisanku, dia membenciku.
Kenapa aku harus melakukan ini ?
Kenapa perasaan ini muncul padanya ?
Aku tidak mau semua ini tapi, kenapa harus aku yang di sukai oleh Ilyas ?.
...*****...
“Icha… kamu tidak apa-apa ?” Tanya salah satu Panitia acara padaku.
“Aku nggak apa-apa. Ayo kita lanjutkan acaranya” balasku pada mereka.
Acara Festifalnya akhirnya mau di mulai. Panggung sudah siap dan acara mulai berlangsung kembali. Pada akhirnya hari itu aku tidak fokus sedikitpun, kadang aku ceroboh sampai harus menenangkan diriku. Ketika acaranya akhirnya mau di tutup dan kami menunggu ketua HMJ, dia tidak ada di sekitar. Kami mencari-carinya tapi kami tidak menemukannya. Tidak sengaja saat aku mulai mencari ketua Dina, aku menemukan Senior Kak Kiki dan Kak Rahman serta Nuge dan Ita.
"Apa kau melihat Dina ?" tanyaku pada mereka.
"Maksudmu ketua HMJ ?" tanya Kak Kiki balik.
"Iya. Kami mau menutup acara di panggung tapi dia tidak ada. Naskah penutupnya pun dia yang memegangnya. Apa yang harus ku lakukan ?" tanyaku mulai bingung dan panik.
"Ada apa Icha ?. Apa ada masalah ?" tanya Yusuf padaku yang datang menghampiriku.
Aku menjelaskan padanya tentang Dina yang tidak ada di acara.
"aku melihat sebelumnya dia datang pagi-pagi sambil membawa naskah itu di panggung. Dia terlihat murung dan meninggalkan panggung. Sebenarnya ada apa ?" tanya yusuf yang juga bingung.
__ADS_1
"aku tidak mau mencampuri urusan kampus kalian. Tapi, saat seperti ini seharusnya Ilyas sudah mulai beraksi. Tapi, di mana dia ?. Daritadi aku tidak menemukannya ?" tanya Nuge seperti nada yang disengajai.
Dan itu mengingatkanku padanya. Yaa selama ini yang menonjol terlihat adalah Ilyas yang selalu menolongku sekalipun itu berat. Tapi semalam kami bertengkar, bahkan tidak mengakui kebaikannya sama sekali padaku.
Haaa….. wajar saja kalau dia membenciku.
Aku mengatakan Kejam padanya walau orang yang Kejam sebenarnya adalah aku.
Sepertinya dia tidak akan datang karena aku sudah jahat padanya semalam.
Walau pikiranku berkata seperti itu, seorang pria mengenakan topi Cosplay Anime kesukaanku di kepalaku. Yaitu, topi Mug*wara luffy. Dia datang dan berkata padaku
"daijobu daa... (Tenang saja). Aku datang untuk membantumu yang terakhir kalinya, mungkin" kata pria itu yang ternyata Ilyas.
Kak Kiki yang melihat ilyas seperti itu, menatapnya aneh dan yang lain menertawai Ilyas yang sok keren dengan Cosplay bajak lautnya
“Si Wibu akut tersuram sejurusan datang dengan bahasa aliennya” kata Kak Kiki mengejek.
“Berisik kau Monyeet !!!” balas Ilyas mengejek
"Aku akan menemukannya dengan cepat. Lagipula, mungkin cuma aku yang bisa menemukannya. Kalian semua cobalah mengulur waktu dengan apapun di panggung. Yusuf, kau bisa membantuku kali ini kan ?" tanya Ilyas pada Yusuf.
Untuk kali ini Yusuf tidak seperti biasanya dan hanya menundukkan kepala dan diam.
"Tenang saja, aku hanya ingin kau terlihat keren di hadapan Pacarmu kok" kata Ilyas menenangkan Yusuf.
Dia begitu tenang sampai aku tidak mampu mengatakan sepatah katapun. Dia menatapku dan tersenyum padaku
"yang semalam jangan di anggap serius. Kita sahabat bukan ?. Tetaplah Bersinar seperti Cahaya yang terang. Maka aku akan siap menjadi sisi Gelapmu yang akan semakin Pekat" kata Ilyas yang menenangkanku.
Haaa.... Aku tidak mau mengakuinya.
Sepertinya, aku memang mencintainya.
Tapi, aku tidak bisa menerima perasaannya lagi. Aku hanya bisa cengeng dan meneteskan air mata padanya
"tolong aku... Ilyas..." kataku padanya.
Dan dia berjalan menjauhiku. Sambil memakaikan jubah Bajak Laut Cosplaynya padaku.
"tentu saja..." balasnya singkat dan meninggalkanku.
__ADS_1
Menatap punggungnya yang penuh beban dan semakin berkembang itu seperti halnya aku melihat punggung yang mempunyai Sayap Gagak yang berbulu hitam dan begitu pekat. Dan mampu membawa ilyas terbang menembus langit.
Itukah dirimu yang sebenarnya ilyas ?.