
Setelah pertarungan yang cukup lama, Ilyas dan Nurhan akhirnya sampai di ruangan Dika. Ilyas dan Nurhan menendang pintunya sampai terlepas hampir mengenai Meja Pak Dika.
“kau cukup berani menunggu kami Pak Dika, apa kau sudah siap melawan mautmu sendiri ?” Tanya Nurhan mengejek.
“berandalan kampungan sepertimu tidak tahu kehebatan kami para Profesional” balas Pak Dika yang di lindungi oleh dua orang Bule berbadan besar.
“cih, lagi-lagi orang sewa’an” kata Ilyas kesal.
“Wiiihhh..... bule, baru pertama kali aku melihatnya” lanjut Nurhan terpesona.
"Kak Nurhan jangan malu-maluin kek" balas Ilyas yang terlihat Ilfil
Kedua bule itu memakai Knuckle di tangannya dan melindungi Pak Dika yang sedang duduk santai.
"Jadi, kau sudah memprediksi kami akan datang ke sini yaa ?" tanya Nurhan pada Dika.
"aku selalu mempersiapkan suatu kmungkinan yang akan terjadi" balas Dika dengan tenang.
“Satu kemungkinan yang tidak kau prediksi Malam ini..... itu adalah Mautmu Sendiri....” kata Ilyas berlari dan memukul bule itu yang sama sekali tidak bergeming
“it doesn’t taste at all (ini tidak berasa sama sekali)” kata bule itu lalu memukul kencang Ilyas hingga terlempar.
Dan Nurhan kebelakang bule itu lalu mendorong kepalanya hingga terbanting ke lantai.
“Ooii ooii, kalian tidak lupa kami datang berdua kan !!!?” teriak kesal Nurhan.
Bule lainnya memukul Nurhan tapi dengan mudah, Nurhan menahan Knuckle itu.
“this man is fast and strong (Pria ini cepat dan kuat)” kata bule itu terkejut.
“aku tidak tahu apa yang kau katakan karena dulu sekolahku tidak selesai tapi…” kata Nurhan lalu meremuk tangan bule itu.
“…sepertinya aku harus mengucapkan kata TENG KYU KAANN !!!?” Tanya Nurhan lalu memukul Bule itu.
“cih, looks like I have to deal with you firt (sepertinya aku harus berurusan denganmu dulu)” kata Bule yang mau menyerangnya dari belakang.
Dengan sigap, Ilyas menendang dagunya ke atas dan menendang wajahnya dengan tendangan salto.
“Don’t ignore me SON OF A B*TCH !!!!. YOUR F*CKING PUNCH TOO HAVE NO TASTE !!!! (jangan mengabaikanku ANAK PEL**** !!!!, PUKULANMU JUGA BAHKAN TIDAK TERASA !!!)” balas Ilyas lalu menarik
mundur Nurhan.
“kau bisa terkena pukulan Knuckle tadi, itu lumayan sakit lho kak” kata Ilyas memperingati Nurhan.
“heh, iyakah ?. baru tahu aku” balas Nurhan.
"aku tidak menyangka, Kak Nurhan kuat sesuai dengan jabatannya sebagai ketua Geng Motor. Bahkan Knuckle pun ia tahan dengan tangan kosong" Gumam Ilyas kagum dalam hatinya.
Lalu mereka berdua saling menabrakkan punggung saling melindungi satusama lain.
“aku lawan yang botak” kata Ilyas.
“kalau gitu, aku yang pirang yaa ?. BAIKLAAHH !!!” balas Nurhan.
Ilyas berlari melompati bule yang botak, namun yang pirang ini berusaha menyerang Ilyas tapi, serangannya di kunci oleh Nurhan.
“sayang sekali kau adalah lawanku bule pirang” kata Nurhan lalu membanting bule pirang itu.
Ilyas menaiki pundak si bule botak dan memberikan pukulan siku kepalanya berkali-kali. Paha Ilyas di pukul berkali-kali tapi Ilyas tidak lepas dan malah mengikat kepalanya dengan kaki lalu membantingnya dan mencekik lehernya.
“well, see who survives, you ?. or me ? (kita lihat siapa yang mampu bertahan, kau ?. atau aku ?)” kata Ilyas.
“DAAMN IITTT !!! (SIALAAANN !!!!)” teriak bule itu.
Sedangkan Nurhan dan Bule yang rambut pirang itu bertarung dengan gesitnya. Seluruh serangan mereka satu sama lain mereka luncurkan dan bersamaan mereka saling menangkis serangan.
Mereka mengadu skill bertarung mereka dengan pertarungan yang sangat sengit dengan jarak yang sangat dekat sampai Nurhan melihat cela, Nurhan memukul lehernya dan menendang kepalanya dengan satu kaki lalu mengayungkan kedua kakinya sampai Bule itu tepar.
Di pertarungan Ilyas, Kuncian Ilyas terlepas karena kakinya melemah. Ilyas di angkat dan di lempar. Penglihatannya mulai rabun namun masih jelas, bule botak itu menyerang. Ilyas memasang kuda-kuda dan menunggu momen saat jaraknya dekat, Ilyas mengarahkan tangannya dan memasang kuda-kuda.
“Pukulan Satu inci : 50% !!!” teriak Ilyas lalu memukul bule itu terlempar melewati kaca jendela dan pecah.
__ADS_1
Ilyas berlari dan memegang besi jendela lalu memutar badan menendang bule itu terlempar masuk kembali mengenai Dika. Ilyas mengambil potongan kaca dan mau menusuk Bule botak itu.
"I WILL KILL YOOUU !!!!!" teriak Ilyas.
Namun tiba-tiba, tangannya di tahan oleh Nurhan.
“jangan lakukan, bahayaa… kau bisa membunuhnya” kata Nurhan lalu akhirnya Ilyas mundur.
“you care about this Boy. Then, How about my friend ? (kau peduli pada bocah ini. Tapi bagaimana dengan temanku ?)” Tanya si bule.
“sepertinya aku harus belajar bahasa jepang. Dia bilang apa sih ?” Tanya Nurhan.
“bukan bahasa jepang kak, Inggris. Dia bilang kau peduli padaku tapi bagaimana dengan temanku ?” jelas Ilyas.
“heh, temanmu ?. kau lihat itu” kata Nurhan sambil menunjuk temannya yang sudah terjepit di sebuah lemari dan tidak sadarkan diri.
“he didn’t let me kill you but, he didn’t stop me from hurting you right ? (dia tidak membiarkanku membunuhmu tapi, dia tidak melarangku menyakitimu kan ?)” kata Ilyas lalu menusuk kaki bule botak itu hingga teriak dan mengiris dadanya dengan kaca di tangannya.
Kecerobohan Ilyas membuat tangannya juga berdarah. Tapi Ilyas tidak mempedulikan tangannya dan bule itu, tidak mampu berdiri lagi.
“selanjutnya giliranmu pak Dika” kata Ilyas menunjuk ke Pak Dika yang mencoba untuk kabur.
Nurhan mengejar lalu menendang kaki Pak Dika hingga patah. Dia menjerit kesakitan sambil memegang kakinya yang kesakitan
“Sakiiitttt sakiitttt aaaaahhhkkkk !!!!!” jeritan pak Dika.
“lemahnya, kau jarang minum susu yaa sampai tulangmu lemah gitu ?” Tanya Nurhan.
Ilyas menarik baju Pak Dika dan menyeretnya tanpa ampun.
“kita tidak punya banyak waktu, hari sudah semakin subuh polisi akan segera ke sini” kata Ilyas menyeret pak Dika.
Tapi Nurhan menghentikan Ilyas dan membantu menyeretnya
“jangan menanggung beban ini sendiri, aku adalah orangtuamu di Geng berandalan. Aku yang membesarkanmu dengan nama One Eagle, izinkan aku bersamamu menuju ke Neraka” kata Nurhan.
Mendengar perkataannya, Ilyas tersenyum dan berkata padanya.
“heh setelah sekian lama akhirnya kau memanggilku Boss” balasnya sambil menyeret Pak Dika.
Di lantai bawah, para Geng Asoka menahan polisi yang mau menangkap Ilyas dan Nurhan dan membukakan jalan kepada mereka berdua yang menyeret Pak Dika layaknya sebuah barang.
“Boss !!!. kau pergilah dengan dik Ilyas !!!”.
“kami akan menahan Polisi ini Untukmu !!!”.
“MAJULAH BOOSS !!!!!” teriak para pengikut Nurhan yang membantunya.
“teman-teman, terima kasih” kata Nurhan sambil tersenyum.
“tidak mungkin, bahkan para polisi yang kupanggil di tahan ?” kata Pak Dika terkejut.
“kau terlalu meremehkanku Pak Dika, polisi tidak ada apa-apanya di mata kami” kata Nurhan membanggakan diri.
“bagaimana bisa mereka mengikutimu ?. orang sebanyak itu tidak mungkin bisa kau gerakkan. BAGAIMANA BISAA... !!!!!” kata pak Dika yang masih ngotot.
“aku akui, aku adalah orang lemah. Tapi, aku tidak akan tinggal diam saat orang terdekatku dalam masalah. Mereka mengikutiku bukan karena aku yang terkuat tapi..." kata Nurhan dan berhenti sejenak.
"...mereka mengikutiku karena mereka percaya padaku” lanjut Nurhan lalu melanjutkan menyeret Pak Dika
"Seperti kata-kata yang kau senangi itu Ilyas...." lanjut Nurhan memberinya kode.
"Benar sekali, Saat kita tidak bisa mengandalkan Polisi, Guru, dan bahkan Orangtua sekalipun,..." Balas Ilyas.
"....MAKA KAMI AKAN MENJADI BERANDALAN UNTUK TERBANG BEBAASS !!!!" lanjut Nurhan dan Ilyas serentak.
Pak Dika di masukkan ke dalam mobil Ilyas dan Nurhan juga naik ke mobil menahan Pak Dika menuju ke rumah sakit.
...****...
Sampai ke Rumah Sakit Wahidin, Ilyas dan Nurhan menyeret Pak Dika dan membuat semua orang terkejut dan ketakutan. Ilyas yang berlumuran darah dan penuh luka menyeret Pak Dika sedangkan Nurhan yang hanya menerima luka lecet menarik Pak Dika sambil tersenyum.
__ADS_1
“Ilyas ?” kata Natasya yang sedikit terkejut melihat kondisi Ilyas.
Nuge yang sudah setengah sadarpun juga terkejut melihat Kakaknya, begitupun dengan teman-temannya yang lain yang berada di sampingnya. Ilyas dan Nurhan menyeretkan seseorang kepadanya. Nuge berusaha untuk bangun dan Duduk di bantu oleh ibunya dan Rika.
“apa ?. ada apa ini ?” kata Nuge terkejut.
“dialah pelaku sebenarnya. Ooii Dika, cium kakinya dan MINTA MAAF SEKARANG !!!” kata Ilyas mendorong Pak Dika sambil membentaknya.
“cih kenapa aku harus melakukannya ?” kata Pak Dika kesal.
Perkataannya itu membuat Nurhan kesal dan menghajar wajahnya hingga terlempar. Nurhan menarik memaksanya berdiri dan berkata padanya
“kau sudah membunuh beberapa orang di Hotel itu dan kau bertanya kenapa ?. bersyukurlah aku Cuma menyuruhmu minta maaf pada adikku. Bagaimana kalu aku harus menyeretmu seharian menuju ke keluarga orang-orang yang sudah kau bunuh karena perbuatan rendahanmu itu” kata Nurhan kesal lalu menghajar Pak Dika lagi lalu mendorongnya.
Ilyas menarik kepala Pak Dika lalu berkata padanya
“lakukan sekarang, aku mau menyeretmu ke Puang Onding setelah ini” kata Ilyas.
Lalu pada akhirnya Pak Dika terpaksa melakukannya dan minta maaf.
“ok sudah selesai, selanjutnya ke Puang Onding” kata Ilyas menarik rambut Pak Dika.
“Aibo..” kata Nuge memanggil sahabatnya itu.
“maaf Aibo, kesadaranku akan segera hilang.... Aku harus buru-buru” balas ilyas lalu menyeret Pak Dika kehadapan Puang Onding yang ternyata ada di depan ruangan Nuge.
Semua orang menyaksikannya Ilyas menyeret pak Dika di bawah kaki Puang Onding.
“dialah penyebab Teror semalam Puang, sisanya akan di jelaskan oleh rekan-rekanku, Database-Sama, tafsirkan” kata Ilyas pada Puang.
“kau kira aku Kwalski di anggota the Duck of Madagascar gitu ?” Tanya Khaled agak kesal.
“ayolah tafsirkan segera sebelum aku… (Penglihatan Ilyas mulai terganggu) aahh sial sisanya kuserahkan paa... ” balas Ilyas yang akhirnya tepar tidak sadarkan diri juga.
Saat Ilyas jatuh Pingsan, saat itulah semua orang terkejut dan membawanya ke ruang perawatan. Dan di temukan begitu banyak luka tembak, sayatan, dan beberapa tulang retak. Semua orang terkejut karena Ilyas masih mampu bertahan dalam keadaan luka yang sebanyak itu.
"Bahkan aku terkejut. Dengan luka seperti itu, Bagaimana bisa dia masih mampu berdiri ?" tanya Nurhan heran.
"Itulah pemimpin dari One Eagle, Ilyas Indra Purnama. Tuanku akan melakukan apapun demi orang tersayangnya bahkan sekalipun itu mengorbankan dirinya sendiri" Kata Yuuki yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Kamu Siapa ?" tanya Nurhan penasaran.
"Maid Pribadi Putra Tuan Andi Purnama Tuan Muda Ilyas Indra Purnama, Yuuki" kata Yuuki memperkenalkan diri layaknya Maid Bangsawan.
Urhan bersiul takjub melihat Yuuki yang memperkenalkan diri dengan sopan.
"anak itu memang hebat yaa. Begitu banyak orang yang menyayanginya, dan begitu banyak juga orang yang ingin dia lindungi" kata Nurhan.
Indah yang tidak sengaja mendengar hal itu, memegang erat dadanya.
"Ilyas.... banyak yang mengharapkanmu untuk Sembuh. Aku mohon.... tolong dia yaa tuhan...." Gumam Indah dalam hatinya.
Ilyas di bawa lari ke UGD dan Khaled menjelaskan kejahatan pak Dika kepada Puang Onding.
"Ini Informasi yang sangat akurat. Namamu siapa ?" tanya Puang Onding.
"Lord Khaled Luthfi" kata Khaled memperkenalkan diri.
"Besok datang kealamat ini untuk menerima hadiahmu. Akan kupastikan kau mendapatkab hadiah yang melimpah" kata Puang Onding memberikan kartu Alamatnya.
Mendengar hal itu, Khaled membuka mulutnya lebar-lebar karena terkejut.
"Hadiah da.. da.. da.. da.. DARI PUANG ONDINGGG !!!!" teriak Khaled yang panik.
Setelah itu, Puang Onding menjelaskannya kepada polisi kejahatan Pak Dika beserta bukti-buktinya dari Khaled.
Tujuan melakukannya bukan karena kejahatan Pak Dika melainkan agar perjuangan Ilyas tidak sia-sia. Saat Pak Dika di proses oleh Polisi, saat itulah Ilyas berjuang melawan luka-luka yang dialaminya selama di operasi oleh Dokter-dokter yang ada di rumah sakit.
...****...
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022
__ADS_1