Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 12 (Season 2) : Berdirinya One Eagle


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Ilyas selalu tidak makan dengan tenang karena kelakuannya yang telah menghilangkan nama faksi Ular. Bahkan tidak ada yang berani mendirikan Faksi itu lagi. Yang membuatnya lebih terkejut adalah kedua faksi yang tidak melakukan pergerakan seperti tidak peduli kalau faksi Ular itu menghilang. Sebelumnya Ilyas bertanya pada Nuge


“Ooii Nuge, aku dengar di sini ada beberapa faksi ya untuk anak berandalan di kelas E memangnya berapa ? aku penasaran” Tanya Ilyas.


“nggak banyak kok, Cuma 3 doang. Tapi hilang karena kau meratakannya. Sisanya faksi Monyet dan faksi Singa. Faksi Monyet itu di kuasai oleh kelas 2-E keseluruhan sedangkan faksi Singa 3-E di kuasai oleh faksi Singa. Dan satu orang yang paling kuat menduduki seluruh faksi di sebut Naga. Orang-orang yang mendapatkan gelar Naga, biasanya akan gabung sama para Mafia” kata Nuge menjelaskan sambil memakan Mie Instan mangkuk.


“hmm… membosankan” balas Ilyas yang membuat Nuge tersinggung.


“Ilyas, gelud yuk ?” kata Nuge menantang Ilyas.


Dia sangat terkejut karena mendengar perkataan Nuge yang tiba-tiba banting kemudi


“apa-apaan ? ogah. Ngapain gelud sama kamu ?” kata Ilyas yang tidak mau mendekati masalah.


“kenapa kau takut ?. hanya karena sudah di skors masalah sepele kau menghindari masalah pengecut. Akupun kalau mengalami hal yang sama ku majuin kok” balas Nuge menyinggung Ilyas.


“apa kau bilang ?. berani yaa kau ngomong ?” kata Ilyas berdiri sambil banting Meja.


Tiba-tiba ibu Nur datang dan menggewer telinga mereka berdua


“kalian kenapa gelud di Kantin haaahh ?. itu kelas-kelas lain melihatmu kau mau mempermalukan kelas E ?”  kata Ibu Nur mengewer telinga Ilyas dan Nuge.


“aahh ahh ampun bu sakit !!!” kata Ilyas kesakitan.


“buu... buu... itu anting-antingku ikut menjepit telingaku sakit buu aahhkk !!!!” kata Nuge juga menjerit kesakitan.


“LAGIAN KAU COWOK NGAPAIN PAKE ANTING !!!?” bentak Bu Nur pada Nuge.


Mereka akhirnya di tertawakan dan di rendahkan oleh kelas yang lebih tinggi.


Sampai di kelas pun mereka ngambekkan dan tidak berbisik-bisik. Setiap tidak sengaja bertatapan mereka berdua akan mengalihkan penglihatannya. Tingkah mereka sampai membuat ibu Haspita kebingungan


“eeehhh mereka bertengkar padahal biasanya kan baikkan ?. mana bertengkarnya kek bocah SD lagi” gumam dalam hati bu Haspita.


Sampai saat mereka pulang pun di sore hari karena mereka barusan dapat hukuman sama bu Nur, mereka membersihkan WC tampa ngomong satu sama lain. Ilyas dan Nuge singgah di tepi sungai dekat jembatan untuk duduk melihat matahari terbenam.


“kenapa kau mengikutiku singgah di sini ?” Tanya Ilyas.


“haaah !!!?. bukannya kau yang mengikutiku ?. aku juga tidak mengikutimu aku berdiri lho” balas Nuge.


“apa-apaan perkataanmu itu menjengkelkan” kata Ilyas sambil berdiri.


“apa ?. nggak terima kau ?” balas Nuge mengancam.


Tiba-tiba mobil mini bus menghampirinya dan keluarlah pria dewasa sambil membawa alat yang siap di pakai untuk menghajar mereka.


“siapa lagi ini ?” kata Nuge yang dari tadi kesal.


“siapa di antara kalian yang namanya Ilyas ?” Tanya salah satu pria dewasa di sana.


“aku adalah Ilyas, ada apa yaa pak ?” Tanya Ilyas dengan sopan.


Lalu seorang pemuda keluar dari mobil tersebut


“lama tidak ketemu, budak sialan” kata pemuda itu.


Seketika Ilyas mengingat segalanya. Saat pemuda itu keluar, Ilyas melangkah membabi buta dan melompat sambil berkuda-kuda


“Jeet kune do, Dragon Kick !!!” teriak Ilyas namun serangannya tidak kena karena salah satu ajudannya menangkap kakinya dan melemparnya.


Ketika Ilyas hampir di hajar menggunakan Stick bat, Nuge langsung menendang Stick bat itu hingga terlempar.


“Oi oi oi apa-apaan ini ?, kau punya masalah dengan mereka Aibo ?” Tanya Nuge melindungi Ilyas.

__ADS_1


Ilyas yang tidak mau Nuge terlibat menarik kera baju Nuge hingga dia tertarik di belakang Ilyas


“jangan ikut campur, ini urusanku” kata Ilyas melindungi Nuge.


Karena kesal, Nuge mendorong Ilyas sambil berkata


“nggak sopan banget kau. Padahal aku lindungi kau njirr” kata Nuge kesal.


“apa-apaan kau dorong-dorong ?” Tanya Ilyas kesal.


“apa ?. nggak mau di dorong ?. sini aku pukul kalau begitu” balas Nuge.


Awwing yang makin kesal berjalan ke arah mereka


“berani sekali kalian mengabaikanku sialan !!!!” bentak Awwing sambil memajui mereka berdua.


Namun Awwing di hajar oleh Ilyas dan Nuge secara bersamaan hingga terlempar


“B*cot Njirrr !!!” kata Nuge kesal.


“kalian nggak liat aku lagi berantem sama dia Hahh !!!?” balas Ilyas lebih kesal.


Baru saja para Ajudan itu mau menghajar Ilyas dan Nuge tiba-tiba gerombolan motor terdengar dengan menggunakan kenalpot berisik mendekati mereka.


“apa-apaan lagi ini !!!!” teriak salah satu Ajudan yang juga makin kesal.


tiba-tiba, mereka menciut saat melihat gerombolan itu membawa bendera putih berlambang singa yang ternyata adalah Geng Motor Asoka. Saat motor itu berhenti, satu orang turun dari motornya dan melangkah mendekat lalu berkata


“ada apa pak ?. mau menghajar anak kecil ?. heh, urusan anak muda biarkan mereka selesaikan satu sama lain. Kalau kalian yang dewasa sampai maju, aku sebagai orang dewasa yang menghajar kalian” kata pemimpin geng motor itu.


Pengikutnya sampai memainkan motornya seraya memunculkan kebisingan dengan knalpot dan Klakson motornya.


“tuan, kita mundur dulu. Bahaya kalau kita berurusan dengan geng motor ini” kata para ajudan sambil mengangkat Awwing masuk ke mobil.


“apa kau mengenalnya ?” Tanya Ilyas penasaran.


“dia Kakakku namanya Nurhan, pemimpin salah satu geng motor terkuat di daerah ini, Geng Asoka” balas Nuge.


“kak, dia Ilyas yang ku ceritakan itu” kata Nuge memperkenalkan Ilyas.


“jadi dia yang namanya Ilyas, terlihat cupu sih” kata Nurhan meremehkan Ilyas.


Namun tiba-tiba Ilyas sigap menyerang Nurhan dengan posisi kuda-kudanya


“Jeet Kune Do, pukulan satu Inci 30%” kata Ilyas lalu menghajar pundak Nurhan dan pundaknya hanya pindah sedikit saja.


Nurhan memberikan pukulan pada Ilyas tapi di tangkis. Nurhan memberi tendangan memutar lalu ilyas melompat hingga Ilyas akhirnya di dobrak oleh Nurhan dan terjatuh.


“gaya pertarungan apa itu ?” kata Ilyas terkejut.


“pffttt… di jatuhkan semudah itu” kata Nuge menahan tawa.


Melihat Nuge menahan tawa membuatnya jengkel


“apa-apaan kau tertawa seperti tikus yang terjepit” kata Ilyas mengejek Nuge.


“kau kuat tapi bukan di tempatnya Ilyas” kata Nurhan pada Ilyas.


“apa maksudnya ?” Tanya Ilyas pada Nurhan.


“bedakan perkelahian biasa dengan bela diri. Tapi alangkah bagusnya kalau seandainya kau mampu cara berkelahi dengan bebas. Kau bisa pertarungan jalanan, dan juga bisa bela diri jit-apalah itu” kata Nurhan mendekati Ilyas dan membantunya berdiri.


“yaa setidaknya kau lebih cerdas dari pada Nuge” kata Nurhan yang membuat Ilyas menahan tawa.

__ADS_1


“apa-apaan itu ?, kalau mau tertawa, tertawa aja dong” kata Nuge mendorong pundak Ilyas.


“kau juga tadi seperti itu, maunya apa ? ngajak Gelud kau ?” balas Ilyas yang juga semakin marah.


Nurhan yang mulai agak jengkel memukul kepala mereka


“kalian ini bisa berhenti bertengkar nggak sih ketika yang lebih tua ngomong ?” kata Nurhan sambil memukul kepala mereka.


“kalian ini yaa, padahal kalau kalian berdua bekerja sama kalian ini tidak terkalahkan lho. Bahkan aku menyerah kalau kalian berdua yang menyerangku” kata Nurhan membujuk mereka.


“tapi dia mengejekku terus karena tidak menerima tantangannya” kata Ilyas.


“bagaimana denganmu yang selalu tidak bergerak seperti pengecut membuatku ngin tahu aku yang kuat atau kau yang lebih kuat” balas Nuge.


“kalau begitu mari kita tentukan sekarang !!!” bentak Ilyas.


“loe jual gua beli !!!” balas Nuge membentak.


“kalian berdua cobalah dengarkan aku” kata Nurhan melerai mereka.


“One Eagle, nama yang bagus. coba kalian berkolaborasi membawa nama persatuan itu” kata Nurhan pada mereka berdua.


“Kakak kenaap sih tiba-tiba ?. aku kolaborasi dengan Ilyas ?” Tanya Nuge.


“nggak bakal mulus sih, Kak Nurhan coba pikirkan lagi” kata Ilyas memperjelas.


“coba aja dulu. Selama kalian membawa nama One Eagle ini, kalian melindungi satu sama lain dan menjadi sahabat. Ilyas jadi sayap kanan dan kau jadi sayap kiri Nuge. Dengan nama ini, kalian akan menjadi orang terkuat di daerah ini" kata Nurhan menyatukan mereka.


"Namun sebelum itu, cobalah untuk mencapai hal itu dan saat semuanya berakhir, kalian bisa menentukan siapa yang terkuat. Ok ?” lanjut Nurhan menawarkan.


Setelah berpikir lama, akhirnya Ilyas dan Nuge mengambil keputusan


“baiklah akan ku coba” kata Ilyas.


“sampai waktunya tiba, kita akan kolaborasi. Baiklah, memang selama ini aku menganggapmu sebagai sahabat” balas Nuge dengan perkataannya yang sok keren.


“lalu kenapa kau mengajakku bertengkar tadi ?” kata Ilyas dengan wajah yang memelas.


“bukannya sahabat memang seperti itu ?”  balas Nuge.


“kalian ini masih bertengkar saja, (kata Nurhan setelah menuju ke motornya). Nih buat kalian” kata Nurhan pada mereka.


Nurhan memberikan Jiket hitam bertulisan One Eagle buat mereka berdua.


“dengan begini, kalian berada di bawah perlindungan kami. Saat kalian dalam bahaya namun tidak bisa menyelesaikannya, aku dan gengku akan datang” lanjut Nurhan dan memperlihatkan jempolnya.


Nuge dan Ilyas menatap nurhan dengan tatapan aneh.


“orang ini sudah menyediakannya dari awal ?” gumam Ilyas dalam hatinya.


“kok rasanya menjijikkan yaa ?. Mana dia Kakakku lagi” gumam Nuge juga dalam hatinya.


Mereka akhirnya memakai seragam mereka menggantikan jas sekolah yang selama ini mereka pakai.


“Nah cocok sekali buat kalian, memang Asoka Junior One Eagle the best” kata Nurhan yang begitu senang.


“cobalah untuk memakainya besok, perkenalkan diri kalian pada sekolahmu sebagai awal munculnya One Eagle. Aku yakin di masa yang akan datang nanti, team kalian akan sangat berguna bagi masyarakat sekitar di banding Asoka” kata Nurhan kepada Ilyas dan Nuge.


setelah memakai seragam itu, Ilyas dan Nuge bertatapan mata.


"Baiklah, Kedepannya *Yoroshiku Aiboo.. (*mohon bantuannya Kawan)" kata Nuge mengepalkan tangan di depan Ilyas.


"Iya, Aku juga Aibo.." balas Ilyas yang juga mengepalkan tangannya.

__ADS_1


mereka menabrakkan tangannya satu sama lain lalu menebrakkan lengannya satu sama lain dan menjadikan itu simbol salam mereka sebagai One Eagle.


__ADS_2