Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Bangkit Dari Kubur


__ADS_3

Beberapa hari berlalu kini Final sudah selesai semester 3. Dan yah karena kesibukan yang tidak penting itu, beberapa nilaiku anjlok. Dan beberapa hari ini juga aku jarang ketemu sama Ichi karena terakhir aku menunggunya di parkiran, aku menelponnya dan berkata


"Ichi kau di mana ?. Bukannya kita janjian ketemuan hari ini ?. Aku menunggumu di parkiran hari mulai gelap lho" kataku pada Ichi.


"Aduuhh maaf banget ilyas. Padahal 1 jam dah berlalu, tadi aku di ajak ama yusuf. Tadinya mau ngabarin tapi lupa. Maaf banget yaa ilyas" balasnya.


Itu cukup membuatku sakit hati. Beberapa menit aku tidak menjawabnya sambil dia memanggilku beberapa kali dan sepertinya khawatir tentangku.


“kamu kenapa sih Ilyas ?. kok bengong ?” tanyanya padaku.


"yaahh nggak apa-apa deh. Besok wajib teraktir Teh pucuk ama roti yaa sebagai balasannya" kataku pada Ichi.


"Sip boss, besok aku beli’in" balasnya.


Setelah itu besoknya dia beneran mentraktirku tapi akhir-akhir ini aku tidak bicara dengannya. Dia sangat sibuk dengan kencannya bersama Yusuf. Tiba-tiba Ita menelponku dan berkata


"halo Ilyas. apa kau mau berangkat bersamaku ke tempat kerja ?" tanyanya padaku.


"Maaf, aku akan sedikit terlambat Ita-Chan. Beri aku izin yaa sama boss, aku menunggu nilaiku keluar soalnya. Dan juga, aku menunggu Ichi datang ke kampus untuk ambil nilai" balasku pada Ita.


"Hmmm.... Okelah. Semoga nilainya bagus yaa. Bye bye Ilyas-kun" kata ita sambil menutup teleponnya.


Entah kenapa, Ita memanggilku ilyas-kun juga curang banget. Itu malah membuat jiwa Wibuku meronta.


"Anjirrr... Kawai banget dah nih. Fix waifu aing mah" kataku meronta gembira.


Lalu Kak Kiki menghampiriku saat sedang gembiranya di parkiran Fakultas.


"jadi Icha gimana dong ?, dah muff on ?" kata Kak Kiki.


aku mengambil kacamata yang ku beli di event Anime dan menyalakan lampu putih yang ada di kacanya.


"Omoshiroi...(Menarik...) sini aku jelaskan" kataku dengan gaya wibu elite.


"Diihhh... dasar Wibu" balas Kak Kiki Ilfil.


"Asal kau tau, saat Wibu mengatakan Artis, Cosplayer, atau Karakter Anime sebagai Waifu, itu hanya tidak lain sebagai menggemari orang tersebut" balasku membantah kak Kiki.


"Jadi nggak muff on dari Icha yaa ?" tanya Kak Kiki padaku.


Dan saat itu aku tidak mampu menjawab pertanyaanya. Mau bagaimana lagi, tidak semudah membalik kertas untuk Muff On dari perasaan ini.


"Aku dari dulu mengatakannya padamu sebaiknya kau bertindak. Tapi dengan bodohnya kau memberi perjuanganmu itu pada Yusuf. Dasar terlalu Naif" lanjut kak Kiki sambil melewatiku.


Apa yang di katakannya itu benar dan tepat. Makanya, aku tak mampu membantahnya. Walau aku benci, tapi benar. Aku memang sangat Naif pada diriku sendiri.


Waktu itu aku mendorong sepedaku sambil berjalan memikirkan perkataan Kak Kiki. Aku tidak tahu harus menanggapinya seperti apa ?. Karena di sisi lain aku memang masih menyukai Ichi. Karena dia masih terang bagai Cahaya bagiku. Cahaya itu belum meredup sedikitpun. aku tak tahu, Apakah aku harus jujur padanya atau aku harus Muff On darinya. Tiba-tiba Ichi menelponku

__ADS_1


"halo Ichi ada apa ?" tanyaku padanya.


"Yoo... Cowok culun" balas telepon tersebut ternyata seorang pria.


Dan pria yang berbicara ini bukanlah Yusuf. Aku selalu berpikir positif tapi, mendengarnya cara memangggilku ini pasti ada yang tidak beres


"Siapa kau ?" tanyaku padanya.


"Aku adalah ketua Gangster The Rino. Kau yang pernah menghajar anak buahku itu kan ?. Kedua wanita yang kau dekati kini sudah kami sandera. Cobalah kau cari sendiri lokasinya. Jangan sampai terlambat, atau mereka kami gilir secara bergantian" katanya lalu menutup teleponnya.


Waktu itu aku Panik bukan main. Aku pergi ke kontrakanku dengan kecepatan penuh. Lalu aku mengambil laptop temanku yang kini sudah lama tidak terpake. Aku mencolokkan cassnya


“Database-Sama, pinjamkan aku kekuatanmu” gumamku saat menghidupkan Laptop ini.


Aku mencari lokasinya dengan melacak nomor Ichi, dan ternyata itu ada di gedung tua. Aku mengirimnya ke Kak Kiki lalu berkata padanya lewat chat.


“Dalam waktu 1 jam, kirim polisi ke lokasi ini. Nggak boleh kurang nggak boleh lebih" ketikanku lewat chat.


Setelah semua itu selesai, aku mengambil masker, topi, dan kacamata hitam. Kali ini, aku harus merahasiakan diriku dari mereka berdua. Dan tidak lupa, untuk sekian lama aku memakai Jaket kebanggaanku waktu masih sebagai orang terkuat di sekolah. Jiket hitam yang bertulisan One Eagle di punggunya. dengan memakainya, mudah-mudahan mereka berpikir dua kai untuk menyerangku. tapi...


“sepertinya, tidak ada jalan lain selain bangkit dari alam kubur” gumamku sendirian.


Aku meminjam motor tetangga dan pergi menuju ke gudang tua. Dan tidak ku sangka saat membukanya, sebuah pasukan siap Tawuran sudah menungguku.


"Apa-apaan ini ?, siapa kau ?. dan kau datang sendirian ?" kata berandalan yang ternyata adalah ketua Gangster.


"Siapa yang mengirimkan lokasi padamu ?" tanya ketua Gangster itu.


Aku melangkah dan berkata padanya


"dia adalah Ilyas" balasku padanya.


Ita dan Ichi menatap ke arahku. Melihat dari ekspresinya sepertinya dia benar tidak mengetahui diriku.


"Woe woe woe, apa kau berniat melawan kami sendirian ?" tanya salah satu berandalan padaku.


"Kau hanya tidak mengenalku, di masa lalu aku meratakan Geng Motor terbesar yang bernama Asoka berdua dengan teman dekatku. Dan kalian hanya setengah dari jumlah geng motor itu. Jadi, aku sendiri sudah cukup untuk menghadapi kalian" kataku menggertak mereka.


Setelah melihat jaketku, bertulisan One Eagle dia akhirnya percaya. Karena nama ini adalah nama yang di takuti di masa lalu. Tapi ketua gangster itu tidak goyah dan memerintahkan pasukannya


"Serang dia !!!!" teriaknya.


Pasukan itu berlari ke hadapanku begitupun aku yang tidak mundur. Aku menghajar mereka satu per satu dan yang lainnya juga menyerangku. Aku menyerang mereka tampa henti sampai aku terlempar jatuh dan aku tetap berdiri dan Menyerang. Entah berapa kali hal itu terjadi menghajar mereka, aku tumbang dan berdiri lagi. Setiap mereka yang ingin menusukku dengan Kawali aku hanya menghindarinya. Dan mengambil kawali itu lalu merobek lengan mereka dan menusuknya.


“sebaiknya kalian tidak memakai Kawali atau benda tajam  lainnya. Ingat, itu hanya akan membuat kalian kesakitan seperti mereka sekarang” kataku menggertak.


Mereka menyerangku lagi di antara mereka ada yang berhasil menusukku. Untungnya aku sudah mengikat perutku dengan kain yang sangat tebal agar Kawali itu meringankan tusukan yang masuk ke perutku.

__ADS_1


Entah berapa kali aku jatuh dan bangkit lagi hingga akhirnya aku berhasil meratakan semuanya sendiri. Kakiku bergetar dan aku hanya menahannya dengan kedua tanganku. Boss Gangster itu berjalan ke arahku dan berkata...


"kau sangat kuat. Kenapa kau tidak ikut denganku saja ?. Akan ku kasi posisi yang bagus untukmu. Apa yang kau inginkan ?. Harta ?. Tahta ?. Wanita ?" katanya menawariku.


Aku menarik kerah bajunya dan berkata padanya


"aku menginginkan posisimu dan membubarkan perkumpulan bocah ini. Kau tahu, dengan mengepungku ini hanya seperti latihan bagiku" balasku menggertak padanya.


Dia memukul perutku hingga aku memuntahkan darah dan melemparku ke arah Ita dan Ichi. Akhirnya mereka berdua mengetahui bahwa aku adalah Ilyas karena masker dan kacamataku lepas saat pertarungan tadi.


"Apa yang kau lakukan Ilyas ?. Kenapa kau datang sendiri !!!?" teriak Ichi ketakutan.


"kau penuh dengan luka, hentikan perbuatanmu ini ilyas-kun... !!!" lanjut Ita yang mulai menangis melihat kondisiku.


Aku berdiri dan menghalangi boss Gangster itu dengan cara merentangkan tanganku di depan Ita dan Ichi.


"Selama aku masih bangun, pertempuran ini belum berakhir. Akan ku perlihatkan, jurus terakhirku yang di ajarkan partnerku di masa lalu" kataku pada boss Gangster di hadapanku.


"Heh, kau masih bisa mengelak ?. Baiklah akan ku akhiri ini" balas boss gangster itu sambil memperlihatkan pisaunya padaku.


Aku memasukkan tanganku di kantong dan menyerangnya. Tangannya sampai padaku dan aku mengeluarkan tanganku di kantong yang berisi semprotan merica ke matanya


"Makan ini ketua gangster sialaaannn !!!!" aku menyemprot ssmprotan itu ke matanya.


Dia mulai menjerit karena matanya perih


"dasar kau curang bocah Sialaaann !!!" teriak ketua gangster itu.


Aku menendang wajahnya dengan kedua kakiku hingga dia terlempar jauh dari Ita dan Ichi.


"SEMUANYA ADIL DALAM CINTA DAN PERANG !!!" teriakku dan membuatnya terlempar.


Dan demi membuatnya tidak melakukan apa-apa, aku mematahkan ke dua tangannya dan menarik kera bajunya.


"Aku memang curang tapi seharusnya kau tau kekuatanku dengan melihat bawahanmu yang ku ratakan sendirian. Bagaimana ?. kau terlihat panik sekarang. Kalau kau menganggunya, selanjutnya akan ku patahkan rahangmu" kataku pada ketua gangster seraya menatap tajam matanya.


Aku melempar dirinya sampai keluar gudang dan polisi sudah datang menghampiri kami.


"Ternyata sudah cukup sejam yaa ?" kataku lemas dan duduk.


Semua polisi mulai menangkap para berandalan dan ketua Gangster yang telah terpakar. Salah satu polisi yang mengenali jaketku datang menghampiriku.


"apa kau ingin mengulangi Sejarah dari One Eagle bocah iblis ?" kata polisi itu padaku.


"Sekarang aku hanya mahasiswa yang menolong temanku, lebih baik kau suruh bawahanmu menolong dua gadis yang di sandera itu" balasku lemas.


Polisi itu mulai menolong Ita dan Ichi. Kak Kiki, Yusuf, dan Kak Rahman yang baru datang menghampiriku dengan sangat hawatir. Dan entah apa yang terjadi aku tidak mengingat setelahnya. Pandanganku kabur dan semuanya terlihat gelap.

__ADS_1


Sepertinya, aku sudah semakin lemah daripada waktu itu.


__ADS_2