Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 66 (Season 2) : Khaled dan Melly III


__ADS_3

Di Burger Queen, Khaled dan Melly duduk di kursi Meja yang sama saling berhadapan. Saat pesanan mereka datang, mereka terlihat canggung. Begitupun dengan Ilyas dan Rika, sangat menikmati makanannya dengan elegan. Berbeda dengan Nuge yang langsung mukbang karena merasa kesal.


"Siall... Siall... Siall... SIALL !!!. KENAPA CUMA AKU YANG SENDIRI !!!?" rintihan hati Nuge sambil mukbang Burger


(Saya Senang Nuge Tersiksa Wkwkwkwkwk....)


Setelah selesai makan, mereka berdua berbincang sejenak tentang kencan yang mereka nikmati sampai beberapa menit kemudian, Khaled berdiri dari tempat duduknya.


“aku pergi membayarnya dulu, sekalian aku belikan Es Cream” kata Khaled.


“Ehh, tunggu dulu aku ambil uangku” balas Melly mengotak atik tasnya.


“tidak usah, aku yang teraktir hari ini” kata Khaled mengayungkan kartu ATM nya.


“tapi Khaled…” kata Melly terpotong oleh perkataan Khaled.


“aku tidak apa-apa kok, biarkan aku terlihat keren di matamu” balas Khaled meninggalkan Melly.


Melly tersipu malu sambil menunggu Khaled di tempat duduk sebelumnya.


"padahal dia sudah terlihat keren kenapa harus sampai membuat baper gitu sih ?" kata Melly sambil melirik Khaled.


Rika yang tidak tahan mau mendekatinya langsung berdiri tapi tiba-tiba di tahan oleh Ilyas.


“Rika, jangan pergi dulu” kata Ilyas menahan Rika.


“memangnya kenapa ?” tanya Rika.


Ilyas menunjuk ke arah sekumpulan orang yang mendekati Melly.


Sadar yang duduk itu Melly, sekumpulan orang itu mulai menyapanya.


“Eh Melly, lama nggak ketemu” suara perempuan yang ternyata teman lamanya.


Teman lama Melly terlihat bersama dengan  teman sekolahnya yang lain. Bukannya senang, Melly malah terlihat panik menahan perasaannya.


“Dirga dan Nina, kenapa kalian bisa ada di sini ?” tanya Melly panik.


“tidak, kami hanya kebetulan lewat dan melihatmu. Lagipula, kau tidak berubah yaa Melly. Apa dia korbanmu selanjutnya setelahku ?” tanya Dirga kesal.


Teman-teman Dirga dan Nina yang tidak tahu apa-apa mendekatinya lalu bertanya.


“apa dia kenalanmu ?”.


“uwwah, dia terlihat cantik sekali cuy”.


“elleh, cantikan aku kali daripada dia” kata teman-teman Dirga yang melihat Melly menundukkan kepala.


“Melly, cobalah untuk berhenti dengan perbuatanmu itu. Jangan jadi pelakor yang terus merusak hubungan orang” kata Nina yang membuat Melly menahan air matanya.


Tapi tiba-tiba…


“apa kalian sudah selesai ?. aku ingin segera pergi dengannya soalnya. Es Creamnya segera mencair” kata Khaled yang tiba-tiba datang.


Dirga dan teman-temannya melihat ke arah Khaled yang terlihat masih senyum menanggapi mereka.


“memangnya kau siapa Bocah Freak ?” tanya Nina mengejek.


Mendengar hal itu dari Nina, Khaled menahan tawa lalu mengontrol nafasnya pelan-pelan.


“Kamu buta yaa ?. Remaja seperti saya kok masih dikatain Bocah ?” tanya Khaled sambil menahan tawa.


Dirga berjalan ke arah Khaled dan menarik kerah bajunya


“kau yang tidak tahu apa-apa tentang Melly, seharusnya diam saja nggak usah ikut campur” kata Dirga kesal.

__ADS_1


Khaled memegang pegangan Dirga lalu menindisnya dengan kuku tajamnya


“seharusnya kau yang tidak usah memperburuk suasana pada Melly. Kalau sudah jadi mantan, nggak usah di ungkit lagi. Kau itu Cuma masa lalu Bajingan” balas Khaled menatap tajam mata Dirga.


Nuge berdiri lalu mendekati Ilyas sambil menarik kupingnya.


"sini ikuti aku Bucin" kata Nuge menarik telinga Ilyas sambil jalan.


“Adedededehhhh….” Kata Ilyas kesakitan.


Dirga mencoba melepaskan genggaman Khaled namun tidak lepas juga hingga membuat Dirga ssmakin jengkel.


“Berani kau…” kata Dirga yang menahan rasa sakitnya.


Teman-teman Dirga yang mencoba membantunya tiba-tiba ditarik oleh Ilyas dan Nuge sambil merangkul mereka.


“Ottoo… Sumimaseenn.. (Eits.. Permisi…). Daritadi aku sudah sangat kesal karena satu dan lain hal. Lalu kalian datang di restoran ini menambah kekesalanku, apa kalian punya waktu untuk kami ?” tanya Nuge kesal.


“aku juga sangat kesal karena dia tiba-tiba kesal. Bisakah kalian jadi pelampiasanku ?” lanjut Ilyas juga bertanya sambil menggosok telinganya.


Melihat Ilyas dan Nuge terlihat kesal, mereka akhirnya menghentikan perbuatannya. Begitupun dengan Dirga yang melepaskan tangannya dengan paksa sampai berdarah.


“salahmu kenapa langsung menarik tanganmu. Tapi, aku yakin luka itu bisa sembuh segera mungkin. Berbeda dengan luka yang kau beri pada Melly” kata Khaled yang masih kesal dengan Dirga.


“kau ini yaa, berani sekali pada temanku” kata Nina berlagak.


Tiba-tiba, langkahnya di tahan oleh Ilyas


“Oi oi oi, lebih baik perempuan jangan ikut campur. Aku bisa tidak segan-segan denganmu lho” kata Ilyas menahan langkah Nina.


“Ou yaa ?. kamu berani dengan Perempuan hah ?. dasar banci, berani kok sama Perempu…” belum sampai perkataan Nina, ia langsung kena tamparan dari Rika.


“Uuuu… pasti sakit sekali tuh” kata Nuge yang tiba-tiba ngilu.


Nina awalnya terkejut dan diam sejenak, dengan kesal dia menarik rambut Rika dengan keras


“LANCANG SEKALI KAU !!!!” bentak Nina kesal.


Tapi tiba-tiba, dia di tampar lagi dan lagi oleh Rika sampai tangannya lepas.


“Eh mainnya jangan gitu dong…” kata teman perempuan Nina.


Tapi melihat Rika yang mengangkat tangan kearahnya, membuat mereka juga ketakutan dan menjauh. Rika melihat kearah Nina yang mengelus pipinya sambil menahan air matanya yang keluar dengan sendirinya.


“kau kira aku tidak tahu strategimu ?. Kau berani membantah cowok karena kau tau, laki-laki tidak mungkin memukulmu kan ?. bersyukurlah kali ini aku yang memukulmu. Laki-laki itu pengecut penganut kesetaraan


gender lho” kata Rika menunjuk kearah Ilyas.


Dia langsung angkat tangan kearah Rika karena tiba-tiba di singgung seperti itu.


“Ba.. bagaimana kau bisa tau aku penganut Kesetaraan Gender ?” tanya Ilyas penasaran.


“aku ini kan pernah jadi stalkermu” balas Rika yang tersenyum pada Ilyas.


“Anjirr… kok merinding yaa ?” gumam Ilyas dalam hatinya.


“teman-teman, ayo kita pergi” kata Dirga setelah mengangkat Nina untuk berdiri.


Melihat mereka pergi meninggalkan pintu, akhirnya mereka legah. Namun tiba-tiba, Maneger Restoran itu mendekatinya


“puas kalian sekarang Remaja berandalan ?” tanya Maneger Restoran itu yang terlihat kesal.


"HAAA !!!!!. ADA ULTRAMAN !!!!" teriak Nuge menunjuk di belakang Maneger Restoran itu.


Saat Maneger itu berbalik, Ilyas dan kawan-kawan ketakutan dan berlari keluar. Begitupun dengan Melly yang langsung menarik tangan Khaled

__ADS_1


"KABOOOORRRR !!!!!" teriak Ilyas dan Nuge sambil kabur.


“ayo lari cepat Khaled..” kata Melly sambil menarik tangan Khaled.


"WOEE JANGAN LARI KALIAAANNNNN !!!!!!" teriak Maneger itu pada Ilyas dan Kawanannya.


Setelah keluar dari Mall, Rika, Ilyas, dan Nuge tiba-tiba menundukkan kepala pada Khaled dan Melly.


“KAMI MINTA MAAF !!!” serentak mereka bertiga.


“tidak apa-apa kok, seharusnya kami berterima kasih karena kalian datang membantu kami” kata Melly merendahkan diri.


“sudah kuduga sih kalian pasti mengikuti kami. Daritadi aku Cuma pura-pura tidak tahu aja” kata Khaled yang menghembuskan nafas beratnya.


“lah, dari tadi kau tau ?” tanya Nuge.


“bagaimana kau bisa tahu Database-Sama ?” lanjut Rika juga bertanya.


“tidak heran sih kalau dia sampai tahu” kata Ilyas dengan pasrah.


“memangnya kenapa sih ?” tanya Nuge semakin penasaran.


“yang kalian awasi itu aku lho. Hacker dan kepala Elang di One Eagle. Kalian kira radar kalian tidak terlacak ?” balas Khaled sambil memperlihatkan Hp nya.


Terlihat di sana, Posisi Ilyas, Nuge, dan Rika bahkan Melly ada di radar hp Khaled.


“Hoo… gitu…” kata Rika kagum.


“Sasugaa… (boleh juga...) Database-Sama” lanjut Nuge membanggakan Khaled.


"jangan mengalihkan pembicaraan" kata Khaled yang masih jengkel.


“Khaled memang hebat yaa” kata Melly sangat kagum.


Dan itu membuat Khaled jadi malu sampai wajahnya memerah. Rika yang sadar akan hal itu, menarik Nuge dan Ilyas untuk pergi meninggalkan mereka


“kalau begitu, tugas kami selesai. Selanjutnya kamu antar Melly yaa sampai di rumahnya agar dia aman” kata Rika yang langsung mengedipkan matanya pada Khaled.


“tidak bisa kita lanjut sedikit lagi ?. Aku masih penasaran dengan mereka berdua” kata Ilyas yang akhirnya menyukai kegiatannya.


“Udahan Anjing, hatiku dah nggak kuat ngenesnya. Lebih baik kita ke Café Tani aja sekarang Nongkrong” Balas Nuge kesal.


...****...


Sore sudah mulai tiba, di tandai dengan langit Orange dan Matahari yang sudah mulai turun terbenam, angin yang tertiup lembut mengenai mereka berdua yang berjalan dengan canggung. Khaled dan Melly diam membisu karena kejadian yang tadi.


“bagaimana ini, apa yang harus kukatakan pada Khaled ?. Aku tidak tahu harus menjelaskannya dari mana” gumam Melly dalam hatinya.


Khaled memegang tangan Melly, seketika dia terkejut karena tiba-tiba Khaled bertindak.


“kalau kau memikirkan masalah yang tadi, jangan di pikirkan. Mau seburuk apapun kau sebelumnya, itu hanya Melly yang kemarin bukan yang sekarang. Lagi pula, orang sebaik dirimu tidak mungkin melakukan hal rendah seperti itu” kata Khaled menenangkan Melly.


Mendengar hal itu, Melly menundukkan kepalanya lalu merenungkan dirinya.


“Haahhh…. Akhirnya aku tahu kenapa aku sesuka ini pada Khaled. Karena sebelumnya dia mirip seperti diriku, hanya korban bullian yang tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Hanya manusia biasa yang butuh perhatian, bukan siksaan” gumam Melly dalam hatinya.


Dia menghapus air matanya yang tidak kunjung berhenti lalu membalas genggaman tangan Khaled


“sudah kuduga, aku mencintai Pria ini”  lanjut gumam Melly dalam hatinya.


Namun Khaled hanya tersenyum melihat Melly tanpa mengetahui isi hati Melly yang sebenarnya.


...****...


Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022

__ADS_1


__ADS_2