
Setelah mendengar cerita adiknya, Nurhan mengelus kepala adiknya karena mengerti perasaannya
“adik kakak ternyata sudah remaja yaa, dah mulai pacaran mana pacarnya guru lagi” kata Nurhan
mengejek adiknya.
“meskipun begitu dia meninggalkanku. Itu artinya kami sudah putus kan ?” Tanya Nuge pada kakaknya.
Nurhan lalu berhenti menggosok kepala adiknya
“entahlah. Tapi, jadikan kisah cintamu ini sebagai pelajaran. Waktu akan terus berlalu, usia kalian sangat berbeda. Apalagi dia mengundurkan diri, aku rasa kau jadikan saja kenangan. Lambat laun, kamu akan mendapatkan yang lebih baik” kata Nurhan pada adiknya.
“kakak gampang mengatakan hal itu karena kakak belum mengalaminya” balas Nuge yang masih kesal.
“pernah kok, bahkan lebih buruk daripada dirimu” kata Nurhan yang seketika membuat nuge terkejut dan
menundukkan kepala.
“maaf kak, aku membuatmu mengingatnya” kata Nuge menyesal.
“tidak apa-apa kok. Sudah kakak bilangkan, yang berlalu biarlah berlalu. Lupakan saja, dan jadikanlah kenangan. Sekarang cuci wajahmu itu dan makan sekarang. Kalau bisa sekalian minta maaf ke ibu” kata Nurhan lalu meninggalkan kamar adiknya.
Setelah mendengar cerita Nuge, Nurhan menuju ke kamarnya dan menuju ke kamarny. Nurhan duduk di ranjangnya lalu melihat foto perempuan yang ia cintai
“aku berkata begitu terhadap adikku, tapi justru aku yang tidak bisa melupakanmu. Takdir kenapa yaa mempertemukan kedua adik kita dan malah bertengkar ?” kata Nurhan sambil memegang foto mantannya.
“seandainya waktu itu aku bisa menggapai tanganmu, kau mungkin masih ada di sisiku sekarang. Aku sangat merindukanmu, Santi” lanjut Nurhan dan menaruh foto itu kembali.
Setelah itu, Nurhan mengambil Jas hitamnya lalu keluar
“bu, aku pergi dulu yaa” kata Nurhan.
“mau kemana rapi malam-malam begini ?” Tanya ibunya penasaran.
Nurhan memakai sepatu dan berkata
“bertamu bu, ada kenalan lama yang harus ku temui” balas Nurhan dan pergi.
Nurhan mengendarai motor menuju ke minimarket. Dia membeli beberapa bingkisan untuk di berikan kepada yang punya rumah. Setelah itu dia pergi ke rumah Andi dan bertamu. Nurhan membunyikan lonceng dan akhirnya Andi yang membuka pintunya.
“ayahmu ada ?” Tanya Nurhan pada Andi.
Dia tidak tahu bahwa Nurhan adalah kakak dari Nuge, tapi dia mengetahui bahwa Nurhan adalah mantan pacar dari kakaknya.
“ahh silahkan masuk kak, Ayah ada di ruangan istirahat. Tunggu saya panggilkan” kata Andi lalu masuk ke dalam ruangan tamu.
Saat Nurhan duduk, ayahnya terkejut dan menyuruh andi mengambil kunci mobil
“kau jaga rumah dulu, aku akan pergi dengan kak Nurhan” kata Ayah Andi setelah mengambil kunci mobilnya.
__ADS_1
Di dalam mobil yang sedang berjaln, mereka awalnya canggung dan tidak saling berbicara satu sama lain. Nurhan dan Ayah Andi singgah di pinggir jalan sembari merokok bersama
“jadi, sudah lama tidak melihatmu. Ada apa kau datang kemari ?” Tanya Ayahnya Andi pada Nurhan.
Setelah mendengar perkataannya, Nurhan menundukkan kepala dan mengambil posisi rukuk di hadapan Ayah Andi.
“maaf atas kecerobohan adikku. Aku tahu, aku tidak bisa mengganti fasilitas Gym itu tapi, akan ku coba sedikit demi sedikit. Adikku telah melakukan kesalahan besar pada anda” kata Nurhan merasa bersalah.
Ayah Andi mengudut rokokknya dan berkata padanya
“padahal sudah menjadi ketua Geng Motor Asoka, pekerjaan tidak karuan, tapi kau tetap pendirianmu yang sopan yaa. Karena itulah aku menyetujui hubunganmu denganya, tidak seperti dengan ibunya” kata Ayah Andi yang mengingat putri sulungnya.
“sudahlah nak (kata Ayah Andi menghentikan posisi Nurhan) yang salah bukan adikmu kok. Andi layak mendapatkannya. Malahan, seandainya bukan karena Cuma dia satu-satunya teman hidupku di rumah, aku mungkin memenjarakannya. Anak itu semakin liar sampai menggunakan serum saat berada di luar pengawasanku” lanjut kata Ayah Andi.
Nurhan kembali menghisap rokoknya dan melihat kearah perairan lepas
“jujur saja, aku juga merindukannya. Karena kejadian inilah, aku mengingat semuanya kembali dan rindu padanya. Dan akhirnya aku menemui paman” kata Nurhan yang membuat Ayah Andi tertawa.
“kalau rindu seharusnya kau menuju ke makam putriku bukan padaku” kata Ayah Andi yang sudah mulai ceria.
“tapi waktu pacaran, aku selalu menghadap ke paman dulu kan ?” kata Nurhan mengingat masa lalu.
“oh iya, aku jadi teringat. Sebelum kalian kencan dulu, kau selalu menghubungiku sebelum datang ke rumah” kata Ayah Andi yang juga teringat masa lalu.
“Halo Paman, apa hari ini aku bisa bawa Andini pergi ?. ibunya ada nggak di rumah ?” kata Nurhan mempragakan saat masa pacarannya dulu.
“Ahhh kau tunggu aba-aba ku. Ibunya akan segera ke pasar. Saat dia pergi, akan ku hubungi lagi” balas Ayah Andi mempragakannya juga.
“sepertinya aku juga merindukannya. Besok, kau mau menemaniku melayat ke kuburannya ?” kata Ayah Andi meminta pada Nurhan.
“bisa paman, aku akan datang besok lagi ke rumah paman” balas Nurhan.
****
Keesokan harinya, mereka akhirnya pergi melayat. Andi dan Ayahnya serta Nurhan menaburi bung di kuburannya. Saat mulai berdoa, Nurhan mengingat masa lalunya bersama Santi.
Awal mereka ketemu saat Nurhan berada dalam keadaan terluka, dia bersembunyi di jalur yang Santi lewati kalau pulang dari Kuliah. tidak tega melihat Nurhen penuh luka, Santi mencoba mengobati lukanya
"Pergilah, aku tak butuh bantuanmu" kata Nurhan
"Kau ini tipe laki-laki yang berlagak kuat yaa ?. padahal lukanya sudah sebanyak ini malah berlagak sok keren"
"*Haahh ??. Siapa yang kau maksud berlagak keren ?" *kata Nurhan kesal.
Santi mengeluarkan cermin lalu mengarahkannya ke arah Nurhan.
"Apa-apaan ini ?"
"kau melihat siapa di cermin ?"
__ADS_1
"Diriku" kat Nurhan sambil menunjuk dirinya.
"kau sudah mendapatkan jawabannya" baals Santi memasukkan kembali cerminnya dan mengobati Nurhan.
Pada akhirnya Nurhan pasrah di obati oleh Santi
"Dasar perempuan aneh" gumam Nurhan pasrah.
Setelah kejadian itu, Nurhan selalu mengwasi Santi saat pergi kuliah, pulang kuliah, pergi belanja. sampai akhirnya seseorang mencoba menggodanya di pinggir jalan, Nurhan mendekatinya lalu melindunginya.
"Ooii, jauhi perempuan itu"
orang-orang yang menggoda Santi mendekati Nurhan dan mengancamnya.
"Haahh ??. apa-apaan pahlawan kesiangan ini ?"
*"Heh, lagi berlagak ceritanya" *
"jangan macam-macam, aku bunuh lho" kata orang-orang itu mengancamnya bahkan menggunakan pisau.
Tidak butuh waktu lama, Nurhan meratakan mereka sendirian hingga mereka tak mampu berdiri.
"Sii... siapa kau sebenarnya ?" tanya orang yang kalah dari Nurhan.
"hanya ketua geng motor kecil Asoka, namaku Nurhan. ingat itu"
pada masa itu, Asoka belum menjadi geng motor yang besar seperti sekarang. walaupun begitu, orang-orang ini menakuti Nurhan dan lari.
"te.. terima kasih" kata Santi setelah di selamatkan.
"hehehee... tidak apa-apa kok" balas Nurhan malu-malu.
Santi syok dan berlari mendekati Nurhan sambil memegangi tanganny.
"TIDAK APA-APA NDASMU !!!. TANGANMU BERDARAH NIH !!!" bentak Santi syok.
Nurhan mengelus pipi Santi lalu meyakinkannya.
"Demi penyelamatku, ini bukanlah apa-pa. aku bisa saja mengorbankan diriku demi berterima kasih denganmu"
Mendengar hal itu, Santi tersipu malu dan mengeluskan tangan Nurhan ke pipi Santi.
Nurhan tersadarkan kembali setelah berdoa dan mengelus batu nisan Santi. dia kembali teringa saat mereka sudah akrab, ia sering menjemput Santi menggunakan motornya lalu membawa ke geng Asoka yang kecil untuk bersenang-senang. semua orang mudah berbaur dengan Santi dengan santainya. Sampai Nurhan mengutarakan perasaannya dengan romantis di depan seluruh anggotanya, dan Santi menerima tawaran Nurhan.
Hubungan mereka berlanjut dan cuma ayahnya yang mengetahui hubungan mereka. Namun, setelah ibunya mengetahui hubungan Santi dengan Nurhan, Ibunya tidak merestuinya meskipun Nurhn sudah siap melamar Santi.
"Aku menyekolahkan anakku tinggi-tinggi malah di lamar oleh Berandalan geng motor yang nggak jelas ?. mengertilah posisimu rendahan"
Hari dimana Nurhan melamar Santi menjadi hari terburuk Nurhan karena ia mendengarkan kata-kata buruk dari ibu Santi. setelah lama duduk tidak tahan lagi, Nurhan meninggalkan Santi. tetapi, Santi tidak rela Nurhan pergi sekarang. dia menahan tangan Nurhan tetapi di lepasakan pelan-pelan oleh Nurhan.
__ADS_1
"Maaf Santi, dalam masalah membahagiakan dan Cinta aku memang siap untuk melamarmu. tapi kalau masalah tentang kasta dan jabatan, aku mundur" kata Nurhan lalu pergi.
Santi menangis setelah Nurhan meninggalkan rumahnya. begitupun dengan ayah dan ibu Santi bertengkar. sedangkan Andi mengurung di kamarnya tidak kuat mendengarkan pertengkaran itu.