
Di rumah Indah, begitu ramai karena suara canda tawa dan riang dari teman-teman Indah. Saat itu, Ayah dan Ibunya berbisik pada Indah yang menuju ke dapur.
"aku tahu ini tidak boleh di tanyakan tapi, apakah mereka tahu kau sedang hamil ?" tanya Ibu Indah ke anaknya.
Indah menggelengkan kepala seraya berkata
"aku tidak memberitahukan pada mereka. Aku takut, mereka akan Khawatir karenaku. Dan juga, aku tidak ingin membebani mereka" balas Indah melihat ke arah teman-temannya.
"Mereka adalah... teman-teman terbaikku" lanjut Indah tersenyum melihat teman-temannya.
Melly yang melihat kearah Indah yang tersenyum melambaikan tangan padanya lalu melanjutkan perbincaraan dengan yang lainnya.
"mereka memang teman-teman terbaikmu tapi, aku penasaran. Apakah Ilyas tidak datang juga ?. Adiknya datang lho" tanya Ayahnya yang membuat Indah kepikiran.
"Entahlah ayah tapi kalau bisa.... aku berharap dia tidak datang" balas Indah memegang dadanya.
Namun nyatanya, Ilyas berada di luar rumah dengan duduk di motornya melihat pemandangan kota dari bukit Samata di malam hari.
"kalau begitu, bergabunglah dengan teman-temanmu. Biar aku yang mengurus sisanya" kata Ibunya mengambil barang bawaan Indah.
"Iya, kau harus menjaga kesehatanmu karena, kau sedang hamil" balas Ayahnya yang memegang kepala anaknya.
"terima kasih Ibu... Ayah.." balas Indah dan pergi ke arah teman-temannya.
"Indaahhh..... masih lama ?. Nuge sudah mulai membuka Album aibmu waktu masih kecil lho" teriak Melly kepada Indah.
"WOI NUGEEEE !!!!" teriak Indah kesal berlari kearah mereka membuat kedua orangtuanya ketakutan.
"yakin indah nggak apa-apa ?" tanya ayah Indah panik.
"nggak apa-apa kok. Orang ngidamnya dulu unik, masa ia aku mau manjat pohon mulu waktu mengandungnya ?" balas Ibunya Nostalgia.
Di ruangan tamu, mereka mengadakan pesta perpisahan dengan makan-makan dan minum minuman bersama. Mereka memeberikan hadiah perpisahan kepada Indah, lalu para perempuan berpelukan sambil menangis tidak rela berpisah.
“Oh iya, aku punya berita baik sebelum Indah pergi. Besok aku akan mulai debutku sebagai Murid Sekolah” kata Natasya sambil mengangkat tangan.
Semua orang bertepuk tangan mendukung Natasya.
“ngomong-ngomong kamu sekolah di mana ?” tanya Melly penasaran.
“Tss..... rahasia. Makanya masukkan aku ke grub biar besok aku kabari” balas Natasya.
“Kwalski… (sindiran candaan untuk Khaled)” kata Rika memerintah.
“YESS MA’AM !!!” balas Khaled yang langsung memasukkan Line Natasya di grub Club Perpustakaan Gedung E.
“Heh ?. darimana kau tahu code Lineku ?. perasaan Cuma Ilyas, Indah, dan Layla yang simpan. Apa kau memberikan padanya Indah ?” tanya Natasya pada Indah.
“nggak kok, aku nggak kasih” kata Indah membela diri.
__ADS_1
“aku mengambilnya sendiri kok. Soalnya, aku adalah Hacker. Kau adalah kenalan Indah, makanya kau ada dalam jangkauanku. Kalau kau dalam bahaya, aku bisa langsung melaporkannya pada teman-teman yang lain” balas Khaled menjelaskan.
Setelah Khaled mengatur semuanya, Akhirnya Natasya masuk ke dalam grub
“Selesai, kau sudah masuk dalam grub Line” lanjut Khaled sambil memperlihatkan Laptopnya.
Mendengar hal itu, Natasya sedikit ketakutan dan menjauhi Khaled
“jadi singkatnya, kau itu Stalker ?” kata Natasya sambil ketakutan.
Tiba-tiba Khaled berdiri dan memukul Meja.
“kau telah memberiku ide yang sangat bagus, akan ku lakukan nanti” balas Khaled mengacungkan Jempol pada Natasya.
“Hiiii !!!!. Il.. Ill.. Indah, bantu aku” kata Natasya ketakutan ke arah Indah.
Semua orang tertawa melihat tingkah Natasya.
“haaa…. Aku tidak menyangka ternyata Putri Arung sepertimu bisa bertingkah seperti ini” kata Nuge pada Natasya.
“iya, aku kira awalnya kamu orangnya kaku lho” lanjut Rika.
“kedepannya kita berteman yaa Natasya” lanjut Melly mengajaknya berteman.
Melihat hal itu, Natasya melihat ke arah Indah.
Dan Natasya tersenyum bahagia memeluk Indah. Tapi tiba-tiba, Layla menarik kedua pipi Natasya
“ehh ehh ehh fakiittt (Sakiittt)” kata Natasya sambil pipinya di cubit.
“Makanya jangan malu-maluin. Kau itu anak Puang Onding lho” balas Layla terlihat kesal.
“Waafkan akuu (Maafkan akuu)” balas Natasya sambil pipinya dicubit.
Melihat pemandangan yang menyenangkan itu, rasa khawatir Indah hilang untuk meninggalkan mereka.
“tampaku, sepertinya mereka akan tetap bahagia. Dengan kehadiran Natasya, aku akan baik-baik saja meninggalkan mereka” gumam Indah dalam hatinya.
...****...
Waktu tengah malam telah tiba, mereka semua akhirnya pulang. Saat Indah melambaikan tangan ke mereka, suara motor terdengar ke arah lain dan singgah di depan Rumah Indah yang ternyata adalah....
"I... Ilyas ?. Kenapa ?" tanya Indah yang Syok melihat orang itu ternyata Ilyas.
"Tidak... Rasanya... aku akan menjadi orang jahat kalau tidak datang malam ini" balas Ilyas turun dari motor dan mendekati Indah.
Malam itu, Ilyas jalan-jalan bersama dengan Indah menggunakan motor setelah minta izin ke orang tuanya dan akhirnya mereka singga di sebuah taman. Indah duduk di ayunan dan memainkannya sedangkan Ilyas duduk memperhatikannya.
“tidak ku sangka ternyata besok hari terakhir kita yaa Indah” kata Ilyas yang secara tiba-tiba membuat ayunan Indah berhenti.
__ADS_1
“daritadi, aku selalu memperhatikanmu. Kau seperti ingin mengatakan sesuatu. Katakan Indah” kata Ilyas tegas pada Indah.
“tidak apa-apa kok. Aku hanya kepikiran, kita benar-benar berpisah yaa besok” balas Indah sambil menatap jauh dengan tatapan yang kosong.
“aahh aku juga tidak menyangkanya. Tapi entah kenapa perasaanku berkata, kau masih menyembunyikan sesuatu padaku” kata Illyas tegas menatap Indah serius.
"aku mohon indah, kali ini.... jangan ada rahasia diantara kita" lanjut Ilyas serius.
Indah menghela nafas panjang dan akhirnya melihat ke atas langit.
“aku tidak yakin akan mendapatkan kesempatan lagi terhadapmu kalau aku mengatakannya. Tapi..., akan kukatakan. Lagian besok kita akan berpisah” Balas Indah lalu tersenyum ke arah Ilyas.
“aku hamil Ilyas..... Aku hamil karena insiden yang kemarin” kata Indah sambil meneteskan air matanya.
Mendengar hal itu, Ilyas begitu syok.
“sudah ku katakan bukan ?. aku tidak akan punya kesempatan. Jujur saja.., Hiks... aku mau lanjut sekolah… aku masih mau bersama kalian hiks… aku masih ingin duduk di ruangan Club itu.. aku tidak mau pergi… aku tidak mau Ilyas.... aku mohon... tolong aku.. hiks..” kata Indah yang akhirnya menangis.
Tidak tega melihat hal itu, Ilyas berlari dan memeluk Indah.
“tenang saja, aku akan mencari solusi untukmu Indah. Tenang saja... aku bersamamu” kata Ilyas yang mencoba menenangkan Indah.
Lalu Indah mendorong Ilyas pelan-pelan
“semuanya sudah terlambat Ilyas. Aku ingin membesarkan anak ini, aku tidak ingin menjadi orang yang kejam dengan menggugurkannya. Bukankah kita semua tahu dari Agama Islam mengajarkan Anak adalah sebuah berkah, dan anak adalah sebuah Anugrah. Anak adalah titipan dari tuhan, tugas orang tua adalah membesarkannya, dan memberinya kasih sayang” kata Indah memberi dukungan untuk dirinya sendiri.
“kalau begitu, aku akan menjadi Ayahnya. Aku akan memberinya kasih sayang yang layak. Aku akan .membantumu membesarkannya” kata Ilyas menawarkan diri.
Indah mengelus pipi Ilyas mencoba menenangkannya
“kau tidak ada hubungannya Ilyas. Ini adalah tanggung jawabku, ini.... adalah bebanku" balas Indah sambil meneteskan air mata.
“TAPI INDAHH.. !!!!” bentak Ilyas lalu di dorong oleh Indah.
“malam ini pulanglah, aku juga mau pulang ke rumah. Tolong... antar aku kembali” balas Indah mengakhiri pembicaraan.
Mereka diam sejenak dan Ilyas berjalan kembali menuju ke motor di ikuti Oleh Indah dan Ilyas mengantar Indah ke rumahnya. Mereka sangat canggung dan tidak berbicara sedikit pun. Saat Indah mau memasuki rumahnya, Ilyas masih belum menyerah dan berkata padanya.
“aku akan menunggumu besok. Aku akan sangat membencimu kalau sebelum pergi kau tidak menemuiku. Kita harus bertemu dulu untuk terakhir kalinya “kata Ilyas tegas.
Indah tersenyum dan melambaikan tangan padanya sampai akhirnya, masuk ke dalam rumahnya. Ilyas juga mengendarai motornya.
Di Perjalanan, Ilyas membayangkan kejadian waktu itu kembali serta perkataan Indah membuat Ilyas saat melewati pinggir Pantai, Ilyas langsung melompat dari motor dan berlari ke arah Pantai.
Ilyas melemaskan kakinya hingga menunduk dan meremuk pasir disana, hingga meratapi Dirinya sambil teriak dengan keras yang suaranya ditutupi oleh suara Pantai.
...****...
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2002
__ADS_1