
Beberapa hari telah berlau setelah Ilyas dan Nuge kena Skors dari sekolahnya, kini memasuki hari Ujian Semester akhir untuk tahap pertama. Ilyas dan Nuge akhirnya masuk kembali ke sekolah. Dan betapa terkejutnya, mereka di cela oleh kelas umum saat meninggalkan parkiran.
"Uwwaahhh lihat para berandalan kelas E itu. Bukankah mereka yang melakukan masalah sebelumnya ?"
"kudengar mereka sampai menghancurkan Bisnis Gym orang. mereka berlebihan sih"
"Berandalan seperti mereka memang cocok di masukkan kelas E"
"lagian kenapa sih mereka sekolah di sini ?. Sekolah di STM aja kalau mau gelud bikin resah saja"
"Mati saja kalian..."
Nuge dan Ilyas mengabaikan perkataan mereka dan menuju gedung kelas E. saat di sana, mereka
juga menjadi sorotan oleh para sunior dan angkatannya sampai akhirnya mereka berada di depan kelas 1-E/1, Nuge terlihat gugup.
“kayaknya kita bolos aja yuk Ilyas, aku belum siap di cela satu kelas. Mereka pasti mengejek kita” kata Nuge
yang gugup.
“apa-apaan ?. hari ini kita ujian akhir semester, masa ia kita harus ketinggalan ?. nggak-nggak, aku mau naik kelas Nuge” balas Ilyas membantah.
Saat memasuki kelas, semua orang terkejut melihat mereka.
“woe, lihat !!!. Dua Elang akhirnya kembali ke sekolah !!!”.
“waahh, kelas sepi tampa kalian lho”.
“calon penguasa gedung kelas E yang meratakan seluruh Faksi, akhirnya datang juga !!!”.
“Woooo !!!!” Sorak kelas 1-E/1 menyambut mereka.
Mendengar keributan itu, Khaled berlari melompati Nuge sampai terjatuh dan memeluknya
“Huwaaaa syukurlaaahh kalian kembaliiii huweee….” Teriak Khaled sambil menangis.
“Oiii Baka !!! (Bodoh) jangan memelukku erat, kau bahkan menangis dan ingusmu… (seketika Nuge sadar ingus Khaled hampir mengenai seragamnya) HUUWAAA INGUSMUUU !!!!!. INGUSMU BELEPOTAANN !!!!. AIBOO...
!!!! TASUKETEEEE.... !!!!! (kawan tolong aku)” teriak Nuge ketakutan mendorong Khaled yang tidak kunjung lepas.
“hehehe, kalian ini” kata Ilyas yang mencoba menolong Nuge
Tiba-tiba Ilyas di peluk juga oleh Rika dari belakang.
“Rika, apa yang kau lakukan ?” kata Ilyas yang terkejut.
Rika memeluknya erat sampai menutupi wajah Rika dengan punggung Ilyas
“Syukurlah… kalian kembali, syukurlah…” balas Rika yang memeluk Ilyas.
Mendengar hal itu, Ilyas melepas Rika dan mengelus kepalanya
“aku kembali, Rika…” kata Ilyas sambil tersenyum.
Dan dari kejauhan dekat tangga, Indah yang sebelumnya mau menghampiri Ilyas akhirnya tidak jadi dan meninggalkan gedung kelas E.
Saat lonceng berbunyi, akhirnya mereka duduk di tempat masing-masing sesuai dengan nomor ujian. Pengawas mulai masuk dan mulailah ujian mereka untuk hari pertama. Setelah mata pelajaran untuk hari pertama selesai, semua murid akhirnya sebagian yang pulang dan sebagiannya lagi tinggal untuk belajar. Karena kondisi Ujian, kegiatan Club Ekstrakulikuler mereka di hentikan. Ilyas yang tidak bisa fokus belajar saat pulang, menuju ke ruangan Club untuk belajar.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Ilyas, ia menemukan Rika yang lagi-lagi mulai membaca buku. Dengan sengaja, Ilyas duduk di sampingnya lalu belajar materi pelajaran yang besok ia ujiankan. Mereka begitu canggung hingga akhirnya Ilyas berbicara
“sepertinyaa… aku tidak akan datang di sini dulu lagi” kata Ilyas yang membuat Rika begitu terkejut.
“kenapa ?” Tanya Rika penasaran.
“aku bosan tinggal di sini. Dan sepertinya, aku tidak pernah berkembang kalau aku tetap ada di Club ini”
Walau alasan sebenarnya adalah, jika dia tetap ada di perkumpulan mereka, maka Ilyas tidak mampu menjamin keselamatan mereka. Setiap hari Ilyas selalu memikirkan hal ini saat ia kena masa hukuman Skors. Rika yang
mencoba untuk marah, namun tidak jadi setelah mengingat semuanya dan akhirnya menyadari alasan kenapa Ilyas mengatakan hal tersebut.
“aku tidak bisa menghentikanmu tapi ku katakan satu hal padamu… apa kau mengingatku ?” Tanya Rika yang membuat Ilyas kebingungan.
“maksudku, kita pernah bertemu sebelum kau masuk ke dalam kelas E. apa kau lupa ?”
“aku… tidak mengenalmu. Memangnya kau siapa ?” Tanya Ilyas penasaran.
Rika berdiri di hadapannya lalu membuka kanci baju sekolahnya
“woi woi woi woi !!!. apa yang kau lakukan !!!?. tutup bajumu kembali !!!. hush… hush… !!!” teriak
Ilyas terkejut melihat tingkah Rika lalu menutup wajahnya dengan buku.
Rika melepaskan kain yang merapatkan payu dadanya hingga terlihat Rata namun berisi,dan juga melepas kacamatanya seraya mengikat rambutnya lalu menaruhnya di pundaknya. Rika memasang kembali kanci bajunya.
“bagaimana kalau sekarang ?” Tanya Rika pada Ilyas.
Dia yang penasaran mengintip Rika dan begitu terkejutnya Ilyas ternyata ia memang pernah bertemu dengannya.
****
“apakah kau harus melakukan ini semua ?. kau tau, kelakuanmu itu melampaui batas dan mempermalukan keluargamu” kata Rika pada Ilyas.
Dia berhenti dan berkata padanya
“Berisik, padahal nyatanya beginilah manusia. Begitu susah untuk menjadi orang baik karena harus selalu menahan, harus bersikap baik, patuh aturan ini dan itulah. Namun bagaimana kalau berbuat jahat ?” Tanya Ilyas.
“berbuat jahat itu sangat mudah, hanya dengan satu kejahatan saja, maka kebaikan lainnya akan hilang” lanjut Ilyas menjelaskan.
“lalu, apa kau akan menjadi jahat selamanya ?”
“siapapun kau, aku tahu kau tidak sebodoh itu hingga bisa masuk kelas A”
“maaf saja, kalau aku tidak tahu” balas Rika kesal berjalan melewati Ilyas.
Sebelum ia melewati Ilyas , dia berkata
“aku akan menjadi Darjah” kata Ilyas singkat membuat langkah Rika terhenti.
“ apa maksudnya itu ?” Tanya Rika penasaran.
“Darjah itu berarti Derajat. Namun, dia juga mempunyai arti lain. Dia bisa berarti peringkat, tingkatan, kedudukan,
kategori, kualitas, babak, dll. Namun semua kata itu selalu mempunyai dua sisi atau lebih. Begitupun manusia, selalu mempunyai dua sisi Baik dan Buruk”
“karena itulah, aku akan hidup dengan caraku sendiri. Kalau aku tidak bisa bergantung dengan siapapun, aku akan menjadi orang baik dan buruk dengan caraku sediri. Tak terikat dengan aturan dan keharusan apapun, aku… akan terbang dengan bebas” lanjut kata Ilyas yang membuat Rika sangat tersentuh.
__ADS_1
Karena pengalaman selama ini, dia tidak pernah menikmati masa kecilnya dan selalu mengikuti aturan orang tuanya yang sangat berlebihan.
Setelah Ilyas mengingat kejadian itu, dia sangat terkejut
“jadi, alasanmu masuk kelas E kenapa ?” Tanya Ilyas penasaran.
“karena perkataanmu, saat temanku di bulli dalam kelas, aku melakukan hal yang sama seperti Indah. Tapi,
yang membulli itu perempuan. Dia menjambak rambutku saat aku menolong teman kelasku yang terbulli tapi karena kesal, aku memukulnya dengan buku yang tebal sampai dia terjatuh. Aku memukulnya lagi dan lagi karena sudah cukup kesal melihat tingkahnya yang sok jagoan” balas Rika yang membuat Ilyas terbahak-bahak.
“Uwwaaahhh kayaknya aku harus hati-hati dengan perempuan sadis ini” gumam Ilyas dalam hatinya.
“lalu, apa yang terjadi setelahnya ?” Tanya Ilyas.
“sebenarnya, aku hanya kena hukuman membersihkan WC dan seharusnya mereka kuat. Tapi, anak tukang bulli itu ternyata keponakan Gubernur” balas Rika yang membuat Ilyas tertawa lagi.
“jangan tertawa…” kata Rika ngambek.
“gimana tidak ketawa, kalau kejadiannya seperti itu ?” Tanya Ilyas dan kedua pipinya di pegang oleh Rika.
Wajah Ilyas memerah dan tidak bisa berkata apa-apa.
“kau yang telah mengubahku Ilyas. Yang selama ini berada di dalam sangkar Ayah, kini aku bisa terbang bebas
sepertimu. Bagaikan Elang, yang terbang jauh tampa ada batasnya. Dan kau hadir di Club ini membuatku sangat bahagia, jadi aku mohon jangan pergi” kata Rika yang mulai agresif mendekatkan bibirnya
“aku mencintaimu Ilyas” lanjut Rika yang bibirnya semakin dekat dengan bibir Ilyas.
Namun, ciuman itu tidak terjadi karena Ilyas mendorong bibir Rika dan mengetuk jidatnya
“bodoh, kau memang bisa terbang bebas. Bukan berarti kau bisa memberikan hal berhargamu itu dengan mudah” kata Ilyas memperingati Rika.
“tapi Ilyas…” balas Rika yang perkataannya terpotong.
“nggak ada tapi-tapi. karena jujur saja, aku tidak mencintaimu” balas Ilyas pada Rika.
Ilyas menutup bukunya dan berdiri. Namun sebelum keluar dia berkata
“tapi, aku tidak akan jadi meninggalkan tempat ini. Karena, minuman hangan di sini sangatlah enak. Kau selalu aja membuatnya penuh dengan kehangatan” balas Ilyas dengan wajah yang memerah.
Rika yang awalnya putus asa akhirnya tersenyum
“berarti aku punya kesempatan kan ?. akan ku buat kau jatuh cinta padaku sebelum kita tamat di sekolah ini” kata Rika menantang Ilyas.
Dia tersenyum pada Rika sambil meninggalkan perpustakaan
“Terserah kau saja” balas Ilyas dan meninggalkan ruangan itu.
Namun saat keluar, terlihat Nuge dan Khaled yang ternyata dari tadi menguping. Ilyas yang kesal menggenggam bukunya dengan erat
“hoo iya, aku jadi penasaran bagaimana rasanya memukul dengan buku seperti Rika !!!?” kata Ilyas yang mengejar mereka dengan buku.
“TIDAAAKKKK !!!!!!. MAAFKAN KAMIIIIII !!!” teriak Nuge dan Khaled berlari ketakutan di kejar Ilyas.
\*\*\*\*
Instagram : hackbae2022
__ADS_1
facebook : HackBae