Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 8 (Season 2) : Orang yang Aneh


__ADS_3

Pagi hari sudah mulai, matahari sudah menampakkan dirinya, dan seluruh manusia memulai aktifitas pagi mereka. begitupun dengan para murid begitu terkejut saat melihat Ilyas yang jalan kaki sendirian dan kembali ke sekolahnya. Ilyas jalan kaki begitu tenang karena sebelumnya ia pernah di sampaikan pada ayahnya bahwa, selain Awwing dan keluarganya belum ada yang tahu bahwa Ilyas adalah putra dari pemilik perusahaan PT. JAYA NUSANTARA. Saat sampai di ruangan guru melapor bahwa dirinya sudah hadir, dia di perkenalkan oleh seorang guru yang bernama Ibu Haspita, wali kelas 1-E/1.


“kau akan jadi murid kelasku yaa ?. salam kenal, Ilyas” kata guru itu memperkenalkan diri.


Guru itu masih begitu muda namun banyak guru yang menyukainya. iya di kenal dari kalangan murid sebagai guru yang baik sampai mempunyai julukan tersendiri bagi para muridnya.


”namaku Ilyas, mohon bantuannya bu guru” balas Ilyas memperkenalkan diri.


Saat Ilyas di bawa ke kelas E, begitu terkejutnya dia karena kelasnya terpisah dari kelas ABC dan D. kelas E ini mempunyai gedung sendiri yang tidak terawat.


Ilyas masuk ke gedung tersebut, ia di bawah ke kantor kelas E. dan ibu Haspita menjelaskan bahwa ini ruang guru khusus untuk kelas E  yang tidak ada hubungannya dengan ruangan guru kelas lainnya. Ilyas begitu kesal dan berkata pada bu Haspita.


“kenapa ibu tidak mengeluh ?, bukankah ini sperti anda di kucilkan ?. akhirnya aku paham kenapa aku di bawa ke kelas E. kelas ini penuh dengan orang bermasalah kan ?” kata Ilyas mengeluh.


“bukan kok. Walaupun memang kenyataannya seperti itu, tapi aku meyakini. Tingkatan kelas hanyalah sekedar huruf, bukan nilai skill kecerdasan dari seorang murid dan guru. Karena keyakinan itu, aku tak pernah menyerah untuk murid-muridku” kata Ibu Haspita.


“memang hebat yaa, The Absolute Teacher miss Haspita” kata seorang guru yang juga terlihat muda tiba-tiba datang.


“aku sudah bilang ibu Nur, jangan ambil istilah itu. Rasanya seperti menyebut film GTO yang ada di Indosiar lho” kata ibu haspita.


“lah emang benar kok, daripada aku bilang Great Teacher kan copyright nanti”balas ibu Nur menggoda bu Haspita.


"apalagi, julukan *The Absolute Teacher *itu bukan dariku lho. katakan pada Murid-murid yang memberimu gelar seperti itu" lanjut Ibu Nur.


"The Absolute Teacher yaa ?" gumam Ilyas melihat bu Haspita.


"Ja.. jangan di pikirkan, Ilyas lebih baik melapor dengan guru lain di sini dulu yaa ?" perintah bu Haspita pada Ilyas.


Setelah melapor ke ruangan guru kelas E, ibu Haspita menuju kelasnya karena lonceng sudah berbunyi. Sedangkan Ilyas yang baru keluar di hentikan oleh ibu Nur.


“Ilyas, aku sudah mendengar ceritamu langsung dari pak Boby di kelas 1A/1. rasanya pasti sulit bagimu” kata Ibu Nur padanya.


Ilyas terdiam sejenak mendengar hal itu, lalu melepas pegangan Ibu Nur secara paksa.


“aku sudah tidak peduli, lagian tidak ada yang bisa ku percayai lagi” kata Ilyas yang sedikit kesal mengingat kejadian itu.


“tapi ibu Haspita berbeda, karena diantara guru dialah yang bisa dianggap lebih layak di sebut guru. Bahkan kepala sekolah mengakuinya. karena perjuangannya yang tidak pernah menyerah pada muridnya selama ini, Karena itulah sebutan The Absolute Teacher untuknya itu bukanlah sekedar nama” kata ibu Nur.


Ilyas mendengarkan bu Nur tidak berkutip sementara lalu permisi dan menuju kelas setelah mendengarkan perkataan Ibu Nur padanya.


Ilyas memasuki kelasnya, dan tidak seperti anak lain di klas ini menatapnya dengan tatapan tajam dan biasa saja. Begitupun Ilyas tidak meresponnya sedikit pun.


“silahkan perkenalkan dirimu” kata bu haspita mempersilahkan Ilyas.

__ADS_1


Dengan menarik nafas dengan pelan Ilyas berkata


“namaku Ilyas, umur 12 tahun salam kenal” kata Ilyas.


Semua orang terkejut saat mengetahui bahwa dialah ilyas. Bu haspita mempersilahkan Ilyas duduk di kursi yang kosong di belakang pojok kanan samping jendela. Tidak sengaja, dia duduk di samping pria yang tiba-tiba memperkenalkan dirinya.


“Ohayou... Ilyas-Kun (Selamat Pagi Ilyas) . namaku Nuge, Salam kenal. Korekara Yoroshiku.. (kedepannya mohon bantuannya)” kata pria itu pada Ilyas.


Ilyas menganggukan kepala dan memperhatikan pelajaran. Nuge yang melihat itu berkata dalam hatinya


“hmm… ternyata pria cupu tukang baca buku yaa ?. Pasti dia di sabotase makanya kena skors dan di pindahkan ke kelas ini. Wajar sih murid sepintar dia pasti banyak musuhnya” gumam dalam hati Nuge.


berbeda dengan Ilyas yang sebenarnya panik tapi tidak emperlihatkan dirinya.


"Anjir... baru pagi-pagi langsung dapat kesialan aja. Kok malah ketemu Otaku Lovers kek gini yaa ?. mana bahasa Jepangku nggak terlalu bagus lagi. seharusnya waktu masih kecil dulu aku memperhatikan guru Privatku mengajarkanku" Gumam Ilyas dalam hatinya.


Saat jam pelajaran selesai, Nuge selalu memperhatikan ibu Haspita.


“seperti biasa, bu haspita tetap manis dengan senyumannya yaa. Bagaimana menurutmu Ilyas ?” Tanya Nuge.


Namun Ilyas tidak peduli dan meninggalkan bangkunya. Nuge yang melihat itu merasa di abaikan


“Ooe, aku bicara padamu lho, Ilyas Kun” kata Nuge melihat ke arah Ilyas yang mau keluar dari kelasnya.


”aku mau ke kantin dulu, tadi pagi aku belum sarapan” kata Ilyas.


“Oe oe oe ini sakit lho bangs*t mentang-mentang kau itu punya masalah di kelas A kau kira kami takut yaa haa ?. sadari dirimu bocah” kata berandalan itu.


Ilyas melihat sekitarnya dan tatapan murid-murid tertujuh ke arahnya.


“hooo gini yaa caranya cari muka biar kau di anggap lebih kuat begitu ?. tenang saja, aku tidak mau cari masalah. Aku hanya mau ke kantin” kata Ilyas lalu pergi tapi di halangi oleh berandalan itu.


“barusan kau merendahkanku yaa ?. aku bunuh lho !!!. Namaku Abang, aku pentolan di kelas 1-E secara keseluruhan” kata abang yang membuat Ilyas tersenyum.


“pentolan apanya yang Cuma berani sama yang lemah ?” kata Nuge yang tiba-tiba berdiri.


“siapa yang bilang seperti itu ?” kata murid yang mengikuti abang.


“aku, namaku Nuge. Coba saja kau menyakitinya akan ku hajar kalian. Dia itu teman yang duduk di sampingku” kata Nuge kesal.


Tiba-tiba kawanan Abang menyerang Nuge, dan Nuge menghindarinya lalu menendangnya. Hampir tidak ada pukulan yang kena karena kaki Nuge menghalangi seluruh serangannya.


“coba saja sini maju. nanti aku sepak takraw kepalamu satu-satu” kata Nuge.

__ADS_1


“heh, akhirnya kau menunjukkan keaslianmu” kata Abang mengejek Nuge.


“selama ini aku diam karena aku tidak terlalu peduli padamu. Dan selama ini aku tak peduli sekitar. Tapi, beda cerita kalau kau menghajar orang itu. Karena dia adalah temanku Ilyas” kata Nuge dengan perkataannya yang meyakinkan.


Lalu Nuge di hajar menggunakan kursi sekolah. Dan di injak-injak.


“berani sekali yaa kau. Padahal kau yang lebih tahu, kami faksi ular dari kelas 1-E kamu bisa apa ?. baiklah akan ku hajar anak baru ini, Selamat datang di Neraka anak baru !!!” Bentak Abang lalu menghajar Ilyas dan Nuge.


Setelah di hajar mereka akhirnya memasuki kelas saat jam pelajaran ke 2.


“Nuge, selanjutnya kau tidak usah mempedulikanku. Ini urusanku, aku yang memilih untuk di hajar” kata Ilyas pada Nuge.


Dan dia malah berusaha menahan tawanya saat jam pelajaran.


“kau ini bicara apa sih ?. kita ini teman sebangku kan, Aibo.. Sudah sewajarnya aku membantumu” balas Nuge.


“kita ini tidak berteman, hanya kenalan belaka. Kau tidak usah terlalu serius” kata Ilyas memperjelas.


“Naa Aibo.., kau pasti kesulitan di kelas sebelumnya. Di sini kau tidak usah pikirkan itu, aku tahu kau lemah. Aku akan membantumu dengan caraku sendiri. Karena kita tidak bisa mengandalkan Orangtua dan Guru, maka kita yang harus kuat sendiri” kata Nuge yang menarik perhatian Ilyas.


“apa maksudmu itu ?” Tanya Ilyas penasaran.


“aku ini tidak pintar. Guru-guru di sekolahku selalu menyalahkanku kalau ada kesalahan yang berkaitan denganku. Hanya karena ayahku dulunya seorang geng motor dan kini meninggal karena kecelakaan. Aku kini hidup bersama dengan ibuku, aku tidak bisa membuatnya khawatir. Maka dari itu, aku akan kuat dengan caraku sendiri” jawab Nuge.


Mendengar perkataan itu membuat Ilyas sedikit peduli dan berkata pada Nuge.


“sebenarnya, kenapa kau memanggilku Aibo ?” Tanya Ilyas.


“kau tertarik ?. aku ini seorang Otaku lho. Aku suka Anime jejepangan" kata Nuge menjelaskan.


"Sudah kuduga" gumam Ilyas dalam hatinya


"Aku belajar bahasa jepang dari sana. Dan Aibo itu sebutan sebagai rekan atau sahabat” lanjut Nuge memperjelas.


“YANG DI BELAKANG, PERHATIKAN !!!!. TIDAK USAH BANYAK BICARA !!!” kata guru yang membentak mereka berdua.


Lalu Nuge mengambil pose baca buku menutupi wajahnya.


“pantas saja kau tidak pintar belajar, kau malah memilih bicara hal lain sementara kita proses belajar mengajar” kata Ilyas pada Nuge.


“yaa maaf kalau aku bodoh” balas Nuge.


Dan mereka tertawa kecil di bangku belakang. Mendengar hal itu, Guru yang menjelaskan terlihat kesal sampai membuat Spidolnya berhenti menulis di papan tulis.

__ADS_1


“KALIAN BERDUA, AKU MENDENGAR KALIAN !!!!” bentak guru mereka.


“Ahh, MAAF PAK !!!” serentak Nuge dan Ilyas.


__ADS_2