
Saat aku mulai pulang bersama Nuge dengan mobilnya, ternyata orang tuaku menyadarinya dan mobil kami berhadapan dan hampir tabrakan. Saat itu, aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Aku dan Nuge di tegur dan kena marah layaknya anak-anak. Aku hanya bisa duduk dan diam melihat ibu yang mengomel.
"ibumu tidak berhenti mengomel yaaaa...." kata Nuge yang mulai risih mendengar omelan.
"yaa gitulah...." balasku datar.
"KALIAN MENDENGARKU KAN !!!?" bentak Ibuku pada kami.
"YES MA'AM !!!!" serentak aku dan Nuge teriak
Aku melihat ke arah Ayah dan dia hanya minum kopi lalu menggelengkan kepala dengan perlahan padaku. Tapi setelah mengomel, ujung-ujungnya dia menangis dan mengobati kami. Yaa karena ini sangat parah jadinya kami di bawah ke rumah sakit dengan alasan kami saling bertengkar satu sama lain. Setidaknya itu menutupi fakta bahwa kami berdua adalah One Eagle.
Ke'esokan harinya beritanya sangat Viral. Para Mafia itu ditangkap dengan pasal yang berlapis-lapis.
mampus lu, hehee....
begitupun dengan Bella yang melakukan klarifikasi di depan media bersama dengan Kiki serta keluarganya sambil minta maaf. Aku melihat berita itu menggunakan tv di rumah sakit. Begitu mengejutkan, Kak Kiki malah terlihat berbeda. Dia begitu tenang dan memeluk Bella duluan.
"aku tahu kau salah, tapi tidak semestinya aku angkuh padamu saat itu. jadi, sebagian juga adalah kesalahanku. sampai membuat teman dan kakakmu bertengkar, dan kamu kehilangan kakak kesayanganmu" kata Kak Kiki sembari memeluk Bella.
Bella yang saat itu di peluk tidak bisa membendung perasaannya lagi dan menangis memeluk Kak Kiki.
Kondisi Kak Rahman setelah kejadian itu juga di rawat di Rumah Sakit. awalnya dia lama baru siuman. mungkin karena ini pertama kalinya dia merasakan luka seberat itu. Kak Kiki tidak henti-hentinya pergi mengunjungi Kak Rahman setiap selesai Jam Kuliah. Ita tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pelayan sedangkan Ichi dan Yusuf,
yaa seperti biasa BUCIEN TEROOSSSS !!!!.
Yaa sepertinya inilah akhirnya. Walau jujur saja, aku lebih mengharapkan Kak Kiki menamparnya di depan tv atau menyuruhnya Sujud sambil menjilati sepatunya.
Pasti seru. Ehe…
Beberapa hari kemudian, kami masih di rawat di rumah sakit. Aku di suapin adikku walau aku masih belum bisa membuka mulutku akibat pipiku yang sebelumnya robek. Tapi, yang mengesalkan adalah Nuge yang semakin dekat dengan Ita. Dia begitu mesra sambil di suap. Rasanya seperti, mau memukul Nuge secepatnya. Aku jadi malu sekali waktu itu mengklaim Ichi dan Ita sebagai wanitaku. Kak Kiki dan Kak Rahman tidak bisa hadir karena dia mulai menyusun Proposalnya untuk persiapan Skripsi. Tapi dia selalu menitip salam. Begitupun dengan Yusuf dan Ichi, dia sempat hadir dan berterima kasih pada kami. Yaa itu sedikit membuatku senang tapi juga membuatku sedih sampai akhirnya saat kami keluar dari rumah sakit, teman-temanku datang dan menyemangati kami. Setelah itu aku memutuskan pada mereka.
__ADS_1
"Teman-teman, kali ini aku akan mengatakannya. Aku.... mau menghapus nama One Eagle" kataku menyampaikan pada mereka.
Semua teman-temanku terkejut dan salah satu di antara mereka berkata padaku
"apa maksudmu ?. Malahan aku kira, kau akan mengembalikan nama One Eagle dan mengungkapkan wajah kalian suatu saat" kata Kak Rahman padaku.
"Setidaknya beritahu kami, apa alasannya ?" tanya Yusuf penasaran.
Aku menatap mereka semua Kak Kiki hanya menundukkan kepalanya. Ita dan Ichi melihat kami dengan tatapan kecewa. walau sebenarnya, aku tidak mengharapkan ini.
"Memangnya apa yang kau harapkan dariku ?. Aku ingin mencuci tangan, apa aku harus mengotori tanganku lebih lanjut ?. Kalian terlalu egois !!!" teriakku pada mereka.
Walau sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya, dan bukan ini yang ingin aku katakan. Nuge menghampiri dan memegang pundakku
"mungkin Ilyas masih tertekan dan tidak ingin terganggu. Tapi, apa yang di katakannya adalah benar. Kami bahkan membubarkan nama ini ketika kami menentukan terkuat di antara kami berdua saat tamat SMA. jadi, One Eagle yang kalian sebelumnya lihat adalah Gentayangan" lanjut Nuge menjelaskan.
Semua temanku menunduk walau sebenarnya aku tidak mau melakukan hal merepotkan ini lagi karena untuk apa ?. Hatiku sangat rusak ketika aku menyukai Ichi dan dia malah lebih dekat dengan yusuf. semuanya tidak sengaja meluap begitu saja. rasanya, ingin kembali ke masa diriku yang suram di awal semester.
Ini semua salahku,
Aku.... Muak dengan perasaan campur aduk ini.
"Aku.... Ingin pulang. Layla, kau bisa bantu aku kan ?" kataku mengakhiri pembicaraan.
Layla memegang tanganku dan berharap padaku. Tapi, aku tidak bisa lagi. Aku memegang tangannya dan berkata
"Aku mohon..." kataku pada Layla.
Tidak ada pilihan lain, Layla membawaku di mobil yang ada supir pribadi ayah dan membawaku pulang. Aku meninggalkan mereka semua saat itu.
ketika sampai di rumah, aku selalu menatap ke arah jendela. Rasanya begitu menenangkan dan tidak terjadi apa-apa. melihatku diam melihat ke arah jendela, Layla menghampiriku karena Khawatir padaku.
__ADS_1
"kakak, sebenarnya kakak punya masalah apa ?" tanya Layla padaku.
"tidak, aku hanya tidak tahan ingin merokok karena lama tinggal di rumah ini. kau tahu kan ?, ibu sangat melarangku merokok" balasku pada Layla.
Tapi seperti sebelumnya, aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari Layla. dia diam dan tak mengatakan apapun. aku menghela Nafas dan melihat ke arahnya.
"kau mengetahui kakak sedang berbohong kan ?" tanyaku pada Layla.
dia hanya membalasnya dengan mengangguk.
"kakak hanya mencoba untuk Muff On. sepertinya aku kena Karma karena tidak memperhatikan perasaan Rika saat aku masih SMA dulu" kataku menjelaskan pada Layla.
"apa Kakak membicarakan tentang Kak Ichi ?" tanya Layla padaku.
"kepekaanmu itu benar sesuatu sekali yaa ?. sepertinya kali ini Kakak kalah, kamu yang menang di pertandingan ini" balasku mencoba menghiburnya.
Setelah diam sejenak, Layla menawarkan sesuatu padaku.
"bagaimana kalau Kakak bicara dengan Kak Natasya, dia pasti membantumu" kata Layla menawarkan padaku.
"tidak akan. aku, tidak akan bicara padanya untuk sesaat" balasku setelah mendengar nama Natasya.
"tapi kenapa ?. dia juga dulu Anggot One Eagle sekaligus maneger kalian kan ?" kata adikku membujuk
"pokoknya tidak. Bahkan kakak malu memperlihatkan wajahku di hadapannya. karena Kakak, sudah gagal tidak seperti apa yang pernah dia rencanakan. bahkan aku, juga pernah menolak perasaannya" balasku sambil menundukkan kepala.
mendengar Hal itu, Layla tidak berbicara lagi. Bahkan aku tidak menyadari, dari awal Ayahku mengawasi kami berdua saat itu.
...*****...
Beberapa hari kini berlalu, semuanya berjalan begitu saja tidak ada apa-apa sekalipun Nuge dan Ita akhirnya pacaran. Aku hanya datang mengucapkan selamat pada mereka lalu aku jadi obat nyamuk mereka di Cafe Tani. Untung aja free wifi. Kalau tidak, pastinya aku bakal menganggu hubungan mereka yang menggelikan. Nggak ada yang terjadi denganku dan Ichi seperti kami tidak bersahabat lagi. Sesekali aku hanya pergi ke Roof Top dan merokok duduk santai di sana. Tampa aku sadari, akhirnya kami duduk di bangku Semester 5. Dan di sinilah aku mengembalikan diriku sebagai orang tersuram sejurusan mulai lagi.
__ADS_1