Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 47 (Season 2) : Si Elang Pemangsa


__ADS_3

Di tempat lain di dalam Hotel, Khaled sudah berusaha perang Hacker dengan ter*ris yang memutuskan seluruh jaringan telepon dan akses seluruh Mall itu.


“Sialan, orang ini sangat kuat. Siapa sih dia sebenarnya ?” kata Khaled di tempat ganti pakaian sedang bersembunyi.


“Khaled apakah masih belum ?” Tanya Rika.


“Sabar, aku masih berusaha melawannya” kata Khaled.


Sedangkan ******* yang berada di ruangan  pengawasan Hotel sedang menantangnya juga.


“siapapun Hacker yang menantangku ini, dia lumayan juga mampu bertarung Siber denganku lewat Komputer seperti ini” kata Ter*ris itu yang masih menantang Khaled.


Sedangkan Nuge yang baru keluar dari WC setelah buang air besar, terkejut saat di todong senjata


“Woi Siapa kau  !!!?” bentak ter*ris yang menodongkan senjata padanya.


“a… aku Cuma tamu kok Om, jangan bunuh sa… saya… aa… aku ketakutan” kata Nuge mengangkat tangan.


“Yabai… Yabai… Yabai… Yabai…ad apa ini ?. kenapa aku di todong senjata seperti ini ?” gumam Nuge dalam hatinya ketakutan.


Dan Nuge mengingat sebelum berangkat mereka menyarangkan ke teman-temannya untuk membawa seragam One Eagle mereka dengan berkata yang tidak-tidak.


"Anjirrrr apakah ini karena aku Kualat addduuuhhhh....." lanjut Nuge bergumam dalam hatinya menyesal.


Lalu Nuge di dorong dan berjalan di hadapan para Ter*ris sambil di todong senjata.


“berpikirlah Nuge, kau itu One Eagle. Apa yang akan di lakukan Ilyas saat seperti ini ?” gumam Nuge yang masih ketakutan.


Dan tiba-tiba dia mengingat perkataan Ilyas


“saat kau terdesak, bunuh saja mereka. Karena kalau tidak, kaulah yang akan terbunuh” kata Ilyas saat sebelum menyerang Gym dengan Nuge.


Mengingat perkataan itu, Nuge menarik nafas dan membuangnya perlahan-lahan. Lalu Nuge pura-pura memperbaiki tali sepatunya.


“apa yang kau lakukan bocah ?” Tanya Ter*ris itu.


“Maaf Om, tali sepatuku lepas” balas Nuge sambil memperbaiki tali  sepatunya.


Saat Ter*ris itu lengah, Nuge mengayungkan kakinya kebelakang dan membuat salah satu dari mereka terjatuh


“Oooiii !!!” bentak Ter*ris yang mulai menembak.


Nuge memegang dan menarik dirinya ke arah pagar lantai 4 Mall dan melompati ter*ris itu dan menghajarnya. Ter*ris yang lain mulai berdiri dan Nuge menjadikan Ter*ris yang di pukulnya sebagai tameng hingga ter*ris itu tertembak.


Nuge mengambil Pisau di pinggang Ter*ris yang dijadikannya tameng dan melempar pisau itu tepat di kepala Ter*ris itu. Pisaunya melengket dan membuatnya mati seketika. Takut karena masih hidup, Nuge mengambil Pisau itu dan menusuk kedua ter*ris itu berkali-kali. Nuge melepaskan serangannya dan melihat mayat-mayat itu di hadapannya.


"Ada apa ini ?. Apa yang sebenarnya terjadi ?" kata Nuge yang mulai panik sendirian.


Mendengar kegaduhan di lantai atas, Wahyu yang memimpin pergerakan ter*ris ini menjadi bertanya-tanya.


“ada apa ini ?. kenapa ada suara tembakan segala ?” kata Wahyu penasaran.


Lalu salah satu anggotanya memberinya kabar.


“Boss, sepertinya masih ada orang yang belum tertangkap dan mereka melakukan perlawananan” kata Anggotanya melapor.


“kalau begitu, tangkap mereka. Kalau mereka melawan, Bunuh saja mereka” balas Wahyu membuat Puang Onding khawatir.


"Putriku.... Natasya.... tidak lagi, sudah cukup Istriku yang meninggalkanku... sudah cukup..." gumam Puang Onding ketakutan.


Dari tadi ia melirik dan tidak menemukan Putrinya maka dia berasumsi, kemungkinan salah satu dari mereka adalah Putrinya.


“Ooiii jangan sakiti mereka, salah satu dari mereka adalah Putriku, jangan bunuh mereka” kata Puang Onding yang khawatir.


“malah bagus kalau begitu, (Wahyu mengambil walkitalkinya). Perintah untuk seluruh Anggota. Kalau kalian menemukan Putri dari Puang Onding, tangkap dan bawa dia kemari” kata Wahyu di Walkitalki memerintahkan pasukannya.


Mereka semua membalas mengerti perintah dari Pemimpinnya namun satu Walkitalki yang belum menjawab begitu lama, dan saat berbicara dia berkata.

__ADS_1


“Putri Puang Onding ada bersamaku” kata Suara itu yang ternyata Ilyas.


Mendengar hal itu, Pak Andi begitu sangat terkejut lalu menutup mulut putrinya agar tidak kecoplosan dan menyuruh istrinya Diam.


“kalau begitu bawalah kepadaku” kata Wahyu yang mulai tersenyum.


“sayang sekali, aku tidak berniat membawakannya padamu. Karena tujuanku justru adalah kau... Pak Ayu...” balas Ilyas mengancam.


Setelah menganalisa suaranya kembali, Pemimpin ter*ris itu curiga dan bertanya


“Apa itu kau Bocah Sialan Ilyas ?” tanya Pemimpin ter*ris itu.


“Kau tau betul diriku Pak Ayu, Aku Ilyas Sang Elang Pemangsa” balas Ilyas membuat pemimpin ter*ris itu (Wahyu) makin kesal.


“Berhari-hari, Minggu-minggu, dan Bulan-bulan kau menjadi mimpi burukku bersama Nuge Sialan itu, JANGAN HARAP KALI INI KAU SELAMAT ONE EAGLEE !!!” Ancam Wahyu dengan kesalnya.


“itu seharusnya kata-kataku. Karena sebagian dari kalian yang mencoba menghadapiku, semuanya sudah terbunuh di tanganku. Selanjutnya giliranmu, Pak Ayu” balas Ilyas dan menutup teleponnya.


Pemimpin ter*ris itu makin kesal dan membanting senjatanya.


“CARI BOCAH SIALAN ITU, DAN BUNUH SAJA DIA !!!!” bentak perintah pemimpin ter*ris itu kesal.


"Akan ku perlihatkan siapa yang terkuat sebenarnya..." lanjut Pak Ayu sambil tersenyum jahat.


Layla terlihat ingin menangis namun di tenangkan oleh ibunya


“tenang saja nak, Kakakmu itu orang yang sangat kuat. Dia tidak akan mati dengan begitu mudah” kata Ibu Ilyas menenankan Layla.


"Kakak.... Hati-hatilah.... tolong aku dan Kak Natasyaa..." gumam Layla dalam hatinya.


...****...


Kembali ke Nuge, setelah membunuh para ter*ris itu, Nuge mulai pusing dan Muntah lalu panik dan Syok telah membunuh dua Orang.


“tenangkan dirimu Nuge… tenang… sialan. Apakah ini yang dirasakan oleh Ilyas setelah membunuh seseorang ?” kata Nuge yang panik dan nafasnya mulai tidak karuan.


Nuge memakai Jiket One Eaglenya dan mencoba untuk tenang sambil menodongkan senjata ke arah pintu. Saat ada yang masuk, dia sudah siap untuk menembak.


"Tenangkan dirimu Nuge... Ingatlah.... Kau adalah salah satu Elang Pemangsa di One Eagle. Anggap saja.. mereka adalah Mangsamu" Gumam Nuge sendirian dan mereload Senjatanya.


...****...


Di sisi lain lagi, Ilyas mulai menerobos pasukan yang mendapatkannya.


"ITU DIAAA !!!!" teriak pasukan T*roris yg mendapatkannya.


Ilyas dengan sigapenyerang mereka tampa Ampun dan membuka jalan. Sudah begitu banyak yang ia lukai dan bunuh untuk melewati mereka. Setelah membunuh dan melukainya, Ilyas mengikat dan mengurung yang masih hidup. Lalu mengambil alat-alatnya untuk melawan seluruh ter*ris yang ada di Hotel itu. Mereka menembaki arah tempat Ilyas saat melihatnya dengan Natasya yang sedang kabur.


Ilyas tetap berlindung memeluk Natasya. Mengingat dia membawa geranat dari Pasukan ter*ris yang sudah dia bunuh sebelumnya, dia melemparnya ke arah pasukan yang menembakinya


“SERIUSAN DARI MANA DIA AMBIL GERANAT !!!?” teriak ter*ris ketakutan tetapi Bomnya sudah meledak sebelum jatuh ke tanah.


“tehnik melempar Bomb dari paman ternyata sangat berguna di saat seperti ini” kata Ilyas yang mulai kelelahan dan berlumuran darah.


Natasya mulai ketakutan dan memeluk gemetar Ilyas.


“kau ketakutan yaa Natasya ?” Tanya Ilyas pada Natasya.


“bukannya kau juga ?” Tanya Natasya balik.


“yaa aku ketakutan dan khawatir dengan teman-temanku dan keluargaku. Aku takut, mereka kenapa-kenapa. Kita harus menyusul mereka sesegera mungkin” kata Ilyas dan memeluk menenangkan Nataysa.


“kau bodoh sih. Kenapa pake mengancam mereka segala, mereka bukan orang biasa Ilyas” kata Natasya yang makin panik.


“Tenang saja, aku akan melindungimu” kata Ilyas menenangkan Natasya.


...****...

__ADS_1


Dan di tempat persembunyian Khaled, dia masih tetap perang siber karena sudah cukup pusing, akhirnya dia menggunakan cara terakhir.


“virus ini sebenarnya versi beta tapi akan ku coba” kata Khaled lalu mengirimkannya kepada Ter*ris Hacker yang menyerangnya.


Awalnya ter*ris itu heran karena bentuknya seperti kado dan ada kue ulang tahun di dekatnya


“emote apa ini ?, lucu sekali” kata Ter*ris Hacker dan mengklik emote itu.


Seketika, seluruh komputernya di penuhi virus berat dan merusak komputernya.


“TIDAK MUNGKIN !!!. KOMPUTERNYA RUSAK !!!?” teriak Ter*ris Hacker itu terkejut.


“Siapapun bocah ini, dia sangat menarik” kata Ter*ris itu sambil tersenyum.


"Bagaimana menurutmu Beb ?" lanjut dia bertanya pada Perempuan yang di belakangnya.


"sepertinya, kita harus mencari bocah nakal itu" balas perempuan itu dan keluar dari ruangan tersebut di susul oleh Ter*ris Hacker itu.


Khaled mencoba mengambil penuh akses mall itu dan berhasil walau Laptopnya mulai dalam keadaan sedikit Lag.


"BERHASIL !!!!" teriak Khaled angkat tangan.


"Tsssss...." kata Rika, melly, dan Indah menyuruhnya diam.


"Maaf-maaf, Salahku" balas Khaled.


Khaled membuka jaringan headset jaringannya kembali dan akhirnya terbuka


“Rika, coba berbicara !!!” bentak Khaled.


“teman-teman, kalian dimana !!!” teriak Rika.


“kenapa pake teriak Rika, kita bisa ketahuan” kata Melly berbisik.


Akhirnya mereka ketahuan dan dengan sigap, Khaled melempar laptopnya ke arah Melly dan mengambil Stickbat yang sempat dia ambil dan Rika melompat menendang ******* itu.


Kedua ter*ris menodongkan senjata pada mereka.


"jadi ini bocah-bocah itu ?" tanya Perempuan ******* sebelumnya.


"biar aku tebak, Hacker bocah itu pasti kau anak culun" balas Pria ter*ris itu menunjuk Khaled.


"Panggil aku, Database-Sama...." balas Khaled dengan kesalnya.


“Uwwah cupu sekali kalian mau menembaki kami yang tidak bersenjata. Kau masih menganggap dirimu pasukan dengan menodongkan senjata seperti itu pada kami ?” kata Rika mengancam.


“kata-katamu bagus Rika tapi, sejak kapan kau bisa bela diri ?” Tanya Khaled yang berdiri di sampingnya


“aku tidak mau jadi beban teman-temanku lagi. Saat itu, kau begitu lemah tapi tetap saja berusaha melindungiku.  Sekarang jumlah teman kita bertambah maka… aku tidak mau menjadi beban lagi dan aku menguasai Silat dan mempelajarinya setiap hari sampai sekuat ini” kata Rika lalu mengambil kuda-kuda Silat.


“kalau begitu aku juga tidak mau terlihat lemah lagi di hadapanmu, karena aku adalah Lord Khaled Luthfi Database-Sama” kata Khaled lalu menodongkan Stickbatnya ke arah ******* di hadapannya.


“Bagaimana ?. mau adu mekanik ?” kata Khaled mengancam.


Para Ter*ris itu melempar senjatanya lalu memakai Knuckle di tangan mereka


“Jangan sombong dulu Bocah ingusan” kata Salah satu ******* di hadapannya.


“karena sekarang, kau sedang menghadapi Profesional” lanjut Ter*ris Wanita itu.


“Sesuai Gender ?” Tanya Rika.


“Sesuai Gender” balas Khaled lalu mereka berdua berlari maju dan bertebrakan bertengkar.


...****...


Facebook : HackBae

__ADS_1


Instagram : hackbae2022


__ADS_2