
Di pertengahan Semester, kami tidak pernah ketemu dengan Kak Kiki dan Kak Rahman. Karena dia masuk Organisasi kampus HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). begitupun dengan Yusuf dan Ichi mereka sangat aktif walaupun belum tercantum sebagai anggota inti. Tapi, hormat kepada mereka yang bekerja keras dan tidak bermalas-malasan. Sedangkan aku, yaa aku hanya menjadi Mahasiswa Kuda-kuda (kuliah dagang kuliah dagang). Walau orang tuaku Orang Kaya, tapi aku minta izin pada mereka dan mereka mengizinkan asalkan aku tinggalnya di rumah. Dan Ita tetap menjadi rekan kerjaku di warung serba ada.
Pasti kalian mempertanyakan Nuge ?.
Dia tetap dengan pekerjaan Faforitnya yaitu otomotif di bengkel mobil.
Aku bertemu dengannya saat mobil ayahku mogok di tengah jalan, aku mencuri Nuge di tempat kerja lalu menyuruhnya memperbaiki mobil ayahku dengan gratis. Dia sedikit kesal tapi setelah mentraktirnya makan, dia akhirnya berhenti marah. Sepertinya aku mengerti alur ini, kehidupanku kembali menjadi Ilyas si Anak Suram.
Yaa wajar saja sih, apa yang kau harapkan ?.
Ini bukanlah cerita Manga Anime atau fantacy seperti yang kau bayangkan.
Ini adalah Cerita Nyata (slice Of life).
Tapi hal yang tidak terduga terjadi beberapa minggu kedepannya. Karena kebiasaan Kak Kiki yang begitu Angkuh, Salah satu dari angkatanku dari kelas lain kesal padanya. Dia Menggosipi Kak Kiki di dalam Wc bersama teman-temannya di depan cermin sambil Make Up. Dan kebetulan kak Kiki mendengarnya dalam Wc juga sambil buang air. Setelah buang air, ternyata Kak Kiki masih ada dan mereka gelud.
Kalian pasti mengira bergelut berkelahi main pukul pukulan kan ?.
Tidak kok. Sekali lagi, ini bukan dunia dongeng. Jadi mereka saling jambak jambakan tarik rambut.
Untung saja ada teman Kak Kiki yang menenangkannya karena saat itu kak Rahman masih ada kelas. maanya nggak sempat menennangkan kak Kiki.
Kau bingung darimana aku dapat informasi ini ?.
Yaa aku mengetahuinya karena aku buang air juga di wc sebelah (khusus laki-laki) jadi aku melihatnya tapi takut mendekati mereka. Padahal biasa aja sih perkelahiannya. Namun entah kenapa takut aja sih mendekati mereka yang saling jambak-jambakan kek Monyet.
(Maaf teman-teman, sepertinya aku sudah hampir mirip Deadpool yang berbicara dengan pembaca dan diri sendiri)
Dan hal yang tidak ku tahu saat itu adalah kak Kiki dalam bahaya. Karena sebenarnya yang ia lawan adalah adik dari Mafia di kota kami. Selama ini aku dan Nuge belum pernah berhadapan dengan Mafia karena yang kami hadapi selama ini cuma berandalan dan Gangster saja. Walaupun kami pernah menghadapi *******, itu hanya kebetulan. Dan kejadiannya sekali seumur hidup. Makanya kalau membahas tentang Mafia, pasti mereka mengetahui siapa aku. Untung aja pas aku cuci tangan dari pergelutan aku berhenti mewarnai rambutku lagi. Jadi beberapa hari setelah mereka Gelut, akhirnya Perempuan itu membawa Mafia itu ke kampus dengan Senjata.
Setelah ku perhatikan nama perempuan ini adalah Bella. Lalu nama perkumpulan mereka adalah Naga Putih. Yang di pimpin oleh Mafia besar bernama Jason. Mafia itu datang mengenakan stelan jas yang begitu mahal. Dan hal yang luar biasa dari mereka adalah polisi tidak bisa apa-apa di hadapan mereka.
yaa kurang lebih dengan ayahku lah.
Para Mafia itu benar-benar menakutkan. Mafia itu mencari Kak Kiki di fakultas. Perasaanku mengatakan, hal buruk pasti akan terjadi. Saat Kak Kiki datang, dia terlihat ketakutan. Kak Rahman beserta para Dosen sudah Mencoba Menenangkannya. Dan aku entah kenapa tidak bisa melakukan apa-apa saat itu.
"Ada apa ini Ilyas-kun ?" kata Ita yang tiba-tiba ada di dekatku.
"Kau tau kan masalah kak Kiki kemarin ?. Ternyata yang di hajar Kak Kiki itu adalah adik dari Mafia" jawabku pada Ita.
"Bukankah ini bahaya ?. kenapa nggak lakukan yang seperti biasanya ?" kata Ita ketakutan.
Aku terkejut mendengarkan perkataan Ita yang seperti itu. Aku balik ke arahnya dan menatapnya datar.
“apa maksudmu biasanya ?” tanyaku dengan wajah datar.
“itu tuh yang punch (memperagakan pukulan) hiyyaaa (memperagakan tendangan) ciyaattt (memperagakan pukulan opper cut)” kata Ita yang memperagakan perkelahian.
“ini bukan candaan Ita-Chan, kau liat Mafia ada beneran di sana ?” kataku kesal sambil mencubit kedua pipinya.
“Maaf, aku hanya mencoba mencairkan suasana. Memangnya kau takut sama Mafia ?” Tanya Ita padaku.
“sebenarnya aku sudah menghadapi yang lebih parah. Tapi, kalau Mafia beda cerita lagi. Mereka kebal dengan Hukum” balasku padanya.
Lalu di lanjut oleh Ichi dan Yusuf juga mendekati kami. Ichi memegang tanganku seolah tidak membiarkanku untuk pergi.
__ADS_1
"kali ini aku mohon jangan bertingkah. Lebih baik kau diam, mereka bukan levelmu Ilyas" kata Ichi menghalangiku.
Aku tahu itu. Dan selama yang ku lihat ini semuanya masih terkontrol. Apalagi Kak Rahman sudah sampai bersujud minta maaf kecuali Kak Kiki yang berdiri kaku ketakutan. Para Dosen bahkan tidak bisa apa-apa di hadapan mereka.
"Baiklah aku akan memaafkan Kiki tapi dengan satu syarat, Kiki harus Sujud di bawahku dan menjilati sepatuku" kata Bella memerintahkan kak Kiki.
Ini sudah di luar jangkauwan. Tapi Kak Kiki tetap pada pendiriannya
"dari awal aku tidak pernah salah, dia yang menggosipi diriku di belakang. Setelah menemuiku dia malah tidak minta maaf dan menjambakku ke depan. Aku tidak akan minta maaf" kata Kak Kiki membela dirinya.
Saat itu, Kak Kiki di tampar oleh Mafia dengan keras sampai jatuh pingsan. Melihat hal itu aku melihat sekitar dan menemukan Helm entah punya siapa. Aku mengambil Helm itu dan pergi meninggalkan mereka bertiga. Ichi mencoba menghentikanku tapi aku tidak berhenti.
“Ilyas, jangan lakukan !!!” bentaknya melarangku.
“Maaf, aku tidak bisa tinggal diam melihat temanku tersakiti” balasku dan melepas tangannya dengan paksa.
Kak Kiki di injak kepalanya lalu Perwakilan Mafia itu berkatapada kawanannya.
"bawa dia" kata Mafia itu.
Kak Rahman menghentikannya tapi ia di todong dengan pistol. Aku yang tidak tahan melihat pemandangan ini, aku menerobos keramaian dan memberikan pukulan Oper cut pada Mafia yang menodongkan pistol pada kak Rahman.
“ITAAA PUUUNNCCCHHH !!!!” teriakku sambil memukul dagunya.
“wah dia meniru pukulanku. pake namaku pula.. wah wah wah wah” kata Ita yang sedikit bangga.
Setelah menghajar pria itu aku mengambil pistolnya dan menembakkannya 1x hingga mengenai telinga salah satu Mafia di sana. Mereka menodongkan pistol padaku dan sebagian melindungi bella.
"Siapa Kau Sialan !!!?" tanya mafia itu.
Yaa karena aku memakai helm itu yang mempunyai Full Face Style.
"Aku adalah malaikat maut yang selama ini tertidur. One Eagle" balasku sambil menodongkan senjata pada mereka juga.
"Jangan remehkan kami, kau hanya mampu menggunakan 1 pistol" kata mereka mengancamku.
"Lalu kenapa ?. Ini tidak mustahil kok. Apa kalian tidak mengenalku ?. Aku adalah orang yang menghilangkan Nama Geng Motor Asoka. Bahkan bertarung dengan kalian kali ini tidak mustahil bagiku, dimana rasa hormat kalian ?" jawabku mengancam mereka.
"Aku bahkan bisa melawan dengan kalian dengan satu tembakan saja asalkan kalian membiarkanku menembak pertama kali" lanjut aku meremehkan mereka.
Dan sesuai rencanaku, mereka tertawa terbahak-bahak karena meremehkanku. Aku menembak ke atas dan mengenai penyemprot air otomatis di atas mereka. Airnya jatuh dan membuat mereka teralihkan fokusnya. Aku berlari dan menendang salah satu Mahasiswa yang mengendarai motor lalu mencuri motornya.
"Mafia Sialan, kita selesaikan ini di luar. Itupun kalau kalian mampu mengejarku" kataku mengejek mereka.
"SIALAN KAAUU !!!!!" teriak Mafia itu.
"Sudah ku bilang bukan ?. Satu peluru cukup mengalahkan kalian !!!" balasku padanya sambil kabur.
Dan aku kabur menggunakan motor itu. Sesuai rencana dia mengejarku dengan menggunakan 1 mobil. Untungnya tidak banyak seperti di Sinetron. Aku mengendarai Motor dengan kencang sampai ke jalur kendaraan besar. Saat Mobil itu mendekatiku, aku memberanikan diri melewati pembatas lalu melawan arah. Dia tidak berani melakukannya bahkan tidak berani menembak. Aku bersyukur karena di masa SMA aku pernah melakukan ini sebelumnya jadi cukup mudah bagiku melawan arah walau di kejar sama polisi juga.
Sampai akhirnya ada tangga menuju ke atas taman, aku menaikinya dengan Motor sampai di atas Motorku terlempar dan aku melepasnya. Aku berlari ke taman mencoba untuk menjauh. Tidak ku sangka aku sudah jadi buronan Mafia Karena Mafia yang istirahat di taman pun menembakiku
untungnya aja nggak kena...
Aku berlari terus sampai akhirnya masuk ke dalam pasar. Aku berlari masuk sampai ke lantai tiga. mereka tetap mengejarku sampai akhirnya aku lompat melewati jendela. Walau asal-asalan, keberuntungan berpihak padaku karena ada tenda tepat di bawahnya.
__ADS_1
Saat aku turun, tendanya jadi bolong karenaku. Aku berlari lagi karena lokasi ini mendekati tempat bengkel Nuge. Saat berlari aku menemukan Tong Bensin yang ingin di lewati Mafia di depanku. Aku mulai bertaruh lagi dengan singga menyalakan korek lalu melempar korekku ke Tong Bensin tersebut. Taruhanku benar, tepat sebelum mobil itu melewatinya, Tong Bensin itu meledak dan membuat mobilnya berhenti. Tapi sebagai akhirnya, Mafia di belakangku mendekatiku.
Aku menunduk lalu mengambil apapun di tubuhnya dan membantingnya. Aku melihat pistolnya lagi dan merebutnya hingga menembak kaki Mafia yang mengejarku lalu aku lari lagi di lorong dekat sana.
Sepertinya aku menggunakan seluruh keberuntunganku untuk bulan ini.
Aku berlari dan mereka sepertinya tidak mengikutiku. Untung saja pintu belakang bengkel tempat kerja Nuge terbuka jadi aku masuk di sana.
“Nuge, semuanya bantu aku !!!” teriakku.
Tidak lama kemudian, Mafia itu masuk tapi momennya tepat. Aku sudah telanjang tidak mengenakan baju dan cuma mengenakan celana tampa alas kaki sambil membantu Nuge yang tengah meluruskan Besi stan Mobil yang bengkok.
"Ada apa pak ?" tanya Nuge.
Aku yang berpura-pura Capek mengangkat besi itu lalu mengeluh bernafas ngos-ngosan tampa bicara sedikitpun. Karena kalau aku bicara, dia pasti mengenaliku. Dan untungnya, wajah Nuge sudah penuh dengan bekas oli jadi wajahnya tidak di kenali. Kecuali, Bella yang tiba-tiba masuk datang melihatku.
Saat itulah aku sangat gugup.
Bagaimana kalau dia mengenalku ?.
"Kau bekerja di sini ?. Kenapa nggak masuk kuliah ?" tanya Bella padaku.
SUDAH KU DUGA DIA MENGENALKU !!!!.
Aku tidak tahu harus ngapain saat itu. Aku cuma ngos-ngosan dan mencoba untuk menjawab. Tapi Nuge memotong perkataanku
"biar aku yang jawab, kau dari tadi capek mengangkat besi berat ini. Sebenarnya dia membantuku kerja sembilan di sini. Karena Uangnya mulai menipis gara-gara Event Anime kemarin di Mall. Jadinya dia cari uang untuk menambah pemasukan" jawab Nuge.
Bella yang melihatku waktu itu menatapku jijik dan semakin Ilfil padaku.
"sudah Suram, Aneh, Wibu lagi. Lebih baik mati aja sana" kata Bella.
"Apa kau melihat pria yang mengenakan helm kemeja biru ke sini ?" tanya Mafia itu pada kami.
"Tidak, dari tadi kami malah kerja nggak ada siapapun yang lewat kecuali beberapa pegawai yang ke Wc dan boss kami" jawab Nuge.
Begitupun denganku yang cuma menggelengkan kepala dan berpura-pura capek.
"Kalau begitu, ketika kalian berdua menemukan pria yang mengaku sebagai One Eagle, lebih baik hubungi kami" kata salah satu Mafia sambil memberikan kartu nama kelompok mereka.
Dan itu membuat Nuge terkejut setelah mengetahui mereka dari perkumpulan Mafia Naga Putih yang baru-baru ini naik daun. sampai mereka akhirnya pergi mencari lagi, Entah berapa lama kami selalu berpura-pura mengerjakan pekerjaan itu sampai setengah jam berlalu kami melihat keluar memastikan nggak ada Mafia. Setelah itu, Nuge mencekikku lalu berkata padaku
"apa kau ini Bodoh ?. Kau berurusan dengan Mafia Naga putih dan membawa Nama One Eagle ?. Kamu ini Kenapa lagi Bodoh !!!?" kata Nuge marah sambil mencekikku.
Aku melepaskan tangannya dan menceritakan yang sebenarnya padanya. Setelah mendengarnya pun dia tetap memukul kepalaku
"kau Gila yaa ?. Itu Mafia Men. bukan Gangster atau berandalan Biasa. Memangnya bisa apa kau menghadapi mereka ?" kata Nuge yang mulai ketakutan.
“tapi sebelumnya kita pernah lawan ******* bersenjata kan ?” tanyaku padanya datar.
“iya juga sih” balasnya sambil menggaruk bokongnya.
"Aku tidak memaksamu kalau kau tidak mau ikut. Tapi, aku punya ide. Si Database-Sama masih ada dalam laptopnya. Kali ini, aku akan meminjam kekuatannya sekali lagi" balasku padanya.
"tampa meminta pun aku akan membantumu. Ingat, aku adalah Sayap Kirimu kan ?. Dan kau adalah pria terkuat. Berdua kita akan menjadi Elang yang terbang menembus langit" kata Nuge tegas.
__ADS_1
“Kalau begitu nanti malam ke rumah orang tuaku. Karena di sana adalah tempat paling aman. Di sana, kita akan menyusun Rencana" kataku pada Nuge lalu bersiap kembali ke kampus.