
Sore hari akhirnya tiba, Mentari sore mulai terbenam, langit sudah mulai memudar menjadi Orange, saat Ilyas dan Layla berada di rumah, Ilyas kena teguran dari ayahnya.
“Heehh !!?. kok gitu sih ayah !!!?” Tanya Ilyas yang terkejut.
“kamu itu pewarisku dan kau malah mendapatkan nilai Moral C, Kerapian berpakaian C, Sosialisasi dengan Siswa lain E. apa-apaan nilai ini !!!?” Tanya Ayahnya kesal.
“lagi-lagi Ayah membahas tentang pewaris. Aku sudah bilang, aku tidak butuh semua itu Ayah” balas Ilyas.
Karena kesal, Ayahnya memukul meja
“Aku menyekolahkanmu agar kau menjadi pribadi yang lebih baik !!!. bukan menjadi berandalan, berkelahi, membunuh seperti sekarang !!!. jangan buat aku sia-sia menyekolahkanmu !!!” bentak Ayahnya Yang membuat Ilyas diam.
“tapi secara Akademik, kau mendapatkan Rangking Pertama dengan nilai tertinggi. Itu bisa menutupi kekuranganmu” lanjut Ayah Ilyas sambil duduk dengan tenang.
Mendengar hal itu, Ilyas bernafas legah. Setelah meminum air hangatnya, Ayahnya menawarkan pada Ilyas.
“kalau begitu, besok aku ingin kau datang di acara pertemuan besok. Semua orang terkemuka datang di sana di acara ulang tahun putri dari keluarga bangsawan Puang Onding” kata Ayahnya mengajak.
Mendengar hal itu, Ilyas tertawa
“nama apaan tuh Onding ?. Khh… Khh…” kata Ilyas menahan tawa.
“namanya Saharuddin. Kamu tahu kan kita ini orang Bugis. Bahkan masih tanda Tanya besar bagi diriku sendiri juga, kenapa setiap orang yang mempunyai nama Udin pasti di panggil Onding atau Ponding” balas Ayahnya yang membuat Ilyas semakin tertawa.
Karena kesal, Ayah Ilyas memukul kepala putranya
“itulah sikapmu yang paling tidak kusuka” kata Ayahnya kesal.
“besok kau wajib pergi, dan aku harap sikap kekanak-kanakanmu itu tidak kambuh di sana” lanjut ayahnya lalu membakar cerutunya.
“Haahh.... lagi-lagi Ayah memaksa. Baiklah akan ku lakukan tapi dengan satu Syarat” kata Ilyas menawar ke Ayahnya.
“Ooii kita tidak sedang Bernegosiasi lho Ilyas” kata Ayahnya kesal.
“tapi jarang-jarang lho Ayah aku ingin menerima tawaranmu tanpa melawan seperti dulu” balas Ilyas meyakinkan Ayahnya.
Setelah melihat putranya, dia akhirnya mengangguk menerima tawaran Putranya.
“aku ingin teman satu Clubku ikut. Mereka berjuang bersamaku, belajar bersamaku, bahkan mengajariku lho Ayah. Makanya aku jadi Rangking Pertama” kata Ilyas meminta.
“ada kata lain agar bisa meyakinkanku ?” Tanya Ayahnya pada Ilyas.
“aku yang akan bertanggung jawab pada mereka. Akan ku pastikan, mereka tidak akan malu-maluin” balas Ilyas meyakinkan Ayahnya.
“apa yang bisa menjadi jaminanmu ?” Tanya Ayahnya semakin menyudutkan putranya.
“akan ku ikuti permintaan Ayah kalau aku gagal. Apapun itu” balas Ilyas tegas.
“baiklah, sebaiknya kau pergi mandi air hangat sekarang. Sebentar lagi waktu Isya. Aku harap kau memegang janjimu itu” kata Ayahnya meninggalkan putranya di ruangan tamu.
Setelah Pak Andi pergi, Layla dengan tatapan mata yang bersinar-sinar melihat Kakaknya dengan rasa kagum.
"Kakak berhasil debat dengan ayah dengan keapala dingin ?. Hebaatt !!!!" gumam Layla melihat kagum kepada Kakaknya.
Setelah mandi, terlihat Layla menyalakan televisi dan Ps kakaknya lalu menawarkannya satu Stick game.
“gimana ?. mau main ? atau Adu mekanik ?” Tanya adiknya menawarkan.
__ADS_1
Ilyas tersenyum lalu mengambil stick game dari adiknya
“yang kalah harus melayani pemenangnya besok di acara Puang Ponding” kata Ilyas.
“kamu jual aku beli kakak” balas Laya lalu mereka memainkan game Tekken di Ps itu.
Setelah beberapa lama, adiknya terkejut karena Ilyas memenangkan gamenya dengan mudah.
“selama ini pasti kakak selalu menahan diri ?” tanya Layla.
“hah ?. mana ada. Itu Cuma hoki karena aku lupa chat teman-teman agar semuanya ikut besok” jawab Ilyas sambil memberikan informasi kepada teman-temannya.
“haaahhh jadi aku harus jadi pelayan kakak yang bodoh ini nih besok ?” Tanya Layla kesal.
“aturan adalah aturan” balas Ilyas datar.
“selanjutnya aku nggak akan kalah kakak bodoh, skormu saja untuk hari ini masih tinggian aku” kata Layla sambil menulis skor yang telah dia tulis selama pertandingannya bertahun-tahun.
“heh, nanti segera kususul kok. Lihat saja nanti” balas Ilyas sambil tersenyum menulis skor
pertandingannya.
Melihat hal itu, Layla tersenyum melihat kakaknya yang terlihat membaik tidak seperti sebelumnya
...****...
Keesokan harinya, di hotel di lantai 3 (Aula), telah di siapkan acara di sana untuk ulang tahun putri dari puang Onding. Di dalam sebuah kamar, dia telah di dandani dengan cantik bagaikan ratu oleh pelayan setianya
“Nyonya Natasya, anda terlihat cantik sekali hari ini” kata pelayan setianya setelah mendandaninya.
“yang sabar yaa non, pasti dewata memberikan pilihan terbaik untukmu” balas pelayannya.
Di sisi lain, Ilyas beserta 5 temannya akhirnya datang memauki aula tersebut. Pakaiannya memang sangat rapi tapi, mereka berenam mengenakan tas bergabung di acara itu. Melihat hal itu Layla jadi terkejut dan Ayahnya juga malu melihat mereka.
“ngapain pake tas sih kakak bodoh ?” Tanya Layla kesal sambil menarik kakaknya.
“isinya Cuma jiket persatuanku kok dek, katanya Nuge mau foto bersama mengenakan seragam itu sebelum pulang nanti” jawab Ilyas membujuk adiknya.
“tapi tetap saja kakak, itu terlihat jelek di pandang orang-orang terkemuka di sini” bisik adiknya.
“Layla, lama nggak ketemu kok sekarang makin kasar sih ?. padahal sama yang lain nggak kasar lho” kata Nuge mendekati Layla.
Layla yang jengkel, langsung menendang selengkangan Nuge
“karena kamu yang paling aneh di antara One Eagle dasar Nuge Busuk !!!” bentak Layla kesal.
“hee.. hee.. hee.. mulut, tuh semua orang melihat” tegur Indah pada layla.
Lalu dia melihat sekitar dan tertawa kecil
“hohohohoo… maaf atas ketidak nyamanannya” kata Layla sambil menundukkan kepala.
Karena makin kesal, Layla mulai merengek ke kakaknya
“huweee kaakaakk… hiks…” kata Layla menangis.
“iya udah-udah, maafin kakak yaa ?” balas Ilyas lalu menggigitkan makanan ke adiknya lalu mengelus kepala adiknya yang menahan tangis.
__ADS_1
“Layla enteng banget yaa ke kakaknya” gumam teman-teman dalam hati bersamaan.
(jadi heran kok mereka bisa memikirkan hal yng sama yaa ?).
tidak lama kemudian, akhirnya Ilyas bertemu bertatap mata dengan Puang Onding. Melihat hal itu, semua temannya keringat dingin bahkan Layla berlindung ke belakang kakaknya
“hahahaahaaa… kalian tidak berubah yaa ?. kesannya sama saat pertama kali bertemu” kata Puang Onding.
“apakah kita pernah bertemu ?” Tanya Ilyas.
“hey, anakmu melupakanku padahal aku sering membawa anakku bersamanya untuk bermain” kata Puang Onding kepada ayah dan ibu Ilyas.
“maaf Puang, waktu itu dia memang masih anak-anak, mana mungkin dia masih mengingatnya” kata Ayah Ilyas pada Puang Onding.
“iya, bahkan Ilyas mungkin juga lupa bahwa mereka berdua pernah di tunangankan dengan Putri Puang” lanjut Ibunya sambil tertawa.
“HAAAHH !!! TUNANGAN !!!?” teriak mereka berenam kaget kecuali Indah.
"KAMU KENAPA IKUTAN TERKEJUT JUGAA !!!?" lanjut teman-teman Ilyas membentak Ilyas.
“kamu nggak terkejut ?” tanya Rika pada Indah.
“nggak, soalnya aku ingat kejadian itu, kami bertiga pernah bermain bersama” balas Indah datar.
“kok Cuma aku yang lupa yaa ?” Tanya Ilyas bingung.
Setelah melihat respon Ilyas, Puang Onding memanggil anaknya yang di kerumuni oleh pria-pria muda yang mencari muka di hadapannya.
“Natasyaa…. Sini nak, ada kenalan lama yang harus kamu lihat” kata Puang Onding memanggil putranya.
Putrinya meminta permisi pada kerumunan itu lalu mendekati Ayahnya.
“siapa lagi sih ayah ?. aku dah capek melayani mereka semu..” belum sampai perkataannya, ia terkejut saat melihat ilyas lalu berlari memeluknya.
“Ilyaass lama nggak ketemu haahaahaaa….” Teriak peluk senang Natasya.
Semua orang terkejut bahkan Ilyas sekalipun.
“Siapa lagi sih ini ?” gumam Ilyas dalam hatinya.
Saat melihat Indah, Natasya melepaskannya lalu berkata padanya dengan sopan.
“aku mendengar kabar kalian pacaran, maafkan aku” kata Natasya sambil malu-malu menggosok lengan kanannya.
“sekarang aku tidak pacaran lagi kok dengan Indah” kata Ilyas yang sempat menyakiti hati Indah.
“karena beberapa Insiden, kami berhenti pacaran dan memutuskan hubungan kami sebagai Sahabat saja” lanjut Ilyas yang membuat seluruh temannya legah yang hampir memukul Ilyas.
“Apa ?. Apa-apaan nih ?” balas Ilyas memasang kuda-kuda.
“hahahahaa !!!. kalian teman-teman Ilyas yaa ?. makin banyak aja yaa Ilyas ?. perkataanmu memang benar yaa ?. berteman dengan orang biasa itu lebih menyenangkan daripada orang-orang kaya” kata Natasya yang tersenyum pada Ilyas.
...****...
Facebook : HackBae
Instagram : hackbae2022
__ADS_1