
*Ita*
Waktu itu, Ilyas menolong Kiki lalu kabur dari kampus. Saat para Mafia itu mengejar Ilyas, aku mengambil kesempatan ini untuk menolong Kak Kiki yang sedang jatuh pingsan. Kak Rahman menggendong Kak Kiki menuju ke mobilnya. Karena kami khawatir, aku dan Icha ikut dengan mereka. Yusuf pun juga ikut dan duduk di depan bersama Kak Rahman.
"Woe, kenapa kau malah ikut ?" tanya kak Rahman pada Yusuf.
"Aku cuma ambil alasan karena aku tidak mengerjakan tugas kuliah hari ini" jawab Yusuf.
Mendengar jawaban itu, Yusuf di keluarkan dari mobil dan di tinggalkan. Dari luar mobil aku mendengar teriakannya
"kenapa kalian jahat padaku teman-teman !!!!?" teriak Yusuf jengkel.
Tapi hal buruk terjadi saat kami berada di tengah jalan, jalan begitu macet karena adanya ledakan di sekitar pasar.
Kak Rahman yang tidak sabar keluar dari mobil dan mengangkat Kak Kiki berlari melewati mobil macet itu. Aku dan Icha mengunci mobil kak Rahman di tengah jalan lalu mengejarnya tapi hal buruk terjadi, Kak Rahman di temukan oleh salah satu Mafia lalu di babak belur. Aku dan Icha mencoba mengejar mereka berdua tapi para Mafia menyadari bahwa kami rekan mereka dan menangkap kami.
Saat itu aku tidak sadarkan diri kecuali saat kami berada di ruangan yang begitu luas dan di penuhi oleh orang yang menggunakan setelan jas lalu memegang senjata api masing-masing di tangannya. Aku tidak tahu, ternyata Mafia semenakutkan itu. Berbeda dengan di tv yang sering ku nonton.
...*Story*...
Mereka bertiga akhirnya di sekap. Kiki, Icha, dan Ita. Mereka di ikat agar tidak mudah terlepas. Sedangkan Rahman sudah babak belur karena selalu melawan. Kiki yang sudah sadar tidak henti-hentinya memanggil Rahman yang kesadarannya hampir hilang. Tidak lama setelah itu, Jason kakak Bella akhirnya muncul bersama dengan Bella.
"Bagaimana ?. Apa kau sudah membereskannya ?" tanya Jason pada bawahannya.
"Si pria itu sudah babak belur. Dan para perempuannya masih utuh seperti yang anda perintahkan" jawab salah satu bawahannya.
Jason mendekati Rahman lalu menunduk menarik rambut Rahman yang sudah lemah dan babak belur
"bagaimana ?. inilah akibatnya kalau kau menghadapi kami" kata Jason mengancam Rahman.
"Heh, kau hanyalah Mafia asal-asalan yang suka main keroyokan sambil bawa senjata. Kalian orang busuk. Sebusuk-busuknya kalian bahkan neraka Jahannam pun tak akan bisa menerima keberadaan kalian" balas Kak Rahman menggertak.
Jason menghajar dan menginjak wajah Rahman
"lantas apa harapanmu ?. Kau berharap kami masuk surga ?" kata Jason menghina Rahman.
Semua mafia di sana tertawa.
"Kalau begitu, di mulai dari perempuan yang berani menyentuh adikku. Kau nikmati saja dia secara bersamaan. Tapi ingat, perempuannya kalian gang bang satu per satu. Jangan bersamaan. kita siksa pria ini secara pelan-pelan" kata Jason mulai memerintahkan bawahannya.
Para Mafia itu bersorak lalu mulai melucuti Kiki. Ita dan Icha mulai teriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengarkan. Jason hanya mengudut Tembakau miliknya sambil duduk di atas Rahman. Dan Rahman tidak bisa berdiri dan hanya mampu melihat Kiky di lucuti
“TIDAAAKKK !!!!” teriak Kiki saat para Mafia menelanjanginya.
“HENTIKAAANNNN !!!!!” teriak Rahman yang berusaha melepaskan diri.
Tiba-tiba suara kenalpot yang begitu keras semakin mendekat dan menebrak bangunan tempat para Mafia itu yang memulai kebejatannya. Mobil itu merupakan mobil buatan Nuge dan akhirnya Ilyas dan Nuge keluar dari mobil itu menggunakan seragam andalan mereka sebagai ONE EAGLE.
...*Ilyas*...
Ketika aku dan Nuge keluar dari mobil, awalnya Nuge berpose merentangkan tangan dan Kaki.
"JAJAAANNGGG !!!!!" teriak Nuge girang.
__ADS_1
"kamu ngapain sih ?" tanyaku dengan nada risih.
kami melihat pemandangan yang begitu mengerikan. Kak Kiki yang kini sudah telanjang dan di pegangi oleh sekumpulan laki-laki, Ichi dan Ita di ikat, kak Rahman sudah babak belur dan menatapku sambil menangis. Ichi yang tidak bisa membendung perasaannya mulai menangis dan teriak padaku.
"Ilyaass....!!!!. Tolooonngg..... !!!!". teriak Ichi
Teriakan Ichi yang penuh ketakutan membuat emosiku tidak tertahankan dan mulai maju ke kerumunan Mafia yang mau menghalangi kami
"AYO SERANG NUGE !!!!" teriakku dengan marah.
Aku dan Nuge berlari menyerang semua orang di sana dengan perasaan kesal dan hampir kehilangan kesadaran. Setiap menghajar mereka, aku mencuri senjata dan mengincar kakinya.
Aku tetap pada kesadaranku agar tidak Membunuh orang satu pun. Ketika aku dan Nuge dipukul mundur hingga punggung kami bertemu, Nuge mulai bicara padaku
"ingat Ilyas, jangan bunuh 1 orang pun atau kita masuk penjara. Umur kita sudah cukup lho" kata Nuge mengingatkanku.
"Aku bahkan mengendalikan amarahku sekarang, walau sebenarnya aku ingin memenggal kepala boss Mafia yang ada di sini" balasku pada Nuge.
Jason bertepuk tangan lalu melihat wajah kami
"hoo ternyata ini dua wajah pemuda sang legenda yang mulai punah, One Eagle. Kalian cukup muda ternyata" kata Jason dengan santainya.
"aku berikan kau tantangan, tampa menggunakan senjata kalian semua bisa menyerbu kami, kami pun akan menyerang tampa senjata. Karena mustahil bukan bagi kami berdua menggebuk kalian ?" kataku memancing mafia tersebut.
"bukannya tidak mustahil ?. Kalian bahkan pernah melenyapkan Nama asoka cuma berdua" kata salah satu mafia yang kakinya tertembak.
"Tapi kalian melihat cara bertarung kami kan ?. Kami hanya akan menggunakan senjata kalian semakin memakainya. pake senjata nggak apa-apa, Itupun kalau kalian sudah siap mati" balas Nuge.
“aku baru tahu kalau ternyata, Jason pemimpin dari Cland Naga Putih sepengecut ini pada kedua pemuda Hahahahaha…. !!!!” lanjut Nuge yang menggertak dan menunjukkan jari tengahnya pada Jason.
"Bagaimana ini Ilyas ?. Aku tambah semangat. Bukankah ini melampaui Asoka sebelumnya ?" kata Nuge.
Melihat ekspresi Nuge yang cukup tenang membuatku lega.
"Yaa, ayo kita pasang kuda-kuda Nuge !!!" kataku padanya.
Lalu kami memasang kuda-kuda bela diri yang kami pakai saat menghadapi Asoka.
Kami menghajar mereka satu-satu. Walau kadang kami kena dan pukulannya sangat keras kami menghajar mereka.
“Jeet Kune Do : Pukulan Satu Inci, 50% !!!” teriakku memukul satu orang yang membuat orang lainnya terlempar.
“Jeet Kune Do : Tendangan bulan sabit !!!” lanjut Nuge menendang seluruh musuhnya.
Sampai akhirnya setelah menghajar beberapa orang, kami berhasil mencuri kenakel mereka. Aku memasang Kenakel itu di tanganku yang penuh luka. Begitupun dengan Nuge yang terlempar di dekat Ita dan menghalangi para Mafia
"Kalian tidak akan menyentuhnya. Ingatlah, aku adalah sayap kiri dari One Eagle. Saat aku melindungi seseorang, Bahkan dewa pun akan aku runtuhkan !!!!" kata Nuge yang membuat babak belur para Mafia.
Semangat Nuge sedikit membuat perasaan Ita luluh. Aku menghajar mereka satu persatu. Entah berapa kami bertarung hingga akhirnya semua Mafia di sana babak belur dan tidak mampu berdiri lagi.
Jason begitu terkejut lalu memerintahkan bawahannya.
"Ambil senjata kaliaaann !!!!. Bunuh mereka berdua agar mereka tinggal Sejarah sajaaaa !!!!" teriak Jason.
__ADS_1
Saat para mafia melihat di sekitarnya tidak ada senjata dia mulai melapor
"Tuaan !!!. Senjata kita menghilang !!!" teriak salah satu Mafia.
Itu membuat Jason terkejut. Dan melihat ke arahku dan Nuge yang sudah berdekatan dan tertawa perlahan-lahan sambil menahan kaki yang hampir tumbang tidak bisa berdiri lagi. Aku mengelap sedikit pipiku yang robek karena kena knuckle.
"Yusuf !!!, kau sudah membuang seluruh senjatanya kan !!!?" teriakku pada Yusuf yang selama pertarungan dia memungut senjata.
"sesuai perintahmu, aku sudah memungut semuanya !!!!" kata yusuf yang baru datang setelah membuang senjatanya dengan penuh keringat.
"Woe, di mana senjataku ?" kata jason yang mulai panik.
Yusuf menunjukkan jempolnya dan berkata pada kami.
"aku membuangnya di jurang…., jadi tenanglah….." kata yusuf sambil ngos-ngosan.
Jason yang kesal dengan tingkah Yusuf mulai mengambil senjata tapi aku dan Nuge mendekatinya dengan cepat, aku memberikannya pukulan opercut dan Nuge memberinya tendangan tinggi hingga bersamaan mengenai dagunya. Jason terpental agak jauh. Aku melepaskan kenakelku karena sudah mulai merobek daging tanganku.
"Woe, kau masih memakai kenakel ?. Kau berencana membunuhnya ?" kata Nuge.
"Tidak, membunuhnya adalah urusan tuhan. Tapi, menyiksanya karena telah membuat teman kita ketakutan adalah tugas kita Nuge" balasku meyakinkan Nuge.
"Sialan kau, padahal kau dari tadi melakukan kecurangan Sialaan !!!!" teriak Jason padaku.
"Semuanya adil dalam cinta dan Perang, setidaknya itu yang di katakan oleh spongebob di Gl*bal tv. Dan sekarang kita dalam peperangan Jason !!!. KAU YANG MULAI MENGUSIK TERITORYKU !!!!! " kataku menggertak Jason.
Nuge tak bisa menahan tawa dan batuk darah karena perkataanku tadi.
"di sebut dong Spongeb*b dan Glob*l tvnya. Hahahahhhhaaaaa...... uhuk uhok uhuek !!!!" kata Nuge sambil batuk dan tertawa.
"Padahal kau hanyalah anak suram di fakultas kami, kenapa ?. Kenapa orang sepertimu sekuat itu Rendahan !!!" teriak Bella padaku.
"Salah satu dari kalian, bawalah Bella pergi dari sini" kata Jason.
"Tapi Kakak ...." kata Bella membantah.
"Bellaaaa !!!!" teriak Jason yang mulai marah.
Lalu Bella diam setelah mendengar kakaknya marah dan di bawa kabur oleh salah satu mafia.
"Kau mau menghadapiku ?. Kalau begitu, kalian berdua maju sini" lanjut Jason menantang kami.
"kemanapun adikmu kabur, aku akan menemukannya. Jangan remehkan aku, sayap kanan kegelapan dari One Eagle, Jason" jawabku padanya.
"dari tadi kau bisa mengenaliku padahal ini pertama kali kita bertemu. Bagaimana mungkin !!!?" tanya jason yang mulai panik.
"di masa jayaku, kami berdua mempunyai teman yang bernama Database-Sama. Dia membantu kami mengumpulkan imformasi sampai kami menyebut datanya sebagai Mata Elang karena begitu tajam dan akurat. Dan kekuatan itu kini tersimpan di Laptop almarhum dan terserver dengan handphoneku" kataku sambil menunjukkan hp ku yang kini melacak seluruh data Jason.
"Itu tidak ada apa-apanya bagiku. Terus apa yang ingin kau lakukan ?. Kau ingin menangkapku dengan polisi ?. Dengan pemerintah ?. Mereka pun aku bayar semua !!!!" teriak Jason yang mulai angkuh.
"Kau masih bisa angkuh ?. Di sini pun kau tidak bisa apa-apa sialan. Ruangan yang penuh dengan Kamera adalah kesalahanmu. Kini kau terekam secara live beserta perkataanmu di youtube. Subs si Database-sama pasti melunjak lagi seperti dulu" kata Nuge yang membuat jason terkejut.
"Dan tenang saja, untuk bagian kami sudah pasti wajah kami di Sensor. Aku sangat berterima kasih pada beliau karena sebelum meninggal, Server sudah Scane wajah kami agar tidak mampu di ketahui oleh media manapun" lanjut Nuge menjatuhkan keangkuhan Jason.
__ADS_1
"Oh iya, kalau kau perlu tahu juga. Rekening dan seluruh Uangmu di dunia ini sudah kami hanguskan. Kau terlalu bodoh karena mendigitalkan uangmu. Jadi kartu hitam sekalipun yang kau punya, itu bukan apa-apa lagi kecuali hanya kartu biasa" kataku padanya yang semakin menjatuhkannya.