
*Cinta*
Cerita ibu saat aku masih kecil waktu itu berakhir di sana saat Indah dan Ilyas akhirnya berpisah. Beberapa tahun kini berlalu, namaku adalah Cinta. Aku berumur 14 tahun. kini aku baru saja duduk di kelas 2 SMA.
Hal yang baru aku sadari baru-baru ini adalah waktu aku duduk di bangku SMP, aku baru menyadari bahwa cerita yang di ceritakan oleh ibu waktu itu adalah kisahnya sewaktu ia masih muda. Dan yang bernama Indah dalam cerita itu adalah ibuku. Aku tidak menyalahkan Ibuku walau Ayahku tidak jelas siapa ?.
Sudah beberapa tahun aku di bohongi bahwa Ayahku sudah meninggal dunia. Dan ternyata, Ayahku adalah orang yang bejat. Dan ayahku tidak di ketahui siapa karena insiden itu. Aku tidak mau melihat ibu bersedih mengingat masa lalu makanya, aku tidak pernah mengungkitnya lagi.
Di kelas 2 SMA ini, aku pergi ke Kota Makassar untuk tinggal bersama Nenek dan Kakekku. Karena aku harus melanjutkan sekolahku di sana. Ibuku akan menyusul saat dia mendapatkan dana lebih untuk berangkat kesana.
Untuk sementara, katanya cukup aku dulu ke Makassar. Agar aku mampu merawat dan membantu Nenek dan Kakek. Aku sangat senang akhirnya aku ke Makassar. Bukan karena aku ingin ketemu dengan Nenek dan kakek. Tapi, aku ingin sekali bertemu dengan pria yang bernama Ilyas itu.
Bagaimana yaa tampangnya sekarang ?.
Apakah dia berhasil menjadi seorang guru ?.
Dan hal yang lebih membuatku penasaran adalah kelanjutan ceritanya.
Apa yang terjadi saat Ibuku pergi meninggalkan sekolah itu ?.
Aku.... Benar-benar Penasaran....
Sampai di Makassar, ternyata kotanya begitu luas. Berbeda dengan di kampung yang penuh dengan udara segar dan dedaunan. Di sini begitu berisik suara kendaraan dan begitu panas. Aku berjalan dan tidak sengaja aku melewati sekolah Elite Kebangsaan.
“waahh jadi ini tempat Ibu dan Ilyas sekolah dulu, begitu luas dan ramai” kataku takjtub melihat sekolah itu.
Tiba-tiba, lonceng jam Siang berbunyi dan membuatku sangat terkejut. Sebagian murid terlihat keluar dari sekolah. Namun tiba-tiba, salah satu orang yang tidak ku kenal mendekatiku dengan seragam Sekolah Elite itu.
“Cewee…. Ngapain ke sini sendirian ?” kata salah satu Murid yang menggodaku.
“aahh aku hanya kebetulan lewat kok” balasku mencoba menghindari mereka.
“heee… kenapa buru-buru, kita bermain sama-sama dulu yuk ?” kata salah satu dari mereka yang mulai memegangku.
Para lelaki itu mulai mengepungku dan ibu pernah mengajariku. Saat seperti ini tidak peduli siapa, aku harus memegang erat-erat tasku dan memukulkan ke wajah mereka.
“kalian Murid-murid Elite. Kok sikapnya seperti ini ?” kataku mengejek mereka.
“kau tidak tahu siapa aku ?. HAAHH !!!?. aku menandai wajahmu dan kau tidak akan tenang di sini lajang !!!” bentaknya dan mencoba menamparku.
Aku menutupi diriku dengan tas tapi tiba-tiba tidak terjadi apa-apa karena, Seseorang menangkap tangannya.
“Berani kok sama cewe Senior ?. Kalian ini sebanci itukah ?” kata pria itu yang menolongku
“Kau.. Raka dari kelas 2 E !!!?” teriak salah satu orang yang menggangguku.
“Pak Indra pernah bilang padaku, lindungi yang lemah dengan caramu sendiri. Karena Pria yang tidak bisa melindungi siapapun lebih baik mengganti kelaminnya. Kali ini akan ku praktekkan, kalau kau tidak pergi aku akan menghajarmu tanpa sepengetahuan Pak Indra” balas Raka mengancam.
Murid-murid itu terlihat ketakutan dan lari meninggalkan kami. Murid yang bernama Raka itu mendekatiku dan mengajukan tangannya padaku
“kau tidak apa-apa ?” tanyanya padaku.
Ibuku bilang, jangan gampang percaya pada laki-laki. Karena itu, aku menggenggam tasku kuat-kuat lagi.
“Ahh… jangan takut, aku bu.. bukan orang jahat lho” kat Raka membela diri.
“Buktikan kau bukan orang jahat !!!” bentakku padanya sambil mengambil posisi yang hampir mengayungkan tasku.
“aa… aku… aku…” kata Raka yang terlihat gugup.
Benar saja, ibu juga pernah bilang Kalau dia terlihat gugup menjawab berarti dia orang jahat.
“jadi kau orang jahat juga yaa ?” tanyaku sambil mengangkat tas.
“Aa…. AKU MINUM SUSU SETIAP PAGI !!!!. ITU ADALAH BUKTI AKU BUKAN ORANG JAHAT !!!” teriak Raka yang ketakutan.
Tapi tiba-tiba seseorang yang mengenakan baju PNS coklat di dekat pagar tertawa terbahak-bahak. Raka terlihat tersipu malu saat melihat orang itu yang ternyata guru di sekolah itu.
“Pak Guru !!!!!. seharusnya kau membantuku kalau dari tadi di sana….” Kata Raka yang menahan malu.
“Maaf-maaf. Soalnya kondisi kalian seperti Drama tadi. Tapi, kau malah menjadikannya terlihat lucu saat mengatakan.... kkhh..... Minum Susu di pagi hari, Bwahahahahaaaaa !!!” tawa Guru itu menertawai Muridnya.
Awalnya aku kira hanya perasaanku saja. Hanya sekilas aku beranggapan dia mirip sepertinya. Sampai akhirnya dia membuka kacamata dan mengusap air matanya. Sekilas aku mengingat foto itu dan memanggil namanya.
“Il..yas… anda.. Ilyas kan ?” tanyaku padanya.
__ADS_1
Dan kedua orang itu terkejut.
“Pak Indra, apa kau mengenalnya ?. dia mengetahui identitas aslimu” kata Raka memperingati Ilyas.
Dia berdiri dan menghampiriku dengan tatapan yang mengancam padaku sambil menaruh kacamatanya di saku bajunya.
“kau mengenalku ?. darimana kau tahu identitas asliku ?” tanya Ilyas padaku.
Tidak sengaja, aku meneteskan air mata. Orang yang selama ini di Cintai oleh Ibu, orang yang selama ini di ceritakan oleh Ibu, kini aku bertemu langsung dengannya.
“Hiks… akhirnya aku bertemu denganmu.. Paman Ilyas.. hiks….” Tangisku sambil menghapus air mataku.
“aku tidak peduli. Tidak usah banyak Drama di hadapanku sambil menyebut namaku Ilyas. Katakan, Kau Musuh atau Kawan ?” tanya Paman Ilyas padaku dengan wajah yang geram.
Aku menghapus air mataku dan terlalu gugup dan ketakutan karena tatapannya itu. Paman Ilyas mencoba memegangku dan aku mulai berbicara sebelum kesalahpahaman ini berlanjut.
"AKU PUTRI DARI INDAH PERTIWIII !!!!" Bentakku yang membuat tangan Ilyas berhenti sebelum menyentuhku.
“Namaku Cinta Indah Pertiwi, umurku 14 tahun, aku Putri satu-satunya dari wanita separuh baya yang anda kenal, Indah Pertiwi. Salam kenal hiks... Aku selalu ingin bertemu dengan Paman” kataku memperkenalkan diri.
Saat memperkenalkan diri, Paman Ilyas langsung memelukku
“Pantas saja aurahnya sama..., Nama belakangnya sama.... kau adalah Putrinya. Putri dari Indah” kata Paman Ilyas yang memelukku.
Setelah memelukku, tak tahan dengan perasaan meluap ini aku memeluk Paman Ilyas sambil menangis.
Akhirnya.... Aku bertemu dengannya....
Selama ini.... Aku ingin bertemu dengannya...
Pria terkuat pada masanya....
Elang Pemangsa dari One Eagle... Ilyas Indra Purnama...
Cinta Pertama Ibu....
Dia menawariku untuk pulang bersamanya menuju ke rumah Kakek dan Nenek. Dan aku, mengikutinya sambil di bonceng dengan motor tuanya.
Saat sampai di rumah Nenek dan Kakek, mereka berdua sangat terkejut saat melihat Paman Ilyas yang datang bersamaku.
“ka.. kamu…” kata Kakek gugup.
Paman terlihat malu-malu dan berkata pada Mereka.
“lama tidak ketemu, Paman… Bibi….” Balas Paman Ilyas.
Kakek dan Nenek membiarkannya masuk dan mereka berbincang begitu lama. Setelah mereka berbincang, aku minta izin pada Nenek dan Kakek.
“Nenek… Kakek.. bisa tinggalkan kami berdua dulu ?. aku ingin berbicara sesuatu dengan Paman” mintaku pada Nenek dan Kakek.
“aahhh tidak apa-apa sayang, bicaralah. Pasti banyak yang ingin kau tanyakan padanya” kata Kakek mempersilahkan.
“yaa, kami ke ruangan keluarga dulu menunggu kalian” balas Nenek dan meninggalkan kami berdua.
Kondisi kami begitu canggung karena ini pertama kalinya kami bertemu. Tapi, ini adalah kesempatanku. Akan kutanyakan semuanya pada Paman Ilyas, apa yang membuatku penasaran selama beberapa tahun ini. Sampai Akhirnya, Paman Ilyas yang berbicara lebih awal.
“bagaimana dengan kondisi Ibumu ?. Apa dia baik-baik saja ?” tanya Paman Ilyas padaku.
“yaa… ibu baik-baik saja. Di Tomohon banyak orang yang peduli padanya. Ibu bekerja sebagai penjual Emas, dia menjual emas Orang-orang di Pasar” jelasku pada Paman.
“apa kalian baik-baik saja selama ini ?” tanya Paman Ilyas yang sepertinya Khawatir.
melihat ekspresi wajah Paman, membuatku tersenyum dan menjelaskannya dengan ramah.
“ibu sangat sayang padaku. Dia merawatku sebagai orang tua tunggal yang hebat. Dia memberiku nama Cinta agar aku di penuhi perasaan Cinta dan kasih sayang oleh orang-orang terdekatku. Sampai hari ini, dia berjuang menafkahiku dan tetap melindungiku dari jauh” jawabku pada Paman Ilyas.
Paman menghapus air matanya menggunakan sapu tangan yang sudah terlihat tua dan berbulu yang ia ikatkan di lengannya sambil membersihkan lensa dari kacamatanya.
“Ahh.... ibumu memang seperti itu. Saat dia mencintai dan menyayangi seseorang, maka Ibumu tidak akan mudah melepaskannya. Ibumu sangat hebat bahkan bisa mengorbankan segalanya demi orang yang dicintainya” kata Paman Ilyas sambil menghapus air matanya.
“aku berdoa untuk kalian berdua, semoga kalian di lindungi dan disayangi oleh tuhan. Agar kebahagiaan memenuhi hari-hari kalian” lanjut Paman Ilyas dan mengusap kepalaku.
Setelah mengatakan hal itu, aku memperlihatkan foto masa mudanya saat mengenakan Seragam One Eagle.
“Ibuku menitipkan ini padaku. Karena aku menyukai cerita kalian. Tiada hari tanpa aku bertanya tentang kisah kalian sebagai One Eagle. Bagaimana kabar kalian sekarang ?” tanyaku pada Paman Ilyas.
__ADS_1
“Hohoo… pasti ibumu bercerita banyak tentang kami yaa ?” tanya Paman Ilyas padaku.
Paman yang mengatakan itu membuatku penasaran dan berdiri dari Sofa.
“ceritakan Paman, bagaimana keadan kalian ?” tanyaku penasaran.
“hmmm.... kita mulai dari perempuan ini dulu. Kamu tahu siapa dia ?” tanya Paman padaku.
Dan aku menjelaskan apa yang ku ketahui padanya.
“yang ini namanya Rika, dia adalah Rival ibu dan jagonya Perempuan Silat pada masanya. Dan ini Khaled, julukan Database-Sama. Dia adalah Hacker yang sedikit usil. Dan ini Nuge, saingan Paman dalam hal apapun. Ini adalah Natasya, anak Bangsawan yang datang sebelum pergi. Yang ini Melly, sahabat perempuan ibu selama sekolah, dan ini Paman Ilyas kan ?” jelasku pada Paman Ilyas.
“kau mengetahuinya dengan baik. Bibimu Rika kini sudah menikah dengan seorang Dokter yang sudah merawatnya selama ini saat dia sakit. Dia jadi ibu rumah tangga sekarang” kata Paman Ilyas menunjuk foto Rika.
“kalau Paman tidak bersama Rika, jadi Paman dengan siapa ?” tanyaku padanya yang membuatnya sempat terdiam.
Saat itu Wajah paman Ilyas berubah menjadi murung membuatku sadar, bukannya aku berlebihan ?. kenapa aku malah mempertanyakan hal rahasia seperti itu.
“ceritanya panjang Nak Cinta. Untuk sekarang, Paman masih Sendirian. Masih banyak pekerjaan yang harus Paman kerjakan sampai tidak ada kesempatan untuk berpikir di sana” jelas Paman padaku.
Mendengar hal itu dari Paman, sepertinya ini akan menjadi kesempatan bagiku untuk mengatakannya.
“Bagaimana kalau Paman kembali ke ibu saja ?. selama ini ibu juga tinggal sendirian kok. Dia belum menikah dengan siapapun. Dia masih sendirian merawatku” kataku membujuknya.
Paman Ilyas memegang tanganku dan berkata padaku.
“Maafkan aku Cinta” balas Paman padaku.
Melihat ekspresi wajah Paman dan tangan yang gemetar memegangku, aku menyadarinya. Sepertinya, hal buruk terjadi pada Paman setelah Ibu meninggalkannya.
“tidak Paman... aku yang minta maaf karena memaksa Paman” balasku menyesal.
Dia mengelus kepalaku dan lanjut menjelaskan keadaan mereka.
“kita lanjut yaa ?. Pamanmu Khaled, dia sudah bersama tuhan sekarang jauh diatas langit” kata Paman yang mengejutkanku.
“apa yang terjadi dengan Databas… maksudku Paman Khaled ?” tanyaku penasaran.
Dia sedikit tertawa mendengarku kecoplosan.
“nanti Paman ceritakan. Pamanmu Nuge sekarang menjadi orang yang Sukses dan mempunyai bengkel sendiri. Dia bahkan bisa membuat mobilnya sendiri” kata Paman sambil menunjukkan foto Bengkelnya lewat hp.
“Wooaaahh…. kapan-kapan aku ingin bertemu dengannya. Pasti dia sangat hebat sampai membuat mobilnya sendiri” kataku sangat bersemangat melihat foto Paman Nuge yang kini kumisan.
“Hahaha kapan-kapan aku akan membawamu ke sana. Sekarang giliran Melly, dia kini menjadi kepala sekolah di tempatku mengajar sekarang. Dan Natasya, kini dia mewarisi bisnis Ayahnya Puang Onding” kata Paman lalu menunjuk dirinya.
“dan aku... Ilyas...., sesuai janji dengan Ibumu. Kini aku menjadi seorang Guru, dan kembali ke Kelas E agar mereka tidak menjadi seperti kami dulu yang tidak bisa mengandalkan siapapun” lanjut Paman Ilyas memperkenalkan teman-temannya yang sekarang.
Aku sangat senang dan bersemangat melihat keadaan mereka sekarang. Walaupun tanpa Paman Khaled, tapi mereka sukses semua. Terutama Paman Ilyas yang berhasil memenuhi Janjinya dengan ibu.
“Ibu pasti senang saat mengetahui Paman yang sekarang menjadi seorang guru. Ternyata memang cocok..., sangat serasi Paman menjadi seorang Guru” kataku mendukung Paman.
“terima kasih. Jadi, apa yang ingin kau tanyakan dengan Paman lagi ?” tanya Paman Ilyas padaku.
Aku memukul meja dan menghadapkan wajahku padanya.
“Paman !!!. ceritakan padaku, apa yang terjadi setelah ibu Pergi ?” tanyaku pada paman.
Dan ekspresi Paman Ilyas sangat terkejut. Dia mencoba menenangkanku dan aku kembali duduk di sofa.
“apa kau yakin ?. ceritanya akan sangat menyakitkan, gelap, kelam, dan sangat panjang. Apa tidak apa-apa ?. ini tidak akan cukup sehari lho” kata Paman Ilyas menghampiriku.
“tidak apa-apa. Lagian, aku sangat penasaran. Apa yang terjadi pada kalian semua setelah ibu Pergi, akan ku tulis lewat sebuah buku. Karena suatu saat, aku akan menjadi Penulis terkenal dengan karya-karya hebatku” kataku meyakinkannya.
Paman menepuk Sofa di dekatnya dan aku duduk di sampingnya.
“Baiklah akan ku ceritakan. Tapi kita pelan-pelan saja yaa ?. agar kamu bisa menikmati ceritanya” kata Paman padaku.
“Iya paman, jadi tidak sabar” balasku semangat.
“setelah ibumu Pergi, semuanya tidak menjadi baik-baik saja. Paman di bukakan mata secara langsung menhadapi kenyataan yang sangat pahit. Tapi sebelum menceritakan hal itu, akan ku ceritakan saat Paman masuk ke kelas kembali saat Ibumu baru pergi meninggalkanku” kata Paman lalu menceritakan ceritanya. Tapi aku menghentikannya sejenak.
“jangan bercerita gitu Paman, aku mau Paman menceritakannya seperti ibu. Ceritakan pengalaman Paman layaknya sebuah Kisah Dongeng ataupun Novel” kataku menegurnya.
“kau ini benar-benar mirip Ibumu yaa ?. baiklah akan ku ceritakan sesuai keinginan Keponakan kesayanganku” Balas Paman lalu mulai bercerita kembali.
__ADS_1
...****...
Facebook : HackBae. Instagram : hackbae2022