
Di Sore hari yang agak mendung, lonceng tanda sekolah akan ditutup berbunyi. Khaled akhirnya menemukan Ilyas yang sedang mengawasi sesuatu.
“kamu lagi ngapain Ilyas ?” kata Khaled mendekati Ilyas.
Dia sampai terkejut karena Ilyas sedang mengawasi Nuge dan Bu Haspita yang sedang ingin berkencan.
“hooo jadi kau mengawasi mereka, apa yang akan kau lakukan ?” Tanya Khaled.
“tentu saja aku akan mengikuti penghianat itu. Khaled, kau ikut aku” jawab Ilyas.
“lah aku ikut ?” Tanya Khaled penasaran.
“yaa, tolong hibur aku seperti biasanya kalau aku Down. Aku paling tidak suka di khianati soalnya” balas Ilyas.
Dari ungkapan itu, akhirnya Khaled mengetahui kelemahan Ilyas. Pada akhirnya dia akan kalah kalau orang di sekitarnya menghianatinya. Khaled berboncengan dengan Ilyas menggunakan motor mengikuti Nuge dan Bu Haspita yang awalnya ke Café berbicara. Lalu Nuge di berikan sebuah Jam tangan oleh bu Haspita.
"waahh terima kasih banyak bu, jamnya bagus sekali" kata Nuge.
"semoga kau menyukainya, Nuge"
"aku sangat menyukainya Haspita, akan aku jaga"
"terima kasih" balas bu Haspita dengan tersenyum.
Bu Haspita ingin memberikan hadiah kepada teman Club Nuge yang lain, reaksi Nuge berbeda dan berkata
“ahh yang itu nanti saja. Kita kan lagi kencang sekarang Haspita” perkataannya itu membuat Ilyas makin membenci Nuge.
"waahh... nggak nyangka Nuge berkata seperti itu sih" kata Khaled memanas manasi Ilyas.
Ilyas terlihat geram saat melihat Nuge bereaksi seperti itu di depan Bu Haspita.
Ilyas dan Khaled mengikuti Nuge dan Buhaspitkemanapun mereka pergk selama berkencan. Di malam hari, penguntipan Ilyas berhenti saat Nuge dan Bu Haspita membawanya ke Hotel. Ilyas duduk sejenak di pinggir jalan dan meratapi dirinya.
“sepertinya Nuge memang sudah tidak peduli lagi dengan kita. Dia sudah bahagia dengan bu Haspita” kata Ilyas kecewa.
“jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya ?” Tanya Khaled.
“jadi hari ini kau tak bisa menghiburku yaa ?” Tanya Ilyas pada Khaled.
Di dalam hatinya Khaled mulai berpikir aneh-aneh.
“aduh, aku lupa aku harus menghibur Ilyas kan setelah ini. Bisa di hajar aku kalau tidak bisa. Inilah kenapa aku benci berandalan seperti mereka, apa-apa kesalahan pasti main pukul” gumam Khaled dalam hatinya
Khaled menutup wajahnya karena takut di pukul oleh Ilyas. tapi....
“mau gimana lagi, kita pulang aja Database-sama. Aku juga mengerti kenapa kau tak mampu menghiburku” kata ilyas yang membuat Khaled terkejut.
“Ilyas, kau tidak marah padaku ?. aku tak bisa menghiburmu” kata Khaled pada Ilyas.
“hah, ngapain aku marah karena hal sepeleh seperti itu ?. Kita ini teman bukan ?. Kadang kita tidak bisa menghibur sesama lain karena kita bukanlah badut” balas Ilyas yang membuat Khaled sadar.
__ADS_1
Akhirnya Khaled menyesali dirinya. Selama ini, Ilyas, Nuge dan Rika merupakan orang-orang yang baik. Namun yang jahat sebenarnya adalah dirinya sendiri. Tapi mau tidak mau, dia harus membawanya ke lokasi yang di kirimkan oleh Aco.
“Ilyas, aku punya tempat hiburan untukmu” kata Khaled pada Ilyas.
“benarkah itu ?. terima kasih banyak Database-Sama. You Are the Best” kata Ilyas yang sangat Senang.
Lokasi itu menunjukkan di suatu Café yang agak sepi. Ilyas belum curiga dan berangkat bersama Khaled menggunakan motor. sampai di sana, Ilyas tidak curiga sedikit pun dan masuk ke dalam Café nya.
"Waahh agak sepi sih tapi sepertinya menarik" kata Ilyas mendekati pintu masuk.
“permisi… “ kata Ilyas sambil masuk.
Awalnya tidak ada orang-orang sampai akhirnya dia di pukul menggunakan Stick Bat tepat di leher belakangnya. Kesadaran Ilyas sedikit kabur dan dia di keroyok begitu banyak orang. begitu lama di keroyok hingga saat dia sadar, Ilyas menghajar secara babibuta sendiri dan berdiri.
Saat berdiri, terlihat Aco bertepuk tangan dan mendekati Khaled
“Welcome to Faksi Monyet Ilyas. Dan terima kasih untuk budak kita, Khaled telah membawa bajingan ini ke kita” kata Aco memperkenalkan diri.
Ilyas yang melihat itu sangat terkejud. Ilyas memperlihatkan wajah kecewa sambil menundukkan kepala. Akhirnya Ilyas tertawa kecil dan berkata
“ternyata kau sama saja, Database-Sama. Padahal aku sudah mengira, kau tidak menghianatiku” kata Ilyas sambil batuk menahan sakitnya.
Khaled yang tak mampu menahan perasaannya akhirnya menangis dan tunduk di hadapan Ilyas
“maafkan aku Ilyas, maafkan aku… hiks.. aku terpaksa melakukannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa” kata Khaled dan akhirnya di tendang oleh Aco.
“WOOEE !!!. jangan sentuh temanku sialan” bentak Ilyas dan di serang dari belakang lagi.
“seharusnya kalau kau berani, lawan aku tampa menggunakan cara curang seperti ini sialan” kata Ilyas mengejek.
Aco mendekati Ilyas sambil menggelengkan kepala
“Ilyaass.... ilyas..... Semuanya itu Adil dalam Cinta dan Perang” kata Aco mengejek Ilyas.
Aco saat itu sangat puas dan tertawa terbahak-bahak.
“akhirnya aku tahu kelemahan terbesarmu adalah orang di sekitarmu. Padahal budak sialan itu sudah menghianatimu tapi kau malah masih mendukungnya Bwahaahhahaaa !!!!. Ironi sekali. Sekarang kau tidurlah dengan tenang dulu” kata Aco lalu mengambil Stick Bat dan memukul wajah Ilyas hingga tak sadarkan diri.
*****
Di sisi lain, Nuge sedang menunggu bu Haspita yang sedang mandi di kamar mandi. Setelah Mandi, bu Haspita hanya mengenakan handuk dengan badan setengah basah duduk di ranjang dekat Nuge. Hal itu membuat Nuge tidak karuan melihat bu Haspita yang begitu sexy. Sampai akhirnya mereka saling bertatapan dan bercumbu satu sama lain. Nuge mendorong badan bu Haspita pelan-pelan sampai berbaring di kasur dan memegang handuk Bu Haspita untuk membukanya. Tapi sebelum membukanya, Nuge malah berhenti dan duduk kembali.
“ada apa Nuge ?” Tanya bu Haspita.
Lalu Nuge menggosok kepalanya seperti orang yang banyak pikiran
“seharusnya aku tak melakukan hal seperti ini di hari ini” balas Nuge yang sedikit sedih.
Bu Haspita memegang pipi Nuge dan menenangkannya
“ceritalah padaku...."
__ADS_1
Nuge menundukkan kepalanya dan menceritakan masalahnya.
“sebenarnya, aku bertengkar dengan Ilyas” balas Nuge
lalu menceritakan kejadian hari ini. Setelah menceritakannya, Bu Haspita memeluk Nuge dengan penuh kasih sayang.
“Nuge, kau mencintaiku kan ?” Tanya bu Haspita pada Nuge.
Perkataan itu membuat Nuge memeluk bu Haspita juga
“aku sangat mencintaimu Haspita” balas Nuge.
“kalau begitu, menikahlah denganku” kata bu Haspita yang membuat Nuge terkejut.
“heh ?” kata Nuge terkejut.
“setelah nikah, kita akan punya anak. Aku maunya 2. Laki-laki dan perempuan” lanjut bu Haspita.
"Tu... tunggu Haspita..."
"aku punya rumah agak jauh dari sini tapi, pemandangannya bagus kalau di pagi hari..."
Nuge langsung melepaskan pelukannya.
“Haspita, aku tidak bisa langsung menikahimu. Aku butuh sekolah dulu. Kalau aku sudah tamat dan punya pekerjaan, aku akan menikahimu.... Aku janji...” kata Nuge berjanji.
Bu Haspita terlihat kecewa lalu meyakinkan Nuge kembali.
“kalau begitu, aku menerima keputusanmu. Tapi, bisakah kau meninggalkan Ilyas ?” kata bu Haspita meminta.
Perkataan itu membuat Nuge semakin terkejut
“apa maksudmu Haspita ?. ibu tidak bercanda kan ?” Tanya Nuge penasaran.
Dan bu Haspita hanya menggelengkan kepala. Malam itu beban pikiran Nuge semakin bertambah. Nuge kembali menundukkan kepala lalu memikirkan keputusan yang tepat antara Sahabat atau Cinta
****
*Hello Guys kembali ke Hack bae nih. Pasti pada terkejut kan ?.
"Thor, Kok Upload dua dalam 1 hari ?"
"Karena hari ini tanggal 01 January tahun 2022 adalah ulang tahun Hack Bae yang ke 22 tahun. Ciyee... udah mulai jadi Om-om. karena itulah, aku memberikan Hadiah pada kalian 2 Chapter Novel"
Padahal yang harus di kasikan Hadiah itu saya lho 😢😢😢
Dan jujur saja, hari ini Ulang tahun yang sedikit berat dan sedih bagiku. Jadi Hack Bae berharap Semoga hari ini saya jadi lebih baik dan semakin berkembang dalam berkarya.....
Dan semoga ulang tahunku yang hari ini tidak terilang lagi di tahun depannya...
Cukup sekian dari Hack Bae, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lago bagi orang lain, Bangsa, dan Negara. MERDEKAA !!!!
__ADS_1
Bye Byee......