
Keesokan harinya, Keluarga Ilyas sarapan pagi bersama kecuali Ilyas yang lagi-lagi makan di antarkan di depan pintu kamarnya oleh pembantu yang sebelumnya menjadi pembantu pribadinya.
"Tuan, ini makanannya" kata pembantu itu.
"Kak Yuuki, sudah kubilang kakak tidak usah melayaniku lagi kan ?. kalau ayah melihat, nanti di marahi lho" balas Ilyas yang masih di kasur.
"Aku tidak peduli setidaknya, makanlah dulu demi diriku tuan. Tuan tidak makan, maka akupun sama" balas pelayan itu.
Yuuki meninggalkan tuannya dan pergi turun ke lantai satu. setelah pergi, Ilyas mengambil makanan itu dan tidak sengaja, di lihat oleh pembantunya yang daritadi melirik secara sembunyi- sembunyi.
Layla brangkat sekolah setelah sarapan Dan ayahnya mengunjungi kamar Ilyas lalu berkata padanya
“aku tahu kau kena Skors. Tapi, kalau kau di rumah terus seperti ini aku akan menyita seluruh hiburanmu. KAU MENGERTII !!!?” bentak keras Ayahnya.
“kau terlalu berisik Ayah, PR dan pelajaranku yang tertinggal sudah ku pelajari. Makanya aku kembali bermain game” balasnya sambil memainkan Keyboard komputernya.
Tiba-tiba, Ayahnya Ilyas mencabut colokan Komputernya dan memberi tahu kepada anaknya.
“kau yakin akan menjadi beban Orang tua seperti ini ?. setelah masa Skorsmu selesai, perutmu akan membuncit, tenagamu akan hilang karena kurang olahraga, dan kau akan jadi korban Bullian lagi. Haahh…. Sepertinya sia-sia membawamu kepada pamanmu itu” kata Ayahnya yang membuat Ilyas semakin kesal,
Ilyas mengambil jaket Olahraganya lalu keluar dari kamarnya
“aku tahu, aku tinggal jogging kan ?. akan ku lakukan !!!” bentak Ilyas dan pergi.
Ibunya Ilyas mendekati Ayahnya dan mulai berbincang.
“baru kali ini, aku melihatmu peduli pada anak itu” kata Ibunya Ilyas pada Suaminya.
“semestinya ini tugasmu, kita membesarkannya untuk tujuan dia jadi pewaris tahta bukan ?. karena itulah dia harus tampil sehat dan tidak memalukan” balas Ayah Ilyas dan meninggalkan Istrinya.
Ayah Ilyas mengenakan stelan jasnya lalu menaiki mobil yang di kendarai oleh sopir pribadinya.
Di kelas, Layla kena bullian di kelasnya karena berita tentang Kakaknya yang di Skors. bahkan Kakaknya yang sebagai berandalan sudah sampai di sekolahnya. Mereka semua mengejek Layla, tapi di antara mereka ada 3 teman yang menyemangatinya
“Hey Layla, tidak usah di dengarkan. Mereka memang tukang gosip gitu kalau udah ada bahan gunjingan”.
“iya tuh, mereka melupakan seribu kebaikan hanya karena 1 keslahan yang bahkan bukan kamu yang melakukannya”.
“kamu baik-baik yaa Layla, kami bersamamu kok” kata teman-teman Layla yang menyemangatinya.
Mendengar hal itu, Layla menghela nafasnya dengan tenang lalu memasuki kelasnya
“terima kasih teman-teman” kata Layla pada teman temannya.
... ****...
Di sisi lain, Ilyas yang sedang jogging tidak sengaja bertemu dengan Kak Nurhan yang sedang bekerja sebagai pemungut sampa umum.
“Ahh Ilyas, selamat pagi Ilyas. Lagi joging ?” Tanya Kak Nurhan.
“Ahh iya kak. Tapi..” kata Ilyas yang memperhatikannya dan akhirnya sadar.
“HEEEE !!!!?. KETUA GENG ASOKA JADI PEMUNG..” belum sampai perkataannya yang terkejut
mulut Ilyas di tutup oleh Nurhan sambil membawa botol air mineral.
“ahhh…. Iya. Kamu haus yaa ini minum ?” kata Kak Nurhan yang menyumbat mulut Ilyas dengan sebotol air minum.
“Apa yang kau lakukan bodoh, ini satu-satunya pekerjaan yang menerimaku. Aku mohon jangan sebut diriku sebagai pemimpin Asoka, aku merahasiakannya dari mereka” bisik Nurhan memperingati Ilyas.
Setelah itu, Akhirnya Nurhan meninggalkan Ilyas yang sedang batuk keselak Air mineral.
“Ahhh… !!! aku kira akan mati hahh hahh hahh” kata Ilyas sambil mengatur nafasnya.
Ilyas akhirnya duduk di kursi taman dan memikirkan kelakuannya pada adiknya.
“sepertinya aku terlalu keras padanya kemarin. Tapi….” Katanya sambil melihat ke arah langit.
Sekilas dia mengingat kejadian di mana saat Khaled melindungi Rika sampai menangis.
“Kalau aku dekat dengan Rika sekarang, aku takut dia akan menjadi incaran. Lebih baik dia membenciku dengan begitu, dia akan tenang” gumam Ilyas dalam hatinya.
__ADS_1
Setelah memikirkannya begitu lama, dia membasuh wajahnya lalu berjalan kembali menuju ke rumahnya. Dia melihat seorang Kakak yang berjalan dengan Adiknya menuju ke sekolah. Itu membuatnya iri dan berpikir..
Apakah aku bisa senormal itu dengan Adikku ?.
dia berjalan merenungkan dirinya selama ini.
...****...
Di sisi lain juga, Awwing akhirnya memulai rencana untuk menjatuhkan Ilyas.
“Akhirnya, sisa uang yang di gelapkan oleh Ayah bisa menyewanya. Mantan penggulat dan menjadi pembunuh bayaran, Wild Lion !!!” kata Awwing di salah satu rumah terbengkalai.
“aku melakukannya karena kau membayarku, kita lihat apa kau layak sebagai tuanku ?” Tanya Wild Lion pada Awwing.
“tentu saja, dengan begini kita akan memulai rencana memancing Ilyas disini lalu membunuhnya. Aku sudah muak dengan berandalan itu” balas Awwing sambil menggaruk wajahnya.
“jadi, bagaimana rencana kita untuk memancingnya ke sini ?” Tanya salah satu pengikutnya.
“tentu saja, kita akan mengincar orang terdekatnya. Lalu, kita akan meminta tebusan dari keluarganya. Dengan begitu kita akan KAYA RAYAAA !!!!” teriak Awwing lalu tetawa terbahak-bahak.
Saat sampai di rumah, ia di berikan kantongan serta beberapa uang untuk belanja di pasar oleh ibunya.
“Haahh !!!?. aku yang ke pasar bu ?” Tanya Ilyas yang terkejut.
“ini perintah Ayahmu agar kamu punya kegiatan di saat skors”
“Cih, Ayah sialan itu…” gumamnya dalam hati lalu pergi.
Ilyas mengendarai motornya lalu menuju ke pasar dengan motornya. Sampai di sana, ia bertemu lagi dengan anggota Asoka yang kebanyakan kerja di Pasar.
“Wooaahh itu Ilyas. Ooii sini sini” kata salah satu Anggota Asoka yang memanggilnya.
Mereka akhirnya berbincang. Setelah berbicara, Ilyas membeli lauk yang tidak ia bayar sekali karena di berikan dengan secara gratis oleh teman-teman Ilyas dari team Asoka.
“Bahaya nih. Apa yang akan ku katakan sama ibu kalau sampai ?” gumam Ilyas dalam hatinya.
“lebih baik ku simpan untukku saja. Lumayan isi dompet” lanjutnya lalu memasukkan uang ibunya ke dompet pribadinya.
Di sore hari, akhirnya Layla mampu melewatinya tampa bullian sentuhan fisik sedikit pun karena merka takut Ilyas akan membalasnya nanti. Layla akhirnya di jemput oleh sopir pribadinya menuju ke rumahnya.
“biasa saja kok” balas Layla singkat melihat ke arah jendela.
“tapi, wajah anda tidak mengatakan hal demikian ?”
“MEMANGNYA APA URUSANMU !!!?” bentak Layla kesal.
Perkataannya membuat sopirnya terkejut
“maafkan aku, Nyonya muda. Aku hanya Khawatir”
Perbuatannya itu, mengingatkan sikap Kakaknya yang keras padanya.
“maaf, aku tak bermaksud kasar”
Melihat hal itu, Sopirnya tersenyum
“ternyata, Nyonya muda orang yang baik” kata Sopir pribadinya memuji Layla.
Perkataan itu membuat layla luluh dan menceritakan kejadian di sekolahnya. Setelah mendengar cerita Layla, Sopir pribadinya berkata
“begitulah manusia. Mereka akan melupakan seribu kebaikan hanya dengan satu kesalahan. Dan solusi untuk orang seperti itu adalah menghadapinya secara langsung”
“caranya ?”
“dengan cara menjadi diri anda sendiri Nyonya Muda” balas Sopir pribadinya sambil tersenyum.
Perkataannya itu membuat Layla tertawa kecil
“aku tak mengerti apa yang kau katakan tapi terima kasih atas perhatiannya”
“senyummu adalah bayaran terbaik untukku Nyonya muda”
__ADS_1
“kamu itu dramatis sekali yaa ?. bagaimana kalau kamu jadi pembantu pribadiku saja, nanti akan ku beri tahu sama ayah”
“apa tidak apa-apa nyonya ?. aku ini Cuma seorang sopir lho” balas Sopirnya ragu.
“tidak apa-apa, kamu adalah orang yang menarik. Akan ku berikan kau gelar sebagai pelayan seperti yang ada di cerita-cerita fiksi” kata Layla sambil tersenyum.
“apa itu Nyonya ?” Tanya Sopirnya penasaran.
“akan ku beri kau nama, Sebastian. Bagaimana ?”
“nama yang sangat bagus Nyonya, akan ku pegang teguh nama itu sebagai pelayan pribadi anda”.
Setelah sampai di rumah, Layla memberitahukan pada Ayahnya dan dia menyetujuinya.
“Sebastian, ku serahkan keselamatan anakku padamu” kata Ayah Ilyas.
“suatu kehormatan untukku menggenggam tanggung jawab itu, Tuan Boss” balas Sebastian.
Karena perintah Ayahnya, Ilyas akhirnya dengan terpaksa bergabung di meja makan untuk makan malam bersama. Mereka terlihat sangat canggung dan diam tidak berbicara sedikit pun.
“Layla tahu, seluruh lauk makanan ini Ilyas yang beli di pasar lho. Mana seluruh bahannya berkualitas lagi, enak kan ?” kata ibunya.
Layla hanya menganggukkan kepala sambil makan.
“bagaimana dengan sekolahmu ?” Tanya Ayahnya pada putrinya.
“seperti biasa kok” balas Layla singkat.
“tapi kenapa saat pulang, wajahmu terlihat murung sebelum ketemu ayah ?” Tanya Ayahnya.
Layla terdiam karena perkataan Ayahnya dan Sebastian mencoba membantu Layla
“maaf memotong perkataan anda Tuan Boss. Tapi, Layla sudah menceritakannya di mobil” kata Sebastian.
“Tu- belum apa-apa kau sudah menghianatiku Sebastian ?” Tanya Layla yang terkejut.
“dia sedikit bertengkar kecil dengan sahabatnya sehingga membuat keadaan mereka sedikit canggung. Dan Nyonya muda terbawa perasaan akan hal itu” kata Sebastian sambil mengedipkan mata pada Layla.
Perkataan itu membuat layla legah dan kembali menyantap makanannya.
“apa itu benar Layla ?” Tanya Ayahnya.
“iya ayah, aku minta maaf karena tidak jujur”
“baguslah. Lebih baik kau tetap seperti itu, jangan seperti Kakakmu yang bikin onar sampai kena Skors di sekolahnya” kata Ayahnya tegas.
Perkataan itu membuat situasi mereka canggung kembali.
“Mulai lagi dah ini si orangtua berkumur-kumur” gumam Ilyas kesal dalam hatinya.
“cobalah seperti adikmu, semua masalah tidak mesti di selesaikan dengan perkelahian. Semuanya bisa di selesaikan dengan kepala dingin atau diam” lanjut Ayahnya menegur.
Ilyas berdiri mengangkat piringnya
“iya iya ahh.. terima kasih sajiannya Mpo, rasanya enak” balas Ilyas kesal sambil membawa piringnya sendiri ke dapur.
Perkataan Ayahnya itu membuat Ilyas kembali ke kamar walau tidak bisa menutup pintu kamarnya lagi. Namun setelah mengingat kejadian di meja makan, akhirnya dia pergi mencari Sebastian lalu menanyakannya langsung padanya
“aku tahu apa yang kau katakana pada Ayah itu tidak benar. Katakan yang sebenarnya, apa yang terjadi ?” tanya Ilyas pada Sebastian.
“maafkan aku tuan muda, sebenarnya masalahnya cukup rumit” kata Sebastian lalu menceritakan segalanya.
Setelah mendengarnya, Ilyas terlihat syok dan menyandarkan dirinya ke tembok
“ha ha ha, lucu yaa ?. padahal aku sudah menjauhkan diri agar Layla membenciku, ternyata tidak semudah itu” kata Ilyas yang tertawa.
“aku berharap saat dia membenciku, orang-orang tidak akan menyalahkannya dan membantu mereka menghinaku. Aku tidak ingin melibatkannya tapi justru dia menanggung malu karenaku yaa ?. aku tidak cukup baik pada adikku ternyata” kata Ilyas menutup wajahnya.
Perkataannya itu di dengar oleh Layla dari sudut lain dan akhirnya mulai memahami kenapa kakaknya bersikap aneh akhir-akhir ini.
...****...
__ADS_1
Instagram : hackbae2022
Facebook : HackBae