Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Gadis Ayam Kampus


__ADS_3

Setelah lama merenung malam itu, aku berbicara pada Nuge lewat telepon. Ku ceritakan hubunganku dengan Ichi dan perkataan yang ku dengar setelah ku ceritakan semuanya, dia malah berkata.


“ternyata kau Pecundang yang belum tobat yaa ?. seperti biasa, kau terlalu naïf Aibo” katanya padaku.


“tapi kau tau kan kita berdua ini seperti apa di masa lalu Nuge ?, aku hanya takut yang lalu akan terjadi lagi. Dan aku tak mampu melindungi yang ku sayangi lagi” balasku padanya.


Setelah menghela nafas, dia mendapatkan ide dan mulai mengatakannya padaku.


“Bagaimana kalau kau ke jalan Nusantara aja ?. Lepaskan stressmu dengan gadis ayam kampus di sana” balas Nuge.


Perkataannya membuatku salah tingkah dan mulai membentaknya.


“APA YANG KAU KATAKAN BODOH !!!!. kau tau kan kita ini masih perjaka ?. bisa-bisanya kau ngomong kek begitu” kataku padanya dengan perasaan kesal.


“kita ?. kamunya aja kali. Aku dah pernah sekali di sana” katanya padaku dengan sombong.


“Ra.. rasanya gimana ?” tanyaku penasaran.


“yaa B aja sih. Nggak sehebat yang ada di video yang biasa kita nonton” jawabnya dengan nada datar.


“pokoknya cobalah untuk ke sana, kalau beruntung kau akan dapat yang perawan” katanya padaku lalu dia menutup teleponnya.


Hal itu membuatku kepikiran hingga tidak tidur seharian. Paginya aku menuju ke kampus untuk kuliah dan karena kelaparan aku menuju ke kantin setelah kelas. Aku mendapati Yusuf yang lagi bercerita dengan anggotanya. Dia seperti menceritakan tentang hubungan pacaran.


Saat mereka bercerita dengan teman-temannya ada kata-kata yang membuatku penasaran hingga aku mendekat sedikit.


“bagaimana hubunganmu dengan si primadona itu ?. loe beruntung banget sih ?. ceritain bro” kata salah satu temannya.


“apalagi kemarin kalian sempat berduaan di asramanya, kamu ngapain aja ?” Tanya teman-temannya.


“kalau di pikir-pikir iya juga yaa ?. Kok gua bodoh sih membiarkan mereka berduaan, pasti ada apa-apanya. Kenapa baru sekarang aku nyadarnyaa ?” Gumamku dalam hati


“nggak ada apa-apa kok. Aku hanya merawatnya. Dia kan sedang sakit” balas Yusuf.


“Allaaaa… bac*t. pasti terjadi sesuatu, perempuan lengah begitu pasti ada apa-apa ini” kata temannya memancing.


Yusuf terlihat diam sejenak menghela nafas dengan berat. Dia melihat teman-temannya yang mulai penasaran dengan jawaban Yusuf


“hari itu dia memang lengah. Dia begitu cantik dan menawan. dan baju tidurnya terbuka sedikit di bagian dadanya, aku lengah dan bercumbu dengannya” kata yusuf.


Teman-temannya teriak bahagia menyemangati Yusuf berbeda denganku. Dengan jengkelnya aku tidak sengaja meremuk gelas kopiku hingga pecah dan membuat tanganku berdarah. Aku berdiri dan menarik Yusuf lalu mencekiknya

__ADS_1


“sudah ku bilang padamu, batasi dirimu Yusuf !!!!. Dia adalah Wanita polos, berani sekali kau melakukannya !!!” geramku pada Yusuf.


Dia mencoba melepaskan diri tapi tak mampu. Hingga teman-teman duduknya itu membantu melerai kami.


“woe bocah Suram, kenapa kau mengurusi hubungan orang ?. Memangnya kau siapa yang ngatur hubungan mereka ?” Tanya mereka sombong.


“mulut siapa itu ?” kataku sambil menatap murka kepada teman-temannya.


Dan mereka, tidak berani menatapku kembali. Tapi hatiku entah membenarkan perkataan mereka. Aku meninggalkan tempat itu sambil menggigit mulutku hingga mengeluarkan darah.


Tidak sengaja aku berhadapan sama Ichi, mungkin dia ingin bertemu dengan Yusuf dia mencoba menyapaku tapi aku mengabaikannya dan melewatinya begitu saja. Ku ambil sepedaku dan pergi dari kampus. Aku menuju bukit dekat kampus dan memukul pohon yang berdiri di sana hingga pohon itu hancur begitupun dengan tanganku yang penuh luka. Setelah menghancurkan pohon itu, aku teriak sekeras-kerasnya. Entah kenapa, hatiku benar-benar sakit. Rasanya ingin mengobatinya agar sembuh seketika tapi, ini bahkan lebih sakit daripada di sayat parang. Mungkin ini adalah Karma padaku karena mengabaikan perasaan di masa lalu.


                                                                                                ...*****...


Di malam hari, aku akhirnya mengambil jalan tengah dan aku harus muff on. Sebagai penanda aku ingin melupakan Ichi, aku menuju ke jalan Nusantara yang di katakan Nuge banyak ayam kampus (pelacur) saat tengah malam di sana. Dengan seluruh gajiku aku membawanya. Dan tidak semahal yang aku kira, harganya cuma 200san. Teman wibuku


di makassar memberikanku salah satu kontak. Dan kami janjian di kosannya.


Jadi aku ke jalan Nusantara ngapain yaa ?. ujung-ujungnya malah ke kosansi Anak Ayam Kampus


Tidak ku sangka ternyata dia mengontrak rumah. Setelah mengetuk pintu rumahnya, dia membuka pintu. Dia mengenakan pakaian yang Sexy dan rambut yang sedikit basah seperti baru mandi.


"Ini cuma bagian dari daya tarik pekerjaanku tuan. Silahkan masuk" balasnya sambil tersenyum.


Dia menarikku sambil menutup pintu rumahnya. Dia menarikku dan membawaku ke kamarnya. Entah kenapa aku membayangkan Ichi dan Yusuf yang sedang bercumbu saat menuju ke kamarnya. Aku menarik perempuan itu lalu memaksanya di kasur seraya merobek pakaiannya dia terlihat begitu pasrah sambil meneteskan air matanya.


“kenapa kau menangis ?. ini pekerjaanmu kan ? dasar pelacur !!!. Kau selalu tidur dengan pria lain, tidak usah bermuka buaya seperti itu padaku !!!” kataku kesal padanya.


Dia menghapus air matanya dan juga menghapus air mataku yang tidak sengaja keluar saat kesal padanya.


"maaf, sebenarnya aku adalah amatiran. makanya aku tidak punya tempat lain selain di rumah. Dan ini pertama kalinya bagiku. Lagi pula, kenapa tuan juga menangis ?" katanya dengan suara gemetar.


Aku menjauhinya dan melepaskannya sambil duduk di kasurnya. Kami berdua diam dan canggung. Tapi, aku menyadari Almamater yang tergantung di kamarnya adalah Almamater dari kampus kami.


"Tunggu dulu, apa kau dari kampus Universitas Negeri Cahaya Bintang ?" tanyaku padanya.


"kenapa kau bisa tahu ?" tanyanya padaku dengan terkejut.


Aku menunjuk almamaternya yang tergantung


"sebenarnya.... Aku juga kuliah di sana" balasku.

__ADS_1


Dia sangat syok lalu menutup badannya yang sangat sexy saat ini. Aku melihatnya dia panik menahan air matanya, dia mencoba menutup badannya dengan tangannya. Dari sana aku berpikir, dia belum pernah melakukan hal ini. Aku menutup badannya dengan jaket yang aku kenakan lalu dia tidak mengatakan apapun dan hanya menatapku saja.


"aku minta maaf sudah kasar tadi padamu. Tapi, Kalau kau belum melakukan hal seperti ini kenapa kau memaksakannya ?" tanyaku padanya.


"aku membutuhkan Uang. Dan aku orangnya cukup ceroboh makanya aku tidak bisa melakukan apapun selain ini. Semua orang mengejekku dan tidak peduli padaku. Aku kira merantau seperti ini menyenangkan. Ternyata, kehidupanku sangat berat" balasnya dengan suara yang lemah.


Aku mengambil rokokku dan mengudut rokok di sampingnya


"aku boleh merokok kan ?" tanyaku padanya.


"Silahkan saja" balasnya singkat sambil memberi asbak.


"Namamu, dan kau dari jurusan mana ?" tanyaku padanya.


"Namaku Nurhasita. Panggil saja Sita. Dan aku kuliah di jurusan Ekonomi Syariah" jawabnya.


"Bukannya itu di Fakultas Ekonomi ?. Kita tetanggaan dong. Dan juga, Fakultas Ekonomi sepertimu seharusnya pintar mengolah uang. Yakin kamu hanya berakhir seperti ini ?" tanyaku padanya.


"Maafkan aku" dia hanya membalas singkat.


Aku mengudut rokokku lalu mencoba menenangkannya. Padahal ini bukan urusanku, tapi aku tidak tega melihatnya.


"Perempuan itu seperti Vas Bunga. Sekali pecah, sekalipun di perbaiki akan tetap ada retakan. Kalau kau bekerja seperti ini, setelah perawanmu lepas orang akan menganggapmu sebagai pelacur atau tidak perawan. Kau mau di ejek seperti itu ?" kataku padanya.


Dia terlihat kesal dan berdiri di hadapanku


"Kau tau apa tentangku !!!?. Memangnya kau siapa !!!?. Dan apa lagi yang harus kulakukan agar bisa mendapatkan uang di kota yang besar ini !!!?" teriaknya padaku sambil menangis.


Aku memegang kepalanya dan mengelusnya juga seperti aku mengelus kepala Ichi saat dia kesal atau ngambek di dekatku.


"besok temuilah aku. Kau bisa Chat denganku lewat Whatsapp itu, save yaa ?. aku akan bertemu denganmu dan membawamu ketempat kerjaku. Siapa tau rejekimu ada di sana kan ?" balasku padanya sambil tersenyum.


Saat setelah itu dia mengenakan baju normalnya dan menyajikan minuman padaku. Dia mulai terbuka padaku.


“maaf kalau aku bercerita lancang seperti ini. Memangnya alasan apa kau mencari Ayam Kampus ?. bukannya mereka sudah di tiduri oleh laki-laki lain ?” tanyanya padaku.


Aku menghela nafas dan menceritakan masalahku tentang aku pada Ichi, tentang Yusuf dan hubungannya dengan Ichi sampai titik dimana hal itu membuatku kesal. Setelah menceritakannya, Sita memelukku dan berkata


“tidak apa-apa Tuan, kau adalah pria yang hebat. Tidak ada Pria yang sehebat dirimu yang mampu mengorbankan perasaan demi yang di Cintainya. Kau adalah Pria yang Hebat” katanya padaku.


Hanya perkataan seperti itu, kata-kata biasa yang orang manapun mampu mengatakannya, membuat perasaanku tenang. Ternyata obatnya Cuma berbicara pada orang yang tepat, bukan melampiaskannya. Dari kemarin aku menahan air mataku keluar. Tapi hanya karena kata-kata Sita, perasaanku benar-benar terbuka. Aku membalas pelukannya dan mengeluarkan perasaanku padanya.

__ADS_1


__ADS_2