
Sore harinya, Ilyas dan Nuge berjalan mengambil motornya dan mereka di lempari dua botol minuman. Nuge dan ilyas menangkap botol minuman dingin itu lalu melihat kearah yang melemparnya
“terima kasih atas kerja kerasnya kawan-kawan” kata Rika yang menggunakan jiket One Eagle setengah badannya.
“wuiihh kau terlihat cantik memakai jaket itu, tidak sejelek sebelumnya” kata Nuge mengejek Rika.
“iihh apa-apan dah sok keren banget” balan Rika kesal.
“terima kasih minumannya, aku memang cukup lelah membersihkan WC tadi” kata Ilyas setelah meneguk minumannya.
“sama-sama. Eh, katanya bu Haspita dan Ibu Nur menunggu kita lho di Café Tani yang dekat sawah” kata Rika mengajak.
“kalau begitu bersamaan aja, Ilyas bonceng Rika ke sana. Jaraknya agak jauh, kasian dia akan lelah mengayuh sepedanya” kata Nuge meminta sama Ilyas.
“iya juga yaa, Rika naik ke motorku aja yuk” balas Ilyas.
Setelah Rika naik, Nuge menunjukkan jari jempolnya ke Rika. Begitupun Rika menunjukkan jari jempolnya seolah sudah di rencanakan.
Sampai di Café, mereka berulah lagi. Rika menarik Ilyas dan segera duduk di samping ibu Nur agar kursi di sebelah bu Haspita kosong
“maaf kami sedikit terlambat bu” kata Rika setelah duduk di kursi.
“nggak usah tarik-tarik juga dong Rika” kata Ilyas yang sedikit risih.
Lalu Nuge juga masuk dan duduk di samping bu Haspita yang tiba-tiba wajahnya memerah bereka berdekatan. Rika menunjukkan jari jempolnya lagi begitupun dengan Nuge
“sebenarnya apa yang kalian rencanakan sih ?” tanya Ilyas yang membuat ibu Nur tertawa.
Ilyas, Rika, dan Nuge di teraktir makanan di Café itu. Betapa terkejutnya Rika dan Nuge sangat senang melihat parfait yang begitu indah. Kecuali Ilyas yang langsung menyantapnya karena sudah kehausan.
Namun atmosfir ini berubah ketika tamu selanjutnya ternyata Indah
"maaf aku terlambat, aku hanya menggunakan sepeda di sini. Dan kegiatan Clubku selesai pas bell sekolah tutup berbunyi” kata Indah yang tiba-tiba datang.
Seketika Ilyas tersedak melihat Indah
“aahhh ahhh pelan-pelan Ilyas, nih minum” kata Rika yang menolong Ilyas.
Indah yang duduk di samping Nuge membuat Ilyas kesal dan berdiri
“aku pulang, Nuge kau saja yang antar Rika” kata Ilyas yang tiba-tiba kesal.
“tunggu jangan pulang” kata bu Haspita menghentikan Ilyas.
“apa kau akan lari terus seperti ini Ilyas ?” Tanya ibu Haspita kepada Ilyas.
Langkahnya berhenti mendengar pertanyaan itu
__ADS_1
“aku senang di traktir seperti ini. apalagi karena hukuman tadi aku pantas mendapatnya karena aku adalah seorang siswa” kata Ilyas sambil menundukkan kepala.
“tapi, masalah yang ini berbeda. Ini Cuma masalahku sendiri yang tidak mau kembali seperti dulu. Jadi, aku harap kalian semua tidak usah ikut campur. Jangan sok tahu !!!” bentak Ilyas kesal dan keluar dari Café itu.
Rika berlari dan mengejar Ilyas sampai di luar Cafe
“Ilyas, kenapa kau pergi ?. bukannya itu tidak sopan ?” kata Rika pada Ilyas.
“bukan urusanmu” balas Ilyas kesal dan menyalakan motornya.
“kalau begitu aku ikut” kata Rika dan segera menaiki motor Ilyas.
“lah, ibu Haspita dan Bu Nur masih ada di dalam lho” kata Ilyas memperingatkan Rika.
“terus kenapa kau juga mau tiba-tiba pergi ?” Tanya Rika kepada Ilyas.
“terserah kau saja kalau seperti itu” balas Ilyas lalu meninggalkan Cafe itu.
Saat berkendara, Ilyas lagi-lagi diam dan tidak berbicara apapun. kelakuannya itu membuat Rika semakin Khawatir.
"maaf kalau aku lancang tapi, boleh aku tahu ?. sebenarnya ada apa dengan kalian berdua ?" tanya Rika penasaran.
Ilyas singgah di pinggir jalan dan langsung membalik badannya berhadapan dengan Rika di atas motor dengan jarak yang sangat dekat. Ilyas menyandarkan kepalanya di Pundak Rika lalu bercerita.
“Indah adalah penyelamatku waktu masih kecil dulu. Dia adalah gadis satu-satunya yang tidak munafik sebagai temanku pada saat itu. Sisanya mereka hanya berteman karena mereka mau uangku. Tapi dia berbeda, dia selalu memarahiku kalau berlebihan memberikan uang kepada teman-teman bermuka duaku itu”
“katakan semuanya Ilyas”.
“kau ingin mengetahuinya ?” Tanya Ilyas.
“aku ingin tahu segalanya tentangmu. Agar saat kau bersedih, aku akan ada untukmu. Seperti kau yang datang padaku saat aku sendiri di ruangan yang kosong itu” balas Rika menenangkannya.
Lalu Ilyas melepaskan dirinya dari Rika lalu lanjut bercerita
“saat dia mendekat padaku dia tidak memikirkan sekaya apa aku ?. yang dia pikirkan, bagaimana aku bisa menikmati kesederhanaan. Ada suatu hal yang bisa di nikmati tampa uang. Dan mataku melihat segalanya tentang itu. Aku bahagia saat bersamanya dan itu membuatku jatuh cinta padanya” kata Ilyas dan membuat Rika sedikit cemburu.
“lalu kenapa kau marah padanya ?” Tanya Rika penasaran.
Namun Ilyas hanya diam dan tidak berbicara.
“kalau kau tidak mampu membicarakannya tidak apa-apa” lanjut Rika berbicara.
Ilyas langsung menceritakan semuanya, kejadian saat Ilyas terbulli sampai akhirnya Indah menjadi korban kekejaman dari orang yang membullinya. Perkataan Ilyas membuatnya merinding dan merasakan kesedihan Ilyas.
Ilyas membalik badannya kembali lalu menyalakan motornya. Saat motornya berjalan, Seketika Rika saat itu menyandarkan wajahnya sambil menangis di punggung Ilyas. Dan Ilyas hanya diam. Karena suasana begitu canggung,
“aku antar langsung ke rumahmu aja yaa ?. besok aku jemput kok. Sepedamu biar di sana aja. Pasti aman kok” kata Ilyas yang membuat Rika mengangguk dan tidak berkata apa-apa.
__ADS_1
Kita mundurkan waktu kejadian di Café setelah Ilyas meninggalkan tempat itu, bu Haspita mengelus punggung Indah yang menahan kesedihannya.
“yang sabar ya Indah, pelan-pelan semuanya akan membaik kok” kata Bu Haspita yang menghibur Indah.
“tidak apa-apa kok Bu, semuanya juga terjadi karenaku. Kesalahanku membuatku jauh darinya. Aku masih sayang padanya, tapi… aku gagal sebagai pacarnya” kata Indah dengan mata yang berkaca-kaca.
“kalau begitu, cobalah untuk bangkit. Bukan mengejarnya tapi cobalah untuk melakukan hal lain. Sampai kau bisa melupakannya” kata Nuge setelah menyedup minumannya.
“ooi Nuge bukannya itu hanya menyakitinya ?” Tanya Bu Nur pada Nuge.
“dari pengalaman yang selama ini aku lihat, memang rasanya sakit karena kapanpun pasti teringat secara tiba-tiba saat kita sudah melupakannya. Tapi, bukankah itu lebih baik daripada mengejar dan membuat perasaan kita tersakiti berkali-kali ?, lagi dan lagi tampa berhenti. Kalau aku, mungkin aku akan lelah melakukan hal itu” balas Nuge memberikan saran pada Indah.
Mereka semua canggung saat mendengar perkataan Nuge yang tepat sasaran.
\*\*\*\*
Saat mereka akhirnya pulang, bu Nur mengantar Indah dengan mobil. Sedangkan bu Haspita di bonceng oleh Nuge. Saat bu Nur pergi, anginnya menghembus kencang lalu Nuge memasangkan jiketnya ke bu Haspita.
“ibu pasti kedinginan” kata Nuge memakaikan jiket pada bu Haspita.
“ahh terima kasih” balas bu Haspita singkat.
Mereka berdua berdiri di parkiran tampa ada orang satupun di sana sampai akhirnya Nuge mengambil kesempatan
“Bu has.. bukan. Maksudku Haspita…” kata Nuge memanggil nama bu Haspita.
Dia terkejut saat namanya di panggil begitu saja oleh muridnya
“maukah kau pacaran denganku ?” kata Nuge yang mengungkapkan perasaannya pada bu Haspita.
“aku tahu mo.. momennya tidak tepat tapi selama ini, aku selalu memperhatikan ibu. Kau adalah perempuan yang kuat dan tidak menyerah terhadap kami walau kami bandel dan berandalan. Kau murah senyum saat mengajar dan itu… membuatku cinta pada ibu” kata Nuge dan membuat mereka berdua jadi canggung.
“aku berkata apa yaa ?. maaf aku mengatakan hal yang tidak sopan bu, seharusnya aku tidak mengatakannya padamu” kata Nuge yang tiba-tiba gugup.
“apa tidak apa-apa ?. umur kita sedikit berjauhan lho” kata Bu Haspita membuat Nuge terkejut.
“maksud ibu ?” Tanya Nuge.
“aku juga sudah lama memperhatikanmu Nuge. Kau orangnya periang dan tidak menyerah terhadap teman-teman dan orang di sekitarmu, kau begitu setia pada hubungan pertemanan kalian dan tidak mudah untuk berkhianat. Aku juga selama ini memperhatikanmu dan membuat jantungku selalu tidak karuan” kata bu haspita dengan wajah tersipu malu.
“jadi selama ini..” kata Nuge yang tidak sampai.
Namun bu Haspita sudah mencium bibir Nuge dan membuat Nuge terkejut. Nuge tidak menyangka hari ini akan terjadi padanya. Lalu mereka berdua tersipu malu karena melakukan hal itu.
“a… aku akan mengantar ibu pulang sekarang (kata Nuge yang langsung naik ke motornya) silahkan bu naik” kata Nuge dengan gugupnya.
“ii..iya terima k-kasih” balas bu Haspita juga gugup.
__ADS_1
Di sisi lain, ada hati yang masih terluka, di sisi lainnnya akhirnya ada perasaan yang mulai memahami segalanya, dan di sisi lain ada Cinta yang tersampaikan. malam itu menjadi hari yang penuh dengan prasaan yang bercampur aduk.