Darjah : Sacrifice Of Ilyas

Darjah : Sacrifice Of Ilyas
Chapter 5 (Season 2) : Dendam yang Terbalaskan


__ADS_3

Saat di ruangan kepala sekolah, Awwing membela dirinya bahwa tidak bersalah lalu Kepala sekolah selalu bertanya dan menggali masalah itu. Tapi kepala sekolah terkejut, karena dia melihat Ilyas yang dari tadi diam melihat ke arah bunga yang ada di fas di atas lemari.


“Ilyas, kenapa kau diam saja ?” tanya kepala sekolah.


“toh dia cari dukungan lagi. Polisi adalah teman bapaknya lalu bapak buat aliansi dengan keluarga Awwing, yaudah. Saat Guru, Polisi, dan Orang tua tidak bisa ku andalkan, maka aku akan menjadi berandalan dan menghukum dengan caraku sendiri” kata Ilyas .


“dan biar ku tebak, karena ini masalahnya lebih parah dari sebelumnya maka akan ada satu tamu terhormat lagi” lanjut Ilyas berbicara lalu tiba-tiba, Ayah Awwing datang.


“Panjang umur” kata Ilyas sambil tersenyum.


Ilyas di hajar sambil mengeluarkan darah di mulutnya.


“aku tidak akan munafik padamu bocah karena kau membuat putraku seperti itu, ingat !!!!. Apapun yang kau lakukan, tidak akan sesuai dengan apa yang kau inginkan !!!!. Karena aku adalah Maneger dari perusahaan yang di bawah naungan PT jaya nusantara. Dan aku bisa membuat hidupmu menderita dengan mudah !!!!” bentak bapak Awwing kesal.


Perkataan Ayah Awwing membuat Ilyas tertawa sambil batuk kesakitan.


“pantes saja si sialan itu mendukungmu ternyata kau bekerja di sana ?, seperti yang di katakan pak guru wali kelas. Dunia hanya terlalu kejam untukku. baiklah untuk mempermudah pak polisi silahkan borgol saya” kata Ilyas yang akhirnya di borgol.


Belum keluar dari kantor, tamu baru datang lagi sambil membawa Linda masuk ke dalam kantor kepala sekolah.


“tunggu dulu, aku bahkan belum bicara sedikit pun” kata Ayah Ilyas yang datang sambil merangkul Lindah.


“Tuan Boss, bapak kenapa ada di sini ?” Tanya bapak Awwing.


Dengan sopan, Awwing menjabat tangan Ayah Ilyas.


“tidak ku sangka, paman Boss datang ke sini. Semuanya akan jadi lebih mudah” kata Awwing dengan pedenya.


“yaa. Seperti katamu nak Awwing, aku akan mempermudah segalanya. Pak Polisi, lepaskan borgol Putraku. Pak Nata, kau di pecat. Rumah dinasmu saya tarik kembali begitupun kendaraan dinas kamu, dan ATM yang saya titipkan buat kamu saya tarik juga kembali, selesai” kata Ayah Ilyas membuat semua orang terkejut.


Ayah Ilyas melirik kearah kedua polisi itu yang terlihat bingung dengan perintah Ayah Ilyas.


“apalagi yang kalian tunggu, lepaskan dia” perintah ayah Ilyas dan akhirnya borgol Ilyas di lepaskan.


“kalian itu yaa, semua keperluan kalian tidak akan ku layani kalau aku tahu kalian seperti ini pada penerus tahta saya” lanjut Ayah Ilyas memperjelas.


“ma.. maksud tuan Boss apa ?. bukannya.. Ilyas itu dari keluarga sederha…” belum selesai ayah Awwing bicara, Ayah Ilyas berbicara


“yang menyuruh kau bicara siapa hah ?. berani sekali bicara tampa seizinku. Memangnya kenapa ?. dia memang putraku dan aku memanipulasi dirinya agar menjadi seperti orang normal pada umumnya. Kenapa ?. nggak terima ?” kata Ayah Ilyas mulai marah.


Pak Nata hanya menundukkan kepala tidak mampu menahan malu.

__ADS_1


“Pak Nata, selama ini saya diam melihat tingkahmu yang arogan itu dan memakai nama perusahaan saya atas egomu itu. Tapi kau sudah kelewatan batas menyerang putraku, pokoknya saya tidak mau tahu kembalikan semua harta yang ku berikan padamu dan pergi dimanapun yang penting jauh dari pandanganku !!!” bentak Ayah Ilyas.


Seketika pak Nata sujud di hadapan Ayah Ilyas.


“Tuan Boss, ampuni saya Boss. Kalau bapak mengambil semuanya kembali, nasib saya bagaimana ?” Tanya Pak Nata memohon.


Ayah Ilyas memegang kepala pak Nata dan menarik rambutnya


“apa aku terlihat peduli ?. tidak kan ?. makanya pergi dari hadapanku sekarang dan jangan perlihatkan batang hidungmu lagi padaku mengerti !!!!” bentak Ayah Ilyas dan mendorong Pak Nata.


Pak Nata Akhirnya keluar. Polisi baru saja mau keluar dengan Awwing, Ayah Ilyas menghalangi mereka semua


“siapa yang menyuruh kalian keluar ?. kasusnya belum selesai sampai di sini. kau juga bocah sialan, dasar polisi maunya di suap aja mulu. Kerja yang benner dong !!!” Bentak Ayah Ilyas kesal.


“karena kita sudah berkumpul, nak Indah jelaskan kebenaran yang sebenarnya di sini” kata Ayah Ilyas memimpin sidang tersebut.


Indah mulai menceritakan seluruh kebenarannya sambil menangis dan semua orang mendengar kebenarannya. Bahkan para guru yang ada di sana serta staf yang mendengar dari luar juga. Awwing yang sedari tadi diam karena dia tahu, kondisinya tidak memungkinkan dia untuk mengangkat bicara.


“baiklah kepala sekolah, lakukan tugasmu sesuai kepala sekolah yang adil sekarang. jangan banyak tingkah kayak kemarin” kata Ayah Ilyas menyindir kepala Sekolah.


“baiklah, untuk nak Awwing karena pelanggaran yang kau lakukan maka, kami akan mengeluarkanmu tampa surat pindah” kata kepala sekolah.


Awwing tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa menerima kenyataannya saja.


Awwing akhirnya di borgol dan di bawa bersama dua polisi walaupun itu hanya sebuah formalitas.


Saat itu kepala Sekolah menundukkan kepala di hadapan Ayah Ilyas dan meminta maaf tapi Ayah Ilyas tidak terlalu memperdulikannya dan berkata pada kepala sekolah.


“selanjutnya hukuman untuk putraku kan ?. lakukan tugasmu pak ?” kata Ayah Ilyas.


Kepala sekolah dan Indah begitu terkejut atas pernyataan Ayah Ilyas


“tapi paman Ilyas….” Kata Indah yang belum sampai tapi di potong oleh Ayah Ilyas.


“a.. a.., tugasmu sudah selesai. Nak Indah silahkan keluar” kata Ayah Ilyas memerintahkan Indah.


Akhirnya Indah meninggalkan ruangan kepala sekolah.


“tapi Pak Andi, apa anda yakin ?. Ilyas akan menerima hukumannya” kata kepala sekolah kepada Ayah Ilyas.


“dia sendiri yang mau menjadi orang biasa, maka berilah dia hukuman yang sepantasnya di sekolah ini” kata Ayah Ilyas tegas.

__ADS_1


“Kalau begitu, Nak Ilyas. Masa skorsingmu akan kami tambah menjadi 2 Bulan. Dan untuk ujian tengah semester yang akan datang akan kau laksanakan autodidat di rumah. Dan saat masa skorsingmu selesai, kamu akan bergabung di Kelas 1E” Ilyas hanya diam menerima kenyataan tersebut.


Ayah Ilyas menatap Putranya dan langsung membisik telinga Ilyas


“saya lakukan ini karena adikmu sangat sayang padamu. Kalau bukan karena adikmu, tidak akan aku lakukan lagian kau sudah berjanji kepadaku untuk hidup sebagai orang biasa. Dasar membuang waktuku saja” kata Ayah Ilyas lalu meninggalkannya di Kantor Kepala Sekolah.


Ilyas masih tetap terdiam membeku di sana.


“ada apa nak Ilyas ?” Tanya kepala sekolah.


Tiba-tiba, Ilyas tumbang dan tak sadarkan diri di ruangan tersebut.


...                                                                                    *****...


Sore hari telah tiba, akhirnya Ilyas sadar dengan badan yang penuh dengan perban. Terlihat Indah yang sedang tertidur di sampingnya sambil menggenggam tangan Ilyas. Dia mencoba untuk duduk dan mau mengelus kepala Indah. Tapi seketika ia mengingat kejadian yang tidak manusiawi itu lalu tangannya berhenti. Tidak lama Indah akhirnya terbangun dan melepaskan tangan Ilyas. Dia diam tidak berbicara sedikit pun sampai akhirnya Ilyas yang harus mengangkat pembicaraan.


“maaf, aku melakukan hal yang berlebihan. Waktu itu aku benar-benar tidak terkendali dan isi kepalaku hanya kemarahan sampai aku sadar, sisi lain dariku ingin membunuhnya tadi. Entah sejak kapan aku seliar ini”


“aku pacar yang buruk yaa ?. Aku tidak bisa menolongmu saat itu tapi malahan kau yang menolongku, padahal dulu aku berjanji aku akan melindungimu tapi... aku gagal” lanjut Ilyas berbicara.


Indah tetap diam di sampingnya hingga akhirnya Ilyas mengambil tindakan menggenggam tangannya.


“Indah, ayo kita mulai dari awal. Aku berjanji tidak melakukan hal yang aneh lagi. Aku akan berubah, dan akan selalu ada untukmu” kata Ilyas menjanjikan pada Indah.


Namun saat itu, Indah meneteskan air mata lalu menggelengkan kepalanya di hadapan Ilyas.


“Hiks... semuanya sudah terlambat ilyas..” kata Indah yang sedikit bergetar.


“a.. apa maksudmu Indah ?” Tanya Ilyas yang kebingungan.


“Ilyas, kita putus aja yuk ?. aku sudah tidak suci lagi seperti dulu, aku benar-benar kotor sekarang. Aku tak bisa seperti ini terus… hiks…” kata Indah menangis menggenggam tangan Ilyas.


Ilyas sangat terkejut dan syok mendengarkan permintaan Indah. Ilyas menggenggam tangan Indah dan berkata padanya


“aku mohon jangan katakana itu Indah, aku tak bisa apa-apa tampamu. Di rumah mereka tak menganggapku putranya lagi, di sekolah aku di buang dan aku tak bisa bergantung pada polisi, hanya padamu Indah. Aku tak punya siapa-siapa lagi, ku mohon jangan katakana itu” kata Ilyas yang meyakinkan Indah.


“aku mohon mengertilah Ilyas, aku sangat menderita…” kata Indah singkat.


Perkataan Indah membuat Ilyas sadar dan tidak berbicara lagi. Karena tidak kuat, Indah meninggalkan Ilyas di ruangan UKS. Ilyas merenungi dirinya dan bergumam sendirian


“kenapa… kenapa semuanya terjadi tidak sesuai dengan apa yang kuinginkan ?” kata Ilyas yang menahan air matanya.

__ADS_1


"kenapa.... ?. Hiks... apa dosaku sehingga Mentalku di uji sekeras ini... ?. Hiks... Kenapa.... Tuhan... ?" Lanjut Ilyas yang akhirnya menangis.


__ADS_2