
2 bulan kini berlalu. sebelum pulang, Ilyas singgah di tempat cukur langganannya.
“Wow, rambutmu tumbuh tebal dan berantakan bosku. Mau model bagaimana ?” tanya si tukang cukur.
Ilyas menatap Cermin dan mengingat masa lalunya yang kelam melalui cermin
“Warnai Rambutku dengan warna Putih. Dan, Cukur rambutku agar wajahku terlihat kuat” balas Ilyas membuat tukang cukur terdiam melihat tatapan Ilyas .
Tatapan Ilyas terlihat begitu menakutkan di dalam Cermin. tatapannya penuh dengan rasa demdam yang telah di pendam selama 2 Bulan. Setelah mencukur, Pamannya menunggu di mobil dan Ilyaspun menghampiri pamannya.
"wah wah wah kau mewarnai rambutmu ?. dan cukur rambutmu, wah orang bakal berpikir 2x untuk melawanmu sih dengan ekspresi marah seperti itu juga" kata pamannya yang melihat Ilyas.
mendengar hal itu, Ilyas berhenti sejenak dan menenangkan dirinya.
"kenapa ?" tanya pamannya.
"tidak paman, hanya saja aku terlalu tegang" balas Ilyas mengusap dadanya.
Pamannya tersenyum dan mengusap dengan keras kepala Keponakannya.
"heh, Sok Cool sekali di hadapaku. Nggak usah sepertu itu, aku malah jijik liatnya" balas Pamannya.
Lalu mereka menaiki mobil sama-sama dan berangkat. Sampai di rumah, Layla yang menunggu kedatangan Kakaknya di depan rumah berdiri tidak sabar. Melihat hal itu ibunya mulai berbicara pada suaminya.
“anak itu benar-benar menyayangi kakaknya. Walau dia tidak memperlihatkannya secara langsung di hadapan kakaknya”
Ayah Ilyas mengudut cerutunya sambil membaca Koran berkata pada istrinya
“yaahh… aku hanya berharap saat Layla mengetahui kenyataan pahitnya, aku harap dia tidak menyesalinya” balas Ayah Ilyas.
Tidak lama kemudian, akhirnya mobil pamannya datang dan turunlah Ilyas yang mengenakan celana tentara , sepatu boot kulit, dan baju kaos hitam panjang merangkul tassnya dengan sebelah tangan Pemberian Pamannya. Layla yang melihat style kakaknya itu berkata pada Ilyas
“Norak kak, memang ngapain sih kakak memakai seragam seperti tentara padahal latihan biasa doang ?” kata Layla dengan tatapan yang aneh.
Ilyas tertawa dan memberikan oleh-oleh pada adiknya
“nih untukmu oleh-oleh dari Sulawesi Tengah” kata kakaknya sambil mengenakan jepit rambut yang berlogo rumah adat tambi Sulawesi tengah.
“dan ini kasi ke ibu dan ayah, aku mau ke kamar dulu istirahat” lanjut kakaknya memberikan kantongan.
“baik kak- cih kau memerintahkanku kakak bodoh !!!?” kata adiknya membentak yang hamper terkeco.
“hee tapi aku kan capek Layla” jawab kakaknya mengeluh.
__ADS_1
“hmm mau gimana lagi” balas Layla lalu membawa barang tersebut.
Sampai di kamar, Ilyas menaruh tasnya dan langsung baring di kasur tampa melepaskan sepatunya. Sedangkan paman Ilyas dan Kakaknya akhirnya berbincang berduaan di taman.
“jadi, bagaimana dengan keponakan kesayanganmu itu ?” kata Ayah Ilyas pada adiknya.
“dia melebihi ekspetasiku kak. Di latihannya, dia mampu memanjati air terjun sekarang. Lalu tadi kau melihat goresan di alis kanannya kan ?. itu bekas dari beruang peliharaanku sebelum Ilyas membunuhnya. Padahal itu beruang kesayanganku” kata paman ilyas pada kakaknya.
“cih, nanti aku belikan lagi beruang yang lebih buas. Usahakan kau merawatnya dengan baik” kata ayah ilyas pada adiknya.
“terima kasih kakak, you are the best brother (kau saudara terbaik)”.
“terus apa lagi perkembangannya ?”
“ternyata kau penasaran juga, ahh... dia sedikit menguasai jurus bintang kesukaanmu Bruce Lee”
Andi terkejut saat mendengar perkataan dari adiknya.
“apa katamu ?. jangan bilang kau mengajarinya jurus Jeet Kune Do ?” kata Ayah Ilyas terkejut.
“iya. Sudah kukatakan, semua orang mampu menguasainya kalau ada kemauan Dia bahkan menguasai jurus kesukaanku, pukulan satu inci. Padahal aku hanya mampu meretakkan batunya, dia malah menghancurkannya. Karena itulah aku berkata padanya kalau kau menggunakan jurus ini pada seseorang, kurangi tekanan pukulanmu agar tidak membunuh siapapun” kata Adi menjelaskan semuanya.
“sudah cukup, sepertinya aku sudah paham yang kau maksud saat itu. Kau benar-benar membuatnya menjadi Iblis berkulit manusia sekarang. Walau sebenarnya lebih tepatnya Monster berkulit manusia”
Pak Andi tersenyum mendengar perkataan adiknya.
“kau kira aku Cuma menyukai Bruce Lee saja ?. aku tidak menyukai orang itu saja tapi, aku mempelajari kelemahannya. Karena itulah coba saja, maka seluruh jurusnya itu akan ku hentikan dengan caraku sendiri”
“karena inilah aku tak mampu menang darimu kak. Kau tidak mengincar kemenangan saat bertarung, tapi kau mengincar kelemahan mereka”
Di sisi lain, Karena Ilyas kelelahan akhirnya tertidur tampa menutup pintu kamarnya. Ibunya memasuki kamar tersebut dan melepaskan sepatu anaknya dan menutupi badannya dengan selimut. Ibunya mencium jidat anaknya dan bergumam
“kau sudah berhasil melakukannya anakku”
Saat ibunya meninggalkan kamar dan menutup kamar, Ilyas terbangun dan menyadari segalanya. Ilyas sedikit bahagia karena adik dan ibunya ternyata masih peduli padanya.
“aku harus tidur, besok harus sekolah setelah lama di skors” gumam Ilyas dan mengambil posisi tidur ternyaman.
...****...
Subuh hari di mana hanya pembantu yang baru bangun siap-siap, seluruh pembantunya begitu terkejut saat melihat Ilyas yang mulai melatih dirinya dengan pemanasan tubuh.
“inikah tuan muda putra dari tuan Boss Andi yang sekarang ?” kata bodyguardnya yang baru bangun mempersiapkan diri berhenti melihat Ilyas.
__ADS_1
Ilyas melatih dirinya tampa menggunakan baju, tubuhnya penuh dengan goresan luka-luka. Ilyas push up dengan menggunakan satu tangan kedua jarinya. Mpo si pembantu tidak sengaja menjatuhkan alat masaknya sehingga membuat Ayah Ilyas terbangun. Ayah Ilyas turun dari tangga dan mendapati seluruh pekerjanya melirik kearah taman. Saat Ayah Ilyas melihat ke arah taman pula, iya pun juga terkejut melihat Ilyas tengah latihan pemansannya.
Ayah Ilyas berjalan menuju ke putranya dan berkata padanya
“dari tubuhmu aku sudah tahu bagaimana kau berjuang”
“ayah sudah bangun ?” Tanya Ilyas pada ayahnya.
Ayah Ilyas berjalan dan mendekati putranya
“coba gunakan jurus pukulan satu incimu itu padaku. Kalau perlu sekuat tenaga”
Begitu terkejutnya dia mendengar perkataan itu langsung dari ayahnya.
“tapi ayah, bagaimana kalau kau terluka nanti ?” Tanya Ilyas ragu.
“apa kau meremehkanku ?” Tanya Ayah Ilyas kesal.
Melihat ekspresi ayahnya, Ilyas terlihat dendam dan bergumam dalam hatinya.
"Inilah alasan kenapa aku membenci Ayah, dengan seenak jidat dia meremehkan orang tampa mengetahui kelemahannya sendiri"
Ilyas mendekati Ayahnya lalu memasang Kuda-kuda. belum sampai serangan Ilyas pada ayahnya, Ayah Ilyas dengan mudah menangkis serangannya dengan menggunakan satu tangan dengan cepat. Ilyas terkejut melihat ayahnya yang kuat dan cepat. Ilyas mencari titik buta dan menyerang Ayahnya berkali-kali. Saat kesempatan celah itu datang, dia memasang kuda-kuda lalu memukulnya dengan jurus jeet kune do, pukulan satu inci. Dengan mudah Ayah Ilyas menahan pukulannya dengan tangan kiri tampa menyakiti Ayah Ilyas sedikit pun.
Melihat hal itu, Ilyas semakin terkejut dan tidak bisa berkutik.
“kau sudah berkembang tapi, seranganmu kepadaku adalah bukti bahwa kau tidak boleh bergantung pada jurus Jeet kune do saja. Cobalah untuk mengolah pola pikirmu dan mempelajari serangan yang lain, Ilyas” kata ayahnya.
Ilyas begitu terkejut karena baru pertama kali dia melihat ayahnya mengajarinya dalam bela diri.
“baik ayah…” katanya singkat.
Ayah Ilyas membakar cerutu dan mengudutnya lalu pergi meninggalkannya. Di dalam rumah terlihat seorang pembantu muda yang menghawatirkan Ilyas. Pak Andi memegang pundaknya lalu berkata padanya.
"tenang saja, aku hanya mengajarinya agar mengola pikirannya. Kalau kau khawatir pada mantan tuanmu itu, kenapa kau tidak mendekatinya ?"
"aku belum siap mendekatinya tuan" balas pembantu muda itu.
"kenapa ?. apakah masih alasan yang sama ?"
"iya tuan. Kalau tuanku ingin bertambah kuat, maka aku juga harus lebih kuat"
mendengar hal itu, Pak Andi melihat putranya yang berusaha berlatih sendirian lagi. Pak Andi tersenyum lalu berlanjut melangkahkan kaki.
__ADS_1
"walaupun kau tidak melayaninya, aku mengizinkanmu untuk mengawasinya kok" kata Pak Andi lalu meninggalkannya.